Tampilkan postingan dengan label Santo Agustinus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santo Agustinus. Tampilkan semua postingan

Agustinus: Pencari Kebenaran yang Tak Kenal Lelah

Agustinus adalah bapa Gereja purba yang terkenal. Ia lahir di Tagaste, Afrika Utara pada 13 November 354. Ibunya, Monika, seorang beriman Kristen dari suatu keluarga yang taat agama. Sedangkan ayahnya, Patricius, seorang tuan tanah dan sesepuh kota yang masih kafir. Berkat semangat doa Monika yang tak kunjung padam, Patricius bertobat dan dipermandikan menjelang saat kematiannya. Kekafiran Patricius sungguh berpengaruh besar pada diri anaknya, Agustinus. Karena itu Agustinus belum juga dipermandikan menjadi Kristen meskipun sudah besar. Usaha ibunya untuk menanamkan benih iman Kristen padanya seolah-olah tak berdaya mematahkan pengaruh kekafiran ayahnya.

Sejak kecil Agustinus sudah menampilkan kecerdasan yang tinggi. Karena itu ayahnya mencita-citakan agar ia menjadi seorang terkenal. Ia masuk sekolah dasar di Tagaste. Karena kecerdasannya, ia dikirim untuk belajar bahasa Latin dan macam-macam tulisan Latin di Madauros. Pada usia 17 tahun ia dikirim ke Kartago untuk belajar ilmu retorika. Di Kartago, ia belajar dengan tekun hingga menjadi seorang murid yang terkenal. Namun akhirnya tidak lagi tertipu oleh pengaruh cara hidup banyak orang yang tidak mengikuti ajaran moral. Agustinus hanyut tanpa arah tujuan dari satu sekte ke sekte lain, pikirannya selalu mencari kebenaran. Namun sekte yang paling menarik dirinya ialah aliran Manikhean, yang menyatakan menjadi pengikut kebenaran. Selama beberapa tahun ia meragukan semua kebenaran agama-agama.

Pikiran yang mendalam, tajam seperti pikiran Agustinus tidak dapat puas dengan iman sederhana, yang selalu gelap. Ia menghendaki terang, bukan kegelapan. Iman sebaiknya diterangi oleh kebenaran, dan hal itu tidak dapat ditemukan di dalam Gereja. Konsepsi kristiani tentang Allah baginya tampak antropomorfis yang menjijikkan dan pemecahan Katolik terhadap kejahatan sama sekali tidak meyakinkan. Penganut-penganut Manikeisme memberi pemecahan yang memuaskan pada masalah kejahatan. Mereka mempunyai organisasi keagamaan yang sehat, hidup religius yang terlibat dan keras. Perasaan liturgis yang megah dan doa-doa yang puitis. Pikiran dan hati Agustinus puas. Ia tulus dan jujur dan berpikir bahwa dirinya pada akhirnya menemukan kebenaran. Agustinus percaya bahwa di dalam Manikeisme dirinya telah menemukan apa yang dicarinya : kebijaksanaan tanpa iman, moralitas tanpa rasa salah dan hidup kristiani yang tanpa kelemahan-kelemahan. Baginya dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melihat kekeliruan sekte itu. Selama waktu lama Agustinus yakin bahwa dirinya sudah menemukan kebenaran bahkan sampai mengatakan kepada ibunya bahwa pada suatu hari ibunya juga akan menjadi seorang Manikhean. Pada akhirnya ketajaman pikirannya berhasil menembus busa sabun dan secara bertahap Agustinus menemukan bahwa busa sabun itu hampa.

Pada tahun 383 ia pergi ke Roma lalu ke Milano, kota pemerintahan dan kota kediaman Uskup Ambrosius, seorang mantan gubernur yang saleh. Di kota itu ia menyaksikan dari dekat cara hidup biarawan yang mengikuti suatu disiplin hidup yang baik dan membahagiakan. Mereka bijaksana, ramah dan saling mengasihi. Hatinya tersentuh dan mulailah ia berpikir, "Apa yang mendasari hidup mereka? Injilkah yang menjiwai hidup mereka?" Kecuali itu Agustinus sering mendengar kotbah-kotbah Uskup Ambrosius dan tertarik pada ajarannya. Semuanya itu kembali menyadarkan dia akan nasihat-nasihat ibunya tatkala ia masih di Tagaste. Suatu hari, ia mendengar suara ajaib seorang anak, "Ambil dan bacalah! Ambil dan bacalah!". Tanpa banyak berpikir ia segera menjamah kitab Injil itu, membukanya dan membaca: "Marilah kita hidup sopan seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya" (Rom 13:13-14).

Agustinus yang telah banyak mendalami filsafat itu akhirnya terbuka pikirannya dan melihat kebenaran sejati, yakni wahyu ilahi yang dibawakan Yesus Kristus. Ia kemudian bertobat dan bersama dengan sahabatnya Alipius, ia dipermandikan pada tahun 387, pada usia 33 tahun. Dalam bukunya 'Confessio' ia menuliskan riwayat hidup dan pertobatannya dan dengan terus terang mengakui bahwa ia sangat terbelenggu oleh kejahatan dosa dan ajaran Manikeisme. Suara hatinya terus mendorong dia agar memperbaiki cara hidupnya seperti banyak orang lain yang meneladani Santo Antonius dari Mesir.

Pada tahun 388 ia kembali ke Afrika bersama ibunya Monika. Di kota pelabuhan Ostia, ibunya meninggal dunia. Pada tahun-tahun pertama di Afrika ia bertapa dan banyak berdoa bersama beberapa rekannya. Kemudian dia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 391, dan bertugas di Hippo sebagai pembantu uskup kota itu. Sepeninggal uskup itu pada tahun 395, ia dipilih menjadi uskup Hippo. Selama 35 tahun ia menjadi pusat kehidupan keagamaan di Afrika. Rahmat Tuhan yang besar atas dirinya dimuliakan di dalam bentuk kidung dan tulisan. Tulisan-tulisannya meliputi 113 buah buku, 218 buah surat, dan 500 buah kotbah.

Tak terbilang banyaknya orang berdosa yang bertobat karena membaca tulisan-tulisannya. Tulisan-tulisan itu hingga kini dianggap oleh ahli filsafat dan teologi sebagai sumber penting dari pengetahuan rohani. Semua kebenaran kristiani diuraikan secara tepat dan mendalam sehingga mampu menggerakkan hati orang. Sebagai orang uskup, Agustinus sangat menaruh perhatian besar pada umatnya terutama yang miskin dan melarat. Dialah yang mendirikan asrama dan rumah sakit pertama di Afrika Utara demi kepentingan umatnya. Agustinus meninggal dunia pada tahun 430 tatkala bangsa Vandal mengepung Hippo. Jenazah Agustinus berhasil diamankan oleh umatnya dan kini dimakamkan di basilik Santo Petrus.

Sumber: Panduan Misa Novena III Santo Antonius

NOVENA SANTO ANTONIUS III: Bersama St Agustinus Menjadi Pencari Kebenaran yang Tak Kenal Lelah

NOVENA SANTO ANTONIUS
Gereja St Antonius
Senin, 2 Mei 2011


DIDOAKAN SEBELUM MISA

Litani Santo Antonius


Doa yang indah kepada Santo Antonius





RITUS PEMBUKA

LAGU PEMBUKA

TANDA SALIB DAN SALAM

PENGANTAR
I. Saudara-saudara terkasih, kita memulai Novena ketiga menyongsong perayaan 95 tahun Gereja kita dan pesta Santo Antonius, pelindung paroki kita. Novena kita bertemakan: Iman yang mendalam dan tangguh. Tema ini adalah salah satu fokus perhatian dari ARAH DASAR (ARDAS) Keuskupan Agung Semarang tahun 2011-2015. Dalam penyadaran dan pemahaman akan iman yang mendalam dan tangguh, pada Novena ketiga ini kita akan merenungkan dan bercermin pada Santo Agustinus Pencari Kebenaran yang tak kenal lelah. Santo Agustinus yang lahir di Tagaste, Afrika Utara pada tahun 354 pada masa mudanya buruk dan tak menentu. Ia mengikuti segala hawa nafsunya dan menganut bermacam ragam aliran falsafah hidup. Berkat doa ibunya, Santa Monika, ia bertobat dan menjadi seorang pencari kebenaran yang tak kenal lelah, yang akhirnya dia temukan dengan mendalami Sabda Tuhan. Ia menjadi imam dan uskup dengan pemikiran-pemikiran yang cerdas dan tulisan-tulisan yang mendalam. Ia seorang pujangga Gereja yang mempunyai pengaruh besar sampai saat ini.

SERUAN TOBAT DAN TUHAN KASIHANILAH KAMI

I. Agar layak dalam kita merayakan Ekaristi ini marilah hening sejenak mempersiapkan hati dengan menyesali segala dosa dan kesalahan kita serta mohon belas kasih serta pengampunan kepada Tuhan.

I. Tuhan Yesus Kristus, Santo Agustinus telah menjalani hidup penuh kesesatan namun Allah telah menuntun dia ke dalam pertobatan menuju jalan kebenaran. Kami pun ingin bertobat dari kesesatan kami.
K. Tuhan, kasihanilah kami
U. Tuhan, kasihanilah kami.

I. Engkau menghendaki agar semua orang mengalami keselamatan dengan bertobat dari segala dosa. Kami pun ingin bertobat dari dosa-dosa kami.
K. Kristus, kasihanilah kami
U. Kristus, kasihanilah kami.

I. Engkau menghendaki agar kami pun sebagaimana Santo Agustinus mencari kebenaran hidup pada ALlah yang menyelamatkan.
K. Tuhan, kasihanilah kami
U. Tuhan, kasihanilah kami.

I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, - mengampuni dosa kita, - dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U. Amin

KEMULIAAN

DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa cahaya kebenaran, baharuilah kiranya di dalam Gereja-Mu semangat yang Kaucurahkan dalam diri Santo Agustinus. Semoga kami merindukan Dikau, sumber kebijaksanaan sejati, dan mencari Engkau asal segala cinta ilahi. Demi Yesus Kristus, Tuhan, dan pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U.Amin.

LITURGI SABDA

BACAAN I (1 Yoh 4:7-16)

"Allah adalah kasih."

L. Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN

BAIT PENGANTAR INJIL

BACAAN INJIL (Mat 23:8-12)

"Barangsiapa terbesar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanku."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
I: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.

HOMILI

AKU PERCAYA

DOA UMAT
I. Allah Bapa yang mahakuasa, kami bersyukur kepadamu atas seorang suci Santo Agustinus, uskup-Mu yang tekun dan setia mencari kebenaran. Kami bersyukur atas penyertaan-Mu dalam perjalanan 95 tahun Gereja kami. Perkenankanlah kami memanjatkan doa-doa kami di hadapan-Mu.

L. Bagi para pemimpin masyarakat, bangsa dan negara. Semoga Kauanugerahi kesehatan dan kekuatan, kecerdasan, dan kearifan untuk memimpin masyarakat, bangsa, dan negara kami sehingga seluruh rakyat merasa dilindungi, diperhatikan kepentingan-kepentingannya dan dikembangkan kesejahteraannya. Marilah kita mohon
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L. Bagi para cerdik cendekiawan. Semoga dengan menggeluti dan mendalami ilmu dan pengetahuan mereka semakin mampu merasakan keajaiban dan keagungan-Mu yang nampak dalam alam semesta. Marilah kita mohon
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L. Bagi generasi muda. Semoga Engkau mengetuk hati nurani mereka agar tidak mengikuti ajaran-ajaran dan praktek kehidupan yang menyesatkan dan mencelakakan tetapi mencari jalan kebenaran yang menuntun kepada kehidupan sejati yang membahagiakan. Marilah kita mohon
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L. Bagi kami umat Paroki Santo Antonius Purbayan dan semua yang hadir dalam Perayaan Ekaristi ini. Utuslah Roh Kudus-Mu agar dengan iman yang semakin mendalam dan tangguh kami dapat berperan aktif dalam mengembangkan habitus dan tata hidup baru berdasarkan semangat Injil di tengah masyarakat kami. Marilah kita mohon
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L. Marilah kita hening sejenak untuk memohon doa-doa intensi kita masing-masing.


Marilah kita mohon
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I. Ya Tuhan, terimalah doa-doa yang kami panjatkan kepada-Mu dengan penuh iman dan pengharapan. Terimalah juga kerinduan-kerinduan dalam hati kami yang tidak sempat kami ungkapkan. Kabulkanlah segala permohonan kami, dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu Tuhan kami. Amin.
U. Amin.

LITURGI EKARISTI

LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Allah Bapa yang mahamurah, dengan sangat kami mohon kebaikan hati-mu, sambil merayakan peristiwa penyelamatan-Mu. Semoga sakramen belas kasih ini menjadi tanda persatuan dan ikatan cinta kasih. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U. Amin

DIALOG PEMBUKA

PREFASI

KUDUS

DOA SYUKUR AGUNG

BAPA KAMI

DOA DAMAI
I Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu. Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U Amin.
I Damai Tuhan bersamamu
U Dan bersama rohmu.

ANAK DOMBA ALLAH

PERSIAPAN KOMUNI

KOMUNI

DOA KEPADA SANTO ANTONIUS
I. Marilah kita berdoa bersama
I+U.St Antonius, Penolong orang-orang yang ada dalam kesusahan, dan sahabat serta pelindung kami yang istimewa. Padda saat kami mempunyai kebutuhan penting seperti sekarang ini, dengan penuh kepercayaan kami menghadap engkau. Dalam kebaikan hatimu yang melimpah engkau telah mendengarkan dan mengantarkan permohonan-permohonan banyak orang yang datang menghadapmu kepada Allah. Doamu dihaadapan takhta Allah ternyata sedemikian besar dayanya, sehingga Allah memberikan anugerah-anugerah yang kumohonkan kepada-Nya bagi mereka. Meski kami tidak pantas, karena dosa-dosa dan kekurangan-kekurangan kami, berkenanlah kiranya mendengarkan permohonan kami yang kami sampaikan kepadamu ini. Perhatikanlah tekad kami untuk memuliakan Allah dan mengusahakan keselamatan serta kesejahteraan hidup kami dan sesama kami. Kami mohon kepadamu agar engkau mendapatkan bagi kami anugerah yang kami butuhkan saat ini, yaitu...........(sebutkan dalam batin anugerah yang dimohon), St Antonius perhatikanlah doa kami dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.


LAGU SYUKUR: BANGKIT BERGERAK II (Lagu ARDAS KAS 2011 - 2015)

1. Bangkit bergeraklah semua
maju mengembangkan habitus baru.
Mengawal Arah Dasar kita,
hayati smangatnya dalam derap langkah nyata.
2. Curahkan perhatian kita
meningkatkan daya signifikansi,
serta relevansi Gereja,
jadilah Umat Allah bermakna dan berguna.
3. Optimalkan peranan awam,
terpadu serta berkesinambungan
beriman yang memasyarakat,
peduli KLMTD, lestarikan alam
4. Karya pastoral yang sinergis:
cerdaskan dan berdayakan karisma,
awam, religius, dan imam
berkerjasama dalam semangat kemitraan.

DOA SESUDAH KOMUNI
I. Marilah kita berdoa
I. Allah Bapa yang mahakudus, berkat perjamuan suci ini kami bersatu dengan Kristus Putera-Mu. Sucikanlah kiranya kami, sehingga menjadi serupa dengan Dia yang kami sambut dalam perayaan ini. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa.
U. Amin

RITUS PENUTUP

BERKAT

I. Tuhan sertamu
U. Dan sertamu juga

I. Semoga karena perayaan meriah Paska ini, Allah yang mahakuasa dan maharahim melindungi saudara terhadap segala dosa.
U. Amin.

I. Semoga karena kebangkitan Putra-Nya yang tunggal, Allah menganugerahkan kepada saudara, hidup abadi yang sempurna.
U. Amin.

I. Semoga karena bimbingan Yesus Kristus yang jaya, dengan hati riang gembira saudara sampai pada perayaan Paska abadi di surga.
U. Amin.

I. Semoga saudara sekalian selalu dibimbing, dilindungi, dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
U. Amin.

PENGUTUSAN

I. Perayaan Ekaristi sudah selesai, Alleluya, Alleluya.
U. Syukur kepada Allah, Alleluya, Alleluya.

I. Marilah pergi! Kita diutus
U. Amin.

LAGU PENUTUP

HOMILI: Pesta. St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

Setiap orang yang mempunyai kepadanya diberi sehingga ia berkelimpahan”

(1Kor 1:26-31; Mat 25:14-30)

"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya……Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." (Mat 25:14-18.29-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.


Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:


· Dari pengalaman dan pengamatan saya melihat bahwa mereka yang memiliki banyak bakat atau keterampilan alias anugerah, pada umumnya juga memiliki kesiap-sediaan mendalam, sehingga ketika yang bersangkutan dibebani aneka macam tugas tidak akan bermasalah, artinya semua tugas dapat diselesaikan pada waktunya. Sebaliknya mereka yang kurang memiliki bakat atau keterampilan tertentu diberi satu tugas yang mudah saja tak dapat diselesaikan dengan baik. Memang ada rumus bahwa ‘mereka yang merasa kurang memiliki waktu pada umumnya dengan efisien, efektif, afektif memanfaatkan waktu alias hemat waktu, sedangkan yang merasa memiliki banyak waktu akan boros waktu alias suka bermalas-malas’. “Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga berkelimpahan”, demikian sabda Yesus. St.Agustinus yang kita rayakan hari ini pada masa mudanya memang dikenal dengan boros waktu, berfoya-foya, namun karena bimbingan dan pendampingan ibunya, St.Monika, ia bertobat dan kemudian menjadi tokoh Gereja yang sangat berpengaruh. Agustinus membagikan anugerah Allah kepada sesamanya, antara lain melalui tulisan-tulisan (buku) yang tidak lain adalah buah refleksi imannya. Apa yang ia tulis atau ajarkan dalam hal filsafat dan teologi sampai kini masih berpengaruh dalam kehidupan Gereja. Maka dengan ini kami berharap kepada kita semua: marilah kita kembangkan bakat atau keterampilan kita, sekecil atau sebesar apapun, artinya kita fungsikan demi keselamatan dan kebahagiaan orang lain, kita bagikan kepada sesama kita. Bakat dan keterampilan semakin dibagikan atau diberikan kepada orang lain tidak akan berkurang, melainkan semakin bertambah, mendalam dan handal.

· “Apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah” (1Kor 1:27-29), demikian kesaksian iman Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua umat beriman. Paradigma Allah bertolak belakang dengan paradigma manusia. Dalam paradigma manusia apa yang kuat, terpandang dan berarti secara sosial atau duniawi pasti ‘memegahkan diri’ alias sombong. Kerajaan dunia memang berbeda dengan Kerajaan Allah, di dalam Kerajaan Allah, hidup beriman atau beragama yang utama, terpandang dan berarti ialah mereka yang suci, yang 100% menggantungkan diri pada Allah dan 100% menggantungkan diri pada dunia, sebagaimana Yesus tergantung di kayu salib, siap sedia dipandang sebagai yang bodoh, berdosa meskipun tiada noda dan dosa sedikitpun padaNya. Marilah kita sadari dan hayati bahwa hidup dan segala sesuatu yang kita miliki, kuasai dan nikmati sampai kini adalah anugerah Allah, sehingga kita dapat hidup dan bertindak dengan rendah hati, tidak sombong. Kami berharap kepada mereka yang terpandang dan berarti dalam kehidupan bersama, hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk hidup dan bertindak dengan rendah hati yang mendalam, memfungsikan jabatan atau kedudukannya untuk melayani bukan menguasai, demi kebahagiaan atau kesejahteraan umum bukan demi diri sendiri, dst.. Kesejahteraan dan kebahagiaan umum atau rakyat merupakan tanda keberhasilan cara hidup dan cara bertindak dari mereka yang terpandang dan berarti dalam kehidupan bersama, para pejabat atau pemimpin. Jauhkan aneka macam bentuk egoisme yang mencelakakan diri sendiri maupun orang lain.

“Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;.. Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan

(Mzm 33:12-13.18-19)


Jakarta, 28 Agustus 2010


Romo. I. Sumarya, SJ