Puasa Juga Bikin Awet Muda

Rabu, 17 Februari 2010 | 10:58 WIB

KOMPAS.com - Puasa memberikan banyak manfaat; selain belajar menahan godaan, juga untuk menurunkan berat badan. Contohnya seperti yang dilakukan umat muslim pada bulan Ramadhan, atau umat nasrani yang mulai memasuki masa puasa dan pantang hari ini, Rabu (17/2/2010). Bahkan, akan lebih baik bila puasa dilakukan secara rutin, tak cuma menjelang hari raya Lebaran atau Paskah.

Hal ini sudah dibuktikan dari penelitian yang dilakukan University of California. Hasil studi menunjukkan, pembatasan jumlah kalori, khususnya ketika berselang-seling (tiap dua hari sekali), dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, dan menurunkan berat badan.

Menurut Dr Kritsa Varady, yang memimpin sebuah studi mengenai kelebihan berat badan dan obesitas di University of Illinois, Chicago, setelah 8 minggu melakukan puasa selang-seling, terlihat penurunan kadar kolesterol darah pada responden. Perbaikan kondisi kesehatan lain yang terlihat adalah menurunnya tekanan darah, detak jantung, dan lemak yang ditemukan dalam tubuh.

"Semua ini kan kunci risiko penyakit jantung, jadi tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga mengurangi risiko penyakit jantung koroner," jelasnya.

Puasa yang dianjurkan oleh penelitian ini adalah, menetapkan "hari makan", dimana tidak ada pembatasan makanan. Selanjutnya adalah "hari puasa", dimana kita hanya mengonsumsi 25 persen dari porsi makan kita yang biasa (atau kurang). Jadi, makan siang pun harus ringan.

Dari penelitian tersebut, selama 8 minggu mereka yang mengikuti tes telah kehilangan berat badan sebanyak 8 persen. Jadi, kalau misalnya berat badan Anda 65 kg, dalam 8 minggu berat Anda akan turun 5,2 kg. Lumayan, bukan? Kadar kolesterol jahat juga akan menurun.

Para dokter sebenarnya tidak mengetahui mengapa cara ini berhasil. Diperkirakan, puasa memberi pengaruh menguntungkan dalam mendistribusikan lemak yang tersimpan di dalam tubuh. Puasa juga terbukti mempengaruhi kadar insulin, suhu tubuh, dan menurunkan tingkat stres.

Dari penelitiannya, tim Dr Varady mendapati bahwa puasa memicu gen yang memproduksi sel-sel baru, dan mencegah sel-sel mati sebelum waktunya. Dr James Johnson, yang memimpin studi ini, mengatakan, "Gen ini juga dapat memperlambat proses penuaan, dengan mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan usia dan ancaman kesehatan."


DIN

Editor: din

Sumber: Marie Claire




Bagikan