Menggali Makna Bagian-bagian Misa: Homili dan Credo (Edisi 8)

Menggali Makna Bagian-bagian Misa

Homili
Homili adalah pewartaan sabda Allah yang bersumber dari Kitab Suci dan memberi komentar serta penjelasan mengenai Kitab Suci yang menjadi bacaan pada Misa. Homili berasal dari bahasa Yunani: homilia yang berarti percakapan, komentar. Homili dimaksudkan untuk menjelaskan dan mengajarkan misteri Kristus berdasarkan Kitab Suci, sehingga misteri iman itu relevan dengan kehidupan umat jaman sekarang. Homili juga untuk memperteguh iman umat. Homili hendaknya mendorong umat untuk berani diutus mewartakan kabar baik kepada dunia.

Homili berbeda dengan khotbah. Khotbah berasal dari bahasa Arab. Kata “khotbah” dihubungkan dengan bahasa Latin: predicare, artinya: mewartakan dengan lantang [preach, preaching atau predigt]. Khotbah merupakan pewartaan Sabda Allah dan pewartaan iman kristiani yang bertolak dari pengalaman iman, dan tidak selalu merupakan penjelasan suatu teks Kitab Suci.

Homili wajib diadakan pada hari Minggu, hari raya, dan pesta yang terutama dihadiri umat beriman. Peniadaan homili pada hari-hari tersebut harus dengan alasan yang berat. Pada hari-hari biasa, terutama masa Adven, Prapaskah, Paskah, homili sangat dianjurkan oleh Gereja. [Fr. A. Pramono].


Syahadat atau Credo

Syahadat atau Credo atau Aku Percaya merupakan tanggapan umat atas sabda Allah yang telah didengar melalui Kitab Suci dan homili. Saat mengucapkan atau menyanyikan Syahadat, umat berdiri. Sikap berdiri ini berarti umat ingin mengamini dan menyatakan pengakuan iman dengan rumusan iman Gereja. Syahadat harus dinyanyikan atau diucapkan oleh seluruh umat karena merupakan pernyataan iman seluruh umat beriman. Syahadat diucapkan bersama-sama seluruh umat mulai dari kata-kata: “Aku percaya akan Allah”. Tapi sudah menjadi kebiasaan bahwa kata-kata pertama: “Aku percaya akan Allah” diucapkan oleh imam, lalu umat meneruskan …Bapa yang mahakuasa… dst. Maka sesungguhnya ini menjadi kurang lengkap. Jadi hendaknya umat mulai mengucapkan Syahadat mulai dari awal, bersama-sama mengucapkan: “Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa… dst.

Kita mempunyai 2 teks syahadat, yaitu syahadat singkat atau syahadat para rasul, dan syahadat panjang atau syahadat Nikea-Konstantinopel. Kedua syahadat ini boleh dipakai dalam Perayaan Ekaristi hari Minggu dan hari raya. [Fr. A. Pramono].

Sumber:
www.reginacaeli.org, Fr. A. Pramono
Martasudjita, E. Pr., Ekaristi: Tinjauan Teologis, Liturgis, dan Pastoral, Yogyakarta: Kanisius 2005.





Bagikan