Surat Gembala Prapaskah 2016 bagi Umat Katolik Keuskupan Agung Semarang

“Diutus menjadi garam dan terang bagi masyarakat”
Saudara-saudariku yang terkasih
Memasuki tahun 2016, umat Allah KAS telah memiliki ARDAS VII untuk periode 2016-2020. Dalam semangat ARDAS yang baru ini, kita ingin menapaki peziarahan iman, dengan bergotong royong memperjuangkan Peradaban Kasih melalui hidup bersama yang sejahtera, bermartabat dan beriman, sebagaimana dicita-citakan dalam Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS) 2016-2035. Apa yang kita cita-citakan ini tentulah bagian dari perwujudan iman kita. Kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga diutus hadir dan tinggal bersama warga masyarakat lainnya. Secara istimewa pada Tahun Yubileum Kerahiman Allah ini, kita diutus menampilkan Wajah Kerahiman Allah. Dia sungguh baik, peduli dan penuh kasih.
Bacaan-bacaan yang kita dengarkan hari ini menegaskan arti perutusan. Allah memilih dan mengutus beberapa orang memberi­takan kabar baik dan memberi kesaksian akan kebaikan hati-Nya di tengah kehidupan nyata. Nabi Yesaya memiliki ketakutan dan tidak siap mengemban perutusan hidup di tengah-tengah suasana yang muram. “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam” (Yes 6:5). Yesaya merasa tidak pantas menjadi seorang utusan, namun akhirnya dengan penuh iman berkata: “Inilah aku, utuslah aku!” (Yes 6:8).
Perasaan yang serupa juga dialami oleh para murid Yesus. Simon dipilih dan dipanggil oleh Yesus untuk ikut serta dalam karya-Nya. Merasa diri lemah dan tak layak mengemban perutusan, Simon menjawab: “Tuhan, pergilah dari padaku sebab aku ini orang berdosa” (Luk 5:8). Akan tetapi Yesus menguatkan hati Simon dengan berkata: “Jangan takut! Mulai sekarang engkau akan menjala manusia” (Luk 5:10).
Saudari-saudara yang terkasih
Kadang kita pun merasa tidak pantas untuk mengemban tugas perutusan. Kita disadarkan bahwa justru dalam pengakuan akan kelemahan dan keterbatasan tersebut, kita merasakan kekuatan Allah yang berkarya. Seperti nabi Yesaya yang tinggal di tengah bangsa yang suram, kita juga tinggal di tengah-tengah bangsa yang masih diwarnai oleh kesuraman karena berbagai masalah, antara lain pemaksaaan kehendak dan kekerasan, pengrusakan alam, dan korupsi serta lemahnya penegakan hukum. Dalam situasi seperti itu Yesus menghendaki kita bertolak ke tempat yang dalam (Luk 5:4), agar hidup semakin bermak­na dan berbuah.
Sebagai umat beriman, kita disadarkan akan hakikat kita sebagai garam dan terang dunia (Mat 5:13-14). Sabda Yesus kepada para murid inilah yang dijadikan tema Aksi Puasa Pembangunan 2016: “Akulah garam dan terang dunia”. Tema ini menyadarkan jati-diri kita sebagai murid Yesus yang siap diutus untuk menaburkan garam kebaikan di tengah masyarakat sehingga kehidupan bersama tidak terasa hambar; untuk membawa terang sehingga memungkinkan setiap orang menemukan kebenaran dan jalan keselamatan. Seperti Simon dan Yesaya, semoga kita, murid Tuhan ini, juga berani menanggapi panggilan Yesus dengan memberikan jawaban: “Inilah aku; utuslah aku menjadi garam dan terang dunia”.
Kita yakin bahwa panggilan dan perutusan kita sebagai garam dan terang dunia akan semakin meman­tap­kan iman kita. Dengan iman yang mantap itu kita memberi kesaksian melalui keteladan dan perbuatan yang berkenan kepada Allah serta berguna bagi masyarakat. Gagasan Romo Albertus Soegijapranata SJ tentang lingkungan, sewaktu masih berkarya di Bintaran pada tahun 1934, mendorong umat katolik untuk hadir dan terlibat dalam kehidupan bermasya­rakat. Romo Soegija mengung­kap­kan: “Alangkah baiknya kalau dalam setiap wilayah pemukiman terdapat ‘seorang pribumi yang bersemangat’ yang dapat mengumpulkan orang-orang katolik, supaya orang katolik tidak ‘berkedudukan’ di luar lingkungan hidup mereka (berkumpul pada hari Minggu di gedung gereja), melainkan supaya orang katolik tinggal di tengah-tengah masyarakat, sebagai orang beriman menjadi satu dengan hidup sosial”. Pemikiran itulah yang kemudian melahirkan sistem lingkungan dalam tata penggembalaan umat di paroki-paroki dan sangat khas di Jawa. Sistem lingkungan bukan semata-mata sistem administrasi, melainkan sebagai sarana keterlibatan sosial, supaya iman kristiani benar-benar berakar di masyarakat. Melalui karya nyata dalam keterli­batan sosial di tengah masyarakat, kita mengem­ban tugas perutusan sebagai garam dan terang dunia.
Aneka karya karitatif dan pemberdayaan bagi umat dan masyarakat, perlu terus ditingkatkan. Tindakan nyata memba­ngun budaya transparansi dan akuntabilitas sebagai upaya mela­wan tindak korupsi, tentu sangat bermanfaat. Budaya memilah dan meletak­kan sampah pada tempatnya, membuat sumur resapan, dan memanfaatkan air hujan merupakan sarana kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kelestariannya. Hal ini merupakan tindakan bijaksana yang perlu terus dikembang­kan. Selain itu, dengan rendah hati, kita mau belajar pada komunitas lain yang mempunyai kepedulian dan bertindak secara nyata demi kebaikan bersama (bonum commune).
UU RI Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, mendorong kita untuk ikut serta membangun dan mengembangkan desa dengan cara kita masing-masing. Pada pasal 18 UU itu ditegaskan bahwa kewenangan Desa meliputi kewenangan di bidang Penyeleng­garaan Pemerintahan Desa, Pelaksanaan Pembangunan Desa, Pem­bi­naan Kemasya­ra­katan Desa, dan Pemberdayaan Masyara­kat Desa. Dengan memahami dan mendalami apa yang tertuang dalam UU itu, serta dalam semangat kerjasama yang sinergis dengan berbagai pihak, Pengurus Dewan Paroki bersama umat Katolik dapat mengambil bagian dalam salah satu bidang tersebut guna mewujudkan diri sebagai garam dan terang di tengah masyarakat.
Saudari-saudara yang terkasih
Saya, bersama Kolegium Konsultor Keuskupan, mengucap­kan terima kasih kepada seluruh umat, komunitas Hidup Bakti, dan paguyuban-paguyuban atas partisipasi­nya mengembang­kan Ge­re­­ja KAS. Kita yakin, usaha kecil dan sederhana yang telah dilakukan menjadi cahaya dalam kehi­dupan yang masih diliputi kesuraman. Kita terus berdoa agar umat Allah KAS, dalam terang Rencana Induk Keuskupan 2016-2035 dan semangat ARDAS KAS 2016-2020, semakin meneguh­­kan peran sebagai garam dan terang dunia. Rama Kardinal Darmajuwana menegaskan: “Tidak ada tenaga yang tidak berguna meski kecil sekalipun, asal mau. Meski kita lemah namun Tuhan memberi kekuatan. Tuhan memilih yang lemah untuk memberi hikmah kepada yang kuat”.
Mari kita saling mendoakan dan meneguhkan. Kita berdoa dan memberi perhatian bagi para ‘Adi Yuswa’ dan yang sedang sakit di manapun berada, agar rahmat Tuhan menguatkan mereka; bagi yang difabel, agar diberi anugerah penghibur­an dan pertolongan; bagi keluarga-keluarga, agar senantiasa mengupayakan keru­kun­an, damai dan sejahtera. Pintu Kerahiman Allah dan belaskasih-Nya diwujudkan dan dinyatakan dalam cara bertin­dak dengan saling memberi perha­­tian dan dukungan.
Sebagai umat Allah KAS, mari kita bergerak bersama agar sebagai garam tetap mampu memberikan rasa asin, meskipun harus melarutkan diri dan tidak kelihatan dalam kehidupan bersama. Dan sebagai terang mampu menjadi cahaya di tengah kegelapan.

Semarang, 25 Januari 2016,  pada Pesta Bertobatnya St. Paulus Tahun Luar Biasa Yubileum Kerahiman Allah.
Salam, doa dan berkah Dalem,
Sukendar Wignyosumarta, Pr Administrator Diosesan KAS.
Lampiran Surat Gembala Prapaskah 2016 PERATURAN PUASA DAN PANTANG TAHUN 2016
Mengacu Statuta Keuskupan Regio Jawa 1995 pasal 136 peraturan puasa dan pantang ditetapkan sebagai berikut:

  1. Hari Puasa tahun 2016 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 10 Februari 2016, dan Jumat Agung tanggal 25 Maret 2016. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.
  2. Yang wajib berpuasa ialah semua Orang Katolik yang berumur 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua Orang Katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas.
  3. Puasa dalam arti yuridis, berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang dalam arti yuridis, berarti memilih tidak makan daging atau ikan atau garam, atau tidak jajan atau merokok.
Karena peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka kami anjurkan, agar secara pribadi atau bersama-sama, misalnya dalam keluarga, atau seluruh lingkungan/wilayah, atau komunitas pastoran/ biara atau komunitas seminari menetapkan cara puasa dan pantang yang dirasakan lebih sesuai dengan semangat tobat dan matiraga yang ingin dinyatakan sebagai jati diri murid-murid Kristus“Akulah garam dan terang dunia”.
Sebagai sikap pertobatan nyata, beberapa hal dapat dibuat dan sangat kami anjurkan, antara lain:

  1. Dalam keluarga, pertemuan lingkungan atau komunitas, dicari bentuk-bentuk pantang dan puasa yang cocok dengan jenjang usia, sebagai bagian dari pembinaan iman menurut usia: usia dini dan anak, remaja dan orang muda, dewasa dan lansia.
  2. Pada hari Jumat dan hari lain yang ditentukan, setiap keluarga/ komunitas mengganti makanan pokok yang disukai dengan makanan pengganti dari bahan makanan lokal dengan satu macam lauk (sebagaimana sudah muncul sebagai gerakan di beberapa paroki atau komunitas selama peringatan Hari Pangan Sedunia – HPS).
  3. Selama empat puluh hari dalam masa Prapaskah secara pribadi atau dalam keluarga atau komunitas biara/pastoran/seminari memilih tindakan tobat yang lebih berdaya guna untuk mewujudkan tindakan kasih, sekaligus memulai mewujudkan Peradaban Kasih.
  4. Menentukan gerakan pemberberdayaan dan tindakan nyata yang berdampak luas bagi lingkungan alam serta masyarakat sekitar sebagai wujud solidaritas. Hal ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk mulai mewujudkan Peradaban Kasih di Indonesia dalam unsur “kesejahteraan”, misalnya dengan gerakan jimpitan beras untuk kepentingan dana pendidikan dan upaya lain memberi makan bagi saudari-saudara yang membutuhkan.
  5. Hendaknya juga diusahakan agar setiap orang beriman kristiani baik secara pribadi maupun bersama-sama mengusahakan pembaharuan hidup rohani, misalnya dengan rekoleksi, retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, pengakuan dosa, meditasi, adorasi dan sebagainya.
  6. Salah satu ungkapan tobat bersama dalam masa Prapaska ialah Aksi Puasa Pembangunan (APP), yang diharapkan mempunyai nilai dan dampak untuk pembaruan pribadi, serta mempunyai nilai dan dampak bagi peningkatan solidaritas pada tingkat paroki, keuskupan dan nasional.
Tema APP tahun 2016 ini adalah:
“Akulah garam dan terang dunia” sebagaimana diuraikan dalam buku-buku yang diterbitkan oleh Panitia APP Keuskupan Agung Semarang.
Semarang, 25 Januari 2016, pada Pesta Bertobatnya St. Paulus Tahun Luar Biasa Yubileum Kerahiman Allah. Salam, doa dan Berkah Dalem,

Sukendar Wignyosumarta, Pr
Administrator Diosesan KAS

Perayaan Ekaristi: 14 Februari 2016 (Hari Minggu Prapaskah I)



 

  
HARI MINGGU PRAPASKAH I
Sabtu-Minggu, 13 - 14 Februari 2016



RITUS PEMBUKA
        
LAGU PEMBUKA:
LITANI ORANG KUDUS
(PS 128)
 

do=Bes

S. Tuhan kasihanilah kami U. Tuhan kasihanilah kami

S. Kristus kasihanilah kami U. Kristus kasihanilah kami

S. Kristus kasihanilah kami U. Tuhan kasihanilah kami

S. Allah Bapa di surga U. Kasihanilah kami.
S. Allah Putra, penebus dunia U. Kasihanilah kami.
S. Allah Roh Kudus U. Kasihanilah kami.
S. Allah Tritunggal kudus, Tuhan yang mahaesa, U. Kasihanilah kami.

S. Santa Maria Bunda Allah U. Doakanlah kami.
S. Santa Perawan termulia, U. Doakanlah kami.
S. Santo Mikael, Gabriel dan Rafael U. Doakanlah kami
S. Para Malaikat Allah U. Doakanlah kami.
S. Bapa Abraham U. Doakanlah kami.
S. Bapa Musa U. Doakanlah kami.
S. Bapa Elia  U. Doakanlah kami.
S. Santo Yohanes Pembaptis U. Doakanlah kami
S. Santo Yusuf dst...,
S. Para bapa bangsa dan para nabi

S. Santo Petrus dan Paulus,
S. Santo Andreas,
S. Santo Yohanes dan Santo Yakobus,
S. Santo Tomas, S. Santo Matius,
S. Segenap rasul kudus,
S. Santo Lukas,  S. Santo Markus,
S. Santo Barnabas,  S. Santa Maria Magdalena,
S. Semua murid Tuhan,

S. Stefanus, S. Santo Ignatius dari Antiokia,
S. Santo Polikarpus,
S. Santo Yustinus,
S. Santo Laurensius, S. Santo Siprianus,
S. Santo Bonifasius, S. Santo Paulus Miki,
S. Santo Karolus Lwanga,
S. Santa Perpetua dan Felisitas,
S. Santa Agnes, S. Santa Maria Goretti,
S. Beato Dionisius dan Redemptus,
S. Segenap para martir,

S. Santo Leo dan Gregorius,
S. Santo Ambrosius, S. Santo Hironimus,
S. Santo Agustinus, S. Santo Atanasius,
S. Santo Basilius dan Gregorius dari Nazianze,
S. Santo Yohanes Krisostomus, S. Santo Martinus,
S. Santo Sirilus dan Metodius,
S. Santo Karolus Borromeus, S. Santo Fransiskus de Sales,
S. Santo Antonius,  S. Santo Benediktus,
S. Santo Bernardus,
S. Santo Fransiskus dan Dominikus,
S. Santo Tomas dari Akuino, S. Santo Ignatius dari Loyola
S. Santo Fransiskus Xaverius, S. Santo Vinsensius,
S. Santo Yohanes Maria Vianey,
S. Santo Yohanes Bosko,
S. Santa Katarina, dari Siena,
S. Santa Theresia dari Avila,

S. Santo Ludowikus, S. Santa Monika,
S. Semua orang kudus Allah,


S. Tuhan Maharahim, dst
U. Bebaskanlah umat-Mu.

S. Dari segala kejahatan, S. Dari segala dosa,
S. Dari perangkap setan,
S. Dari kemarahan, kebencian dan niat jahat,
S. Dari kematian kekal,
S. Karena penjelmaan-Mu,
S. Karena kelahiran-Mu,
S. Karena pembaptisan dan puasa-Mu yang suci,
S. Karena salib dan penderitaan-Mu,
S. Karena wafat, pemakaman dan kebangkitan-Mu.
S. Karena kenaikan-Mu yang menakjubkan,
S. Karena pencurahan Roh Kudus,
S. Pada hari kedatangan-Mu yang mulia,

S. Kristus, Putra Allah yang hidup,
U. Kasihanilah kami
S. Engkau telah datang di dunia,
S. Engkau tergantung di salib,
S. Engkau rela wafat dan dimakamkan demi kami,
S. Engkau telah bangkit dari mati,
S. Engkau telah naik ke surga,
S. Engkau telah mengutus Roh Kudus ke atas para rasul,
S. Engkau duduk di sebelah kanan Bapa,
S. Engkau akan datang mengadili orang hidup dan orang mati,

S. Kami orang berdosa, dst
U. Dengarkanlah umatmu.
S. Sayangilah kami,
S. Sudilah mempertobatkan kami sungguh-sungguh,
S. Sudilah meneguhkan dan melestarikan pengabdian kami,
S. Sudilah mengganjar yang beramal kepada kami dengan kebahagiaan kekal,
S. Sudilah menganugerahkan kesuburan sawah ladang,
S. Kami mohon pengampunan,
S. Sudilah membebaskan jiwa kami, jiwa sanak-saudara dan penderma kami dari siksa kekal,
S. Sudilah memberikan istriahat kekal kepada kaum beriman yang sudah meninggal,
S. Sudilah menjauhkan dunia dari wabah, kelaparan, dan peperangan,
 
Permohonan berikut tidak boleh dilewati
 

S. Sudilah Engkau memerintah dan memelihara Gereja-Mu yang kduus,
S. Sudilah Engkau memelihara Bapa Suci dan segala pejabat gerejawi dalam pengabdian yang suci,
S. Sudilah Engkau memberikan damai dan persatuan kepada segala bangsa,
S. Sudilah Engkau memperkuat dan memelihara kami dalam pengabdian suci kepada-Mu,

S. Kristus, dengarkanlah kami.

U. Kristus, dengarkanlah kami.

K. Kristus, kabulkanlah doa kami.

U. Kristus, kabulkanlah doa kami.
      
TANDA SALIB DAN SALAM -berdiri-

I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin
I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu
U. Dan bersama rohmu
 
PENGANTAR  -berdiri-

SERUAN TOBAT -berlutut- (ditiadakan bila saat pembuka menggunakan Litani)        

I. Tuhan Yesus Kristus, di padang gurun Engkau digoda setan untuk mengubah batu menjadi roti. Tetapi Engkau menjawab bahwa bukan hanya dari roti saja, melainkan dari setiap Sabda Allah manusia hidup.
K.  Kyrie, eléison
U.  Kyrie, eléison
I. Di padang gurun Engkau digoda setan akan diberi semua kerajaan dunia, asal mau menyembah dia. Tetapi Engkau menjawab bahwa orang hanya boleh  menyembah Tuhan Allah dan berbakti kepada-Nya saja.
K. Christe, eléison
U. Christe, eléison
I. Di padang gurun Engkau dicobai oleh setan, agar terjun ke bawah dari bubungan bait suci, sebab para malaikat akan menantang Engkau. Tetapi Engkau menjawab bahwa, "Jangan mencobai Tuhan Allahmu."
K.  Kyrie, eléison
U.  Kyrie, eléison
  
DOA PEMBUKA -berdiri- 
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
I.  Allah Yang Mahakuasa, kami menjalankan masa Prapaskah ini sebagai tanda pertobatan kami. Semoga kami semakin mengenal misteri Kristus dan mampu menghadirkan-Nya dengan hidup yang pantas. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
  
LITURGI SABDA
   
BACAAN I (Ul 26:4-10) -duduk-

"Pengakuan iman bangsa terpilih."

L. Bacaan dari Kitab Ulangan:
          
Pada waktu itu Musa berkata kepada bangsanya tentang hal ikhwal persembahan, katanya, “Imam harus menerima bakul dari tanganmu, dan meletakkannya di depan mezbah Tuhan, Allahmu. Kemudian engkau harus menyatakan di hadapan Tuhan, Allahmu, begini: Bapaku dahulu seorang Aram, seorang pengembara. Ia pergi ke Mesir dengan sedikit orang saja, dan tinggal di sana sebagai orang asing. Tetapi di sana ia menjadi suatu bangsa yang besar, kuat dan banyak jumlahnya. Ketika orang Mesir menganiaya dan menindas kami dan menyuruh kami melakukan pekerjaan yang berat, maka kami berseru kepada Tuhan, Allah nenek moyang kami, lalu Tuhan mendengarkan suara kami; Ia memerhatikan kesengsaraan, kesukaran, dan penindasan terhadap kami. Lalu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung, dengan kedahsyatan yang besat dan dengan tanda serta mujizat-mujizat Tuhan membawa kami keluar dari Mesir; Lalu membawa kami ke tempat ini, dan memberikan kepada kami negeri ini, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah Kauberikan kepadaku, ya Tuhan.”
                   
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
MAZMUR TANGGAPAN (Mzm 91:1-2,10-11,12-13,14-15)
Ulangan:

Ayat oleh Pemazmur :
1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, "Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai."
2. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
3. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk pada batu. Singa dan ular tedung, akan kaulangkahi, anak singa dan naga akan kauinjak.
4. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkan dia dan memuliakannya. 
                                             
BACAAN II  (Rm 10:8-13) -duduk-

"Pengakuan iman orang yang percaya kepada Kristus."

L.  Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
     
Saudara-saudara, inilah yang dikatakan Kitab Suci, “Firman itu dekat padamu, yakni di dalam mulut dan di dalam hatimu!” Itulah firman iman yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulutnya orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata, “Barangsiapa percaya kepada Dia tidak akan dipermalukan.” Sebab tidak ada perbedaan antara oarng Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu ini adalah Tuhan semua orang, dan Dia kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab barangsiapa berseru kepada nama Tuhan ia akan diselamatkan.
   
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
                 
BAIT PENGANTAR INJIL (PS 965/966) -berdiri-

        
BACAAN INJIL (Luk 4:1-13) -berdiri-

"Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun dan di situ Ia dicoba."

I.  Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I.  Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas
U. Dimuliakanlah Tuhan.
I. Sekali peristiwa Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari Sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dan dicobai Iblis. Selama di situ Yesus tidak makan apa-apa, dan sesudah waktu itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada Yesus, “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Jawab Yesus kepadanya, “Ada tertulis: manusia hidup bukan dari roti saja”. Kemudian Iblis membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi, dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada Yesus semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya, Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku, dan aku akan memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Maka, kalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus berbakti!” Kemudian Iblis membawa Yesus ke Yerusalem, dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: mengenai Engkau, Allah akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.” Yesus menjawab, katanya, “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Sesudah mengakhiri semua pencobaan itu, Iblis mundur dari Yesus, dan menunggu waktu yang baik.
        
 
HOMILI -duduk-   
   
hening sejenak
          
SYAHADAT PARA RASUL -berdiri-   
(Umat berdiri, kata-kata yang dicetak miring diucapkan sambil membungkuk)
I+U. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi.
Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria.
Yang menderita sengsara, dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan.
Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati.
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa.
Dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus, Persekutuan para Kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin

     
DOA UMAT -berdiri-

I.  Pada masa prihatin dan tobat ini marilah kita panjatkan doa kepada Allah Bapa di surga:

L.  Bagi Sri Paus dan para Uskup: Semoga sabda dan teladan hidup Sri Paus dan para Uskup mendorong kami untuk lebih memperdalam dan memperkembangkan iman kami. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi para bangsa: Semoga Bapa mencurahkan berkat-Nya kepada para bangsa agar jangan berlomba dalam persenjataan, melainkan dalam usaha memerangi kemiskinan rakyat. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi dunia yang menderita kelaparan: Semoga Bapa mendampingi kami, agar kami membantu saudara-saudari yang berada dalam kesulitan bukan hanya dengan sandang pangan, tetapi terlebih dengan keramahan dan keujujuran dalam melaksanakan tugas kami masing-masing. Marilah kita mohon,....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi paroki kita: Sadarkanlah kami bahwa pertobatan sejati membarui hubungan kami yang jujur dengan Tuhan dan sesama. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
 
I. Allah Bapa yang Mahabaik, doa-doa ini adalah ungkapan maksud baik kami untuk selama Masa Prapaskah empat puluh hari ini, mengarahkan hidup kami kepada-Mu dan kepada sesama kami menurut teladan Yesus Kristus. Kami yakin Engkau akan mengabulkannya, maka kami persembahkan diri kami kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
   
    
LITURGI EKARISTI


A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
            
LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN (PS 378)  -duduk-
Ulangan: Ya Tuhan, Allahku, satukan diriku di dalam Putra-Mu dan kurban salib-Nya.
Ayat.
1. T'rimalah persembahanku: kesanggupan dan niatku mengikuti kehendak-Mu demi keluhuran-mu.
2. Hidup berjuang bagi-Mu, dan bagi s'luruh umat-Mu: kurelakan, kukurbankan keinginan diriku.
3. Demi amanat cinta-Mu, kuikhlaskan segalanya seluruh hidup bagi-Mu dan bagi sesamaku.

       
umat berdiri ketika didupai
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa. -berdiri-
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.   
I.  Ya Tuhan, berkat kemurahan-Mu, kami telah menerima hasil bumi yang kini kami persembahkan kembali kepada-Mu. Semoga roti dan anggur ini menjadi rezeki kehidupan bagi kami, yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami.
U. Amin.
   
B. DOA SYUKUR AGUNG
                  
            
PREFASI (Tuhan dicobai)
   

I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan.
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
U. Sudah layak dan sepantasnya.
I. Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga, kami senantiasa bersyukur kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Sebab selama empat puluh hari dengan berpantang dari makanan sehari-hari Ia menyucikan bentuk pertobatan ini dengan puasa; dengan menghindarkan segala tipu daya si ular tua, Ia telah mengajar kami menaklukkan ragi kejahatan, supaya sambil merayakan misteri Paskah ini dengan hati yang pantas kami akhirnya beralih ke Paskah abadi.
Maka bersama himpunan para Malaikat dan Orang Kudus kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan tak henti-hentinya bernyanyi:       
   
KUDUS (PS 385)
  

Sanctus, Sanctus, Sanctus, 
Dominus Deus Sabbaoth; 
Pleni sunt caeli et terra gloria Tua. 
Hosanna in excelsis.  
Benedictus qui venit in nomine Domini. 
Hosanna in excelsis
(Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.) 
        
DOA SYUKUR AGUNG V (Prex eucharistia De reconciliatione I) -berlutut/berdiri-
      
I. Sungguh kuduslah Engkau, ya Allah. Sejak awal mula Engkau berusaha agar manusia menjadi kudus seperti Engkau sendiri kudus adanya.

I. Kami mohon, pandanglah persembahan umat-Mu ini dan curahkanlah kuasa Roh-Mu atasnya agar persembahan ini menjadi Tubuh dan (+) Darah Yesus Kristus. Dialah Putra-Mu yang terkasih dan dalam Dia Engkau mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu.

I. Meskipun dulu kami tersesat dan tidak mampu mendekati Engkau, Engkau mengasihi kami dengan kasih yang tak terhingga: Yesus, Putra-Mu, satu-satunya Manusia yang benar, tidak menolak dipaku pada kayu salib untuk kami. Tetapi, sebelum tangan-Nya terentang antara langit dan bumi, Ia merayakan perjamuan Paskah yang tak terhapuskan.

I. Sementara makan bersama, Ia mengambil roti. Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:

Terimalah dan makanlah: Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.

(Ketika Imam memperlihatkan Hosti Suci dengan mengangkatnya, Umat memandangnya. Ketika Imam meletakkan Hosti Suci dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat).

 
I. Yesus menyadari bahwa Dia mesti mendamaikan segala-galanya dengan Darah-Nya yang tertumpah di kayu salib. Maka, sesudah perjamuan, Ia mengambil piala yang berisi air anggur. Sekali lagi Ia mengucap syukur kepada-Mu lalu menyerahkan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:

Terimalah dan minumlah: Inilah Piala Darah-Ku, Darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.


(Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkatnya, Umat memandangnya. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat).
 
AKLAMASI ANAMNESIS

I. Sungguh agung misteri iman kita
U. Tuhan, penebus dunia, dengan salib dan kebangkitan-Mu, Engkau membebaskan manusia. Selamatkanlah kami, umat-Mu.
   
I. Allah yang setia dan berbelas kasih, sambil mengenangkan Yesus Kristus, Putra-Mu, kurban Paskah dan jaminan damai kami, kami merayakan wafat dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati; dan sambil menantikan kedatangan-Nya yang membahagiakan, kami memperembahkan kepada-Mu kurban yang memulihkan hubungan kami dengan Dikau.

I. Ya Bapa yang mahamurah, pandanglah dengan penuh kasih sayang semua orang yang Engkau ikut sertakan dalam kurban Kristus ini. Semoga karena kekuatan Roh Kudus, semua yang ambil bagian dari roti dan piala yang satu ini dihimpun menjadi satu tubuh dalam Kristus dan dijauhkan dari setiap perpecahan.

I. Sudilah menjaga kami agar senantiasa sehati sejiwa dengan Bapa Suci....., dan Bapa Uskup kami..... Bantulah kami bersama-sama menyiapkan datangnya kerajaan-Mu sampai kami sendiri, sebagai orang kudus di tengah para kudus, menghadap Engkau di takhta surgawi, bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, Santo Yusuf suaminya, para rasul, serta semua orang kudus yang berbahagia, dan berkumpul kembali dengan semua saudara yang sudah mendahului kami; mereka kami serahkan kepada belas kasihan-Mu.

I. Pada saat yang membahagiakan itu, sebagai manusia baru yang Engkau bebaskan dari dosa, dengan penuh sukacita kami akan melambungkan pujian syukur Kristus yang hidup selama-lamanya.

I. Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.
U. Amin.
     
               

             (Apabila akhir Doa Syukur Agung ini dinyanyikan Imam, maka "Amin" dinyanyikan umat, lihat TPE hlm 57)
     
C. KOMUNI


BAPA KAMI (PS 403) -berdiri-
   

I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
I+U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
        
I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.
                

DOA DAMAI -berdiri-
I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin. 

I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
                 
ANAK DOMBA ALLAH (PS 406/409) -berdiri-
    Agnus Dei, qui tollis peccata mundi, miserere nobis.
(Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami)
    Agnus Dei, qui tollis peccata mundi, miserere nobis.
 (Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami)
    Agnus Dei, qui tollis peccata mundi, dona nobis pacem.
(Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, berilah kami damai.)
         
PERSIAPAN KOMUNI -berlutut/berdiri-

Ajakan menyambut Komuni
I. Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
    
KOMUNI                                  
              
LAGU KOMUNI 1  (PS 605)   -berlutut-
Ulangan:   Dengarlah, ya Tuhan, dan kasihani, karena kami orang berdosa.
1. Ya Yesus raja, Penebus dunia, kepada Engkau kami menengadah, dengar kiranya keluh kesah kami!
2. Juruselamat, Batu sendi kekal, pintu ke surga, jalan bahagia, sucikan kami dari noda dosa!
3. Kami memohon, Allah maharahim, sudi tiliklah susah jiwa kami, dan hapuskanlah segala salahnya.
4. Kami akui kejahatan kami, serta bertobat dengan sungguh hati. Bapa penyayang ampunilah kami.
      
LAGU KOMUNI 2 (PS 626) 
                      
    Ave, Regina Caelorum,
    Ave, Domina Angelorum:
    Salve, radix, salve, porta
    Ex qua mundo lux est orta:

    Gaude, Virgo gloriosa,
    Super omnes speciosa,
    Vale, o valde decora,
    Et pro nobis Christum exora. 

   
Salam ya Ratu surgawi, 
salam, kau junjungan malaikat:
dikau bagai pintu gerbang
tempat munculnya Sang Terang.
   
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita. 
Salam, kau bunda mulia,
doakanlah kami semua.
           
SAAT HENING -duduk-
  
DOA SESUDAH KOMUNI -berdiri-
I. Marilah kita berdoa:
I.  Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur atas rezeki surgawi yang telah kami santap. Kami mohon, jadikanlah kami putra-putri-Mu, yang hidup berkat sabda dan Roh Yesus Kristus, Putra-Mu. Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U. Amin. 


 
RITUS PENUTUP

  
BERKAT -berdiri-
Imam membuka tangan
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.

Imam mengulurkan kedua belah tangan ke arah umat. 
I. Ya Bapa, sudilah memandang anak-anak-Mu yang berkumpul di sini. Sebab demi keselamatan mereka, Tuhan kami Yesus Kristus tidak ragu-ragu menyerahkan diri ke tangan kaum penjahat dan menderita siksaan salib. Dialah penyelamat kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
I. Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: (+) Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
 
PENGUTUSAN -berdiri-

I. Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah.
I. Marilah pergi! Kita diutus.
U. Amin.
                
PERARAKAN KELUAR  (PS 490)
1. Dulu Yesus berpuasa empat puluh hari lamanya. Ia pun merasa lapar, si penggoda datang katanya, "Bila Kau Putra Ilahi, batu ini jadikanlah roti." Jawab Yesus, sabda-Nya, "Hidup tak hanya dengan roti."
2. Kerajaan yang gemilang diperlihatkan kepada-Nya; diserahkan bagi Yesus asal Yesus mau menyembah. "Kuberikan bagi Dikau, asal Tuan mau menyembahku." Jawab Yesus, sabda-Nya, "Hanya Allah boleh disembah."
3. Maka Yesus pun diangkat ke tempat yang tinggi dan ngeri, agar Yesus mau meloncat, hingga orang kagum tak henti. "Jatuhkanlah Diri Anda, dan malaikat-Mu akan menjaga." Jawab Yesus, sabda-Nya, "Janganlah mencobai Allahmu." 


Perayaan Ekaristi: 7 Februari 2016 (Hari Minggu Biasa V)



 

  
HARI MINGGU BIASA V
Sabtu-Minggu, 6 - 7 Februari 2016



RITUS PEMBUKA
        
LAGU PEMBUKA: Hatiku gembira (PS 327) -berdiri-
Ulangan. Hatiku gembira, alleluya, saat 'ku diajak ke rumah Tuhan.
1. Sekarang 'ku berdiri, alleluya, di pintu gerbangmu, Yerusalem.
2. Yerusalem, kau kota megah kuat dan sentosa, alleluya, tempat segala bangsa datang bersyukur.
3. Semoga kesejahteraan ada padamu, Yerusalem, alleluya, karena Allah tinggal dalam dikau.
                   

TANDA SALIB DAN SALAM -berdiri-

I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin
I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu
U. Dan bersama rohmu
          
PENGANTAR & SERUAN TOBAT -berdiri-
     
I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.

I+U. Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita.

I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U. Amin.
          
KYRIE / TUHAN KASIHANILAH KAMI (PS 342) (umat berdiri)
  
K. Kyrie, eléison / Tuhan, kasihanilah kami
U. Kyrie, eléison / Tuhan, kasihanilah kami.
K. Christe, eléison / Kristus, kasihanilah kami
U. Christe, eléison / Kristus, kasihanilah kami. 
K. Kyrie, eléison / Tuhan, kasihanilah kami
U. Kyrie, eléison / Tuhan, kasihanilah kami
   
MADAH KEMULIAAN  (PS 343) (umat berdiri)
   
   Glória in excélsis Deo   
(Kemuliaan kepada Allah di surga)
   et in terra pax homínibus bonae voluntátis.  
(dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.)
    Laudámus te,
(Kami memuji Dikau,)
    benedícimus te,
(Kami meluhurkan Dikau,) 
    adorámus te,
(Kami menyembah Dikau,)
    glorificámus te,
(Kami memuliakan Dikau,)
    grátias ágimus tibi propter magnam glóriam tuam,
(Kami bersyukur kepada-Mu, kar'na kemuliaan-Mu yang besar.)
    Dómine Deus, Rex cæléstis,
(Ya Tuhan Allah, Raja surgawi) 
    Deus Pater omnípotens.
(Allah Bapa yang Mahakuasa)
    Dómine Fili Unigénite, Iesu Christe,
(Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang Tunggal)
    Dómine Deus, Agnus Dei, Fílius Patris,
(Ya Tuhan Allah, Anak domba Allah, Putra Bapa,)
    qui tollis peccáta mundi, miserére nobis;
(Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami;)
    qui tollis peccáta mundi, súscipe deprecatiónem nostram.
(Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.)
    Qui sedes ad déxteram Patris, miserére nobis.
(Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.)
    Quóniam tu solus Sanctus, tu solus Dóminus, tu solus Altíssimus,
(Kar'na hanya Engkaulah kudus, hanya Engkaulah Tuhan, hanya Engkaulah Mahatinggi,)
    Iesu Christe, cum Sancto Spíritu: in glória Dei Patris. Amen.
(Ya Yesus Kristus, bersama dengan Roh Kudus dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.)     
               
DOA PEMBUKA -berdiri- 
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
I.  Ya Allah, peliharalah senantiasa keluarga-Mu dengan kasih sayang. Karena hanya rahmat-Mu yang menjadi dasar harapan dan andalan kami, maka jagailah kami selalu dalam perlindungan-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.
  
LITURGI SABDA
    
  
BACAAN I (Yes 6:1-2a.3-8) -duduk-
    
 "Inilah aku, utuslah aku!"
  
L. Bacaan dari Kitab Yesaya:
   
Dalam tahun wafatnya Raja Uzia, aku, Yesaya, melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap. Mereka berseru seorang kepada yang lain, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan oleh suara orang yang berseru itu, dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu aku berkata, “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.” Tetapi seorang dari para Serafim itu terbang mendapatkan aku. Di tangannya ada bara api, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkan bara api itu pada mulutku serta berkata, “Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku?” Maka aku menjawab, “Inilah aku, utuslah aku!”
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN (PS 834; Mzm 138:1-2a.2bc-3.4-5.7c-8) -duduk-
Ulangan:
 Ayat.
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu.
2. Aku hendak memuji nama-Mu karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, sebab besarlah kemuliaan Tuhan.
4. Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu dan menyelamatkan daku. Tuhan akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!      
         
BACAAN II  (1Kor 15:1-11) -duduk-

"Begitulah kami mengajar, dan begitu pulalah kamu mengimani."
     
L.  Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
 
Saudara-saudara aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang sudah kuwartakan kepadamu dan sudah kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu berpegang teguh padanya, sebagaimana kuwartakan kepadamu; kecuali kalau kamu sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah wafat karena dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Yesus telah dimakamkan! Dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas, dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya sudah meninggal dunia. Selanjutnya Yesus menampakkan diri kepada Yakobus, lalu kepada semua rasul. Dan yang paling akhir Ia menampakkan diri juga kepadaku, seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, dan tak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi berkat kasih karunia Allah aku menjadi sebagaimana aku sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidaklah sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu, entah aku, entah mereka, begitulah kami mengajar, dan begitu pulalah kamu mengimani.

L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL (PS 956) -berdiri-

BACAAN INJIL (Luk 5:1-11) -berdiri-

"Mereka meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus."
 
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas
U. Dimuliakanlah Tuhan.
I. Sekali peristiwa Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Banyak orang mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jala. Yesus naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Yesus berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi karena perintah-Mu, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-teman di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu, Simon Petrus tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa.” Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, “Jangan takut! Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus.
        
 
HOMILI -duduk-   
   
hening sejenak
          
SYAHADAT NIKEA-KONSTANTINOPEL  (bila dinyanyikan PS 374) -berdiri-   
(Umat berdiri, kata-kata yang dicetak miring diucapkan sambil membungkuk)

I + U. Aku percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari Terang,
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.

Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
kerajaan-Nya takkan berakhir.
aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra,
yang serta Bapa dan Putra,
disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
aku percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
aku mengakui satu pembaptisan
akan penghapusan dosa.
aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat. Amin.
               
   
DOA UMAT -berdiri-
                
I.  Saudara-saudari, marilah kita berdoa kepada Allah yang telah memanggil kita untuk mengabdi kepada-Nya:
    
L.  Bagi Bapa Suci, para Uskup dan para Imam yang terpanggil untuk menjadi penjala manusia: Semoga mereka berani menghadapi gelombang-gelombang perubahan zaman yang penuh gejolak dan tetap mampu mewartakan Injil dengan tidak gentar.. Marilah kita mohon,...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi para pemimpin masyarakat: Semoga para pemimpin masyarakat bersatu hati untuk membawa seluruh masyarakat kepada kesejahteraan umum lahir dan batin. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi mereka yang menderita: Semoga mereka yang menderita, para tawanan dan pengungsi, para jompo, orang-orang sakit dan pengembara memperoleh bantuan yang memadai dalam suasana penuh kasih. Marilah kita mohon,....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L.  Bagi umat paroki kita: Semoga Ekaristi yang kita rayakan bersama mempererat ikatan kami dan memberi kekuatan untuk bekerjasama menghidupkan persekutuan kita dalam Kristus. Marilah kita mohon,.....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

I. Tuhan, Allah kami, pandanglah kelemahan dan keterbatasan kami. Buatlah kami sanggup untuk melaksanakan tugas apa pun yang Kaukehendaki untuk kami jalankan, dengan kekuatan yang kami terima dari Yesus Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
   
LITURGI EKARISTI


A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
            
LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN (PS 377) -duduk-
  
Kami unjukkan, kami sembahkan kebebasan dan kemerdekaan. Ingatan, budi, kehendak hatikami serahkan pada-Mu, Tuhan. Buah karya kami malam dan hari, t'rimalah, Tuhan, dalam tangan-Mu. Segala yang ada milik-Mu jua, dalam karsa-Mu kami gunakan. Bimbinglah kami, kuatkan hati untuk berkarya bagi sesama. Segala yang ada milik-Mu jua, bagi Tuhan kami persembahkan.
             
umat berdiri ketika didupai
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa. -berdiri-
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.   
I. Tuhan Allah kami, Engkau telah menciptakan roti dan anggur ini untuk menjadi makanan yang menguatkan kami. Semoga daya ilahi-Mu mengubah persembahan ini menjadi sakramen kehidupan kekal bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
   
B. DOA SYUKUR AGUNG
                  
            
PREFASI  -berdiri- 
 
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan.
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
U. Sudah layak dan sepantasnya.
I. Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, kami bersyukur dan memuliakan Dikau.
Sebab Engkaulah satu-satunya Allah yang hidup dan benar. Sebelum awal zaman Engkau sudah ada dan akan tetap ada selama-lamanya; Engkau bersemayam dalam cahaya yang tak terhampiri. Hanya Engkaulah yang baik, sumber kehidupan, Pencipta segala sesuatu. Engkau melimpahkan berkat-Mu dan membahagiakan segala makhluk dengan terang cahaya-Mu. Di hadirat-Mu para malaikat yang tak terbilang jumlahnya siang-malam berbakti kepada-Mu, dan sambil memandang wajah-Mu yang mulia tak henti-hentinya memuliakan Dikau.
Bersama mereka, dan atas segala ciptaan di bawah langit, kami pun melambungkan pujian bagi nama-mu, dan dengan sukacita bernyanyi/berseru:
              
KUDUS (PS 387)      
 
Sanctus, Sanctus, Sanctus,
Dominus Deus Sabbaoth;
Pleni sunt caeli et terra gloria Tua.
Hosanna in excelsis.
Benedictus qui venit in nomine Domini.
Hosanna in excelsis

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.
   
DOA SYUKUR AGUNG IV -berlutut/berdiri-
I. Kami memuji Engkau, ya Bapa yang kudus, sebab agunglah Engkau dan segala karya-Mu Engkau laksanakan dengan penuh kebijaksanaan serta kasih sayang. Engkau menciptakan manusia seturut citra-Mu dan menyerahkan kepadanya tugas untuk memelihara alam semesta supaya ia berkuasa atas segala ciptaan dan berbakti kepada-Mu, Pencipta alam semesta. Meskipun manusia kehilangan persahabatan dengan Dikau karena tidak setia, ia tidak Engkau biarkan merana di bawah kuasa maut. Dengan penuh belas kasih, Engkau menolong semua orang untuk mencari dan menemukan Engkau kembali. Begitu pula berulang-ulang Engkau mengundang mereka untuk mengikat perjanjian dan dengan pengantaraan para nabi Engkau mengajar mereka untuk mengharapkan keselamatan.
   
I. Ya Bapa yang kudus, demikian besar kasih-Mu terhadap dunia sehingga ketika sudah genaplah waktu penantian, Engkau mengutus Putra-Mu yang tunggal menjadi Juru Selamat kami. Ia menjadi manusia oleh kuasa Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, dan hidup sama seperti kami dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa.
   
I. Ia mewartakan kabar sukacita: keselamatan bagi kaum miskin, pembebasan bagi para tawanan, dan penghiburan bagi yang berduka. Guna menghadapi rencana penyelamatan-Mu, Ia menyerahkan hidup-Nya. Namun, dengan bangkit dari alam maut, Ia memusnahkan kematian dan membangun kembali kehidupan. Dan, agar kami tidak lagi hidup bagi diri kami sendiri, melainkan bagi Dia yang wafat dan bangkit bagi kami, Ia mengutus Roh Kudus dari-Mu sebagai anugerah pertama bagi kaum beriman. Roh Kudus itu menyempurnakan karya Putra-Mu dan menyelesaikan karya pengudusan-Nya di bumi.

I. Dari sebab itu kami mohon, ya Bapa, semoga Roh Kudus itu menguduskan persembahan ini agar menjadi Tubuh dan (+) Darah Tuhan kami, Yesus Kristus, yang menghendaki kami merayakan misteri agung ini yang Ia wariskan kepada kami sebagai perjanjian abadi. 
    
Putra Altar membunyikan lonceng/gong
I. Ya Bapa yang kudus, Putra-Mu senantiasa mencintai murid-murid-Nya di dunia. Maka, tatkala tiba saatnya Engkau muliakan, Ia mencurahkan cinta sehabis-habisnya. Ketika bersantap bersama mereka, Ia mengambil roti, memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
  
Terimalah dan makanlah: Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.
  
(Ketika Imam memperlihatkan Hosti Suci dengan mengangkat-Nya, Umat memandang-Nya. Ketika Imam meletakkan Hosti Suci dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat)
   
I. Demikian pula, Ia mengambil piala berisi anggur, mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
  
Terimalah dan minumlah: Inilah Piala Darah-Ku, Darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.
  
(Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkat-Nya, Umat memandang-Nya. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat) 
  
AKLAMASI ANAMNESIS
    
I. Oleh karena itu, ya Bapa, sambil merayakan kenangan akan penebusan kami, kami kenangkan Kristus yang telah wafat dan turun ke tempat penantian. Kami mengakui bahwa Ia telah bangkit dan naik ke surga, duduk di sisi kanan-Mu. Sambil mengharapkan kedatangan-Nya dalam kemuliaan, kami mempersembahkan pada-Mu Tubuh dan Darah-Nya: kurban yang berkenan pada-Mu dan membawa keselamatan bagi seluruh dunia. Ya Bapa, sudilah memandang kurban ini yang telah Engkau sediakan sendiri bagi Gereja-Mu. Perkenankanlah agar semua yang ikut menyantap roti yang satu dan minum dari piala yang sama ini dihimpun oleh Roh Kudus menjadi satu tubuh. Semoga dalam Kristus, mereka menjadi kurban yang hidup sebagai pujian bagi kemuliaan-Mu.
  
I. Ingatlah, ya Bapa, akan semua orang, terutama Paus kami......, Uskup kami......, para uskup di seluruh dunia, para imam dan diakon, serta semua yang Engkau panggil untuk melayani umat-Mu; juga akan semua yang ikut dalam kurban persembahan ini: semua yang hadir di sini, seluruh umat-Mu, dan semua yang mencari Engkau dengan tulus hati. Bagi mereka semua, kurban ini kami persembahkan.
  
I. Ingatlah juga saudara-saudari kami yang telah berpulang dalam damai Kristus dan semua orang yang meninggal; hanya Engkaulah yang mengenal iman mereka.
  
I. Bapa yang mahamurah, perkenankanlah kami semua, anak-anak-Mu, mewarisi kebahagiaan surgawi bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, Santo Yusuf suaminya, bersama para rasul dan semua orang kudus-Mu di dalam kerajaan-Mu. Di sanalah, bersama segala ciptaan-Mu yang bebas dari kuasa dosa dan maut, kami akan memuliakan Dikau dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab melalui Dialah Engkau melimpahkan segala yang baik kepada dunia.
  
I. Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.
U.Amin.
       
               

             (Apabila akhir Doa Syukur Agung ini dinyanyikan Imam, maka "Amin" dinyanyikan umat, lihat TPE hlm 57)
     
C. KOMUNI


BAPA KAMI (PS 404) -berdiri-
   

I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
I+U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
        
I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.
                

DOA DAMAI -berdiri-
I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin. 

I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
                 
ANAK DOMBA ALLAH (PS 408) -berdiri- 
 
    Agnus Dei, qui tollis peccata mundi, miserere nobis.
    Agnus Dei, qui tollis peccata mundi, miserere nobis.
    Agnus Dei, qui tollis peccata mundi, dona nobis pacem.

    
PERSIAPAN KOMUNI -berlutut/berdiri-

Ajakan menyambut Komuni
I. Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
    
KOMUNI                                  
             
LAGU KOMUNI 1  (MB 301) -berlutut-
 
1. Tuhanku, gembalaku, aku dihantar oleh-Nya, di padang rumput menghijau. Refr
2. Aku dihantar oleh-Nya ke sumber-sumber istirahat, disegarkan-Nya jiwaku. Refr
3. Biarku lewat jurang kelam, tiada kutakut bencana, Engkau menyertai daku. Refr

Refr. Tuhanku gembalaku, tiada aku kekurangan, tiada aku kekurangan. Tuhanku gembalaku, tiada aku kekurangan. Tuhanku gembalaku, tiada aku kekurangan.
      
LAGU KOMUNI 2 (PS 432) -berlutut-
 1. Pujian kepada-Mu, Tuhan, Kau jadi santapan yang ilahi. Dikaulah tumpuan harapan sumber kes'lamatan yang abadi. refr>
2. Di tengah kehidupan ini yang sarat susah dan duka lara, Dikaulah kekuatan kami teman setia untuk selamanya. (selesai)
Tinggallah bersama umat-Mu, teguhkan ian, harap, kasihnya; kuatkanlah dengan rahmat-Mu dalam mewujudkan amanat-Mu.
        
SAAT HENING -duduk-
  
DOA SESUDAH KOMUNI -berdiri-
I. Marilah kita berdoa:
I. Ya Allah, Engkau menghendaki agar kami makan dari roti yang satu dan minum dari piala yang sama. Semoga kami yang telah dipersatukan dalam Kristus dapat dengan sukacita menghasilkan buah bagi keselamatan dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U. Amin. 


 
RITUS PENUTUP

  
BERKAT MERIAH
(lih. Ef 1:3-4) -berdiri-

I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu

I. Semoga Allah memberkati Saudara dengan segala berkat surgawi.
U. Amin.

I. Semoga Allah menjadikan Saudara kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.
U. Amin.

I. Semoga Allah melimpahi Saudara dengan kemuliaan-Nya, mengajar Saudara dengan Sabda kebenaran dan Injil keselamatan, dan memenuhi hati Saudara dengan kasih persaudaraan. 
     
I. Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: (+) Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
    
PENGUTUSAN

  
I. Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah.
I. Marilah pergi, kita diutus!
U. Amin.

LAGU PENUTUP (PS 627)

   
Alma redemptoris mater
quae pervia caeli porta manes
et stella maris, succurre cadenti,
surgere qui curat populo.
tu quae genuisti natura mirante,
tuum sanctum genitorum.
Virgo prius ac posterius,
Gabrielis ab ore sumens illud “ave,”
peccatorum miserere.

             
Salam, Bunda Sang Penebus,
pintu surga yang tetap terbuka,
bintang samud'ra, tolonglah manusia yang jatuh dan berhasrat bangun.
Dengan mengagumkan engkau melahirkan Sang Penciptamu yang kudus.
 Kauterima salam Gabriel,
dikau tetap perawan untuk selama-lamanya,
doakan orang berdosa.              
              
PERARAKAN KELUAR (PS 676)
1. Hai umat, pujilah Tuhan, alleluya! Pujilah nama Tuhan, alleluya! masyhurkan nama Tuhan, alleluya, alleluya!
2. Sejak fajar sampai petang, alleluya, kini dan s'lamanya, alleluya, terpujilah nama Tuhan, alleluya, alleluya!

3. Besarlah kemuliaan-Nya, alleluya, mengatasi ciptaan-Nya, alleluya, tak ada yang menyamai Tuhan, alleluya, alleluya!
4. Dari surga takhta-Nya, alleluya, alam ditengoknya, alleluya, yang hina dan papa ditolong-Nya, alleluya, alleluya!
7. Bernyanyilah bagi Tuhan, alleluya! Puji syukur bagi-Nya, alleluya, untuk selama-lamanya. Amin, alleluya, alleluya!