Romo Ignatius Sumarya SJ
HOMILI: Hari Raya Semua Orang Kudus (Why 7:2-4.9-14; Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a)
Romo Ignatius Sumarya SJ
HOMILI: Hari Raya Semua Orang Kudus ( Why 7:2-4.9-14; Mzm 24:1-4ab.5-6; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a)
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”
Kiranya kita semua tahu atau kenal dengan Ibu Teresa dari Calcuta, entah melalui bacaan buku atau media cetak atau media elektronik. Ia adalah seorang biarawati yang tersentuh dan tergerak hatinya atas penderitaan jutaan manusia yang miskin dan berkekurangan serta kurang menerima perhatian; ia meninggalkan kemegahan biara dan sekolah yang diasuhnya dan kemudian ‘menggelandang’ di jalanan untuk menemani orang yang hampir mati atau sakit, bayi yang dibuang oleh yang melahirkannya, memberi makan apa adanya kepada mereka yang kelaparan dst.. Pribadi dan karyanya begitu memikat, mempesona dan menarik banyak orang, dan pada suatu saat diwawancari oleh seorang wartawan TIME. “Ibu menurut kata banyak orang ibu adalah orang suci atau santa yang masih hidup. Sebenarnya orang suci itu semacam apa ibu?”, demikian kurang lebih pertanyaan sang wartawan kepada Ibu Teresa. Dan dengan rendah hati dan mantap Ibu Teresa menjawab:”Orang suci itu bagaikan lobang kecil dimana orang dapat mengintip siapa itu Tuhan, siapa itu manusia dan apa itu harta benda”. Memang dari cara hidup dan cara bertindak ibu Teresa kita dapat mendalami kebenaran perihal ‘siapa Tuhan, siapa manusia dan apa harta benda’. Maka marilah pada Hari Raya Semua Orang Kudus hari ini kita mawas diri, entah dengan cermin ibu Teresa dari Calcuta, santo-santa pelindung kita masing-masing atau bacaan-bacaan hari ini. Perkenankan saya merefleksikan secara sederhana apa yang tertulis dalam Injil hari ini.
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5:3)
“Miskin di hadapan Allah” berarti menggantungkan atau mengandalkan diri sepenuhnya kepada Allah, menyadari dan menghayati bahwa hidup dan segala sesuatu yang kita miliki, kuasai dan nikmati sampai saat ini adalah anugerah Allah, cara hidup dan cara bertindaknya dikuasai atau dirajai oleh Allah sehingga hidup dan bertindak menurut kehendak Allah. Dalam keadaan atau kondisi dan situasi apapun orang yang ‘miskin di hadapan Allah’ senantiasa bergembira dan berbahagia, karena bersama dan bersatu dengan Allah, dan tidak takut menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan dalam penghayatan iman. Ia dapat menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Allah.
“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” (Mat 5:4)
“Menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Allah” memang butuh perjuangan dan pengorbanan alias siap sedia untuk berdukacita. Berdukacita berarti ada yang meninggal atau ditinggalkan, dan tentu saja dalam hal ini bukan orang, melainkan keinginan, nafsu, harapan atau dambaan pribadi yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.” (Yoh 16:20-21), demikian sabda Yesus. Marilah sabda Yesus ini kita renungkan, refleksikan dan hayati dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” (Mat 5:5)
Buah atau dampak ketahanan dan ketabahan dalam berdukacita atau penderitaan adalah lemah lembut, sabar dan tekun, tidak kasar dan tidak terburu-buru dalam menghadapi segala sesuatu. Yang bersangkutan juga hidup membumi, memperhatikan hal-hal sederhana dengan penuh cintakasih, ia mengerjakan hal-hal sederhana dan kecil dengan kasih yang besar. Kami percaya bahwa pada umumnya rekan-rekan perempuan atau para ibu lebih lemah lembut dari pada rekan-rekan laki-laki atau para bapak, maka kami berharap rekan-rekan perempuan atau para ibu dapat menjadi teladan dalam kelemah lembutan dalam hidup sehari-hari di dalam lingkungan hidup maupun lingkungan kerjanya, dan kepada rekan-rekan laki-laki atau para bapak hendaknya tidak malu-malu belajar lemah lembut juga dari rekan-rekan perempuan atau para ibu.
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Mat 5:6).
Perkembangan dari lemah lembut adalah ‘lapar dan haus akan kebenaran’, yang bersangkutan sungguh membuka diri sepenuhnya terhadap aneka macam nasihat, saran, ajaran , informasi dst.. dalam rangka menemukan kebenaran. Kebenaran sejati antara lain adalah bahwa kita adalah orang-orang lemah, rapuh dan berdosa yang dikasihi dan dipanggil oleh Allah untuk berpartisipasi dalam karya penyelamatanNya. Maka yang bersangkutan sungguh menghayati diri sebagai yang diperhatikan, banyak orang memperhatikannya, dan dengan demikian ia sungguh dipuaskan dengan berbagai bentuk perhatian.
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Mat 5:7)
Orang yang menghayati diri sebagai yang diperhatikan banyak orang berarti kaya akan kemurahan hati, maka yang bersangkutan akan bermurah hati juga kepada orang lain atau siapapun juga. Murah hati berarti hatinya dijual murah alias siapapun boleh minta diperhatikan atau ia memperhatikan siapapun tanpa pandang bulu. Masing-masing dari kita kiranya telah menerima kemurahan hati Allah, terutama dan pertama-tama melalui orangtua kita masing-masing, khususnya ibu kita yang telah mengandung dan melahirkan serta membesarkan dan mengasuh kita dengan sepenuh hati. Maka selayaknya sebagai umat beriman kita saling bermurah hati atau memperhatikan.
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Mat 5:8)
Buah bermurah hati adalah suci atau “sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (1Yoh 3:2-3). Orang suci adalah “orang yang menaruh pengharapan kepadaNya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci”. Orang suci mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah, sehingga semakin dikasihi oleh Allah dan sesamanya. Ia sungguh menjadi ‘kekasih Allah’
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Mat 5:9)
“Menjadi kekasih Allah” secara otomatis akan “membawa damai” dimana pun ia berada atau kemana pun ia pergi, terutama damai di hati. Bersama dan bergaul dengan ‘kekasih Allah’ akan terasa sejuk, damai dan tenteram serta aman. Perdamaian menjadi dambaan atau kerinduan semua orang, maka marilah kita sebagai orang beriman atau kekasih Allah senantiasa menjadi saksi atau teladan perdamaian serta menyebarluaskan perdamaian kepada siapapun dan dimanapun . “There is no peace without justice, there is no justice without forgiveness” (= Tiada perdamaian tanpa keadilan, tiada keadilan tanpa kasih pengampunan), demikian pesan Paus Paulus II memasuki millennium ketiga yang sedang kita jalani ini. Pembawa damai berarti senantiasa mengampuni siapapun yang telah menyalahi atau menyakitinya.
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5:10)
Memang ketika kita disalahi atau disakiti segera mengampuninya dan tidak balas dendam , kita akan merasa ‘teraniaya’. Baiklah jika demikian adanya marilah kita memandang dan menatap Dia yang tergantung di kayu salib. Untuk mewujudkan Kerajaan Allah/Sorga atau Allah yang meraja di dunia ini memang harus melalui penderitaan bahkan sampai wafat di kayu salib. Teraniaya atau menderita karena kebenaran adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati, maka nikmati saja apa adanya.
“Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat” (Mat 5:11)
“Tibo kebrukan ondho” = Jatuh tertimpa tangga, demikian kata pepatah Jawa. Ada kemungkinan dalam keadaan teraniaya dan menderita karena kebenaran kita masih dicela dan difitnah. Sekali lagi nikmati dan hayati aneka celaan dan fitnahan dalam dan bersama Tuhan, meneladan Yesus, Penyelamat Dunia, yang telah mengalaminya.
“TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan” (Mzm 24:1-4b)
Selasa, 1 November 2011
Romo Ignatius Sumarya, SJ
Teks Misa
- Arsip Teks Misa
- Prefasi Doa Syukur Agung IV merupakan satu kesatuan dengan DSA IV, tidak diperkenankan diganti dengan yang lain
- PERHATIAN: Teks Misa dan Doa Syukur Agung, hendaknya Imam senantiasa menggunakan buku TPE Imam, kecuali hal darurat tidak ada TPE Imam/Umat
- 22 Juni 2024: Hari Minggu Biasa XII
- 30 Juni 2024: Hari Minggu Biasa XIII
- 7 Juli 2024: Hari Minggu Biasa XIV
- 14 Juli 2024: Hari Minggu Biasa XV
- 21 Juli 2024: Hari Minggu Biasa XVI
- 28 Juli 2024: Hari Minggu Biasa XVII
- 04 Agustus 2024: Hari Minggu Biasa XVIII
- 11 Agustus 2024: Hari Minggu Biasa XIX
- 18 Agustus 2024: Hari Raya SP. Maria Diangkat ke Surga
- 25 Agustus 2024: Hari Minggu Biasa XXI
- 1 September 2024: Hari Minggu Biasa XXII
- 5 September 2024: Perayaan Ekaristi Live Streaming Bersama Bapa Suci Fransiskus
- 8 September 2024: Hari Minggu Biasa XXIII
- 15 September 2024: Hari Minggu Biasa XXIV
- 22 September 2024: Hari Minggu Biasa XXV
- 29 September 2024: Hari Minggu Biasa XXVI
- 6 Oktober 2024: Hari Minggu Biasa XXVII
- 13 Oktober 2024: Hari Minggu Biasa XXVIII
- 20 Oktober 2024: Hari Minggu Biasa XXIX
- 27 Oktober 2024: Hari Minggu Biasa XXX
- 01 November 2024: Hari Raya Semua Orang Kudus
- 02 November 2024: Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman
- 03 November 2024: Hari Minggu Biasa XXXI
- 10 November 2024: Hari Minggu Biasa XXXII
- 17 November 2024: Hari Minggu Biasa XXXIII
- 24 November 2024: Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
- 01 Desember 2024: Hari Minggu Adven I
- 08 Desember 2024: Hari Minggu Adven II
- Senin, 09 Desember 2024: Hari Raya SP. Maria Dikandung Tanpa Noda
- 15 Desember 2024: Hari Minggu Adven III
- 22 Desember 2024: Hari Minggu Adven IV
- 24 Desember 2024: Misa Vigili Natal (Sore Menjelang Hari Raya)
- 25 Desember 2024: Hari Raya Natal (Misa Malam)
- Maklumat Kelahiran Yesus Kristus berdasarkan Martyrologium Romanum
- 25 Desember 2024: Hari Raya Natal (Misa Fajar)
- 25 Desember 2024: Hari Raya Natal (Misa Siang)
- 29 Desember 2024: Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf
- 01 Januari 2025: Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah - Hari Kedelapan Dalam Oktaf Natal
- 03 Januari 2025: Peringatan Nama Yesus Yang Tersuci
- 5 Januari 2025: Hari Raya Penampakan Tuhan
- 12 Januari 2025: Pesta Pembaptisan Tuhan
- 19 November 2025: Hari Minggu Biasa II
- 26 Januari 2024: Hari Minggu Biasa III
- 2 Februari 2025: Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah
- 9 Februari 2025: Hari Minggu Biasa V
- 16 Februari 2025: Hari Minggu Biasa VI
- 23 Februari 2025: Hari Minggu Biasa VII
- 2 Maret 2025: Hari Minggu Biasa VIII
- 5 Maret 2025: Hari Rabu Abu
- 9 Maret 2025: Hari Minggu Prapaskah I
- 16 Maret 2025: Hari Minggu Prapaskah II
- 19 Maret 2025: Hari Raya St. Yusuf Suami SP Maria
- 25 Maret 2025: Hari Raya Kabar Sukacita
- 23 April 2025: Hari Minggu Prapaskah III
- 30 Maret 2025: Hari Minggu Prapaskah IV
- 6 April 2025: Hari Minggu Prapaskah V
- 13 April 2025: Hari Minggu Palma
- 17 April 2025: Misa Kamis Putih
- 18 April 2025: Jumat Agung
- 19 April 2025: Malam Paskah
- 20 April 2025: Hari Minggu Paskah I
- 27 April 2025: Hari Minggu Paskah II
- Saran Doa Umat untuk pemilihan Paus yang baru
- 4 Mei 2025: Hari Minggu Paskah III
- 11 Mei 2025: Hari Minggu Paskah IV
- 18 Mei 2025: Hari Minggu Paskah V (Misa Syukur Pelantikan Paus Leo XIV)
- 25 Mei 2025: Hari Minggu Paskah VI
- 29 Mei 2025: Hari Raya Kenaikan Tuhan
- 01 Juni 2025: Hari Minggu Paskah VII
- 06 Juni 2025: Jumat Pekan VII Paskah
- 08 Juni 2025: Hari Raya Pentakosta
- 15 Juni 2025: Hari Raya Tritunggal Mahakudus
- 27 Juni 2025: Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus
- 29 Juni 2025: Hari Raya St Petrus dan St Paulus
- 6 Juli 2025: Hari Minggu Biasa XIV
- 13 Juli 2025: Hari Minggu Biasa XV
- 20 Juli 2025: Hari Minggu Biasa XVI
- 27 Juli 2025: Hari Minggu Biasa XVII
- 03 Agustus 2025: Hari Minggu Biasa XVIII
- 10 Agustus 2025: Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga
- 17 Agustus 2025: Hari Raya Kemerdekaan Indonesia
- 24 Agustus 2025: Hari Minggu Biasa XXI
- 31 Agustus 2025: Hari Minggu Biasa XXII
- 07 September 2025: Hari Minggu Biasa XXIII
- 14 September 2025: Pesta Salib Suci
- 21 September 2025: Hari Minggu Biasa XXV
- 28 September 2025: Hari Minggu Biasa XXVI
- 05 Oktober 2025: Hari Minggu Biasa XXVII
- 12 Oktober 2025: Hari Minggu Biasa XXVIII
- 19 Oktober 2025: Hari Minggu Biasa XXIX
- 26 Oktober 2025: Hari Minggu Biasa XXX
- 1 November 2025: Hari Raya Semua Orang Kudus
- 2 November 2025: Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman
- 9 November 2025 Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
- 16 November 2025: Hari Minggu Biasa XXXIII
- 23 November 2025: Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
- 30 November 2025: Hari Minggu Adven I
- 7 Desember 2025: Hari Minggu Adven II
- Gradual Masa Adven
- 8 Desember 2025: Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Noda
- 14 Desember 2025: Hari Minggu Adven III
- 21 Desember 2025: Hari Minggu Adven IV
- 24 Desember 2025: Vigili Natal
- 25 Desember 2025: Hari Raya Natal (Misa Malam)
- 25 Desember 2025: Hari Raya Natal (Misa Fajar)
- 25 Desember 2025: Hari Raya Natal (Misa Siang)
- 28 Desember 2025: Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf
- 1 Januari 2026: Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah
- 4 Januari 2026: Hari Raya Penampakan Tuhan
- 11 Januari 2026: Pesta Pembaptisan Tuhan
- 18 Januari 2026: Hari Minggu Biasa II
- 25 Januari 2026: Hari Minggu Biasa III
- 01 Februari 2026: Hari Minggu Biasa IV
- 11 Februari 2026: Hari Minggu Biasa V
- 15 Februari 2026: Hari Minggu Biasa VI
- 18 Februari 2026: Hari Rabu Abu
- 22 Februari 2026: Hari Minggu Prapaskah I
- 01 Maret 2026: Hari Minggu Prapaskah II
- 08 Maret 2026: Hari Minggu Prapaskah III
- 15 Maret 2026: Hari Minggu Prapaskah IV
- 22 Maret 2026: Hari Minggu Prapaskah V
- 29 Maret 2026: Hari Minggu Palma (Perarakan dan Upacara Masuk Meriah)
- 29 Maret 2026: Hari Minggu Palma (Upacara Masuk Sederhana)
- 2 April 2026: Kamis Putih
- 3 April 2026: Jumat Agung
- 4 April 2026: Vigili Paskah
- 05 April 2026: Hari Minggu Paskah I
- 12 April 2026: Hari Minggu Paskah II
- 19 April 2026: Hari Minggu Paskah III
- 26 April 2026: Hari Minggu Paskah IV
- 03 Mei 2026: Hari Minggu Paskah V
- 10 Mei 2026: Hari Minggu Paskah VI
- 14 Mei 2026: Hari Raya Kenaikan Tuhan
- 17 Mei 2026: Hari Minggu Paskah VII
- 24 Mei 2026: Hari Raya Pentakosta
- 31 Mei 2026: Hari Raya Tritunggal Mahakudus
- 07 Juni 2026: Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
- 12 Juni 2026: Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus
- 14 Juni 2026: Hari Minggu Biasa XI
- 28 Juni 2026: Hari Minggu Biasa XIII
- 29 Juni 2026: Hari Raya St Petrus dan St Paulus, Rasul
- 5 Juli 2026: Hari Minggu Biasa XIV
- 12 Juli 2026: Hari Minggu Biasa XV
- 19 Juli 2026: Hari Minggu Biasa XVI
- 26 Juli 2026: Hari Minggu Biasa XVII
- 02 Agustus 2026: Hari Minggu Biasa XVIII
- 9 Agustus 2026: Hari Minggu Biasa XIX
- 16 Agustus 2026: Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga
- 17 Agustus 2026: Hari Raya Kemerdekaan RI
- 23 Agustus 2026: Hari Minggu Biasa XXI
- 30 Agustus 2026: Hari Minggu Biasa XXII
- 04 September 2026: Jumat Pertama
- 6 September 2026: Hari Minggu Biasa XXIII
- 13 September 2026: Hari Minggu Biasa XXIV
- 14 September 2026: Pesta Salib Suci
- 20 September 2026: Hari Minggu Biasa XXV
- 27 September 2026: Hari Minggu Biasa XXVI