“Hormatilah dan hargailah liturgi suci Gereja dan upacara-upacara perayaannya. Rayakanlah dengan setia. Tidakkah engkau melihat bahwa bagi kita manusia yang malang, bahkan apa yang paling mulia dan hebat pun harus kita tangkap melalui pancaindra?” — St. Josemaria Escriva

“Saya yakin bahwa tanggung jawab utama dari keruntuhan iman ini harus ditanggung oleh para imam. Kami tidak selalu mengajarkan doktrin di seminari-seminari dan universitas Katolik. Kami mengajarkan apa pun yang kami suka! Katekismus untuk anak-anak telah ditinggalkan. Pengakuan dosa diremehkan. Selain itu, tidak ada lagi imam di kamar pengakuan dosa! Karena itu sebagian dari kami bertanggung jawab atas keruntuhan ini. Khususnya pada tahun 1970-an dan 1980-an, setiap imam melakukan apa pun yang disukainya selama Misa. Tidak ada dua Misa yang sama: itulah yang membuat banyak umat Katolik enggan pergi ke gereja. Paus Benediktus XVI mengatakan bahwa krisis liturgi menyebabkan krisis Gereja. Lex orandi, lex credendi: cara kita berdoa menunjukkan iman kita. Jika tidak ada lagi iman, liturgi direduksi menjadi pertunjukan, pertunjukan cerita rakyat, dan umat beriman berpaling. Kami mungkin bersalah karena kelalaian. Desentralisasi liturgi selalu memiliki konsekuensi yang serius. Kami ingin memanusiakan Misa, membuatnya dapat dipahami, tetapi hal itu tetaplah menjadi misteri di luar pemahaman [manusia]. Ketika saya mempersembahkan Misa, ketika saya memberikan absolusi, saya memahami kata-kata yang saya ucapkan, tetapi daya akal budi tidak dapat memahami misteri yang dihasilkan oleh kata-kata ini. Jika kami tidak adil terhadap misteri agung ini, kami tidak bisa menuntun orang-orang ke hubungan yang benar dengan Allah. Bahkan hari ini kami masih memiliki praktik pastoral yang terlalu horizontal: bagaimana kamu mengharapkan orang untuk berpikir tentang Allah jika Gereja disibukkan secara eksklusif dengan masalah sosial?” — Robert Kardinal Sarah

Perayaan Ekaristi: 5 Oktober 2018 (Jumat Pertama)


JUMAT PERTAMA
HARI BIASA PEKAN XXVI
Jumat pertama,  5 Oktober 2018


RITUS PEMBUKA

(umat berdiri)

LAGU PEMBUKA (PS 542; 1-3)  
           
1. Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami domba-Mu; kami mohon menikmati hikmat pengurbanan-Mu. Tuhan Yesus, Jurus'lamat, kami ini milik-Mu. Tuhan Yesus, Jurus'lamat kami ini milik-Mu.
2. Kau Pengawal yang setia, Kawan hidup terdekat, jauhkan kami dari dosa panggil pulang yang sesat. Tuhan Yesus, Jurus'lamat, karuniakanlah berkat. Tuhan Yesus, Jurus'lamat, karuniakanlah berkat.
3. Janji-Mu: Kau t'rima kami walau hina bercela; yang berdosa Kausucikan, Kaubebaskan yang lemah. Tuhan Yesus, Jurus'lamat kini kami berserah. Tuhan Yesus, Jurus'lamat kini kami berserah.
 
atau   

 
LAGU PEMBUKA (MB 508) -berdiri- 
1. Ya hati Yesus raja cinta, ditembusi tombak bengis, 
yang rela menanggung sengsara demi selamat dunia.
Aduhai cinta yang abadi, bertapa Kau dihina.
Ampuni kami, ya Tuhan, sebab besarlah kasih-Mu.
2. Ya hati Yesus raja cinta, sumber kasih yang abadi, 
dengan darah-Mu yang terindah Kaupulihkan dosa, kami.
Oh alangkah kejamnya kami, terus menyakiti-Mu. 
Ampunilah kami, ya Tuhan, sebab besarlah kasih-Mu. 
3. Ya hati Yesus raja cinta, terimalah hati kami, 
yang dengan rela kami serah, membalas kasih-Mu mesra. 
Nyalakanlah senantiasa cintaku akan Dikau. 
Ampunilah kami, ya Tuhan, sebab besarlah kasih-Mu.  
  
   TANDA SALIB DAN SALAM (umat berdiri)
I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin
I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu
U. Dan bersama rohmu
   
PENGANTAR (umat berdiri) 
          
SERUAN TOBAT   (PS 349)
I. Hati Yesus, ungkapan cinta kasih ilahi kepada manusia.
K. Tuhan, kasihanilah kami.
U. Tuhan, kasihanilah kami.
I. Hati Yesus, puncak cinta kasih insani kepada Allah.
K. Kristus, kasihanilah kami
U. Kristus, kasihanilah kami
I. Hati Yesus, sumber kehidupan dan kesucian.
K. Tuhan, kasihanilah kami
U. Tuhan, kasihanilah kami.
   
I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U. Amin. 
      
DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)   
I  Allah Bapa kami, sumber kebijaksanaan, orang-orang sederhana Kaulimpahi kebijaksanaan-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami biasa dan suka mendengarkan cerita-cerita yang menggambarkan bagaimana pergaulan-Mu dengan orang-orang sederhana. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
U. Amin.

LITURGI SABDA

BACAAN I (Ayb 38:1.12-21; 39:36-38) -duduk-
         
L. Bacaan dari Kitab Ayub:
   
Tuhan berbicara kepada Ayub dari dalam badai, "Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh dini hari datang atau pernahkah fajar kautunjukkan tempatnya untuk memegang bumi pada ujung-ujungnya, sehingga orang-orang fasik dikebaskan daripadanya, yakni tatkala fajar mengubah bumi menjadi seperti seperti tanah liat yang dimeteraikan, dan mewarnainya seperti orang mewarnai kain? Tatkala orang-orang fasik dirampas terangnya, dan dipatahkan lengannya yang teracung? Pernahkah engkau turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan menyusuri dasar samudera raya? Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat? Tahukah engkau luasnya bumi? Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu. Di manakah jalan ke tempat kediaman terang, dan di manakah tempat tinggal kegelapan, sehingga engkau dapat mengantarnya pulang, dan mengetahui jalan ke rumahnya? Tentulah engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau sudah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak!" Lalu Ayub menjawab kepada Tuhan, "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina. Jawab apakah yang kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. Satu kali aku berbicara, tidak akan kuulangi; dua kali aku berkata, tidak akan kulanjutkan."
   
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
(Mzm 139:1-3.7-10.13-14ab) 
Ref. Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.
Ayat.

1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
2. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.
3. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
4. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.
                                  
BAIT PENGANTAR INJIL  -berdiri- 
Ulangan: Alleluya
Ayat.
Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.

     
BACAAN INJIL (Luk 10:13-16) -berdiri-
   
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius
U. Dimuliakanlah Tuhan.
Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida! Sebab seandainya di Tirus dan Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Maka pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau, Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Barangsiapa mendengarkan kalian, ia mendengarkan Daku; dan barangsiapa menolak kalian, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”


HOMILI (duduk)

              

DOA UMAT  (umat berdiri)
                    

I. Marilah kita berdoa kepada Bapa di surga, penguasa hidup dan mati. Ia telah menumbuhkan hidup dan penuh harapan. Maka marilah kita mohon:

L. Bagi Gereja di dunia: Semoga Bapa mengutus Roh kerukunan dan persatuan agar perpecahan, pertentangan ilmiah dan praktis yang menghambat persatuan berakhir, sehingga segeralah terwujud satu kawanan dan satu gembala. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi Bagi semua orang yang telah meninggal dengan tidak diketahui siapa-siapa, secara khusus bagi mereka para korban bencana alam di Palu, Donggala dan sekitarnya, serta bagi mereka yang telah wafat sebagai martir untuk nilai-nilai yang mereka alami: Semoga Engkau mengingat mereka semua dan menempatkan mereka pada tempat damai abadi di sisi-Mu. Marilah berdoa:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
       
L. Bagi mereka yang tiba-tiba direnggut maut: Semoga bagi mereka yang tiba-tiba dipanggil untuk menghadap Bapa, hari ini jangan menjadi saat yang mengerikan, melainkan saat yang membahagiakan karena bertemu dengan Allah yang hidup. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi para pengungsi dan mereka yang tertimpa bencana, secara khusus di Palu, Donggala dan sekitarnya:
Semoga kami tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama kami, melainkan dengan rela hati ikut memikul beban mereka. Marilah berdoa:
U. Tuhan, semoga terang Kristus menyinari kami.

L. Bagi kita yang berkumpul di sini: Semoga Bapa mendorong kami agar dapat membahagiakan sesama tanpa pamrih dan penuh pengertian terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

I. Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur kepada-Mu, bahwasanya Engkau di tengah-tengah kami tetap melaksanakan mukjizat kebaikan dan cinta kasih. Perkenankanlah kami hidup bagaikan anak-anak,  bebas dari segala ketakutan, dalam Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
             
          
LITURGI EKARISTI


A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN  
  
LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN (PS 690) -duduk-
1. Pada-Mu Tuhan dan Allahku, kupersembahkan hidupku: dari-Mu jiwa dan ragaku, hanya dalam 'ku teduh. Hatiku yang Engkau pulihkan pada-Mu juga kuberikan.
2. Kumuliakan kuasa kasih, yang dalam Yesus terjelma; 'kuberserah sebulat hati, di dalam arus rahmat-Nya. Diriku tak kuingat lagi, lautan kasih kuselami.
3. Betapa Kau mencari aku, hati-Mu rindu padaku. Kepada-Mu Kauraih aku, Kaubuatku milik-Mu. Diriku sudah Kaukasihi, Kau jualah yang aku pilih. 
    . 
   
(umat berdiri ketika didupai)
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN
I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa. (umat berdiri)
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Allah Bapa Mahasetia, berilah kiranya kami jaminan janji-Mu, dalam roti anggur ini dan semoga kerajaan-Mu berkembang subur di tengah-tengah kami.  Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 
U. Amin.
   
B. DOA SYUKUR AGUNG
      
    
PREFASI   -berdiri- 
      
KUDUS (PS 391)  (umat berdiri)
      
K. Kudus, kudus, kuduslah Tuhan
K. Allah segala kuasa. Surga dan bumi, penuh kemuliaan-Mu.
U. Terpujilah Engkau di surga.
K. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan, dalam nama Tuhan.
U. Terpujilah Engkau di surga.

                   

DOA SYUKUR AGUNG II -berlutut/berdiri- 
   
AKLAMASI ANAMNESIS

 

C. KOMUNI


BAPA KAMI (PS 404) (umat berdiri)

I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
I+U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
        
I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.
    
DOA DAMAI (umat berdiri)
I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin. 

I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu. 

ANAK DOMBA ALLAH (PS 412) (umat berdiri)
     
PERSIAPAN KOMUNI (umat berlutut/berdiri)
Ajakan menyambut Komuni
I. Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

KOMUNI 
         
LAGU KOMUNI (PS 654)  -berlutut-

1. Yang berteduh pada Tuhan yang mahatinggi dan besar. Yang menyandarkan hidupnya pada kuasa Allahnya, akan berkata pada-Nya, "Ya Allah, Kaupenaungku; Kau kubu dan perisaiku, percaya aku pada-Mu.
2. Tuhan tetap menjaganya dengan rentangan sayap-Nya. Malapetaka yang kejam tak'kan menjangkau dirinya. Tuhan mengutus malak-Nya mengawal dan menatangnya, agar janganlah kakinya terantuk batu yang keras.
3. Yang berserah kepada-Ku, hidupnya akan Kurengkuh; yang berseru kepada-Ku, doanya akan Kudengar. Terus kubimbing langkahnya; Akulah Tuhan Allahnya; akan selamat hidupnya, dan bahagia selamanya.
       
SAAT HENING (umat duduk) 
    
DOA SESUDAH KOMUNI (umat berdiri)
I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa kami yang Maharahim, semoga hati kami terbuka terhadap janji-Mu dan tegaskanlah di dalam hati kami, bahwa amat agunglah kerahiman-Mu dan amatlah luas kesabaran-Mu terhadap siapa pun yang mencari Engkau. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
  
RITUS PENUTUP

ADORASI SAKRAMEN MAHAKUDUS
(Pendupaan kepada Sakramen Mahakudus dilakukan sambil berlutut)


NYANYIAN PERSIAPAN

ALLAH YANG TERSAMAR
(PS 560) (berlutut)

1. Allah yang tersamar, Dikau kusembah, sungguh tersembunyi, roti wujudnya. S'luruh hati hamba tunduk berserah. 'Ku memandang Dikau, hampa lainnya.
2. Pandang, raba, rasa tidaklah benar, 'ku percaya hanya yang t'lah kudengar. S'luruh sabda dari Putera Allah sungguh tak bertara kebenarannya.
3. Di salib tersamar keallahan-Mu, di sini tersamar keinsanan-Mu. Aku mengimani dua-duanya. Yang penyamun minta, ' ku memintanya.
6. Yesus yang tersamar, 'ku memandang-Mu, Ya Tuhan, penuhi kerinduanku; 'ku memandang Dikau yang senyatanya, bahagia kulihat Dikau mulia. Amin.

NYANYIAN PEMBUKA:  (O Salutaris Hostia - Duguet)
O salutaris Hostia,
Quæ cæli pandis ostium:
Bella premunt hostilia,
Da robur, fer auxilium.
Uni trinoque Domino
Sit sempiterna gloria,
Qui vitam sine termino
Nobis donet in patria.
Amen.
O Kurban yang menyelamatkan, yang membukakan gerbang surgawi,
musuh menghimpit kami, berikanlah kami kekuatan,
anugerahkanlah pertolongan bagi kami.
Kepada-Mu, wahai Satu Tuhan Tiga Pribadi: kemuliaan kekal selama-lamanya.
Semoga Engkau menganugerahkan kepada kami:
kehidupan kekal di tanah air kami. Amin
   
PUJIAN PEMBUKA (berlutut)
 
I. Terpujilah Engkau untuk selama-lamanya,
U. Ya Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus.
I. Salam, ya Tuhan Yesus Kristus, yang hadir dalam Perayaan Ekaristi,
U. Engkaulah Allah yang bersemayam dalam hati kami senantiasa.
I. Salam, ya Tuhan Yesus Kristus,
U. Engkaulah yang mengenal kami sejak dalam kandungan ibu.
I. Salam, ya Tubuh Kristus yang diserahkan bagi kami sebagai kurban. Salam, ya Darah Kristus yang ditumpahkan untuk keselamatan kami.
U. Engkau yang senantiasa menerima kami dengan segala kelemahan dan kekurangan kami.
I. Salam, ya Yesus yang mahaindah,
U. Indahlah hidup kami karena buatan kasih-Mu.
I. Bersama para kudus-Mu di surga,
U. Kami memuji dan memuliakan Engkau yang hadir dalam Sakramen Mahakudus.
   
 DOA PEMBUKA (berlutut)
I. Mari menimba air kehidupan
U. Dari sumber-sumber keselamatan
I. Marilah kita berdoa (hening sejenak)
Ya Allah, dalam belas kasihan-Mu, Engkau berkenan menganugerahi kami, harta cinta kasih yang tak terhingga dalam hati Putra-Mu yang sudah dilukai karena dosa-dosa kami. Kami mohon kepada-Mu berilah supaya kami, dengan memberi hormat serta bakti cinta kami kepada-Nya, juga memenuhi kewajiban kami, memberikan yang pantas. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
U. Amin.

Saat Hening

       
NYANYIAN KEPADA BUNDA MARIA:
Mengasih Maria (MB 543)
   
1. Mengasih Maria kerinduanku, menjadi abdinya cita hidupku. Ya bunda surgawi, sambut baktiku, kini kuhaturkan doa padamu.
2. Maria pemurah, ratu surgawi, engkaulah bundaku, aku anakmu. Janganlah biarkan apapun juga memisahkan kita kini dan kelak.
3. Ratu yang perkasa, dengar doaku, dampingilah aku, di medan hidup, Ulurkan tanganmu, bilaku jatuh, dan hantarkan aku ke dalam surga. 
 
DOA KEPADA BUNDA MARIA  (berlutut)

I. Doakanlah kami ya Santa Bunda Allah
U. Supaya kami dapat menikmati janji Kristus.
I. Marilah kita berdoa: 
I. Ya Allah, yang Mahakuasa dan kekal, dengan bantuan Roh Kudus, Engkau telah menyediakan tubuh dan jiwa Maria, Bunda Perawan Mulia, supaya pantas menjadi tempat kediaman Putra-Mu. Perkenankanlah kami yang bergembira atas perantaraannya yang penuh kasih, bebas dari duka cita sekarang ini serta kelak dapat merasakan sukacita yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
  
DOA PERMOHONAN 
(didoakan bersama-sama)


   
Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai,
    Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
    Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan,
    Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan,
    Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian,
    Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran,
    Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
    Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
    Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
    Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
    Sebab dengan memberi aku menerima
    Dengan mengampuni aku diampuni
    Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya.
    Amin



Tuhan Yesus Kristus,
aku berlutut di hadapan-Mu dan memohon,
hidupkanlah imanku,
teguhkanlah pengharapanku,
dan tambahkanlah cintaku.
Berilah aku tobat hati yang ikhlas atas segala dosa,
serta niat yang sungguh-sungguh untuk lebih baik lagi mengikuti Engkau.
Seraya memandang salib-Mu
aku membayangkan sengsara-Mu
dan ingin merenungkan sengsara-Mu
yang telah dinubuatkan Nabi Daud,
"Mereka memaku tangan dan kaki-Ku
segala tulang-Ku telah dihitungnya." 


TANTUM ERGO (PS 558) (berlutut) 
(Imam mendupai Sakramen Mahakudus sambil berlutut)
   
1. Sakramen yang sungguh agung, mari kita muliakan, surut sudah hukum
lampau, tata baru tampilllah. Kar'na Ind'ra tidak mampu, iman jadi tumpuan.
    
2. Yang Berputra dan Sang Putra dimuliakan, disembah, dihormati, dan dipuja 
beserta dengan Sang Roh: muncul dari Kedua-Nya, dan setara disembah.
Amin.
      
Setelah Sakramen Mahakudus ditakhtakan dan didupai, Imam, Prodiakon, Putra Altar berlutut dan berdoa sejenak, kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:
   

I. Engkau telah memberi kami roti surgawi,
U. Yang mengandung segala kesegaran.
I. Marilah kita berdoa:
I. Ya Tuhan, Engkau telah meninggalkan kenangan akan kesengsaraan-Mu dalam sakramen yang mengagumkan ini. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati Tubuh dan Darah-Mu sedemikian, sehingga kami selalu dapat menikmati buah dari penebusan-Mu. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.

BERKAT SAKRAMEN MAHAKUDUS 
(Sementara Imam memberkati, Putra Altar mendupai) 

DOA TERPUJILAH ALLAH (berlutut)

Terpujilah Allah. *
Terpujilah nama-Nya yang kudus.
Terpujilah Yesus Kristus, *
sungguh Allah, sungguh manusia.
Terpujilah nama Yesus. *
Terpujilah hati-Nya yang mahakudus.
Terpujilah Yesus Kristus. *
Terpujilah darah-Nya yang mahaindah.
Terpujilah Yesus *
dalam Sakramen Mahakudus.
Terpujilah Roh Kudus *
Penghibur kita.
Terpujilah Bunda Allah yang tiada bandingnya,*
perawan Maria yang amat suci.
Terpujilah yang terkandung dengan suci *
dan tak bernoda.
Terpujilah nama Maria, *
perawan dan bunda.
Terpujilah Bunda Maria *
yang diangkat ke surga dengan mulia.
Terpujilah Santo Yusuf *
mempelainya yang amat suci.
Terpujilah Allah *
dalam para malaikat dan semua orang kudus-Nya.]
Amin.
   
MADAH PUJIAN  -umat berdiri- 
    
1 Soul of my Saviour, sanctify my breast,
body of Christ, be thou my saving guest,
blood of my Saviour, bathe me in thy tide,
wash me with water flowing from thy side.
2 Strength and protection may thy Passion be,
O blessèd Jesu, hear and answer me;
deep in thy wounds, Lord, hide and shelter me,
so shall I never, never part from thee.
3 Guard and defend me from the foe malign,
in death's dread moments make me only thine;
call me and bid me come to thee on high
where I may praise thee with thy saints for ay.