“Ia mengundurkan diri ke tempat yang sunyi dan berdoa” (1Yoh 5:5-13; Mzm 147:12-15; Luk 5:12-16)

“ Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa” (Luk 5:12-16), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Kehadiran Penyelamat Dunia memang sungguh menarik dan mempesona, karena apa yang dilakukan atau dikerjakan membuat segalanya baik atau lebih baik. Dalam Warta Gembira hari ini dikisahkan penyembuhan orang berpenyakit kusta. Orang berpenyakit kusta diimani sebagai orang berdosa dan senantiasa disingkirkan dari percaturan bersama di dalam masyarakat alias diasingkan. Maka mujizat penyembuhan orang berpenyakit kusta sungguh merupakan berita gembira yang menggembarkan banyak orang, sehingga banyak orang pun tergerak datang kepada-Nya “untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka”. Ada kekhawatiran dalam Diri Yesus, jangan-jangan mereka, orang kebanyakan salah mengerti atau salah tangkap perihal Dia yang sebenarnya, demikian juga Ia khawatir terjebak dalam suatu tempat saja, padahal Ia diutus ke seluruh dunia. Maka dari kelelahan kesibukan melayani dan menyembuhkan Ia “mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi untuk berdoa”. Apa yang dilakukan oleh Yesus kiranya baik kita renungkan dan refleksikan. Kami percaya bahwa kita semua karena tuntutan pekerjaan atau kebutuhan sehingga sering melupakan hidup doa. Dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua untuk tidak melupakan kehidupan doa dalam acara dan kegiatan harian kita. Misalnya sebelum dan sesudah bekerja atau melaksanakan tugas pengutusan kita berdoa dengan permohonan agar apa yang kita lakukan atau kerjakan sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan, sehingga diri kita maupun hasil kerja atau usaha kita senantiasa menarik, memikat dan mempesona banyak orang. Kami juga berharap kepada kita semua untuk menyembuhkan saudara-saudari kita yang menderita sakit, entah sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi maupun sakit tubuh.

· “Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu” (1Yoh 5:5-8). Darah merupakan lambang kehidupan, air lambang kesegaran dan Roh atau jiwa adalah yang menggerakkan serta menggairahkan. Tiga unsur ini ada dalam diri kita masing-masing dan diharapkan kehadiran dan sepak terjang kita dimana-mana dan kapanpun senantiasa sungguh menghidupkan, menyegarkan dan menggairahkan atau mempesona bagi orang lain. Kiranya bukan hanya penampilan fisik yang kelihatan cantik, tampan, bersih dst, tetapi hemat saya yang terutama dan pertama-tama adalah bersih dan cantik hati, jiwa dan akal budinya, dengan kata lain kita sungguh suci dan membaktikan diri sepenuhnya kepada Penyelenggaraan Ilahi dalam cara hidup dan cara bertindak kita. Maka marilah kita saling membantu dan mengingatkan agar kita senantiasa mengusahakan kecantikan dan kebersihan hati, jiwa dan akal budi, sehingga tubuh kita pun juga akan bersih dan cantik atau tampan. Bukti kebersihan dan kecantikan diri kita secara utuh antara lain apa yang kita lakukan dan kerjakan senantiasa membuat segala sesuatu menjadi baik atau lebih baik. Bagi yang sedang bertugas belajar berarti semakin terampil dalam belajar, sehingga semakin cerdas dan pandai, bagi yang sedang bekerja berarti semakin terampil bekerja sehingga menghasilkan buah kerja yang lebih banyak dan baik. Tentu saja kami berharap kepada semua umat beragama semakin setia dan taat melaksanakan ajaran agamanya, sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci masing-masing.

“Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari” (Mzm 147:12-15)

Jumat, 11 Januari 2013

Romo Ignatius Sumarya, SJ