Tampilkan postingan dengan label HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS. Tampilkan semua postingan

HOMILI: Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus (Ul 7:6-11; Mzm 103:1-4.6-8.10; 1Yoh 4:7-16; Mat 11:25-30)


"Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil"

Sebut saja namanya "Netrahartana", nama samaran. Ia adalah orang kaya, sarjana yang dikenal cukup bijak dan pandai dalam rangka mengelola perusahaannya, sehingga ia semakin kaya juga. Pada suatu saat ia memiliki hajat untuk menikahkan anaknya, maka ia berusaha agar peristiwa pernikahan ini sungguh mengesan dan mendapat pujian dari siapapun, mengingat dan memperhatikan ia sendiri menjadi orang yang terpandang di masyarakat. Upacara saling menerima Sakramen Perkawinan diselenggarakan di gereja katedral, penuh semarak dan gemerlapan. Mereka yang menghadiri upacara di katedral pun memenuhi gedung gereja itu, dan memang relasi-relasinya adalah orang-orang kaya dan pejabat. Tak kalah semarak dan mengagumkan pesta ramah-tamah juga diselenggarakan besar-besaran dengan menyewa gedung pertemuan yang besar full AC. Juga dihitung secara nominal dalam rupiah, kiranya tidak kurang dari satu milyard rupiah dana yang dialokasikan untuk upacara pernikahan tersebut. Orang pandai dan bijak memang lebih mengandalkan otaknya daripada hatinya, apalagi mereka juga kaya akan harta benda atau uang, sementara itu hidup beriman atau perihal Kerajaan Allah lebih erat kaitannya pada hati daripada otak. Maka marilah dalam rangka mengenangkan pesta Hati Yesus Yang Mahakudus hari ini kita mawas diri perihal keimanan kita.

"Aku bersyukur kepadaMu Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil." (Mat 11:25)

Mereka yang tergolong atau termasuk kecil, miskin, bodoh dan berkekurangan pada ummnya lebih memiliki krterbukaan dan kerendahan hati daripada yang besar, kaya, pandai dan berlebihan, lebih-lebih ketika mereka didekati atau disapa dengan dan dalam cintakasih. Sebagai contoh adalah anak kecil/bayi atau binatang kecil/yang baru saja lahir Anak kecil/bayi ketika didekati atau diperlakukan dalam dan oleh kasih siapapun pasti akan menyerahkan diri seutuhnya tanpa takut atau was-was. Demikian juga orang-orang miskin atau rakyat kecil ketika diminta bantuannya pasti dengan siap dan ceria menanggapinya. Orang-orang desa atau pelosok pada umumnya juga hidup dalam persaudaraan sejati, yang antara lain nampak dalam gotong-royong atau bekerja bersama membuat rumah, memperbaiki jalan dst, tanpa dibayar atau diberi imbal jasa.

Saya pribadi memiliki pengalaman yang begitu mengesan dan menyentuh, yaitu ketika ditabiskan menjadi imam. Pastor paroki saya hadir dalam tahbisan saya, dan dalam ramah-tamah ia bertanya kepada saya: "Nanti mau misa pertama di gereja paroki atau di kapel stasi anda?". "Di kapel stasi saja", jawaban saya singkat. "Kapel stasimu sedang dalam perbaikan dan belum selesai", tanggapan pastor paroki. "Tidak apa-apa", reaksi saya. Misa perdana bagi umat paroki saya akan saya laksanakan satu minggu setelah tahbisan. Suatu peristiwa yang mengesan bagi saya: umat lingkungan desa saya begitu tahu bahwa saya akan misa perdana di kapel stasi, maka seluruh umat, tua-muda, besar-kecil, bergotong-royong selama enam hari untuk menyelesaikan perbaikan kapel. Mereka kerja dari pagi sampai sore hingga selesailah perbaikan kapel tersebut. Mereka adalah buruh harian sebagai pekerjaan mereka, yang menjadi sumber nafkah sehari-hari keluarga. Maka ketika enam hari bergotong-royong berarti enam hari tak memperoleh gaji atau pendapatan, melainkan seluruh tenaga mereka persembahkan untuk perbaikan kapel. Kami merasa mereka sungguh meneladan janda miskin, yang menyerahkan seluruh nafkahnya atau pribadinya. Kami merasa dan mengalami bahwa mereka yang kecil, miskin dan berkekurangan lebih kaya akan perhatian terhadap sesamanya, dengan kata lain hatinya lebih berperan daripada otaknya.

"Marilah datang kepada-Ku, mereka yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah dari pada-Ku, karena hati-Ku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Mat 11: 28-29), demikian sabda Yesus. Marilah sabdaNya ini kita renungkan dan hayati dalam hidup kita sehari-hari. Kita semua dipanggil untuk hidup dan bertindak dengan lemah lembut dan rendah hati, keutamaan dasar dan utama bagi umat beriman. Ketenangan jiwa dan lemah lembut serta rendah hati bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan. Orang yang lemah lembut dan rendah hati akan semakin tenang jiwanya, sebaliknya orang yang tenang jiwanya akan semakin lemah lembut dan rendah hati. Marilah belajar pada Hati Yesus yang terluka atau ditusuk oleh tombak serta kemudian dari Hati-Nya keluar air dan darah segar, lambang kehidupan dan keceriaan atau kebahagiaan. Bervosi atau berbakti kepada Hati Kudus Yesus berarti dari hati kita keluar apa yang menghidupkan dan menyegarkan, dan secara konkret semua sepak terjang, kesibukan atau pelayanan kita senantiasa menghidupkan dan menyegarkan orang lain. Berdevosi kepada Hati Kudus Yesus berarti hidup dengan penuh syukur dan terima kasih.

"Saudara-saudaraku, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih"(1Yoh 4:7-8)

Sapaan atau peringatan dari Yohanes ini sungguh baik untuk kita renungkan dan hayati. Masing-masing dari kita diciptakan/diadakan dalam cintakasih, yaitu cinta kasih orangtua kita masing-masing, dan bapak-ibu kitapun juga saling menhayati diri sebagai kasih atau anugerah Allah, demikian juga kita yang telah dikandung dan dilahirkan oleh ibu kita masing-masing adalah buah kasih atau yang terkasih. Ajakan Yohanes di atas ini dengan mudah dapat kita hayati atau laksanakan jika masing-masing dari kita menyadari dan menghayati diri sebagai yang terkasih atau buah kasih.

Kasih kiranya berpusat dalam hati kita masing-masing, maka saling mengasihi berarti saling memperhatikan atau saling mempersembahkan isi hati masing-masing, yang secara konkret berani mencurahkan atau memboroskan waktu dan tenaga bagi yang kita kasihi. Bukankah ketika hati terluka orang menjadi lemah lesu, loyo dan frustrasi, sebaiknya ketika lukanya tertusuk oleh cintakasih, maka yang bersangkutan berbunga-bunga, ceria, bergairah, sebagai tanda bahwa Allah hidup dan berkarya dalam dirinya yang lemah dan rapuh. Sekali lagi kami berharap kepada para orangtua atau bapak itu untuk tidak pelit saling memboroskan waktu dan tenaga bagi pasangannya, dan kemudian bersama-sama memboroskan waktu dan tenaga bagi anak-anak yang telah dianugerahkan oleh Allah.

Kami berharap juga kepada siapapun yang berpengaruh di dalam kehidupan bersama untuk dapat menjadi telah saling mengasihi, memboroskan waktu dan tenaga bagi saudara-saudarinya atau mereka yang menjadi tanggungjawabnya untuk dilayani. Ingat dan sadari bahwa melayani memang harus memboroskan waktu dan tenaga bagi yang dilayani. Secara khusus bagi berharap kepada rekan-rekan imam, bruder dan suster, yang telah berserah-setia kepada Allah, dapat menjadi teladan dalam pemborosan waktu dan tenaga bagi umat yang dilayani maupun beban pekerjaan yang diberikan oleh atasan kepada anda semua. "Allah adalah kasih", demikian peringatan Yohanes, maka sebagai orang beriman, yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah dipanggil untuk saling mengasihi, karena Allah mengusai dan merajai diri kita yang lemah dan rapuh ini. Hati adalah symbol kasih, maka berdevosi kepada Hati Kudus Yesus berarti saling mengasihi, sehingga dari cara hidup dan cara bertindak kita senantiasa berbuah apa yang menghidupkan dan menggairahkan orang lain.

"Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat. Tuhan menjalankan keadilan dan kasih bagi semua orang yang diperas. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan memaklumkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita." (Mzm 103:1-2.3-4.6-7.8.10)


Jumat, 1 Juli 2011

Romo Ignatius Sumarya, SJ

Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS
JUMAT, 1 JULI 2011





RITUS PEMBUKA

LAGU PEMBUKA (PS 337)

TANDA SALIB DAN SALAM

PENGANTAR

SERUAN TOBAT

(TUHAN KASIHANILAH KAMI
PS 347)


I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk redam hatinya.
K. Tuhan, kasihanilah kami.
U. Tuhan, kasihanilah kami.
I. Engkau datang memanggil orang yang berdosa
K. Kristus, kasihanilah kami.
U. Kristus, kasihanilah kami.
I. Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
K. Tuhan, kasihanilah kami.
U. Tuhan, kasihanilah kami

I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, - mengampuni dosa kita, - dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin

KEMULIAAN
(PS 348)

DOA PEMBUKA


LITURGI SABDA

BACAAN I ( Ul 7 : 6 - 11 )

"Kamulah yang dipilih dan dikasihi Tuhan!"

L. Pembacaan dari Kitab Ulangan:

Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu?bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.


MAZMUR TANGGAPAN
(PS 809)
Refren: Berbelaskasihlah Tuhan dan adil Allah kami adalah rahim.

1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
2. Dialah yang mengampuni segala kesalahan-Mu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!

BACAAN II (1 Yoh 4 : 7 - 16)

"Allah mengasihi kamu."

L. Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:
Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah


BAIT PENGANTAR INJIL
(PS 951)
Refren. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena aku lemah lembut dan rendah hati.

BACAAN INJIL ( Mat 11:25-30 )

"Aku lemah lembut dan rendah hati."

I. Tuhan sertamu
U. Dan sertamu juga
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius
U. Dimuliakanlah Tuhan.


Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."


I: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.

HOMILI

AKU PERCAYA

DOA UMAT
I. Marilah berdoa kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mengasihi kita dengan sepenuh hati. Marilah kita mengatakan kepada-Nya.

L. Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah mendirikan Gereja untuk menghimpun semua orang yang percaya kepada-Mu dalam persekutuan cinta kasih. Semoga umat beriman saling mengasihi seperti Engkau mengasihi kami. Semoga kami juga percaya satu sama lain, saling mengampuni, dan saling memperhatikan. Kami mohon, ya Tuhan:
U. Jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu.

L. Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah mengutus para Rasul untuk mewartakan Injil. Semoga para pewarta Injil mengajarkan cinta kasih Hati-Mu kepada orang-orang yang letih lesu serta memikul beban berat. Kami mohon, ya Tuhan:
U. Jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu.

L. Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah mewartakan persahabatan dan kasih-Mu kepada mereka yang terlupakan dan tidak mempunyai sahabat. Semoga kami sebagai murid-murid-Mu membuka hati bagi saudara-saudara kami yang terlupakan dan terkucil dari masyarakat. Kami mohon, ya Tuhan:
U. Jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu.

L. Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajak kami belajar pada-Mu, sebab Engkau lemah lembut dan murah hati. Semoga semua orang yang hatinya keras dan tertutup, sombong, serta membenci orang lain Kautarik kepada Hati-Mu. Kami mohon, ya Tuhan:
U. Jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu.

L. Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah dibesarkan dalam kemesraan keluarga suci di Nazaret. Semoga Engkau menjadi Raja keluarga-keluarga kami, sehingga kami pun berbagi bersama dalam suka dan duka, serta berupaya terus untuk saling membahagiakan. Kami mohon, ya Tuhan:
U. Jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu.

I. Dengarkanlah doa kami, ya Tuhan. Berikanlah kepada kami hati yang baru, hati yang lemah-lembut, seperti hati-Mu yang kami hormati pada hari ini, sehingga kami terbuka bagi sesama dan saling mengasihi Engkau seperti Engkau mengasihi kami, kini dan selama-lamanya.
U. Amin.


LITURGI EKARISTI


A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN


LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN (PS 422)

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

B. DOA SYUKUR AGUNG



PREFASI

KUDUS
(PS 390)
U: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa,
Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu,
terpujilah Engkau di surga.
Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan,
terpujilah Engkau di surga.

DOA SYUKUR AGUNG


C. KOMUNI


BAPA KAMI


I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

DOA DAMAI
I. Demi cinta kasih Yesus telah mempersembahkan kurban pepulih kepada Bapa-Nya, sehingga kita diperdamaikan dengan Bapa di surga. Maka agar cinta kasih hati-Nya jangan sampai sia-sia tak mendapat tanggapan kita, marilah kita berdoa: Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu

ANAK DOMBA ALLAH (PS 411)

PERSIAPAN KOMUNI

KOMUNI (PS 561/MB 506)

DOA SESUDAH KOMUNI


RITUS PENUTUP

BERKAT

PENGUTUSAN

LAGU PENUTUP (PS 564)