Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan

Peraturan Puasa dan Pantang Regio Jawa Tahun 2026

 

PERATURAN PANTANG & PUASA REGIO JAWA TAHUN 2026

(Dibacakan sesudah pembacaan Surat Gembala Prapaskah)


Sesuai dengan Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa 2017, Pasal 138 No. 2.b Tentang Hari Tobat, peraturan puasa dan pantang ditetapkan sebagai berikut :

    Hari Puasa tahun 2026 ini, dilangsungkan pada Hari Rabu Abu tanggal 18 Februari 2026, dan Hari Jumat Sengsara dan Wafat Tuhan (Jumat Agung), tanggal 3 April 2026. Hari Pantang dilangsungkan pada Hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaskah sampai dengan Jumat Sengsara dan wafat Tuhan.
 
    Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berumur 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Sedangkan yang wajib berpantang ialah semua orang katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas.
 
    Puasa dalam arti yuridis, berarti makan kenyang hanya sekali (satu kali) sehari. Pantang dalam arti yuridis berarti tidak makan daging atau makanan lain yang disukai, dan tidak merokok. Berhubung peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka sebaiknya agar secara pribadi atau bersama-sama (dalam keluarga, biara, pastoran, lingkungan, seminari), menyepakati cara puasa dan pantang yang dirasa lebih sesuai dengan semangat tobat dan matiraga yang mau dinyatakan.
 
    Hendaknya diusahakan agar setiap orang beriman kristiani, baik secara pribadi maupun bersama-sama, mengusahakan pembaharuan hidup rohani, misalnya dengan rekoleksi, retret, latihan rohani, tekun dalam ibadat jalan salib, meditasi, pengakuan dosa, adorasi, dan tekun mendalami materi APP.

    Salah satu ungkapan tobat ialah Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang diharapkan mempunyai nilai pembaharuan pribadi dan nilai solidaritas tingkat lingkungan, paroki, keuskupan, dan nasional. Hendaknya di setiap paroki berdasarkan masukan dari lingkungan mengadakan kegiatan sosial konkret yang membantu masyarakat, misalnya donor darah, pasar murah, dan lain-lain.

 

Puasa Juga Bikin Awet Muda

Rabu, 17 Februari 2010 | 10:58 WIB

KOMPAS.com - Puasa memberikan banyak manfaat; selain belajar menahan godaan, juga untuk menurunkan berat badan. Contohnya seperti yang dilakukan umat muslim pada bulan Ramadhan, atau umat nasrani yang mulai memasuki masa puasa dan pantang hari ini, Rabu (17/2/2010). Bahkan, akan lebih baik bila puasa dilakukan secara rutin, tak cuma menjelang hari raya Lebaran atau Paskah.

Hal ini sudah dibuktikan dari penelitian yang dilakukan University of California. Hasil studi menunjukkan, pembatasan jumlah kalori, khususnya ketika berselang-seling (tiap dua hari sekali), dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, dan menurunkan berat badan.

Menurut Dr Kritsa Varady, yang memimpin sebuah studi mengenai kelebihan berat badan dan obesitas di University of Illinois, Chicago, setelah 8 minggu melakukan puasa selang-seling, terlihat penurunan kadar kolesterol darah pada responden. Perbaikan kondisi kesehatan lain yang terlihat adalah menurunnya tekanan darah, detak jantung, dan lemak yang ditemukan dalam tubuh.

"Semua ini kan kunci risiko penyakit jantung, jadi tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga mengurangi risiko penyakit jantung koroner," jelasnya.

Puasa yang dianjurkan oleh penelitian ini adalah, menetapkan "hari makan", dimana tidak ada pembatasan makanan. Selanjutnya adalah "hari puasa", dimana kita hanya mengonsumsi 25 persen dari porsi makan kita yang biasa (atau kurang). Jadi, makan siang pun harus ringan.

Dari penelitian tersebut, selama 8 minggu mereka yang mengikuti tes telah kehilangan berat badan sebanyak 8 persen. Jadi, kalau misalnya berat badan Anda 65 kg, dalam 8 minggu berat Anda akan turun 5,2 kg. Lumayan, bukan? Kadar kolesterol jahat juga akan menurun.

Para dokter sebenarnya tidak mengetahui mengapa cara ini berhasil. Diperkirakan, puasa memberi pengaruh menguntungkan dalam mendistribusikan lemak yang tersimpan di dalam tubuh. Puasa juga terbukti mempengaruhi kadar insulin, suhu tubuh, dan menurunkan tingkat stres.

Dari penelitiannya, tim Dr Varady mendapati bahwa puasa memicu gen yang memproduksi sel-sel baru, dan mencegah sel-sel mati sebelum waktunya. Dr James Johnson, yang memimpin studi ini, mengatakan, "Gen ini juga dapat memperlambat proses penuaan, dengan mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan usia dan ancaman kesehatan."


DIN

Editor: din

Sumber: Marie Claire




Bagikan