HOMILI: Hari Raya Paskah - Kebangkitan Tuhan

“Selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati”

Post kematian seseorang, lebih-lebih yang mati seorang tokoh yang berpengaruh dalam kehidupan bersama, pada umumnya mereka yang pernah mengenalnya ingat akan hal-hal baik dan penting yang pernah dilakukan atau dikatakan oleh yang baru saja meninggal tersebut, serta memahaminya dengan baik. Dengan kata lain kesadaran mendalam akan sesuatu memang sungguh membutuhkan waktu, apalagi sesuatu tersebut sangat berguna bagi kehidupan bersama. Hal yang demikian pernah saya peroleh dari beberapa alumni sekolah-sekolah tertentu, dimana selama sedang belajar di sekolah tersebut mereka tak memahami aneka kebijakan dan tindakan para gurunya, namun ketika telah berjalan lama dan setelah menjadi orang penting dalam karya atau hidup bersama orang yang bersangkutan memahami dengan baik dan benar apa yang pernah dikatakan oleh guru mereka dan dilakukan oleh guru mereka. Memang itulah arti suatu proses pendidikan atau pembinaan: kita mendidik anak-anak atau generasi muda untuk hidup 10 sampai 15 tahun yang akan datang. Demikian pula kami berharap kepada para orangtua dalam mendidik anak-anaknya hendaknya mengantisipasi apa yang akan terjadi 10 atau 15 tahun mendatang. Untuk itu semua hemat saya bekal yang harus kita sampaikan kepada anak-anak atau generasi muda adalah nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan hidup, bukan harta benda atau uang. Maka marilah kita renungkan apa arti iman kita kepada kebangkitan Yesus dari mati.

“Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati”(Yoh 20:5-9)

“Ia melihatnya dan percaya”, itulah yang terjadi dalam diri Yohanes, murid terkasih Yesus, ketika ia melihat makam tempat Yesus dimakamkan kosong. Ia percaya bahwa Ia telah dibangkitkan dari mati sebagaimana pernah Ia sabdakan. Memang orang yang merasa sungguh dikasihi akan lebih ingat akan segala sesuatu daripada orang lain, ingat akan segala kata, nasihat, saran, ajaran atau cara hidup dari Dia yang telah mengasihinya. Dengan kata lain beriman kepada Yesus yang telah bangkit dari mati diharapkan senantiasa hidup dan berindak dalam kasih. Marilah masing-masing dari kita ingat dan sadar bahwa kita dapat hidup, tumbuh-berkembang sebagaimana adanya pada saat ini hanya karena dan oleh kasih, maka selanjutnya kita senantiasa hidup dan bertindak dijiwai oleh terima kasih dan syukur.

Orang yang sungguh dijiwai oleh terima kasih dan syukur pada umumnya senantiasa hidup dan bertindak dengan penuh semangat, bergairah dan dinamis, yang menandakan bahwa orang yang bersangkutan hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak dan dorongan Roh Kudus. Maka kita yang beriman kepada Yesus yang telah bangkit dari mati hendaknya dalam hidup dan bertindak kaapan pun dan dimana pun senantiasa bergairah, bersemangat dan dinamis, meskipun harus menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan. Orang yang hidup dan bertindak demikian berarti dalam keadaan sehat wal’afiat secara lahir dan batin, karena semua syaraf berfungsi optimal, dan metabolisme darah baik adanya juga.

Hidup dan berkarya dijiwai oleh Roh Kudus antara lain berarti senantiasa hidup sesuai dengan kehendak dan perintah Allah sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci. Maka pada Tahun Iman ini marilah kita giatkan pembacaan dan pendalaman Sabda, yang tertulis di dalam Kitab Suci. Hendaknya diingat, disadari dan dihayati bahwa yang penting dan utama bukan banyaknya pengetahuan perihal Kitab Suci, melainkan mencecap dalam-dalam apa yang tertulis di dalam Kitab Suci. Mungkin baik jika pembacaan, pendalaman dan pencecapan Sabda ini setiap hari dilakukan di dalam keluarga kita masing-masing, dan ada kemungkinan setiap minggu di lingkungan umat, untuk bertukar pengalaman yang terjadi dalam keluarga kita masing-masing. Untuk itu pastor paroki atau ketua lingkungan hendaknya sungguh menggerakkan kegiatan lingkungan dalam rangka pendalaman iman atau Kitab Suci.

“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” (Kol 3:1-4)

Kutipan di atas ini kiranya mengingatkan dan mengajak kita semua untuk tidak bersikap mental materialistis. Sikap mental materialistis telah merasuki hampir di semua bidang kehidupan, tak ketinggalan juga ada imam, bruder atau suster pun juga terjangkiti sikap mental materialistis ini. Memang para imam, bruder atau suster yang berkarya di kota-kota besar sungguh menghadapi godaan atau rayuan sikap mental materialistis, sehingga kita tidak handal spiritualitas atau kharismanya, maka dengan mudah mereka jatuh ke sikap mental materialistis. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, yang telah bangkit dari mati, kita semua dipanggil untuk mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas, yaitu hal rohani atau spiritual.

Mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas berarti hidup dari dan oleh Roh, sehingga menghayati keutamaan-keutamaan seperti “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan” (Gal 5:22). Dari keutamaan-keutamaan ini manakah yang kiranya mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebar-luaskan di lingkungan keluarga atau masyarakat kita masing-masing, kiranya masing-masing dari kita dapat memilihnya. Memang keutamaan yang paling dasar atau utama adalah ‘kasih’, apalagi masing-masing dari kita diciptakan, dilahirkan dan dibesarkan dalam dan oleh kasih, tanpa kasih kita tak mungkin dapat tumbuh berkembang sebagaimana adanya pada saat ini. Marilah kita hidup dan bertindak ‘saling mengasihi’ satu sama lain, yang berarti siap sedia mengasihi dan dikasihi. Pada masa kini hemat ‘dikasihi’ lebih sulit daripada ‘mengasihi’. Ingat dan sadari dikasihi antara lain dapat berujud diberitahu, diajar, diejek, dikritik dst.. atau ‘disalib’. Hendaknya menyikapi segala sapaan, sentuhan dan perlakuan orang lain terhadap diri kita sebagai perwujudan kasih mereka kepada kita.

“Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.” (Kis 10:42-43). Kita semua yang beriman kepada Yesus Kristus dipanggil untuk menjadi saksi kebangkitanNya, sehingga semakin banyak orang percaya kepadaNya. “Barangsiapa percaya kepadaNya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena namaNya”, inilah yang kiranya baik untuk kita renungkan. Beriman berarti mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah, sehingga senantiasa hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak dan perintah Allah. Marilah kita saling membantu dan bekerjasama dalam rangka mentaati dan melaksanakan perintah atau kehendak Allah, dan perintah atau kehendakNya antara lain dapat kita temukan di dalam Kitab Suci.



“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"

(Mzm 118:1-2)



“SELAMAT PASKAH, MARILAH SALING BERSYUKUR DAN MENGASIHI. ALLELUYA”



Minggu 31 Maret 2013

Romo Ignatius Sumarya, SJ




TEKS MISA/IBADAT PEKAN SUCI


Teks Misa/Ibadat di bawah, sesuai dengan Surat Edaran Perayaan Paskah dan Persiapannya.[dikeluarkan oleh Kongregasi Kepausan untuk Urusan Ibadat Ilahi, Roma, 16 Januari 1988], dokumen Redemptionis Sacramentum [dikeluarkan Kongregasi Ibadat dan Tata-tertib Sakramen tahun 2004], buku Misa Minggu dan Hari Raya [dikeluarkan Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang tahun 2011], Saran Nyanyian Liturgi 2013 (dikeluarkan Komisi Liturgi KWI, 2012).  

HOMILI: Misa Malam Paskah

MALAM PASKAH Kej. 1:1 - 2:2; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12-14,24,35c atau Mzm. 33:4-7,12-13,20,22; Kej. 22:1-18; Mzm. 16:5,8-11; Kel. 14:15-15:1; MT Kel. 15:1-6,17-18; Yes. 54:5-14; Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b; Yes. 55:1-11; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Bar. 3:9. 15.32 - 4:4; Mzm. 19:8-11; Yeh. 36:16-17a,18-28; Mzm. 42:3,5bcd; 43:3,4 atau kalau ada pembaptisan MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6 atau  Mzm. 51:12-15,18-19; Rm. 6:3-11; Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23; Luk. 24:1-12


"Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?"

Ketika baru saja ada orang dimakamkan di tempat pemakaman atau kuburan, pada umumnya banyak orang takut melewati daerah sekitar makam atau kuburan, apalagi masuk ke dalam kompleks kuburan dalam kesepian sendirian saja. Padahal jika dipikir secara logis apa yang ada di dalam kompleks kuburan adalah batu-batu nizan atau gundukan tanah, sebagai tanda ada mayat/orang yang sudah mati disemayamkan atau berada di bawah batu atau gundukan tanah tersebut, dengan kata lain adalah benda-benda mati. Ketakutan untuk pergi ke kuburan atau keluar rumah akan terjadi, ketika yang dimakamkan adalah seorang tokoh yang dimusuhi banyak orang, para pengikut orang yang telah mati tersebut sungguh besar, takut kalau diketahui sebagai sahabat atau saudara dekat dari yang telah mati dan kemudian juga diancam untuk dibunuh. Memang setelah wafat Yesus di kayu salib para rasul bersembunyi di suatu tempat serta berdoa bersama, takut keluar. Maka sungguh menarik dan mengesan bahwa para perempuan tidak ketakutan, dan memang sering kurang diperhitungkan dalam percaturan social maupun politik; pagi-pagi benar mereka pergi ke makam. Marilah kita renungkan apa arti kebangkitan Yesus dari mati.

"Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?" (Luk 24:1-5)

Kebanyakan orang di hari minggu pagi-pagi benar kiranya masih tertidur pulas, menikmati istirahat panjang setelah semalam begadang. Para perempuan yang pagi-pagi benar pergi ke makam Yesus adalah mereka yang sungguh merasa dikasihi oleh-Nya, dan pada umumnya perempuan juga lebih peka dalam hal-hal kecil dan sederhana daripada laki-laki. Dalam kepekaan mereka, mereka ingat bahwa ada kekurangan dalam pemakaman Yesus, karena tergesa-gesa, yaitu belum diminyaki sebagaimana layaknya, maka karena kasih-Nya mereka tak takut pagi-pagi benar pergi ke makam. Bagi orang-orang tertentu pasti ketakutan akan lebih besar ketika di makam tiba-tiba muncul orang berpakaian yang berkilau-kilauan, sebagaimana juga dialami oleh para perempuan tersebut. Dalam ketakutan tiba-tiba yang berpakaian berkilau-kilauan berkata "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?". Orang yang berpakaian tersebut tidak lain adalah malaikat, dengan kata lain tak usah takut karena di makam atau kuburan kita juga dapat bertemu dengan malaikat.

Kata-kata malaikat bagi para perempuan maupun para rasul tak terfahami apa maksudnya, dan mereka bertanya-tanya dalam hati apa arti semua yang telah terjadi bahwa Yesus yang dimakamkan tidak ada lagi di makam. Beriman kepada Yesus Kristus berarti mengimani kebangkitan-Nya dari mati, serta kemudian hidup dijiwai oleh Roh-Nya, Roh Kudus. Maka marilah kita renungkan kata-kata malaikat di atas. Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk mencari dan menjumpai Tuhan dalam diri orang-orang yang hidup. Orang yang sungguh hidup pada umum penuh harapan, bergairah dan bergembira, ceria, sebagaimana terjadi dalam tanaman yang hidup, segar dan berkembang terus serta akhirnya menghasilkan buah melimpah yang berguna bagi umat manusia.

Di dalam hidup sehari-hari kiranya lebih banyak kita temui atau jumpai orang-orang yang sungguh bergairah dan dinamis daripada yan frustrasi atau lesu. Baiklah kita imani bahwa kegairahan yang ada baik dalam diri kita maupun saudara-saudari kita sebagai karya Allah, yang bagi kita umat yang percaya kepada Yesus berarti karya Roh Kudus, Roh Yesus, yang telah wafat di kayu salib dan dibangkitkan dari mati. "Menemukan Tuhan dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Tuhan' , itulah panggilan kita sebagai orang yang percaya kepada wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Tuhan berkarya melalui ciptaan-ciptaan-Nya di bumi ini, melalui manusia, binatang dan tanaman atau tumbuh-tumbuhan, maka hendaknya kita sungguh menaruh hormat dan mengasihi ciptaan-ciptaan-Nya sebagai dikehendaki-Nya untuk merawat dan mengurus semua ciptaan-Nya di bumi ini. Pada masa kini lingkungan hidup sungguh memprihatinkan, pemanasan global semakin menjadi nyata, iklim tak menentu lagi, dan semuanya itu terjadi antara lain karena keserakahan manusia dalam mengkomsumsi alam guna kepentingan komersial. Maka dengan ini kami mengajak kita semua, ciptaan Allah terluhur dan termulia di bumi ini untuk menghayati diri sebagai gambar dan citra-Nya serta menghormati, merawat dan mengasihi ciptaan-ciptaan lain demi keselamatan jiwa seluruh umat manusia.

"Jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia" (Rm 6:5-9)

Semoga dengan kebangkitan Yesus dari mati juga membangkitkan semangat atau gairah hidup kita dalam rangka meninggalkan dosa atau perbuatan jahat serta berusaha dengan bekerja keras hidup dan bertindak dijiwai oleh Roh-Nya, senantiasa melakukan apa yang baik, menyelamatkan dan membahagiakan, teutama keselamatan dan kebahagiaan jiwa manusia. Malam ini kita semua memperbaharui janji baptis, yang intinya kita berjanji hanya akan mengabdi Allah saja serta menolak semua godaan setan, maka semoga setelah pembaharuan janji baptis ini kita sungguh setia dalam mengabdi Allah dan menolak godaan setan.

Kehendak dan perintah Allah antara lain kita temukan dalam niat dan kehendak baik kita masing-masing, maka semoga tidak berhenti dalam niat dan kehendak saja, melainkan sungguh menjadi nyata dalam cara hidup dan cara bertindak kita. Niat dan kehendak baik kita kiranya berbeda satu sama lain, maka marilah kita sinergikan dengan saling tukar dan menerima niat dan kehendak antar kita, dan sekiranya kemudian terjadi keragaman dalam tindakan atau perilaku, hendaknya kita saling menghormati dan menghargai, karena kita semua memang serba terbatas. Dengan kata lain hendaknya terjadi keterbukan hati, jiwa, akal budi dan kekuatan atau tenaga dalam diri kita masing-masing.

Paus Fransiskus mengajak kita untuk senantiasa memberikan hidup baik kepada generasi muda, yang berarti generasi tua diharapkan baik adanya sehingga mampu memberikan hidup baik kepada generasi muda. Perhatian kepada generasi muda dalam kerasulan atau pelayanan apapun kami harapkan dapat diwujudkan, karena mereka ada masa depan kita. Tidak memperhatikan generasi muda berarti tidak memiliki masa depan yang baik. Dari generasi muda kita juga dapat belajar kegairahan dan semangat hidup mereka, yang serba ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru, sebagai tanda bahwa Allah sungguh berkarya dalam diri mereka. Salah satu semangat yang diharapkan adalah `dengan dan dalam semangat cintakasih serta kebebasan Injili' kita mendampingi generasi muda, orangtua mendidik dan membina anak-anaknya. Kami juga berharap tidak terjadi pemanjaan dalam aneka bentuk kepada generasi muda maupun anak-anak.

"Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu."

(Mzm 51:12-15)

`SELAMAT PASKAH DAN MARILAH KITA BANGKIT DAN BERGAIRAH, ALLELUYA"

Sabtu, 30 Maret 2013

Romo Ignatiu Sumarya, SJ 

RENUNGAN: Jumat Agung ( Yes 52:13-53:12; Mzm 31:2.6.12-13.15-17.25; Ibr 4:14-16; 5:7-9; Yoh 18:1–19:42)

"Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air"

Entah berapa kali sebagai orang katolik kita membuat tanda salib kiranya tak seorang dari kita ingat dan sempat menghitung, demikian juga berapa salib telah dipasang di rumah atau tempat kerja (karena sering ganti salib) kiranya juga tidak sempat menghitung. Banyak dari kita juga mengenakan salib di dada atau sebagai kalung, dan kiranya hal itu juga lebih berfungsi atau dihayati sebagai hiasan atau assesori. Salib bagi kita yang beriman kepada Yesus Kristus merupakan puncak iman, yang diharapkan menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari, maka pada hari raya Jumat Agung dalam rangka mengenangkan wafat Yesus di kayu salib sebagai pemenuhan tugas pengutusan-Nya hari ini kami mengajak anda sekalian untuk mawas diri, dan secara kebetulan tema APP 2013 cocok bagi kita untuk mawas diri, yaitu "SEMAKIN BERIMAN DENGAN BEKERJA KERAS DAN MENGHAYATI MISTERI SALIB TUHAN". Tema ini sejak hari Rabu Abu, mengawali masa Prapaskah, masa Tobat, kita renungkan dan refleksikan melalui aneka kegiatan, maka sejauh mana tema tersebut telah merasuki diri kita, menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita.

"Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya." (Yoh 19:26-27)

Apa yang disabdakan oleh Yesus di atas ini kiranya merupakan pesan terakhir sebelum wafat di kayu salib, dan pada umumnya pesan terakhir dari orang yang mau meninggal atau dipanggil Tuhan menjadi pegangan atau acuan hidup dan bertindak bagi anggota keluarga atau kerabat dekat. Dengan kata lain kami berharap semoga pesan terakhir Yesus kepada Yohanes, murid terkasih, juga menjadi acuan atau pedoman hidup dan bertindak kita. Kita semua dipanggil meneladan Bunda Maria, teladan umat beriman dalam menelusuri `via dolorosa', jalan penderitaan menuju salib. Sejak menanggapi panggilan Allah untuk menjadi Bunda Penyelamat Dunia, sebagai perawan yang mengandung karena Roh Kudus, Bunda Maria telah berpartisipasi dalam penderitaan sebagai konsekwensi kesetiaan dan ketaatan pada panggilan Allah. Maka perkenankan saya mengajak anda sekalian untuk mawas diri perihal ketaatan.

Ketika membuat tanda salib kita menepuk kepala/otak, dada/hati/jantung dan bahu seraya berkata "Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus". Hal ini berarti kita diharapkan memiliki cara berpikir Yesus, meneladan Hati Yesus dan cara hidup serta cara bertindak-Nya. Dan hemat saya ketaatan sungguh menjiwai cara hidup dan cara bertindak Yesus. Maka perkenankan saya mengutip "Ketaatan dalam 12 Kata Bijak Bapa Ignatius Loyola" (J. Darminta, SJ: Ketaatan, Surat Santo Ignatius kepada para Yesuit di Portugal, April 2009, hal 39-40), mungkin dapat membantu refleksi kita. 12 Kata Bijak tersebut adalah sebagai berikut:

1. Haruslah kita setuju sekata dengan Gereja Katolik: Sesuatu yang kita lihat putih, tetapi sebenarnya hitam oleh Gereja, haruslah kita mengatakan hitam

2. Inilah pedoman utama bertindak: sedemikian percayalah kepada Allah, seolah-olah segala sesuatu tergantung pada kalian, tak satu pun pada Allah, tetapi, bekerjalah seolah-olah kalian tidak berbuat apa-apa, dan Allahlah yang akan melakukan semuanya

3. Pekerja di kebun anggur Tuhan haruslah satu kaki menginjak di tanah, kaki lain terangkat untuk dapat segera melangkah

4. Mereka yang taat hanya dalam kehendak, tanpa akal, berjalan dalam hidup religius dengan satu kaki

5. Mau dan tak mau tidak berdiam di rumah kita

6. Mengalahkan kehendak sendiri adalah perbuatan lebih agung daripada membangkitkan orang-orang mati

7. Sungguh seorang religius dia, yang tidak hanya secara batiniah merdeka dari dunia, tetapi juga dari diri sendiri

8. Pengalaman biasanya mengajarkan bahwa dimana banyak pertentangan, di situ akan banyak buah

9. Setan akan menyerang manusia: pertama-tama menyelidiki bagian mana yang lebih lemah, dan bagian mana yang lebih mudah diabaikan; lalu menggerakkan naluri-nalurinya dan mempengaruhinya

10. Tingkat keutamaan mana pun yang tak dapat diraih oleh orang malas selama bertahun-tahun, akan dapat dicapai oleh orang tekun dalam waktu singkat

11. Mereka yang tak sudi dan tak setuju, namun kenyataannya melakukan perintah-perintah Pembesar, haruslah dihitung berada di antara budak-budak belian yang paling hina

12. Taklukkanlah dirimu sendiri, sebab dengan mengalahkan diri sendiri engkau akan menerima mahkota lebih cemerlang di surge daripada mereka yang lebih lembut karena pembawaan.

"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya" (Ibr 4:14-16)

Salib diatur di etalase toko merupakan barang dagangan atau komersial, salib dipasang di dinding bangunan atau didada orang berfungsi sebagai hiasan, salib teronggok di gudang merupakan barang bekas/rongsokan, barang dibuang sayang, salib ditaruh di atas kepala maka orang yang bersangkutan akan dituduh sinthing, demikian juga salib dipasang di puncak bangunan akan mengundang perhatian. Yesus disalibkan di puncak bukit Kalvari, dalam tempat tertinggi di daerah itu, yang berarti menghubungkan dunia dan surga, bumi dan langit. Dengan kata lain Yang Tersalib memang menjadi penghubung antara Allah dan manusia.

Anggota tubuh kita yang kelihatan dan senada dengan `salib' hemat saya adalah leher, dimana melalui leher makanan, minuman dan udara segar lewat dari luar masuk ke dalam perut; leher tak mungkin dapat menyakiti anggota lain atau orang lain, sedangkan anggota tubuh lain dapat menyakiti orang lain, dalam hal makanan dan minuman maupun udara leher tak pernah melakukan korupsi sedikitpun, sedangkan mulut dapat korupsi karena pasti masih ada makanan yang tertinggal di sela-sela gigi. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita diharapkan dapat menjadi `leher', penyalur berkat Allah kepada umat manusia dan doa, dambaan, kerinduan umat manusia kepada Allah, dan secara khusus hemat saya hal ini harus terjadi dalam diri seorang imam. Leher kiranya dapat menjadi symbol ketaatan dan kerendahan hati, maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan rekan-rekan imam untuk hidup dan bertindak dengan taat dan rendah hati, agar dengan demikian dapat menjadi penyalur berkat Allah kepada umat manusia dan dambaan, kerinduan, keluh-kesah umat manusia kepada Allah.

Dalam ketaatan marilah kita taati dan hayati ajakan Gereja kepada para imam atau klerus, lebih-lebih yang terkait dengan sikap mental materialistis yang sungguh merebak dan merajalela pada masa kini. "Para klerikus hendaknya hidup sederhana dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang memberi kesan kesia-siaan" (KHK kan 282 $1). Marilah kita ingat bahwa Paus kita yang baru, Paus Fransiskus, telah menunjukkan kesederhanaan, dan kiranya seluruh umat Allah juga dipanggil untuk sederhana dan untuk itu hendaknya rekan-rekan imam/klerus dapat menjadi teladan dalam hal kesederhanaan. Kami berharap kepada segenap Umat Allah tidak memanjakan imam-imamnya, dan hendaknya dengan rendah hati berani mengingatkan rekan-rekan imam yang tidak sederhana untuk hidup dan bertindak sederhana.

"Pada-Mu ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, Ya Tuhan Allah yang setia. Di hadapan semua lawanku aku bercela, tetangga-tetanggaku merasa jijik. Para kenalanku merasa nyeri; mereka yang melihat aku cepat-cepat menyingkir, Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati. Telah menjadi seperti barang yang pecah. Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya, Aku berkata, "Engkaulah Allahku!". Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari musuh-musuhku dan bebaskan dari orang-orang yang mengejarku! Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap hatimu." (Mzm 31:2.6.12-13.15-17.25)

Jumat, 29 Maret 2013


Romo Ignatius Sumarya, SJ

HOMILI: Misa Kamis Putih (Kel 12:1-8.11-14; Mzm 116:12-13.15-16bc.17-18; 1Kor 11:23-26; Yoh 13:1-15)

“Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”

Setiap Kamis Putih saya senantiasa ingat akan pengalaman konkret ketika saya bertugas sebagai Ekonom Keuskupan Agung Semarang ada kesempatan pergi ke Eropa guna mencari dana serta memberi informasi kepada para donater perihal situasi pastoral wilayah Keuskupan Agung Semarang. Di negara-negara yang sempat kami kunjungi, kami senantiasa menginap di rumah-rumah Serikat Yesus, dan secara kebetulan menginap di rumah Provinsialat dan ketika di Roma menginap di rumah Jendralat SJ. Pengalaman yang sungguh mengesan adalah ketika makan bersama, dimana Provinsial maupun Jendral yang melayani alias para pembesar atau pemimpin. Apa yang dilakukan para pemimpin atau pembesar ini kiranya meneladan Yesus ‘sahabat-sahabatnya’ yang dalam perjamuan malam bersama para rasul Yesus melayani para rasul serta membasuh kaki mereka, pemimpin pesta atau perjamuan yang melayani itulah kiranya yang juga menjadi tradisi orang-orang Yahudi, mengenangkan para leluhur sesuai dengan perintah Allah. Maka pada hari Kamis Putih ini kami mengajak dan mengingatkan siapapun yang berfungsi sebagai pemimpin atau pembesar untuk meneladan Yesus, yang melayani dengan rendah hati.

”Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu, Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yoh 13:13-14)

Apa yang terjadi dalam perjamuan malam Yesus bersama para rasul di hari Kamis Putih ini antara lain dikenangkan dengan peragaan imam, pemimpin perayaan, membasuh kaki beberapa orang sebagai perwakilan seluruh umat Allah. Kaki adalah bagian anggota tubuh yang paling bawah, yang senantiasa menanggung beban seluruh tubuh dalam berdiri atau berjalan. Kaki juga merupakan anggota tubuh yang bersentuhan langsung pada tanah serta siap sedia untuk menjadi kotor demi seluruh anggota tubuh. Cukup banyak orang masa kini kiranya jarang secara langsung telapak kakinya menyentuh tanah, dan hal itu menunjukkan bahwa kebanyakan orang hidup dan bertindak dengan sombong, kurang rendah hati, lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada orang lain, terutama mereka yang berada ‘dibawah’, yaitu yang miskin dan berkekurangan.

Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, yang mengimani bahwa Yesus adalah Guru dan Tuhan, dipanggil untuk meneladanNya, yaitu ‘saling membasuh kaki’ atau ‘saling melayani’. Tugas pekerjaan utama seorang pelayan pada umumnya memang senantiasa terlibat dalam apa-apa yang kotor dan bertugas membersihkannya, misalnya lantai kotor, pakaian kotor, aneka sarana prasarana hidup sehari-hari yang kotor dst.. Mungkinkah di lingkungan hidup kita ada yang kotor atau tidak selamat, sebagai yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk membersihkan atau menyelamatkannya. Maka pertama-tama dan terutama kami mengajak anda sekalian untuk mengadakan pembersihan lingkungan hidup yang kelihatan. Jika kita peka untuk membersihkan apa yang kelihatan, kiranya kita memiliki kemudahan untuk membersihkan apa yang tidak kelihatan, yaitu apa yang dalam hati, jiwa maupun akal budi.

Secara pribadi kami mengajak dan mengingatkan anda sekalian untuk membersihkan hati, jiwa dan akal budi dari aneka macam kekotoran, yang membuat hati, jiwa dan akal budi kita tidak jernih. Dan kemudian jika hati, jiwa dan akal budi kita sudah jernih kiranya kita akan tergerak atau termotivasi untuk hidup dan bertindak saling melayani dengan rendah hati. Para pemimpin atau pembesar diharapkan memiliki kejernihan hati, jiwa dan akal budi, serta kemudian memberi teladan dalam hal cara hidup dan cara bertindak melayani dengan rendah hati, serta memberi perhatian kepada mereka yang miskin dan berkekurangan secara memadai. Dengan kata lain semakin tinggi jabatan atau kedudukan atau fungsi kami harapkan dapat menjadi teladan dalam penghayatan kerendahan hati. Kepada para orangtua kami harapkan sungguh dapat menjadi teladan kerendahan hati, dan kiranya anda sebagai orangtua memiliki pengalaman mendasar dan mendalam, yaitu ketika harus merawat anak anda ketika masih bayi, dengan kata lain tenaga dan waktu sungguh dipersembahkan kepada yang terkecil. Maka semoga pengalaman tersebut tidak hilang, melainkan terus diperdalam dan diperkembangkan sampai mati.

“Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah Tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” (1Kor 11:23-25)

Hari ini juga merupakan peringatan atau pesta para imam (uskup bersama dengan para imam), dan pada hari ini para imam memperbaharui janji imamatnya, untuk berpartisipasi dalam panggilan menjadi ‘raja, nabi dan guru’. Maka pertama-tama kami ucapkan ‘Proficiat, Selamat Pesta’ kepada rekan-rekan imam. Salah satu tugas panggilan imam adalah mempersembahkan Perayaan Ekaristi bagi umat, dan hari ini juga merupakan pemberian anugerah Ekaristi bagi kita semua yang beriman kepada Yesus Kristus. Kutipan di atas mengingatkan kita semua perihal Perayaan Ekaristi, sebagai puncak ibadat kita umat Katolik.

“Perayaan Ekaristi adalah tindakan Kristus sendiri dan Gereja, di dalamnya Kristus Tuhan, melalui imam, mempersembahkan diriNya kepada Allah Bapa dengan kehadiran-Nya secara substansial dalam rupa roti dan anggur, serta memberikan diri-Nya sebagai santapan rohani kepada umat beriman yang menggabungkan diri dalam persembahan-Nya” (KHK kan 899 $1). Dari kutipan ini kiranya kata yang baik kita renungkan atau refleksikan adalah “mempersembah-kan diri”. Maka pertama-tama kami mengingatkan dan mengajak rekan-rekan imam untuk sungguh mempersembahkan diri kepada umat melalui aneka cara hidup, cara bertindak dan pelayanan pastoral.

Sebagai seorang imam yang diharapkan menghayati panggilan imamat dengan semangat pelayanan, kami harapkan dengan rendah hati mendengarkan ‘suka duka’ umat yang harus dilayani atau digembalakan. “Gereja yang mendengarkan dan menanggapi”, itulah tema Sidang Agung KWI 2000. Suatu kesadaran dan ajakan bagi rekan-rekan fungsionaris hidup menggereja untuk senantiasa mendengarkan suka duka segenap anggota Gereja. Untuk itu memang diharapkan kepada segenap umat atau anggota Gereja dengan besar hati dan kerelaan siap sedia untuk berbagi pengalaman iman atau hidup kepada para fungsionaris Gereja, sedangkan para fungsionaris Gereja dengan rendah hati mendengarkan sharing pengalaman iman dan hidup para anggotanya serta kemudian mengolah dan menanggapinya dalam bentuk kebijakan atau pelayanan pastoral.

Kepada segenap anggota Gereja atau umat Allah kami harapkan juga saling berbagi pengalaman iman dan hidup, saling curhat. Maka ketika ada pertemuan umat di lingkungan atau wilayah atau stasi hendaknya semuanya berpartisipasi secara aktif dan pro aktif. Marilah kita meneladan cara hidup umat perdana sebagaimana diwartakan dalam Kisah Para Rasul ini: “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (Kis 2:42-47)

Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya Tuhan, aku hamba-Mu; aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu. Engkau telah melepaskan belengguku. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.” (Mzm 116:12-13.15-16bc.17-18)

Kamis, 28 Maret 2013


Romo Ignatius Sumarya, SJ

Perayaan Ekaristi: Kamis Putih, 28 Maret 2013

  


HARI KAMIS PUTIH

Mengenangkan Perjamuan Tuhan


Kamis, 28 Maret 2013

Altar hendaknya dihias dengan bunga secara sederhana supaya sesuai dengan ciri khas hari ini. Tabernakel harus kosong sama sekali. Dalam misa ini hendaknya dikonsekrasikan hosti yang cukup untuk komuni Imam dan umat pada hari ini dan hari berikutnya (Jumat Agung).

PA. Saudara-saudari terkasih, pada hari ini kita mengenangkan perjamuan malam terakhir Tuhan Yesus bersama para rasul-Nya. Kita semua diundang oleh Tuhan untuk ambil bagian dalam perjamuan ini. Ini bukanlah suatu undangan yang menyedihkan, melainkan suatu perjamuan yang menggembirakan, karena dalam perjamuan ini kita ingin mengungkapkan rasa syukur atas pernyataan kasih Allah kepada kita. Kita akan makan dari roti yang satu dan minum dari piala yang sama sebagai tanda kesatuan kita dengan Tuhan. Kita juga akan mengenangkan ketika Tuhan Yesus membasuh kaki para rasul. Dengan membasuh kaki para rasul, Tuhan Yesus ingin menyatakan bahwa Ia datang tidak untuk dilayani tetapi untuk melayani. Kasih Tuhan, begitu besar sampai ia merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Marilah kita mengikuti perayaan ini dengan iman. Mohon selama perayaan Ekaristi berlangsung semua alat komunikasi dinonaktifkan. Saudara dimohon berdiri.

RITUS PEMBUKA

Imam, misdinar, dan lektor memasuki gereja melalui pintu depan dengan urutan: Misdinar pembawa dupa berasap, salib perarakan diapit dua lilin bernyala, lektor pembawa Evangeliarium, misdinar pembawa lilin lainnya, lektor, petugas 12 rasul, lektor dan imam. Ketika sampai di panti imam, Evangeliarium diletakkan pada meja altar. 

Umat berdiri
LAGU PEMBUKA (PS 496) 
  
Refr: (Pembuka dinyanyikan 2 kali)
Selayaknya kita berbangga dalam salib Yesus Kristus


1. Kristus telah mengosongkan diri-Nya
dan mengambil rupa seorang hamba,
dan menjadi sama dengan manusia
dan perilaku-Nya seperti manusia. Refr->

2. Dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan
diri-Nya dan taat sampai mati bahkan sampai mati di salib. Refr>

3. Itu sebabnya Allah sangat meninggikan Dia,
dan mengaruniakan kepada-Nya nama
yang mengatasi segala nama agar dalam nama Yesus
segala makhluk berlutut.


diulang hingga sampai imam beserta petugas lainnya sampai di panti imam 
   
TANDA SALIB DAN SALAM
I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin
I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu
U. Dan bersama rohmu

PENGANTAR 
  

umat berdiri

 
SERUAN TOBAT  (TUHAN KASIHANILAH KAMI PS 349)

I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.

I. Tuhan Yesus Kristus, demi cinta kasih-Mu, Engkau rela merendahkan diri dengan membasuh kaki para murid.
K.  Tuhan, kasihanilah kami
U. Tuhan, kasihanilah kami.
I.   Dalam Ekaristi, Engkau mengorbankan Diri bagi kami semua.
K.  Kristus, kasihanilah kami
U.  Kristus, kasihanilah kami.
I. Demi cinta kasih-Mu, dalam Ekaristi, Engkau memberikan Tubuh dan Darah-Mu kepada kami, agar tetap bersatu dengan kami.
K.  Tuhan, kasihanilah kami
U.  Tuhan, kasihanilah kami.       
I.    Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U.         Amin.
(umat tetap berdiri) 
    
Selama dinyanyikan “Madah Kemuliaan” lonceng gereja boleh dibunyikan sejauh tidak mengganggu keindahan lagu itu sendiri (setelahnya lonceng baru akan dibunyikan lagi pada Malam Paskah).

MADAH KEMULIAAN (PS 350) 
K. Kemuliaan kepada Allah di surga. 
U. Dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
K. Kami memuji Dikau.
U. Kami meluhurkan Dikau.
K. Kami menyembah Dikau.
U. Kami memuliakan Dikau.
K. Kami bersyukur kepada-Mu, kar'na kemuliaan-Mu yang besar.
U. Ya Tuhan Allah, Raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
K. Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang tunggal.
U. Ya Tuhan Allah, Anak domba, Allah Putra Bapa.
K. Engkau yang menghapus dosa dunia,
U. kasihanilah kami. 
K. Engkau yang menghapus dosa dunia,
U. kabulkanlah doa kami.
K. Engkau yang duduk di sisi Bapa, 
U. kasihanilah kami.
K. Kar'na hanya Engkaulah Kudus.
U. Hanya Engkaulah Tuhan.
K. Hanya Engkaulah mahatinggi, ya Yesus Kristus.
U. bersama dengan Roh Kudus dalam kemuliaan Allah Bapa. A -   min.  

umat berdiri
DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
I.   Allah Bapa kami yang mahapengasih dan mahapenyayang petang hari ini kami merayakan perjamuan kudus. Perjamuan cinta kasih ini dianugerahkan Kristus kepada Gereja-Nya sebagai korban baru sepanjang masa pada malam Ia menyerahkan diri-Nya. Kami mohon, semoga kami Kauperkenankan menimba cinta kasih hidup melimpah dari misteri agung ini. Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
U. Amin.

umat duduk 

LITURGI SABDA

BACAAN I (Kel 12:1-8.11-14)

" Aku tidak memalingkan wajahku dari cercaan, dan aku yakin takkan dipermalukan."

L. Bacaan dari Kitab Keluaran: 
   
Pada waktu itu berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir, “Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu, bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaat Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini hendaklah diambil seekor anak domba oleh masing-masing menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk menghabiskan seekor anak domba, maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat mengambil seekor menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela dan berumur satu tahun; kamu boleh mengambil domba, boleh kambing. Anak domba itu harus kamu kurung sampai tanggal empat belas bulan ini. Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada senja hari. Darahnya harus diambil sedikit dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah, tempat orang-orang makan anak domba itu. Pada malam itu juga mereka harus memakan dagingnya yang dipanggang; daging panggang itu harus mereka makan dengan roti yang tidak beragi dan sayuran pahit. Beginilah kamu harus memakannya: pinggangmu berikat, kaki berkasut, dan tongkat ada di tanganmu. Hendaknya kamu memakannya cepat-cepat. Itulah Paskah bagi Tuhan. Sebab pada malam ini Aku akan menjelajahi negeri Mesir, dan membunuh semua anak sulung, baik anak sulung manusia maupun anak sulung hewan, dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman. Akulah Tuhan. Adapun darah domba itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kamu tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewati kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, pada saat Aku menghukum negeri Mesir. Hari ini harus menjadi hari peringatan bagimu, dan harus kamu rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun temurun.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN (PS 856)
Reff:    Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Inilah Darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Lakukanlah ini akan peringatan kepada-Ku.
Mazmur:
1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan
segala kebaikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan,
dan akan menyerukan nama Tuhan.
2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan
kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
Ya Tuhan, aku hamba-Mu; aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu.
Engkau telah melepaskan belengguku.
3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu,
dan akan menyerukan nama Tuhan.
Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan
di depan seluruh umat-Nya.
     
BACAAN II  (1Kor 11:23-26)

"Setiap kali kamu makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan"

L.  Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
   
Saudara-saudara, apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

umat berdiri
BAIT PENGANTAR INJIL (PS 965)
Refr.  Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

BACAAN INJIL (Yoh 13:1-15)

"Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir."

I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes
U. Dimuliakanlah Tuhan.
I.  Sebelum Hari Raya Paskah mulai, Yesus sudah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sebagaimana Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir. Ketika mereka sedang makan bersama, Iblis membisikkan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, rencana untuk mengkhianati Yesus. Yesus tahu, bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak mengerti sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak.” Kata Petrus kepada-Nya, “Selama-lamanya Engkau tidak akan membasuh kakiku!” Jawab Yesus, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.” Kata Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” Kata Yesus kepadanya, “Barangsiapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Kamu pun sudah bersih, hanya tidak semua!” Yesus tahu siapa yang akan menyerahkan Dia; karena itu Ia berkata, “Tidak semua kamu bersih.” Sesudah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Nah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki. Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat padamu.”
I: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus.

umat duduk
HOMILI

PEMBASUHAN KAKI

Seusai homili diadakan pembasuhan kaki. Para petugas rasul menempati tempat duduk yang sudah disediakan. Imam menanggalkan kasula dan mengenakan celemek. Kemudian Imam membasuh kaki mereka serta menyekanya. Sementara itu dilagukan beberapa dari lagu berikut: 

Kamu sahabat-sahabat-Ku (PS 685)
atau nyanyian lainnya yang sesuai (PS 497, 499, 659-660, 662, 663)

Ulangan: "Kamu sahabat-sahabat-Ku, jika melakukan perintah-Ku, sabda Tuhan"
ayat dibawakan bergantian antara dua bagian koor. 

(Selesai pembasuhan kaki, imam membasuh tangan dan menyekanya. Lalu Imam mengenakan kembali kasula dan memimpin doa umat, petugas doa umat menempatkan diri pada tempat yang sudah ditentukan)
     
umat berdiri 
DOA UMAT

I.   Dengan membasuh kaki para murid-Nya, Yesus telah memberikan perintah baru agar kita saling melayani dan saling mencintai. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar dapat melaksanakan perintah baru itu dengan sepenuh hati.

L. Bagi Sri Paus, para Uskup dan para Imam: Semoga Sri Paus dan Uskup, serta para Imam dapat melakukan tugas penggembalaan mereka dengan rendah hati seperti Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya. Marilah kita mohon,...
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan

L. Bagi para pemimpin masyarakat: Semoga para pemimpin masyarakat selalu mendasari tugas pelayanannya dengan Sabda Yesus sendiri untuk saling melayani satu sama lain demi keselamatan bersama. Marilah kita mohon,.....
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 

L.  Bagi orang-orang yang menderita: Semoga keteladanan Kristus dalam mengasihi para murid-Nya menggugah setiap orang untuk terlibat dalam memberi pertolongan dan kasih bagi orang-orang yang sedang menderita. Marilah kita mohon,.....
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 

L.  Bagi kita di sekitar altar ini: Semoga kita semua pada hari ini memperbaharui niat untuk saling mengasihi dan bekerja sama dalam keluarga kita masing-masing, sehingga nilai hidup kristiani keluarga kita terpancar pula di dalam kehidupan bermasyarakat. Marilah kita mohon,.....
U. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
 
I. Ya Allah, Maha Pengasih, dengarkanlah permohonan kami. Semoga kami belajar sabar dan rela berkorban bagi sesama seperti Yesus Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.

LITURGI EKARISTI


A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Umat duduk, berdiri apabila didupai
LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN (PS 498)
U: Jika ada cinta kasih, hadirlah Tuhan
K: Cinta Kristus menyatukan kita semua. Dalam Dia bersoraklah dan bersukalah. Bertakwalah, sayangilah Tuhan yang hidup. Mari saling mengasihi sebulat hati. 
U: Jika ada cinta kasih, hadirlah Tuhan.
K: Marilah kita berkumpul bersatu hati. Hendaklah kita hindarkan perselisihan. Hentikanlah perbantahan dan permusuhan. Semoga di tengah kita hadirlah Kristus.
U: Jika ada cinta kasih, hadirlah Tuhan.
K: Beserta orang kudus-Mu, ya Kristus Tuhan, kami memandang wajah-Mu yang mengagumkan. Itu sukacita kami yang tak terhingga, dan berbahagialah kami selama-lamanya. Amin.  

ANDAIKAN AKU PAHAMI (PS 661)
1.Andaikan aku pahami bahasa semuanya,
Hanyalah bahasa cinta kunci setiap hati. Refr->

2.Andaikan aku lakukan yang luhur dan mulia.
Jika tanpa cinta kasih hampa dan tak berguna.

3.Andaikan semua ilmu sudahlah ku miliki.
Hanya cinta yang mengerti rahasia bahagia.

4.Andaikan aku dermakan segala harta miliki.,
Hanya cintaku yang mampu membahagiakan orang..

5.Andaikan aku curahkan daya upaya badan,
hanya cintaku yang jadi, pelipur duka, lara.

6.Cinta itu lemah lembut, sabar dan murah hati,
tidak cari keuntungan, tidak megahkan diri.

7. Kasih suka kebenaran, keadilan 'kan musnah,
hanya cintalah yang kekal tak'kan pernah binasa.

8.Segalanya 'kan terhenti semuanya 'kan musnah,
Hanya cintalah yang kekal tak 'kan pernah binasa.

Ulangan:
Ajarilah kami, Tuhan bahasa cinta kasih.
 

   umat berdiri
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I.  Allah Bapa kami yang mahakudus, ingatlah kiranya akan perjanjian-Mu dengan kami pada saat kami bersyukur kepada-Mu atas Yesus, Putra kesayangan-Mu, yang telah mengorbankan diri bagi kami, agar dapat menjadi rezeki kehidupan bagi seluruh dunia dan segala zaman. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U. Amin.

B. DOA SYUKUR AGUNG


PREFASI  
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan.
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
U. Sudah layak dan sepantasnya.
I. Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab ketika mengadakan perjamuan terakhir bersama murid-murid-Nya, Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai Anak Domba tak bernoda dan sebagai kurban pujian sempurna yang berkenan pada-Mu. Kurban salib yang membawa keselamatan itu kami kenangkan untuk selama-lamanya. Dalam perayaan suci ini, ya Bapa, umat kudus-Mu dikuatkan dan disucikan supaya bangsa manusia yang mendiami satu bumi ini diterangi oleh satu iman dan disentosakan oleh suatu ikatan cinta kasih. Maka kami pun mengambil bagian dalam perjamuan agung ini supaya memperoleh kasih karunia-Mu yang men-jadikan kami manusia baru. Dan bersama semua penghuni surga kami mewartakan keagungan-Mu dengan bernyanyi:
       
KUDUS (PS 391)  
U. Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga. 
       
umat berlutut, jika tidak ada tempat berlutut: umat berdiri
DOA SYUKUR AGUNG I
 
I. Ya Bapa yang mahamurah, dengan rendah hati kami mohon demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami: Sudilah menerima dan memberkati  pemberian ini, persembahan ini, kurban kudus yang tak bernoda ini. Kami mempersembahkan kepada-Mu pertama-tama untuk Gereja-Mu yang kudus dan katolik. Semoga Engkau memberikan kepadanya damai, perlindungan, persatuan, dan bimbingan di seluruh dunia bersama hamba-Mu Paus kami... dan Uskup kami ... serta semua orang yang menjaga dan menumbuhkan iman katolik, sebagaimana kami terima dari para rasul.
  
I. Ingatlah, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu... yang meminta doa kami; dan semua orang yang berhimpun di sini, yang iman dan baktinya Engkau kenal dan Engkau maklumi; bagi mereka, kurban ini kami persembahkan kepada-Mu. Ingatlah juga akan mereka yang mempersembahkan kepada-Mu kurban pujian ini bagi dirinya sendiri dan bagi kaum kerabatnya untuk penebusan jiwa mereka, untuk keselamatan dan kesejahteraan yang mereka harapkan dari-Mu, ya Allah yang benar, hidup dan kekal.
Communicantes 
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami mengenang dan menghormati: terutama Santa Perawan, tetap perawan mulia, Bunda Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kami,
Santo Yusuf, suaminya, serta para rasul dan para martir-Mu yang bahagia, Petrus dan Paulus, Andreas (Yakobus dan Yohanes, Tomas, Yakobus dan Filipus, Bartolomeus dan Matius, Simon dan Tadeus: Linus, Kletus, Klemens dan Sikstus, Kornelius dan Siprianus, Laurensius dan Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu. Atas jasa dan doa mereka, lindungilah dan tolonglah kamid alam segala hal. Demi Kristus, Tuhan kami.
U.Amin.


(ada rumus lain untuk kesempatan khusus)
I*Maka kami mohon, ya Tuhan, sudilah menerima persembahan kami, hamba-hamba-Mu, dan persembahan seluruh keluarga-Mu ini: bimbinglah jalan hidup kami dalam damai-Mu, luputkanlah kami dari hukuman kekal, dan terimalah kami dalam kawanan para pilihan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.
U.Amin.
I. Ya Allah, kami mohon, sudilah memberkati dan menerima persembahan kami ini sebagai persembahan yang sempurna, yang benar, dan yang berkenan pada-Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus.


lonceng dan gong tidak dibunyikan
I. Pada hari sebelum menderita Ia mengambil roti dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia, dan sambil menengadah kepada-Mu, Allah Bapa-Nya yang mahakuasa, Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
TERIMALAH DAN MAKANLAH:
INILAH TUBUH-KU YANG DISERAHKAN BAGIMU.


Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkat-Nya. Umat memandang-Nya. Ketika Iman meletakkan Piala dan berlutut. Umat menundukkkan kepada dengan hormat dan khidmat. (lonceng dan gong tidak dibunyikan, hening)

Demikian pula, sesudah perjamuan, Ia mengambil piala yang luhur dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia. Sekali lagi Ia mengucap syukur dan memuji Dikau lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
TERIMALAH DAN MINUMLAH: INILAH PIALA DARAH-KU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI UNTUK MENGENANGKAN DAKU.


Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkat-Nya. Umat memandang-Nya. Ketika Iman meletakkan Piala dan berlutut. Umat menundukkkan kepada dengan hormat dan khidmat. (lonceng dan gong tidak dibunyikan, hening)


AKLAMASI ANAMNESIS
I: Agunglah misteri iman kita:
U: Tuhan Engkau telah wafat. Tuhan, sekarang Kau hidup Engkau Sang Juru Selamat: Datanglah, ya Yesus Tuhan.
   
I. Oleh karena itu, ya Bapa, kami, hamba-Mu, dan juga umat-Mu yang kudus mengenangkan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami: penderitaan-Nya yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan juga kenaikan-Nya yang mulia ke surga. Dari anugerah-anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami, ya Allah, yang mahamulia, kami mempersembahkan kepada-Mu, kurban yang murni, kurban yang suci, kurban yang tak bernoda, roti suci kehidupan abadi dan piala keselamatan kekal.
Sudilah memandang persembahan ini dengan hati yang rela dan wajah berseri; dan sudilah menerimanya seperti Engkau berkenan menerima persembahan hamba-Mu Habel dan kurban leluhur kami Abraham dan seperti Engkau berkenan menerima kurban suci dan tak bernoda yang dipersembahkan kepada-Mu oleh Melkisedek, Imam Agung-Mu.
I. Kami mohon kepada-Mu, ya Allah yang mahakuasa: utuslah malaikat-Mu yang kudus mengantar persembahan ini ke altar-Mu yang luhur, ke hadapan keagungan ilahi-Mu, agar kami semua yang mengambil bagian dalam perjamuan ini, dengan menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu, dipenuhi dengan segala berkat dan rahmat surgawi. Demi Kristus, Tuhan kami.
U.Amin.
I. Ingatlah juga, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu (.... dan ...) yang telah mendahului kami dengan meterai iman dan beristirahat dalam damai. 
I. Kami mohon ya Bapa, biarlah semua orang mengenal cinta-kasih-Mu yang dituangkan oleh kedatangan Putera-Mu, hingga terhibur yang susah hati dan putus asa, hingga bersatu kembali yang berlawanan dan bermusuhan, dan semua Kau ikat dalam cinta kasih yang diwahyukan oleh Putera-Mu.
I. Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, perkenankanlah mereka dan semua orang yang telah beristirahat dalam Kristus mendapatkan kebahagiaan, terang dan damai. Demi Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
I. Perkenankanlah juga kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa ini, yang berharap atas kerahiman-Mu yang melimpah, mengambil bagian dalam persekutuan dengan para rasul dan para martir-Mu yang kudus: dengan Yohanes Pembaptis, Stefanus, Matias dan Barnabas, (Ignasius dan Aleksander, Marselinus dan Petrus, Felisitas dan Perpertua, Agata, dan Lusia, Agnes, Sesilia, dan Anastasia) dan semua orang kudus-Mu: perkenankanlah kami menikmati kebahagiaan bersama mereka, bukan karena jasa-jasa kami, melainkan kelimpahan pengampunan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.
I. Dengan pengantaraan Dia, Engkau senantiasa menciptakan menguduskan, menghidupkan, memberkati, dan menganugerahkan segala yang baik kepada kami.
I. Dengan pengantaraan Kristus, - bersama Dia dan dalam Dia, - bagi-Mu,- Allah Bapa yang mahakuasa, - dalam persekutuan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.
U. Amin.
  
C. KOMUNI

umat berdiri
BAPA KAMI (PS 402)


I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
I+U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

DOA DAMAI
(MR 2002)
I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
    
I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu. 

umat berlutut
ANAK DOMBA ALLAH (PS 412)
 
PERSIAPAN KOMUNI
Ajakan menyambut Komuni
I. Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(hening)

PA. Yang diperkenankan menyambut Komuni Kudus adalah mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik, atau yang sudah diterima sebagai anggota Gereja Katolik dan telah menerima Sakramen Komuni Pertama. Mohon selama komuni, hingga berakhirnya Perayaan Ekaristi umat menjaga keheningan dengan tidak memberikan tepuk tangan kepada paduan suara, petugas liturgi lainnya.

KOMUNI
    
UBI CARITAS (Bob Hurd)
Ulangan:  Ubi caritas est vera, est vera: Deus ibi est, Deus ibi est.

1. The love of Christ joins us together.
Let us rejoice in him,
and in our love and care for all
now love God in return.

2. In true communion let us gather.
May all divisions cease
and in their place be Christ the Lord,
our risen Prince of Peace.

3. May we who gather at this table
to share the bread of life
become a sacrament of love,
your healing touch, O Christ.

4. For those in need make us your mercy,
for those oppressed, your might.
Make us, your Church, a holy sign
of justice and new life.

5. May we one day behold your glory
and see you face to face,
rejoicing with the saints of God
to sing eternal praise.

SIAPA YANG MAKAN TUBUH-KU (PS 431)
Ulangan: Siapa yang makan Tubuh-Ku dan minum Darah-Ku memiliki hidup abadi. 

  
YA KRISTUS YESUS, ALLAHKU (PS 554) 

1. Ya Kristus Yesus, Allahku, Raja seluruh alam, Dikau bertakhta di surga, di sisi kanan Bapa. --- ulangan
2. Ya Kristus Yesus Tuhanku, t'rimalah hormat bakti, yang dilambungkan umat-Mu di surga dan di bumi.--- ulangan
3. Ya Kristus Yesus, Tuhanku, Kau Anak domba Allah, bagi-Mu puji dan sembah sepanjang masa. Amin.

Ulangan: Yesus, Kau Raja, Allah benar, pada-Mu Tuhan, 'ku berserah: sampai ajal 'ku setia.

apabila komuni masih berlangsung, dapat ditambahkan lagu komuni lain yang sesuai

SAAT HENING


umat berdiri
DOA SESUDAH KOMUNI
I. Marilah kita berdoa:
I.   Allah Bapa kami di surga, ingatlah akan dunia ciptaan-Mu ini yang Kautentukan sebagai tempat kediaman bagi semua orang dan peliharalah ikatan dan hubungan kami dengan Dikau, agar kami tetap hidup dengan harapan dan iman yang mantap, bahwa tiada kekuasaan ataupun kekuatan, tiada maut atau penderitaan, yang mampu memisahkan kami dari cinta kasih-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.

PEMINDAHAN SAKRAMEN MAHAKUDUS






Seusai Doa Sesudah Komuni, sambil berdiri, Imam mengisi pendupaan dan memberkatinya. Lalu, sambil berlutut ia mendupai Sakramen Mahakudus tiga kali. Kemudian Imam mengenakan velum berwarna putih di atas bahunya, berdiri, menyelubungi sibori dengan ujung-ujung velum dan mengangkatnya. 

Sakramen Mahakudus yang diarak menggunakan sibori, bukan monstrans.

Lau dimulailah perarakan. Dengan disemarakkan lentera dan kepulan asap dupa, Sakramen Mahakudus diarak melintasi gereja menuju tempat penyimpanan yang disiapkan di bagian lain dari gedung gereja atau di ruang lain yang dihiasi secara serasi. 

Petugas pembawa salib berjalan paling depan, diapit dua petugas lain yang membawa lilin menyala, disusul para petugas lain yang membawa lilin menyala. Di depan Imam yang membawa Sakramen Mahakudus berjalan petugas yang membawa pendupaan yang mengepul. Sementara itu dilagukan Pange lingua atau Mari kita memadahkan (kecuali dua bait terakhir) atau nyanyian ekaristis lain. Tempat sakramen disinggahkan tidak dizinkan dibuat seolah sebuah makam.

Setibanya perarakan di tempat penyimpanan Sakramen Mahakudus, Imam kalau perlu dibantu oleh diakon, meletakkan sibori di dalam tabernakel tempat persinggahan. Lalu ia mengisi pendupaan, dan sambil mendupai Sakramen Mahakudus. Sementara itu dilagukan Tantum Ergo Sacramentum atau Mari kita memadahkan.

Setelah bersembah sujud sejenak dalam keheningan, Imam dan para pelayan berlutut lalu kembali ke sakristi.

Pada saat yang tepat segala hiasan dan perlengkapan altar diambil. Jika mungkin salib-salib dikeluarkan dari gereja. Seyogyanya salib-salib yang tetap ada dalam gereja diselubungi.

Umat hendaknya melaksanakan sembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus selama waktu yang cocok pada malam hari, seturut kebiasaan dan keadaan setempat dengan cukup meriah. Tetapi sesudah tengah malam (pk 24.00), sembah sujud dilakukan secara sederhana. 


PERARAKAN SAKRAMEN MAHAKUDUS 

PA. Pada hari Kamis Putih ini kita merayakan hari ulang tahun perjamuan malam Kristus. Wafat-Nya kita kenangkan, kebangkitan-Nya kita muliakan, dan kedatangan-Nya kembali kita nanti-nantikan. Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi kita. Demikian pula hendaknya kita dalam pengabdian sehari-hari menyerahkan hidup demi sesama kita. (Lih. 1Yoh 3:16)

 
MARI KITA MEMADAHKAN
(PS 501)

1. Mari kita memadahkan misteri tubuh mulia, darah yang berharga nian. Darah Raja semesta, lahir dari Sang Perawan untuk menebus dunia.

2. Dia lahir bagi kita dari darah yang murni, Dia hidup di dunia , menyebarkan benih Injil. Dia mengakhiri hayat, dengan cara ajaib.

3. Pada malam perjamuan dengan para murid-Nya, waktu Yesus melakukan adat makan bangsa-Nya, Diri-Nya pun diserahkan pada para rasul-Nya.

4. Sabda sudah menjadikan roti, sungguh Tubuh-Nya, anggur sungguh Darah Tuhan, walau in'dra tak cerap; agar hati diteguhkan, iman saja cukuplah.

PANGE LINGUA GLORIOSI (PS 502)

1. Pange, lingua, gloriosi
Córporis mystérium
Sanguinísque pretiósi,
Quem in mundi prétium
Fructus ventris generósi
Rex effúdit géntium.

2. Nobis datus, nobis natus
Ex intácta Vírgine,
Et in mundo conversátus,
Sparso verbi sémine,
Sui moras incolátus
Miro clausit órdine.

3. In supremæ nocte coenæ
Recumbens cum frátribus,
Observata lege plene
Cibis in legálibus,
Cibum turbæ duodenæ
Se dat súis mánibus.

4. Verbum caro, panem verum
Verbo carnem éfficit,
Fitque Sanguis Christi merum,
Et, si sensus déficit,
Ad firmandum cor sincerum
Sola fides súfficit.


  
AYO NGIDUNG LAN MEMUJI (KA 328)
1. Ayo ngidung lan memuji, Slira Rah Dalem Gusti, 

Kekeran adi lan suci, nugraha tuhu aji,
Wohing kurban Dalem Gusti, umat kang dilabeti.

2. Miyos saka Ibu Kenya, Hyang Putra kang manjalma, 
Ngurbanake jiwa raga, perlu paring tuladha,
Paring angger asih tresna, Mring Allah lan pepadha.

3. Nalika bojana bengi, Rasul rolas lan Gusti, 
kembul dhahar lan memuji, netepi Paskah suci,
Nuli paring Ekaristi, Slira Rah pribadi.

(Kalau Sakramen Mahakudus sudah sampai ditempat tuguran, umat menyanyikan
bait ke 5-6; PS 501)

5. Sakramen yang sungguh agung, mari kita muliakan, surut sudah hukum
lampau, tata baru tampilllah. Kar'na Ind'ra tidak mampu, iman jadi tumpuan.

6. Yang Berputra dan Sang Putra dimuliakan, disembah, dihormati, dan dipuja
beserta dengan Sang Roh: muncul dari Kedua-Nya, dan setara disembah.
Amin.

Setelah Sakramen Mahakudus ditahtakan dan didupai, Imam, Prodiakon, Putra Altar berlutut dan berdoa sejenak, kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:

I. Engkau telah memberi kami roti surgawi,
U. Yang mengandung segala kesegaran.
I. Marilah kita berdoa:
I. Ya Tuhan, Engkau telah meninggalkan kenangan akan kesengsaraan-Mu dalam sakramen yang mengagumkan ini. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati tubuh dan darah-Mu sedemikian, sehingga kami selalu dapat menikmati buah dari penebusan-Mu. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.

PA. Saudara terkasih, sesudah misa yang kedua selesai, akan dilanjutkan ibadat Tuguran, untuk menanggapi ajakan Yesus kepada ketiga murid-Nya di taman Zaitun: "Tinggallah di sini dan berjaga-jaga dengan aku." Mat 26:38)

(umat keluar gereja dengan tenang)




*** TERKAIT LITURGI JUMAT AGUNG ***
(1) Bahwa seturut tradisi yang dijalankan sejak zaman kuno, pada Jumat Agung Gereja TIDAK MERAYAKAN EKARISTI, jadi tidak ada Doa Syukur Agung dalam perayaan ini. Namun, komuni suci yang dikonsekrir pada Kamis Putih diterimakan kepada umat. (Referensi: Surat Edaran tentang Perayaan Paskah dan Persiapannya no. 48 dan 59).

(2) Bahwa PERAYAAN-PERAYAAN SAKRAMEN pada hari ini DILARANG KERAS, kecuali sakramen tobat dan sakramen orang sakit (Lih. Surat Edaran tentang Perayaan Paskah dan Persiapannya no. 61).

(3) Bahwa Perayaan Sengsara dan Wafat Kristus diadakan pada SIANG MENJELANG jam 15.00 waktu setempat. (Lih. Surat Edaran tentang Perayaan Paskah dan Persiapannya no. 63).

(4) Bahwa Tata Perayaan Sengsara dan Wafat Kristus yang berasal dari Tradisi-kuno Gereja [yakni: Ibadat Sabda, Penghormatan Salib, Perayaan Komuni] harus diadakan dengan TEPAT dan SETIA dan TAK BOLEH DIUBAH SESUKANYA. (Lih. Surat Edaran tentang Perayaan Paskah dan Persiapannya no. 64).

(5) Bahwa BACAAN yang tersedia harus DIBACAKAN LENGKAP. (Lih. Surat Edaran tentang Perayaan Paskah dan Persiapannya no. 66). (tidak dapat diganti drama/tablo)

(6) Bahwa untuk pengangkatan SALIB, hendaknya dipakai salib yang CUKUP BESAR DAN INDAH. (Surat Edaran tentang Perayaan Paskah dan Persiapannya no. 68).

(7) Bahwa HANYA SATU SALIB yang disediakan untuk dihormati demi mempertahankan kesejatian tanda. (Lih. Surat Edaran tentang Perayaan Paskah dan Persiapannya no. 69)



***

"Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku?” (Yes 49:1-6; Mzm 71:1-4a; Yoh 13:21-33.36-38)

 
“Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." (Yoh 13:21-33.36-38), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Dalam warta gembira hari ini dikisahkan bahwa wafat Yesus semakin dekat, dan Ia berpamitan dengan murid-murid-Nya, dan antara lain bersabda: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku”. Dengan jujur kiranya kita harus mengakui dan menghayati bahwa kita tak mungkin mengikuti Yesus secara total atau penuh pada saat ini alias kita belum siap sedia untuk mati atau meninggal dunia, karena masih ada egoisme atau kelekatan tertentu, dan meskipun kita berjanji setia mengikuti Yesus ada kemungkinan kita mengalami apa yang diramalkan oleh Yesus terhadap Petrus: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali”. Sabda ini kiranya mengingatkan dan mengajak kita semua agar begitu bangun tidur di pagi hari untuk senantiasa berpikiran baik atau positif, sehingga apa yang kita lakukan sepanjang hari baik dan positif adanya. Di Indonesia ini kiranya pagi-pagi benar kita mendengar suara adzan, ajakan untuk memuji dan memuliakan Allah, maka hendaknya ketika mendengar suara tersebut segera menggabungkan diri untuk berdoa, memuji dan memuliakan Allah

· "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." (Yes 49:6). Kalimat terakhir dari kutipan di atas ini kiranya baik untuk menjadi permenungan atau refleksi kita. Kita semua dipanggil untuk “menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi”. Maka marilah kemana pun kita pergi dan dimana pun kita berada senantiasa berusaha untuk menjadi terang bagi orang lain, membuat air kotor menjadi jernih bukan semakin apa yang jernih menjadi kotor. Memang secara konkret kami harapkan kita dapat menjaga lingkungan hidup kita masing-masing bersih dan teratur, yang menandakan bahwa penghuni yang di dalam sungguh hidup bersih dan teratur juga. Dengan kata lain marilah kita ciptakan lingkungan hidup yang baik, segar dan mempesona bagi orang lain, sehingga siapapun yang masuk atau melihat lingkungan hidup kita juga tergerak untuk melakukan yang sama. Semoga hati, jiwa dan akal budi kita sungguh dalam keadaan bersih, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita dimana pun dan kapan pun dapat menjadi terang bagi orang lain. Semoga para orangtua dapat menjadi teladan dalam hal kebersihan hati, jiwa dan akal budi bagi anak-anaknya. Marilah kita usahakan bersih diri dan bersih lingkungan sejati.

“Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu.Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku! Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik” (Mzm 71:1-4a)


Selasa, 26 Maret 2013 


Romo Ignatius Sumarya, SJ 

"Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.” (Yes 42:1-7; Mzm 7:1-3; Yoh 12:1-11)

“Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.” (Yoh 12:1-11), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Warta Gembira hari ini mengkisahkan seorang wanita bernama Maria, bersembah-sujud kepada Yesus untuk bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya atas kasih pengampunan yang telah diterimanya. Ia meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi yang sangat mahal harganya, sehingga Yudas Iskariot, salah seorang muridNya yang bertugas sebagai pemegang kas dan yang kemudian menyerahkan Yesus kepada musuh-musuh-Nya, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?". Orang yang sungguh merasa dikasihi kiranya memiliki hubungan batin erat dengan yang mengasihi, itulah yang terjadi pada umumnya. Maria kiranya tahu dalam batin atau hatinya bahwa Yesus tidak lama lagi harus wafat di kayu salib demi keselamatan seluruh umat manusia di dunia. Maria berusaha meneladan Yang Terkasih untuk mempersembahkan apa yang paling berharga yang dimilikinya. Dalam hal saling mengasihi pada umumnya memang orang saling memepersembahkan yang paling berharga atau bernilai yang ada pada dirinya, sebagaimana terjadi antar suami dan isteri. Maka dengan ini kami berharap kepada anda sekalian untuk dengan besar hati mempersembahkan diri kepada Tuhan, tanpa syarat, dan tentu saja secara konkret juga membaktikan diri kepada sesama atau saudara-saudari kita. Dengan kata lain hendaknya kita tidak menjadi orang pelit, melainkan orang sosial, peka terhadap orang lain terutama mereka yang miskin dan berkekurangan di lingkungan hidup kita.

· "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.” (Yes 42:6-7). Kutipan ini hendaknya menjadi permenungan atau refleksi kita, serta kita hayati dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimana pun dan kapan pun. Cara hidup dan cara bertindak kita hendaknya senantiasa menyelamatkan jiwa kita sendiri maupun jiwa orang lain yang kena dampak hidup dan tindakan kita, kehadiran dan sepak terjang kita dimana pun dan kapan pun senantiasa menjadi “terang untuk bangsa-bangsa”. Dengan kata lain hendaknya cara hidup dan cara bertindak kita dapat menjadi fasilitator bagi orang lain dalam usaha menyelamatkan jiwanya, hidup damai sejahtera baik fisik maupun spiritual selama di dunia ini, dan hidup mulia bersama Allah selamanya di sorga setelah meninggal dunia. Marilah kita bawa terang bagi mereka yang berada di dalam kegelapan, kita bawa pembebasan bagi mereka yang terpenjara. Bentuk kegelapan dan penjara yang sungguh memprihatinkan masa kini hemat saya adalah sikap mental meterialistis, yang membuat orang buta terhadap kebaikan dan terkuasai oleh harta benda atau uang, sehingga yang bersangkutan senantiasa berada di dalam ketakutan, kecemasan dan kekhawatiran, maupun terancam. Kita ingatkan mereka bahwa segala macam bentuk harta dunia ini merupakan wahana atau sarana bagi manusia agar semakin mampu menghormati, memuji, memuliakan dan mengabdi Tuhan, maka untuk itu orang perlu mengambil sikap ‘lepas bebas’ terhadap aneka jenis harta benda, tidak memiliki kelekatan tak teratur terhadap harta benda.

“TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya.” (Mzm 27:1-3)

Senin, 25 Maret 2013 

Romo Ignatius Sumarya, SJ