Paroki/stasi anda menggunakan Missale Romanum atau Missale Romonum?

Tahukah anda? Bahwa seluruh Gereja Katolik di Indonesia adalah ritus Latin/Romawi, sementara hingga saat ini Katolik Timur belum masuk ke Indonesia. Secara total di seluruh dunia ada 23 Gereja partikular yang otonom/sui iuris (1 Katolik Latin dan 22 Katolik Timur). Meskipun berbeda, Gereja Katolik ritus Latin dengan Katolik Timur bersatu dengan membentuk Gereja Katolik yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik dengan Paus sebagai pemimpinnya. Gereja Katolik Timur memiliki tradisi yang berbeda dengan Katolik Latin namun mengakui dan menerima ajaran Iman dan Moral yang sama dengan Katolik Latin.

Ciri khas dari Gereja Katolik ritus Latin memiliki kekhasan pada rumusannya yang jelas, padat, singkat, dan pada bentuknya yang kokoh-kuat.  Doa-doa ritus Latin tidak bersifat melebih-lebihkan emosi dan perasaan. Coraknya cenderung menekankan segi akal-budi, kebenaran ajaran Gereja, dengan susunan dan gagasan yang jelas dan tidak berbelit-belit, serta rumusan doanya yang rapi dan indah.

Gereja Katolik ritus Latin memiliki Missale Romanum, di mana saat ini Tata Perayaan Ekaristi yang kita gunakan di Indonesia dari Missale Romanum pada tahun 2002 untuk Misa dalam bentuk Forma Ordinaria, sementara Missale Romanum 1962 dalam bentuk Forma Ekstraordinaria. Missale Romanum 2002 ini tidak mengubah secara mendasar buku Missale Romanum 1970. Ada beberapa alasan, sebagaimana dikatakan oleh Sekretaris Kongregasi Ibadat, mengapa buku Missale Romanum 2002 terbit:
- Alasan yang amat praktis: buku editio typica Missale Romanum yang lama telah habis
- Alasan yang lebih mendalam: buku Missale Romanum 1970 yang berlaku saat itu sudah berusia 30 tahun lamanya. Selama ini pula, terjadi beberapa perubahan dalam kehidupan liturgi Gereja. Perubahan-perubahan selama ini menuntut adanya penyesuaian di sana sini dalam Missale Romanum.
- Dalam tiga dekade ini, telah muncul kanonisasi banyak orang kudus, yang akibatnya perlu diatur dan dimasukkan ke dalam kalendarium. Tentu saja perayaan orang-orang kudus yang baru ini memiliki implikasinya dalam Perayaan Ekaristi.

Dengan demikian, secara keseluruhan sejak 1969 hingga saat ini, telah terbit Missale Romanum sebanyak tiga kali edisi. Missale Romanum edisi pertama terbit pada tahun 1969 dan buku Misa ini dipromulgasikan oleh Paus Paulus VI pada tanggal 26 Maret 1970. Missale Romanum edisi kedua diterbitkan pada tahun 1975. Lalu Missale Romanum 2002 itu merupakan terbitan edisi ketiga yang digunakan hingga saat ini. Ada kalangan yang menulis pada blognya mengatakan bahwa Gereja bermain bisnis musiman dengan mengubah Tata Perayaan Ekaristi setiap sekian tahun agar umat atau imam membeli buku Tata Perayaan Ekaristi dengan pembenaran suci adalah tuduhan sangat keji! Coba dihitung sekali penggunaan buku Tata Perayaan Ekaristi, untuk yang sudah digunakan saja, sejak 2005 hingga sekarang (2015), kalau harga jual buku TPE umat tersebut misalkan Rp 10.000,- masih digunakan hingga sekarang 2015 tinggal dibagi setahunnya mengeluarkan Rp 1.000,-. Bandingkan dengan pengeluaran biaya cetak teks misa setiap minggu jauh lebih besar pengeluaran biaya cetak teks misa. Tapi apa iya, mau hitung-hitungan seperti itu, semua kembali untuk mendukung agar umat dapat mengikuti jalannya Perayaan Ekaristi. Itu pun syukur kalau teks misanya itu sesuai TPE.

 Kalau Gereja Katolik di seluruh Indonesia menggunakan Missale Romanum maka sudah seharusnya Misa Kudus yang diselenggarakan di Gereja Katolik yang satu dengan yang lain, susunan liturginya sama. Namun dalam prakteknya ada satu-dua paroki bereksperimen dengan mengutak-atik susunan liturgi, dimulai dari doa presidensial diucapkan bersama-sama, jumlah bacaan liturgi dikurangi, Mazmur Tanggapan diganti dengan lagu "misalnya: Pelangi sehabis hujan, Janji-Mu seperti fajar". Kyrie diganti lagu "Kucinta kau apa adanya". Lagu-lagu lain dalam Perayaan Ekaristi tidak lagi menggunakan lagu liturgis bahkan lagu rohani pun bukan. Madah Kemuliaan dipindah sesudah komuni, ini bagaikan organ tubuh yakni: mata dipindah ke kaki, dengkul dipindah ke otak, otak dipindah ke dengkul. 

Pertanyaan besar, masihkah paroki-paroki yang berbuat semacam ini layak disebut bagian dari Gereja Katolik menggunakan Ritus Latin, Tata Perayaan Ekaristi yang baku? Ataukah mau membuat ritus liar yang sulit dikendalikan?

Instruksi VI Redemptionis Sacramentum nomor 27 mengatakan: Sudah sejak tahun 1970, Takhta Apostolik memperingatkan bahwa semua eksperimen sekitar perayaan Misa Kudus harus berhenti, pernyataan ini diulangi dalam tahun 1988 maka baik Uskup-Uskup secara pribadi maupun Konferensi Uskup tidak mempunyai wewenang untuk mengizinkan eksperimen dengan teks-teks liturgi atau semua hal lain yang ditetapkan dalam buku-buku liturgi. Untuk eksperimen sejenis di masa mendatang, dibutuhkan izin dari Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen. Izin itu harus diberi secara tertulis dan permohonannya harus dimasukkan oleh Konferensi Uskup. Sesungguhnya permohonan yang demikian tidak akan dikabulkan tanpa alasan serius. Adapun kegiatan-kegiatan inkulturasi di bidang liturgi, hendaknya diperhatikan dengan teliti dan lengkap norma-norma khusus yang sudah ditetapkan.
  
Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Monsinyur Antonio Guido Filipazzi mengatakan: “Maka saya ingin mengingatkan kembali bahwa perlu kesetiaan terhadap petunjuk-petunjuk liturgi yang diberikan oleh Gereja. Secara khusus, para uskup dan imam, yakni para pelayan liturgi suci, bukan pemilik liturgi, maka mereka tidak boleh mengubahnya sesuka hati. Setiap orang beriman yang menghadiri liturgi di setiap gereja Katolik, mesti merasa bahwa dia sedang merayakan liturgi dalam kesatuan dengan seluruh Gereja, yakni Gereja masa lampau dan masa kini, serta seluruh Gereja yang tersebar di seluruh dunia, Gereja yang bersatu dengan penerus Petrus dan dipimpin oleh para uskup.”  

Paroki/stasi anda mengacu mana? Missale Romanum 2002 (TPE 2005) -Forma Ordinaria/Novus Ordo- atau Missale Romanum 1962 -Forma Ekstraordinaria/Tridentine- atau kebiasaan Missale Romonum (baca: penggunaan Missale Romanum yang suka-suka pastor paroki atau suka-suka umat, susunan liturgi diubah sana-sini, potong sana-sini, tambah ini-itu) Kalau paroki anda mengacu Missale Romanum 2002 atau 1962 tidak akan bingung ketika jabatan pastor paroki berganti orang. Baik Missale Romanum 2002 (Novus Ordo) maupun Missale Romanum 1962 (Tridentine) diakui oleh pihak otoritas Gereja di Vatikan. Paus Benediktus XVI melalui surat apostoliknya Summorum Pontificum tahun 2007 memberikan kemungkinan kepada perayaan misa dengan cara Misa Tridentine. Santo Yohanes Paulus II dalam surat Ensikliknya, Ecclesia de Eucharistia (2003) menegaskan, "mengabaikan norma-norma liturgi merupakan sikap yang meremehkan misteri iman kita: misteri ini terlalu agung untuk diperlakukan secara seenaknya. Perlu disesalkan bahwa, terutama di tahun- tahun setelah reformasi liturgi setelah Konsili Vatikan II, sebagai hasil dari rasa kreativitas yang tidak terbimbing dan adaptasi, terdapat banyak kasus pelanggaran (abuse) yang telah menjadi sumber penderitaan/ kesusahan bagi banyak orang. Reaksi menentang “formalisme” telah memimpin beberapa orang, terutama di daerah- daerah tertentu, untuk menganggap bentuk- bentuk yang dipilih oleh tradisi liturgi Gereja yang agung dan Magisteriumnya sebagai sesuatu yang tidak mengikat dan [mereka] memperkenalkan inovasi-inovasi yang tidak sah dan yang sering sama sekali tidak patut. 

Mgr. Ignatius Suharyo  saat berbicara dalam acara HUT ke-5 Inter Mirifica tahun 2013, dekrit Konsili Vatikan II yang membahas tentang komunikasi sosial serta HUT ke-25 SEKSAMA, sebuah perkumpulan penerbit Katolik mengatakan, “Tradisi yang dulu dipegang sekarang digoncang. Padahal, dalam Gereja Katolik salah satu tiang iman adalah tradisi. Itu artinya salah satu penyanggah iman kita sedang digoncang. Kalau dulu, Roma bicara, masalah selesai. Sekarang, Roma bicara, masalah muncul”
   
 Seharusnya kita sebagai umat Katolik mensyukuri sebab sudah sekian banyak orang kudus yang kini sudah masuk surga dahulu juga merayakan liturgi dengan ritus yang kita rayakan bersama. 


Baca:  Liturgi adalah doa resmi dan tindakan Gereja bukan Perayaan milik individu, Panggung Hiburan, sadarilah itu!


PERHATIAN:
Blog ini tidak ada afiliasi lagi dengan suatu paroki dan bukan milik paroki.
     

TANGGAPAN ATAS "Saya Ditegur Uskup"



Inilah tanggapan atas tulisan “Saya Ditegur Uskup” di  http://versodio.com/2015/05/27/saya-ditegur-uskup/. Pada hemat saya, beberapa pandangan dan asumsinya meleset. Tanggapan ini bukan polemik, tapi ajakan untuk mendudukkan perkara dengan jujur.

Tulisan diapit tiga tanda tanya tebal (??????) berasal dari blog tsb, selebihnya tanggapan saya.


1.
??? Itu pun simbolik: TPE diubah rumusannya, penghayatannya tetap legalistik dan klerikal. Padahal, persis itulah yang dikritik Yesus sekian ribu tahun yang lalu. [Ironis, bukan? Pengikut Yesus justru mempertahankan semangat legalistik dan klerikal yang dikritik oleh Yesus sendiri!] ???
***

“TPE diubah rumusannya”, itu fakta bahwa TPE (Tata Perayaan Ekaristi, Indonesia) dibarui tahun 2005, tepatnya pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 29 Mei. Selanjutnya: penghayatannya tetap legalistik dan klerikal. Penulis tidak menjelaskan apa arti “legalistik” dan “klerikal”. Maka, kita andaikan ia mengartikan secara lazim. Sederhananya, legalistik itu sifat taat hukum (lex) atau aturan; klerikal itu sifat terpusat pada kaum tertahbis (clerus): uskup, imam, diakon. Tampaknya, penulis memakai kedua istilah itu dalam arti negatif, dan memang lazimnya dimaknai negatif. Itu terbukti pada kalimat berikutnya: “semangat legalistik dan klerikal yang dikritik oleh Yesus sendiri!”

Bagaimana penulis menilai suatu “penghayatan”? Bagaimana ia sampai pada kesimpulan bahwa orang yang taat hukum pasti legalistik, dan yang terpusat pada kaum tertahbis pasti klerikal?


Penghayatan terjadi dalam batin, hampir dipastikan tak dapat diukur orang lain. Ketika penulis merumuskan “penghayatannya tetap legalistik dan klerikal”, ini sudah setengah menuduh. Mudahnya bicara: “Tahu dari mana?” Bukankah penghayatan itu batiniah? Perihal kedua mari kita urai. Orang taat hukum tidak selalu legalistik. Orang yang terpusat pada kaum tertahbis tidak selalu klerikal. Tuhan Yesus memang mengkritik semangat legalistik dan klerikal, tapi tidak mengkritik “ketaatan pada hukum”. Pertanyaan balik: “Apakah Tuhan Yesus itu legalistik dan klerikal dengan taat pada hukum?” Pada kenyataannya, Tuhan Yesus itu orang yang taat pada hukum, bahkan sangat taat. Tuhan Yesus baru mengkritik kalau ketaatan itu menjadi tidak masuk akal dan berlawanan dengan nilai kemanusiaan, contoh: larangan menyembuhkan orang sakit waktu Sabat. Jadi, Tuhan Yesus tidak mengkritik semua ketaatan pada hukum. Tuhan Yesus sendiri orang yang sangat taat pada hukum. Jangan lupa itu.


2.
??? … ini mau membangun suatu Gereja yang beriman atau bisnis musiman dengan pembenaran suci? ???
***

Dengan tersirat, penulis menganggap (setengah menuduh) penerbitan buku-buku TPE adalah “bisnis musiman dengan pembenaran suci”.

Apakah mendapat laba adalah tujuan penerbitan itu? Ataukah penerbitan itu mengabdi pada tujuan lain, yaitu penyediaan sarana ibadat?


Saya yakin, penerbitan buku-buku TPE bukan cara untuk mendapat untung. Justru Gereja yang beriman itulah yang dituju. Gereja beriman itu pasti Gereja yang berdoa. Penerbitan buku-buku TPE sesungguhnya membantu Gereja supaya bisa berdoa, dalam hal ini merayakan Misa. Lagipula, kalau diukur secara jujur antara kualitas cetakan dengan harga jual, tampak bahwa keuntungan bukan target yang dibidik. Anggapan penulis, pada hemat saya, gagal. Buktinya, sewaktu penulis (yang menyamakan dirinya dengan pelaku) mencetak sendiri buku TPE, tetap dibolehkan. Maka jelas bahwa itu bukan persoalan cetak-mencetak demi untung.

Problem baru muncul ketika cara mendoakan DSA (Doa Syukur Agung) tidak sesuai dengan rubrik TPE baru.


3.
??? … apa ya orang berdosa karena ikut mengucapkan sebagian kalimat dalam Doa Syukur Agung ya? Atau berdosakah orang yang menyanyikan salam damai? ???
***

Rasanya terlalu jauh menghubungkan cara mendoakan DSA dengan dosa. Perihalnya bukan dosa, melainkan Tradisi Suci Gereja Katolik. Tradisi Suci mengajarkan bahwa DSA adalah doa presidensial, doa yang diucapkan pemimpin, yaitu imam. Sudah sejak lama, Gereja Katolik melakukan cara itu. Sejak lama itu sejak kapan? Buku-buku liturgi tahun 1000-an menunjukkan bukti, bahkan jauh lebih tua lagi. Santo Yustinus Martir mencatat bagaimana orang Katolik zamannya merayakan Misa. Kapan itu? Tahun 155. Tua sekali bukan. Santo Yustinus mencatat: “Ia [pemimpin] mengambilnya [roti dan campuran air-anggur], melambungkan pujian dan syukur kepada Bapa… dan menyampaikan ucapan terima kasih…. Sesudah doa dan ucapan terima kasih itu selesai, seluruh umat yang hadir lalu mengatakan: Amin.”

Nah, jelas sekali bukan, sudah sangat lama Gereja Katolik mendoakan DSA persis seperti cara yang sekarang berlaku: imam berdoa, lalu umat menjawab amin. Keterangan Santo Yustinus tak terbantahkan. Ia mencatat tahun 155. Itu artinya peristiwa yang dicatat jauh lebih tua lagi. Itulah Tradisi Suci Gereja Katolik. Mengapa mau mengubah-ubah? Apakah itu buruk? Tidak. Apakah jahat? Tidak? Kalau tidak buruk dan tidak jahat, tetaplah demikian sebab itulah harta karun Gereja Katolik.


Lagipula, cara mendoakan DSA dengan umat “nimbrung” bukan cara universal dan kuno. Itu cara karangan orang Indonesia sebagai experimen, coba-coba sejak tahun 1979. Ketika disadari bahwa coba-coba keliru, apa bukan kewajiban kita melakukan yang benar? TPE 2005 sudah menetapkan apa yang benar dan menjadi Tradisi Gereja sejak zaman kuno. Pertanyaan balik: “Apa susahnya umat tidak ikut mendoakan DSA? Apa susahnya umat tidak menyanyikan Salam Damai?” Tidak satu pun susah dilakukan. Oh ya, tentang dilarangnya nyanyian Salam Damai, tentu ada maksud. Saat itu, Sang Kristus dalam wujud roti dan anggur Ekaristi sudah bertakhta di altar mulia. Mengapa “pecicilan” dengan serong kanan-kiri dan lari sana-sini untuk salam-salaman? Tuhan bertakhta di sini, hai halo, hai halo, hai halo….


4.
??? Memang betul Paus adalah pimpinan Gereja Katolik tertinggi, tetapi jabatan itu sebetulnya bersifat koordinatif. ???
***


Benarkah jabatan Paus bersifat koordinatif? Hukum Kanonik rupanya bicara lain. Saya bukan ahli hukum Gereja, tak akan bicara panjang tentang ini. Silakan saja buka kanon-kanon tentang Sri Paus dan Anda akan tahu kebenarannya.


5.
??? Akhirnya saya tarik kembali teks yang telah saya cetak sebagai counter terhadap perubahan TPE itu. ???
***


Apa alasan membuat “counter” atas perubahan TPE? Kalau alasannya soal cetak-mencetak berbiaya, mengapa pula mencetak sendiri? Kalau alasannya TPE baru salah, keliru, buruk, dan jahat, manakah bagian yang demikian? Kalau alasannya, TPE baru itu tidak sejalan dengan ajaran Gereja, manakah bagian yang begitu? Kalau penulis (saya tegaskan: “kalau”) dengan ringan mengatakan “apa perlunya TPE diubah?”, dengan sangat sederhana bisa dibalik “apa susahnya tidak berubah?” Justru yang harus dipertanyakan lebih lanjut adalah maksud dari “counter” itu. “Counter” terhadap hal yang baik, bukankah itu buruk, setidaknya kurang baik? Manakah, silakan tunjukkan, bagian dari TPE yang “buruk” atau “kurang baik”. Tidak ada? Kalau tidak ada, mengapa di-“counter”?


6.
??? Bukankah ini jelas-jelas mau menempatkan Roma sebagai pusat Gereja dan apa-apa saja mau dicocokkan dengan Roma sana? ???
***


Tanggapan sederhana: Kalau bukan Roma, manakah pusat Gereja Katolik Roma? Jelas sekali ‘kan namanya (kapital tebal agar jelas): GEREJA KATOLIK ROMA. Ritusnya Roma, pusatnya Roma. Apa-apa mau dicocokkan dengan Roma? Ya jelas, karena ritus yang dipakai Ritus Roma. Sejauh ini tidak ada Ritus Yogya, dan tidak ada Gereja Katolik Yogya. Gereja Katolik Timur (ritus-ritus Bizantin, Alexandria, Antiokhia, Armenia, dan Khaldea) tentu tidak perlu mencocokkan diri dengan Roma dalam hal ritus. Jelas sekali, Gereja Katolik di Indonesia beritus Roma, maka ya perlu dicocokkan dengan pusatnya. Sebagai catatan, Roma sebenarnya tidak “ganas-ganas” amat supaya cocok persis. Tidak. Ada banyak catatan dan kekecualian dan kelonggaran, tapi semuanya itu diatur, bukan semau udel sendiri. Mengapa diatur? Liturgi adalah doa Gereja, bukan doa si imam A atau B.


Masih ada hal-hal lain yang dibahas penulis. Isinya kurang lebih setengah tuduhan: Orang-orang seperti ini bisa masuk dalam hirarki dan mempraktikkan klerikalisme: semua harus tunduk pada tatanan ini. Di situ penulis membuat asumsi bahwa “yang taat hukum” pastilah klerikalis dan legalis. Apakah demikian? Rasa-rasanya penulis itu antipati dengan yang namanya “hukum”, dan buru-buru menghubungkan ketaatan pada hukum dengan “kehampaan”. Hukum, dalam hal ini hukum ibadat, dibuat dengan maksud, juga bukan “barang baru”. Seperti sudah saya tunjukkan, hukum ibadat dan tata cara doa dalam liturgi Gereja Katolik telah melalui waktu yang berabad-abad, bukan karangan sesaat, bukan comotan jahil, dan rajutan usil, melainkan kesinambungan Tradisi Suci yang terus terpelihara sejak zaman Para Rasul. Meski kuno, semua itu warisan leluhur iman. Ilustrasi: Tusuk konde dari emas yang tak banyak karatnya mengapa bisa diagung-agungkan? Karena tusuk konde itu warisan dari eyang leluhur sejak zaman Majapahit. Mau ditukar baru? Tentu tidak.

Hal terakhir: Apa benar yang paling pokok dalam Ekaristi “cuma” DSA? Ah, jangan mimpi di siang bolong, ah. Simaklah kesaksian Santo Yustinus yang ditulis tahun 155. Rupanya, bukan “cuma” DSA. Bacalah sendiri pada Katekismus Gereja Katolik no. 1345. Kalau baca secara jujur, Anda segera mengerti mengapa Misa kita begini dan begitu.

Akhirulkalam, tindakan besar-besaran yang mendesak perlu dilakukan tentang Misa adalah memberi umat pengajaran mengapa ini begini dan mengapa itu begitu, bukannya membuat “keonaran” yang tidak perlu, sok bikin-bikin Misa yang “asal beda”, tapi malah (agak menuduh) hampa makna. Yang diperlukan itu katekese, bukan “kate ente”. Syalom aleikhem.


R.D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Imam Gereja Katolik Ritus Roma
untuk Keuskupan Bandung


Perayaan Ekaristi: 12 Juni 2015 (Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus)

  
 
  
HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS

Jumat, 12 Juni 2015




RITUS PEMBUKA
        
LAGU PEMBUKA (PS 564) -berdiri-
    1. Yesus Tuhan, t'rimalah diri kami: jiwa dan raga dan seluruh hati, supaya kami hidup bagi-Mu, dan suka duka dalam nama-Mu; supaya kami hidup bagi-Mu dan suka duka dalam nama-Mu.
    3. Kuatkanlah dengan berkat dan rahmat, supaya kami pun selalu taat pada perintah dan amanat-Mu dan menghayati hidup bagi-Mu; pada perintah dan amanat-Mu dan menghayati hidup bagi-Mu.
    4. Yesus, Tuhan, di saat akhir nanti kami berharap Kau menyongsong kami untuk pergi ke rumah Bapa-Mu dan menerima kesukaan-Mu; untuk pergi ke rumah Bapa-Mu dan menerima kesukaan-Mu.
               

TANDA SALIB DAN SALAM -berdiri-

I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin
I. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita, Yesus Kristus, bersamamu.
U. Dan bersama rohmu
 
PENGANTAR  -berdiri-    
    
SERUAN TOBAT   (PS 351)
I. Hati Yesus, ungkapan cinta kasih ilahi kepada manusia.
K. Tuhan, kasihanilah kami.
U. Tuhan, kasihanilah kami.
I. Hati Yesus, puncak cinta kasih insani kepada Allah.
K. Kristus, kasihanilah kami
U. Kristus, kasihanilah kami
I. Hati Yesus, sumber kehidupan dan kesucian.
K. Tuhan, kasihanilah kami
U. Tuhan, kasihanilah kami.
   
I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U. Amin.
                          
MADAH KEMULIAAN (PS 352)
            
K. Kemuliaan kepada Allah di surga
U. dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
K. Kami memuji Dikau
U. Kami meluhurkan Dikau
K. Kami menyembah Dikau
U. Kami memuliakan Dikau
K. Kami bersyukur kepada-Mu, kar'na kemuliaan-Mu yang besar.
U. Ya Tuhan Allah, Raja surgawi, Allah Bapa yang mahakuasa
K. Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang tunggal,
U. Ya Tuhan Allah, Anak domba Allah, Putra Bapa.
K. Engkau yang menghapus dosa dunia
U. Kasihanilah kami
K. Engkau yang menghapus dosa dunia
U. Kabulkanlah doa kami
K. Engkau yang duduk di sisi Bapa,
U. Kasihanilah kami.
K. Kar'na hanya Engkaulah Kudus.
U. Hanya Engkaulah Tuhan
K. Hanya Engkaulah mahatinggi, ya Yesus Kristus
U. Bersama dengan Roh Kudus dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin. 
   
DOA PEMBUKA -berdiri-
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
I  Allah yang Mahakuasa, perkenankanlah kami untuk memuliakan Hati Putra-Mu, dan mengenang karya besar cinta kasih-Nya bagi kami. Jadikanlah kami layak untuk menimba anugerah yang mengalir secara berlimpah dari sumber ilahi itu. Dengan pengantaraan Kristus itu juga yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.

LITURGI SABDA
   
BACAAN I (Hos 11:1.3-4.8c-9)
      
"Hati-Ku berbalik dari segala murka."
          
L. Bacaan dari Nubuat Hosea:
            
Beginilah firman Tuhan, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir anak-Ku itu Kupanggil. Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Akulah yang menyembuhkan mereka. Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengambil kekang dari rahang mereka, yang membungkuk di hadapan mereka untuk memberi makan. Hati-Ku berbalik dari segala murka. Belaskasihan-Ku bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim lagi. Sebab Aku ini Allah, dan bukan manusia. Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.”
       
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
     
MAZMUR TANGGAPAN (PS 864 MT Yes 12:2-3.4bcd.5-6)
Ulangan: Tuhan, Dikaulah sumber air hidup   
Ayat oleh Pemazmur :
1. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka, kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.2. Pada waktu itu kami akan berkata, “Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!”3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!”
                                 
BACAAN II  (Ef 3:8-12.14-19) -duduk- 
  
            “Supaya kamu dapat memahami betapa tinggi dan dalamnya kasih Kristus.”
                     
L. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:
                                                                          
Saudara-saudara terkasih, aku ini yang paling hina di antara segala orang kudus. Tetapi kepadaku telah dianugerahkan kasih karunia untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus yang tidak terduga itu. Aku diutus menyatakan apa isi rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, pencipta segala sesuatu. Maksudnya supaya sekarang ini pelbagai ragam hikmat Allah diberitahukan oleh jemaat kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan menghadap kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. Itulah sebabnya, aku bersujud di hadapan Bapa, pokok segala keturunan di surga dan di bumi. Aku berdoa supaya seturut kekayaan kemuliaan-Nya, Ia menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu, Kristus diam di dalam hatimu, dan kamu berakar serta beralas dalam kasih. Aku berdoa supaya kamu bersama dengan semua orang kudus dapat memahami betapa lebar dan panjangnya, dan betapa tinggi dan dalamnya kasih Kristus; juga supaya kamu dapat mengenal kasih Kristus itu, sekalipun melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
                              
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
               
BAIT PENGANTAR INJIL (PS 957; 1Yoh 4:10b) -berdiri-
Ulangan: Alleluya
Ayat. Allah telah mendamaikan kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 

BACAAN INJIL (Yoh 19:31-37) -berdiri-
   
       "Lambung Yesus terbuka, dan mengalirlah darah serta air keluar."
                     
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes
U. Dimuliakanlah Tuhan.
I. Hari Yesus wafat adalah hari persiapan Paskah. Supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib, sebab Sabat itu adalah hari yang besar maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang yang disalibkan itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit, lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus. Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus, dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya. Tetapi salah seorang dari prajurit itu menikam lambung Yesus dengan tombak, dan segera mengalirlah darah serta air keluar. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberi kesaksian ini, dan kesaksiannya benar! Dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci, “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan” dan nas lain yang mengatakan, “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”
    
I. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
HOMILI -duduk-   
   
hening sejenak
     
SYAHADAT NIKEA-KONSTANTINOPEL  (bila dinyanyikan PS 374) -berdiri- 

(Umat berdiri, kata-kata yang dicetak miring diucapkan sambil membungkuk)

I + U. Aku percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari Terang,
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.

Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
kerajaan-Nya takkan berakhir.
aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra,
yang serta Bapa dan Putra,
disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
aku percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
aku mengakui satu pembaptisan
akan penghapusan dosa.
aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat. Amin.
     
   
DOA UMAT -berdiri-
  
I. Oleh karena kita ini kecil dan lemah, maka kita menyayangi dan menaruh hati kepada kita. Hal itu secara melimpah dinyatakan dalam diri Yesus, Putra-Nya. Maka kita berani memanjatkan doa kepada-Nya:

L.Bagi persatuan Gereja: Semoga Bapa menyingkirkan kiranya, keberatan-keberatan praktis yang tidak sedikit jumlahnya dan merintangi persatuan Gereja-gereja Kristus agar terlaksanalah harapan Putra-Nya akan satu kawanan dan satu gembala. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi perdamaian dan persahabatan bangsa-bangsa: Semoga Bapa mencurahkan cinta kasih-Nya kepada para bangsa agar mendasari hasrat dan usaha menggalang perdamaian dan persahabatan. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi mereka yang menempuh jalan kejahatan: Semoga Bapa mengembalikan mereka yang menempuh jalan kejahatan berkat kesaksian orang-orang yang penuh cinta kasih sehingga mereka menyadari betapa lemah lembut dan rendah hatilah Bapa kita. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi kita semua di sekeliling altar ini: Semoga Bapa menerangi kita agar kita makin meresapi kenyataan, bahwa barangsiapa tidak menaruh cinta kasih, itu mati di hadapan-Nya. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
 
I. Allah Bapa yang mahapengasih dan penyayang, pandanglah cinta kasih membara Putra-Mu, yang hati-Nya terluka oleh dosa kami. Kami mohon, sudilah menerima persembahan sebagai pepulih atas dosa kesalahan kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
   
LITURGI EKARISTI


A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
     
LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN   
                                                
umat berdiri ketika didupai
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa. -berdiri-
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I.  Ya Allah, pandanglah cinta yang tak terperikan dari Hati Putra-Mu yang terkasih. Semoga persembahan yang kami unjukkan ini Engkau terima dan mendatangkan pengampunan atas dosa-dosa kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
 
B. DOA SYUKUR AGUNG

  
PREFASI  (Kasih Kristus yang Tak Terhingga) -berdiri-
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita
U. Sudah layak dan sepantasnya.
I.   Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Bapa yang kudus, Allah yang Mahakuasa dan kekal: dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Berkat kasih-Nya yang tak terhingga, Ia telah menyerahkan diri bagi kami ketika Ia ditinggikan di kayu salib. Ia mengalirkan darah dan air dari lambung-Nya yang ditikam; dari situlah memancar sakramen-sakramen Gereja agar semua orang, yang ditarik kepada Hati Juru Selamat yang terbuka itu, senantiasa minum dari sumber-sumber keselamatan dengan gembira. Dari sebab itu, bersama para kudus dan semua malaikat kami memuji Dikau dengan tak henti-hentinya bernyanyi: 
       
KUDUS (PS 392)      

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga. 
                                   
DOA SYUKUR AGUNG II (umat berlutut/berdiri)
      
I. Sungguh kuduslah Engkau, ya Bapa, sumber segala kekudusan. Maka kami mohon: Kuduskanlah persembahan ini dengan daya Roh-Mu agar bagi kami menjadi Tubuh dan  Darah Putra-Mu terkasih Tuhan kami, Yesus Kristus.
  
I. Ketika akan diserahkan untuk menanggung sengsara dengan rela, Yesus mengambil roti, mengucap syukur kepada-Mu, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:  
 
Terimalah dan makanlah:  Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.
  
(Ketika Imam memperlihatkan Hosti Suci dengan mengangkatnya, Umat memandangnya. Ketika Imam meletakkan Hosti Suci dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat).
    
I. Demikian pula, sesudah perjamuan, Yesus mengambil piala. Sekali lagi Ia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
   
Terimalah dan minumlah: Inilah piala Darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.
        
(Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkatnya, Umat memandangnya. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat).
  
AKLAMASI ANAMNESIS

I. Setiap kali kita makan roti ini dan minum dari piala ini, kita menyatakan iman kita.
U. Wafat-Mu kami kenang, ya Tuhan yang bangkit mulia. Datanglah, umat-Mu menanti penuh iman dan harapan.

I. Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami mempersembahkan kepada-Mu, ya Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan. Kami bersyukur sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepada-Mu. Kami mohon agar kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.

I. Bapa, perhatikanlah Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi. Sempurnakanlah umat-Mu dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami ... dan Uskup kami ..., serta para imam, diakon, dan semua pelayan sabda-Mu.

I, Ingatlah akan saudara-saudari kami, kaum beriman, yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu. Terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.

I. Kasihanilah kami semua agar kami Engkau terima dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Maria, Perawan dan Bunda Allah, Santo Yusuf suaminya, bersama para rasul dan semua orang kudus, dari masa ke masa yang hidupnya berkenan di hati-Mu. Semoga kami pun Engkau perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu.

I. Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.
U. Amin.
  
(Apabila akhir Doa Syukur Agung ini dinyanyikan Imam, maka "Amin" dinyanyikan umat, lihat TPE hlm 57)
     
C. KOMUNI

  
BAPA KAMI (PS 402) -berdiri-

I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
I+U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
     
I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.
           

DOA DAMAI -berdiri-
I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin. 

I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
                 
ANAK DOMBA ALLAH (PS 413) -berdiri-
     
PERSIAPAN KOMUNI -berlutut/berdiri-

Ajakan menyambut Komuni
I. Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
    
KOMUNI                                  
  
LAGU KOMUNI -berlutut-
    
SAAT HENING -duduk-
  
DOA SESUDAH KOMUNI -berdiri-

I. Marilah kita berdoa:
I.  Ya Allah, semoga sakramen cinta kasih ini mengobarkan kasih suci dalam hati kami. Bantulah agar dalam kasih itu kami terus-menerus didekatkan kepada Kristus, Putra-Mu, dan mampu mengenali Dia dalam saudara-saudari kami. Dialah Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U. Amin. 
      

RITUS PENUTUP

  
BERKAT 
-berdiri-

I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
     
I. Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: (+) Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
  
PENGUTUSAN

  
I. Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah.
I. Marilah pergi, kita diutus!
U. Amin.
   
PERARAKAN KELUAR (PS 563)
1. 'Ku tahu, Tuhanku, Engkau milikku, Engkau pilihanku bahagia hatiku.
2. 'Ku tahu, Tuhanku, Engkau kawanku, Engkau sahabatku gembira hatiku.
3. 'Ku tahu, Tuhanku, Engkau guruku, Akulah murid-Mu 'kan patuh selalu.

Ulangan: Pengasih, penyayang, Juru s'lamatku, Yesus, kau kucinta, kini tekadku.
 
     
      

Perayaan Ekaristi: 6 - 7 Juni 2015 (Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus)

  
 
  
HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Sabtu-Minggu, 6 - 7 Juni 2015




RITUS PEMBUKA
        
LAGU PEMBUKA (PS 322) -berdiri-
Ulangan: Saudara, mari semua, hadaplah altar Tuhan kita. Sambut tubuh dan darah dari Putra Allah. Allelu, allelu, allelu, alleluya.
Ayat.
1. Kita adalah satu, ingin hidup yang baru, satu budi dan hati dalam Roh ilahi.
2. Satu dalam sabda-Nya: Kasihi sesamamu! Dalam suka dan duka kita satu padu. 
3. Satukanlah dunia, jadikan keluarga dalam cinta yang mesra agar bahagia.
               

TANDA SALIB DAN SALAM -berdiri-

I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin
I. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita, Yesus Kristus, bersamamu.
U. Dan bersama rohmu
 
PENGANTAR  -berdiri-    
    
SERUAN TOBAT   (PS 351)
I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki kami selalu mengenangkan Dikau dengan merayakan ekaristi.
K. Tuhan, kasihanilah kami.
U. Tuhan, kasihanilah kami.
I. Engkau menghendaki kami ikut serta dalam hidup, wafat dan kebangkitan-Mu dengan makan tubuh-Mu dan minum darah-Mu
K. Kristus, kasihanilah kami
U. Kristus, kasihanilah kami
I. Engkau menghendaki kami bersatu dengan Dikau dan bersatu pula satu sama lain dengan makan roti kehidupan dan minum darah keselamatan yang satu dan sama.
K. Tuhan, kasihanilah kami
U. Tuhan, kasihanilah kami. 

I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U. Amin.
                          
MADAH KEMULIAAN (PS 352)
            
K. Kemuliaan kepada Allah di surga
U. dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
K. Kami memuji Dikau
U. Kami meluhurkan Dikau
K. Kami menyembah Dikau
U. Kami memuliakan Dikau
K. Kami bersyukur kepada-Mu, kar'na kemuliaan-Mu yang besar.
U. Ya Tuhan Allah, Raja surgawi, Allah Bapa yang mahakuasa
K. Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang tunggal,
U. Ya Tuhan Allah, Anak domba Allah, Putra Bapa.
K. Engkau yang menghapus dosa dunia
U. Kasihanilah kami
K. Engkau yang menghapus dosa dunia
U. Kabulkanlah doa kami
K. Engkau yang duduk di sisi Bapa,
U. Kasihanilah kami.
K. Kar'na hanya Engkaulah Kudus.
U. Hanya Engkaulah Tuhan
K. Hanya Engkaulah mahatinggi, ya Yesus Kristus
U. Bersama dengan Roh Kudus dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin. 
   
DOA PEMBUKA -berdiri-
I. Marilah kita berdoa:
(hening sejenak)
I  Ya Allah, Putra-Mu telah meninggalkan kenangan akan wafat dan kebangkitan-Nya dalam sakramen yang mengagumkan ini. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati misteri kudus Tubuh dan Darah Putra-Mu sehingga kami senantiasa dapat menikmati buah penebusan-Nya. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.

LITURGI SABDA
   
BACAAN I (Kel 24:3-8)
      
"Inilah darah perjanjian yang diikat Allah dengan kamu!"
          
L. Bacaan dari Kitab Keluaran:
         
Ketika Musa turun Gunung Sinai, dan memberitahukan kepada bangsa Israel segala firman dan peraturan Tuhan, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak, “Segala firman yang telah diucapkan Tuhan itu, akan kami laksanakan!” Musa lalu menuliskan segala firman Tuhan itu. Keesokan harinya, pagi-pagi, didirikannya mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel. Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel mempersembahkan kurban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai kurban keselamatan kepada Tuhan. Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu; sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu. Lalu diambilnya kitab perjanjian itu dan dibacakannya, dan bangsa itu mendengarkan. Lalu mereka berkata, “Segala firman Tuhan akan kami laksanakan dan kami taati!” Kemudian Musa mengambil darah itu dan memercikkannya kepada bangsa itu seraya berkata, “Inilah darah perjanjian yang diikat Tuhan dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.”
       
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
MAZMUR TANGGAPAN (PS 856; Mzm 116:12-13.15.16b-18; Ul: lh. 1Kor 10: lh.16)
Ulangan:

 
Ayat oleh Pemazmur :
1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan, segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan, kematian semua orang yang dikasihi-Nya, Ya Tuhan, aku hamba-Mu, aku hamba-Mu, anak sahaya-Mu, Engkau telah melepaskan belengguku.
3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.
                                 
BACAAN II  (Ibr 9:11-15) -duduk-
           
"Darah Kristus akan menyucikan hati nurani kita."
                     
L. Bacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:
                                                                          
Saudara-saudara terkasih, Kristus telah datang sebagai Imam Agung demi kesejahteraan masa yang akan datang; Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan lebih sempurna, yang bukan buatan tangan manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat pelunasan yang kekal. Sebab, jika darah domba dan lembu jantan dan percikan abu lembu muda mampu menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang atas dorongan Roh Abadi telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tidak bercacat; betapa darah ini akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. Karena itu Kristus adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
                              
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
               
SEKUENSIA: MADAH EKARISTI
(PS 556)  -duduk-
1. Sion, puji Penyelamat, Sang Pemimpin dan Gembala dalam kidung pujian.
2. Pujilah sekuat hati, kar'na Dia melampaui puji yang kaulambungkan.
3. Hari ini yang tersaji: Roti Hidup yang dipuji, sumber hidup yang kekal.
4. Itulah yang dihidangkan bagi para rasul Tuhan: Tak perlu diragukan.
5. Lihat Roti malaikat, jadi boga peziarah: sungguh itu roti putra, anjing jangan diberi.
6. Inilah yang dilambangkan waktu Ishak dikurbankan: Domba Paskah disajikan, dan manna dihujankan.
7. Yesus, Roti yang sejati, Kau Gembala murah hati, s'lalu lindungilah kami, dan tunjukkan pada kami bahagia yang kekal.
8. Dikau Allah mahakuasa, bimbing kami, insan fana, undang kami dalam pesta, dan jadikan kami warga umat kudus bahagia. Amin. Alleluya.

   
BAIT PENGANTAR INJIL (PS 953) -berdiri-

BACAAN INJIL (Mrk 14:12-16, 22-26) -berdiri-
   
       "Inilah Tubuh-Ku, inilah Darah-Ku."
                     
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus
U. Dimuliakanlah Tuhan.
I. Pada hari pertama Hari Raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid berkata kepada Yesus, “Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Lalu Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, “Pergilah ke kota! Di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia, dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Guru berpesan, ‘Di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama dengan murid-murid-Ku? Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!’” Maka berangkatlah kedua murid itu. Setibanya di kota, mereka dapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, membagi-bagi roti itu lalu memberikannya kepada para murid, seraya berkata “Ambillah, inilah Tubuh-Ku!” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur, lalu memberikannya kepada para murid, dan mereka semua minum dari cawan itu. Dan Yesus berkata kepada mereka, “Inilah Darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak lagi akan minum hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya yang baru, yaitu dalam Kerajaan Allah.” Sesudah menyanyikan lagu pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.
    
I. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
HOMILI -duduk-   
   
hening sejenak
     
SYAHADAT NIKEA-KONSTANTINOPEL  (bila dinyanyikan PS 374) -berdiri- 

(Umat berdiri, kata-kata yang dicetak miring diucapkan sambil membungkuk)

I + U. Aku percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari Terang,
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.

Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
kerajaan-Nya takkan berakhir.
aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra,
yang serta Bapa dan Putra,
disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
aku percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
aku mengakui satu pembaptisan
akan penghapusan dosa.
aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat. Amin.
     
   
DOA UMAT -berdiri-

I.  Allah menyediakan rezeki bagi kita, dan selalu menyapa serta memperhatikan kita masing-masing. Maka, marilah kita berdoa kepada Allah di surga.

L. Bagi seluruh kaum beriman: Semoga Bapa menerangi kita agar perjamuan ekaristi yang setiap kali kita rayakan, memberi kekuatan nyata kepada umat-Nya untuk meningkatkan pengabdian kepada-Nya serta sesama. Marilah kita mohon...
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
   
L. Bagi keadilan dan kerukunan: Semoga Bapa membimbing semua orang yang berkumpul di sekitar altar ini seturut kemampuannya giat mengusahakan keadilan dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi sanak saudara yang sedang menghadapi ajalnya: Semoga Bapa menghibur sanak saudara kita yang sedang menghadapi ajalnya, masih diperkenankan menyambut tubuh Kristus sebagai bekal serta jaminan kebangkitan. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L. Bagi kita semua: Semoga Bapa membimbing kita agar semakin mencintai Ekaristi, tekun mengikuti perayaan Ekaristi sepenuh hati, dan rajin menghayati doa-doa devosi Ekaristi bagi kekuatan kita untuk berbuat baik dan hidup suci. Marilah kita mohon....
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
      
I. Allah Bapa yang Mahakudus, inilah roti anggur, sari gandum dan sari buah anggur, satu-satunya persembahan Gereja-Mu. Kami mohon, semoga karenanya kami rukun dan bersatu. Berikanlah kepada kami, damai dan sukacita-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.   
LITURGI EKARISTI


A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
     
LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN (PS 376)
 
1. Tuhan, ambil hidupku dan kuduskan bagi-Mu; waktuku pun pakailah memuji-Mu s'lamanya.
2. Tanganku gerakkanlah, kasih-Mu pendorongnya, dan jadikan langkahku berkenan kepada-Mu.
3. Buatlah suaraku hanya mengagungkan-Mu dan sertakan lidahku jadi saksi Injil-Mu.
4. Harta kekayaanku jadi alat bagi-Mu; akal budi dan kerja, Tuhan, pergunakanlah!
5. Kehendak-Mu sajalah dalam aku terjelma; jadikanlah hatiku jadi saksi Injil-Mu.
6. Limpah ruah kasihkukuserahkan pada-Mu: dirku seutuhnya milik-Mu selamanya.    
                                                
umat berdiri ketika didupai
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa. -berdiri-
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I.  Ya Allah, anugerahilah Gereja-Mu persatuan dan damai yang dalam kurban persembahan ini dihadirkan secara tersembunyi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
 
B. DOA SYUKUR AGUNG

  
PREFASI  (Ekaristi I) -berdiri-
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita
U. Sudah layak dan sepantasnya.
I.  Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab ketika mengadakan perjamuan terakhir dengan murid-murid-Nya, Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai Anak Domba tak bernoda dan sebagai kurban pujian sempurna yang berkenan pada-Mu. Kurban salib yang membawa keselamatan itu kami kenangkan untuk selama-lamanya. Dalam perayaan suci ini, ya Bapa, umat kudus-Mu dikuatkan dan disucikan supaya bangsa manusia yang mendiami satu bumi ini diterangi oleh satu iman dan disentosakan oleh satu ikatan cinta kasih. Maka kami pun mengambil bagian dalam perjamuan agung ini supaya memperoleh kasih karunia-Mu yang menjadikan kami manusia baru. Dan bersama semua penghuni surga kami mewartakan keagungan-Mu dengan bernyanyi:
    
KUDUS (PS 392)      

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga. 
                                   
DOA SYUKUR AGUNG I (umat berlutut/berdiri)
      
I. Ya Bapa yang mahamurah, dengan rendah hati kami mohon demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami: Sudilah menerima dan memberkati (+) pemberian ini, persembahan ini, kurban kudus yang tak bernoda ini. Kami mempersembahkan kepada-Mu pertama-tama untuk Gereja-Mu yang kudus dan katolik. Semoga Engkau memberikan kepadanya damai, perlindungan, persatuan, dan bimbingan di seluruh dunia bersama hamba-Mu Paus kami... dan Uskup kami ... serta semua orang yang menjaga dan menumbuhkan iman katolik, sebagaimana kami terima dari para rasul.
  
I. Ingatlah, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu... yang meminta doa kami; dan semua orang yang berhimpun di sini, yang iman dan baktinya Engkau kenal dan Engkau maklumi; bagi mereka, kurban ini kami persembahkan kepada-Mu. Ingatlah juga akan mereka yang mempersembahkan kepada-Mu kurban pujian ini bagi dirinya sendiri dan bagi kaum kerabatnya untuk penebusan jiwa mereka, untuk keselamatan dan kesejahteraan yang mereka harapkan dari-Mu, ya Allah yang benar, hidup dan kekal.
  
Communicantes
 
Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami mengenang dan menghormati: terutama Santa Maria, tetap perawan mulia, Bunda Yesus kristus, Tuhan dan Allah kami,

Santo Yusuf, suaminya, serta para rasul dan para martir-Mu yang bahagia, Petrus dan Paulus, Andreas (Yakobus dan Yohanes, Tomas, Yakobus dan Filipus, Bartolomeus dan Matius, Simon dan Tadeus: Linus, Kletus, Klemens dan Sikstus, Kornelius dan Siprianus, Laurensius dan Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu. Atas jasa dan doa mereka, lindungilah dan tolonglah kami dalam segala hal. Demi Kristus, Tuhan kami.
U.Amin.
 
I. Maka kami mohon, ya Tuhan, sudilah menerima persembahan kami, hamba-hamba-Mu, dan persembahan seluruh keluarga-Mu ini: bimbinglah jalan hidup kami dalam damai-Mu, luputkanlah kami dari hukuman kekal dan terimalah kami dalam kawanan para pilihan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.   
U. Amin. 
       
 I. Ya Allah, kami mohon, sudilah memberkati dan menerima persembahan kami ini sebagai persembahan yang sempurna, yang benar, dan yang berkenan pada-Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus.

Putra Altar membunyikan lonceng/gong.

I. Pada hari sebelum menderita Ia mengambil roti dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia, dan sambil menengadah kepada-Mu, Allah Bapa-Nya yang mahakuasa, Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:

Terimalah dan makanlah: 
Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.

(Ketika Imam memperlihatkan Hosti Suci dengan mengangkat-Nya. Umat memandang-Nya. Ketika Imam meletakkan Hosti Suci dan berlutut. Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat.)
 
Demikian pula, sesudah perjamuan, Ia mengambil piala yang luhur dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia. Sekali lagi Ia mengucap syukur dan memuji Dikau lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
Terimalah dan minumlah: Inilah piala Darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.

(Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkat-Nya. Umat memandang-Nya. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut. Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat.)
    
ANAMNESIS  
I. Sungguh agung misteri iman kita
U. Tuhan, penebus dunia, dengan salib dan kebangkitan-Mu, Engkau membebaskan manusia. Selamatkanlah kami umat-Mu.

I. Oleh karena itu, ya Bapa, kami, hamba-Mu, dan juga umat-Mu yang kudus mengenangkan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami: penderitaan-Nya yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan juga kenaikan-Nya yang mulia ke surga. 
Dari anugerah-anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami, ya Allah, yang mahamulia, kami mempersembahkan kepada-Mu, kurban yang murni, kurban yang suci, kurban yang tak bernoda, roti suci kehidupan abadi dan piala keselamatan kekal.

Sudilah memandang persembahan ini dengan hati yang rela dan wajah berseri; dan sudilah menerimanya seperti Engkau berkenan menerima persembahan hamba-Mu Habel dan kurban leluhur kami Abraham dan seperti Engkau berkenan menerima kurban suci dan tak bernoda yang dipersembahkan kepada-Mu oleh Melkisedek, Imam Agung-Mu.

I. Kami mohon kepada-Mu, ya Allah yang mahakuasa: utuslah malaikat-Mu yang kudus mengantar persembahan ini ke altar-Mu yang luhur, ke hadapan keagungan ilahi-Mu, agar kami semua yang mengambil bagian dalam perjamuan ini, dengan menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu, dipenuhi dengan segala berkat dan rahmat surgawi. Demi Kristus, Tuhan kami.
U.Amin.
  
I. Ingatlah juga, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu..... dan ..... yang telah mendahului kami dengan meterai iman dan beristirahat dalam damai. 
I. Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, perkenankanlah mereka dan semua orang yang telah beristirahat dalam Kristus mendapatkan kebahagiaan, terang dan damai. Demi Kristus, Tuhan kami. 
U. Amin. 

I. Perkenankanlah juga kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa ini, yang berharap atas kerahiman-Mu yang melimpah, mengambil bagian dalam persekutuan dengan para rasul dan para martir-Mu yang kudus: dengan Yohanes Pembaptis, Stefanus, Matias dan Barnabas, (Ignasius dan Aleksander, Marselinus dan Petrus, Felisitas dan Perpertua, Agata, dan Lusia, Agnes, Sesilia, dan Anastasia) dan semua orang kudus-Mu: perkenankanlah kami menikmati kebahagiaan bersama mereka, bukan karena jasa-jasa kami, melainkan kelimpahan pengampunan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.

I. Dengan pengantaraan Dia, Engkau senantiasa menciptakan menguduskan, menghidupkan, memberkati, dan menganugerahkan segala yang baik kepada kami.

I. Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa, - dalam persekutuan Roh Kudus, segala hormat dan kemulaan sepanjang segala masa.
U.Amin.
  
(Apabila akhir Doa Syukur Agung ini dinyanyikan Imam, maka "Amin" dinyanyikan umat, lihat TPE hlm 57)
     
C. KOMUNI

  
BAPA KAMI (PS 402) -berdiri-

I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
I+U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
     
I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.
           

DOA DAMAI -berdiri-
I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin. 

I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
                 
ANAK DOMBA ALLAH (PS 413) -berdiri-
     
PERSIAPAN KOMUNI -berlutut/berdiri-

Ajakan menyambut Komuni
I. Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
    
KOMUNI                                  
  
LAGU KOMUNI 1 (PS 427) -berlutut-


LAGU KOMUNI 2 (PS 431; bds. Yoh 6:41.51.55-56)

Ulangan: Siapa yang makan Tubuh-Ku dan minum Darah-Ku memiliki hidup abadi
1. Aku ini Roti yang hidup, yang turun dari surga.
2. Barangsiapa makan roti ini akan hidup selama-lamanya.
3. Dan Roti yang akan Kuberikan ialah Tubuh-Ku untuk kehidupan dunia ini.
4. Barangsiapa tidak makan Tubuh Putra Manusia dan tidak minum Darah-Nya, tak'kan memiliki hidup di dalam dirinya.
5. Barangsiapa makan Tubuh-Ku dan minum Darah-Ku, akan tinggal dalam diri-Ku dan aku pun dalam dirinya.
        
LAGU KOMUNI 3 (PS 428)
Ulangan: Tuhan, Kausatukan kami dalam perjamuan-Mu. Dengan makan roti ini kami pun bersaudaralah.

1. Pesta Kauselenggarakan, Kausebarkan undangan. Yang serta dalam perjamuan akan hidup kekal bagai yang Engkau janjikan pada para rasul-Mu. Dan kami percaya tulus hati Dikau tak ingkar janji.
2. Kala Kauserahkan roti pada para murid-Mu, Engkau nyatakan penuh cinta: T'rimalah hidup-Ku. Itulah tanda cinta-Mu bagi kami umat-Mu. Kini kami satu dengan Dikau 'kan mengabdi saudara.
  
SAAT HENING -duduk-
  
DOA SESUDAH KOMUNI -berdiri-

I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa Yang Mahaagung, kami bersyukur, karena kami Kauperkenankan menyebut nama-Mu dan karena Engkau berkenan tinggal bersama kami dalam diri Yesus Putra-Mu, yang telah mengorbankan diri demi kebahagiaan kami. Kami bersyukur pula karena Roh-Nya telah menjaga kehidupan kami untuk menghuni dunia ini dalam cinta kasih. Dampingilah kami dengan cinta kasih-Mu, agar hidup kami selalu terarah kepada-Mu, sumber kebahagiaan sejati kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin. 
 

      Sangat dianjurkan agar pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini diadakan Pujian kepada Sakramen Mahakudus atau Adorasi Ekaristi. Bila diadakan langsung sesudah perayaan Ekaristi, pentakhtaan Sakramen Mahakudus diadakan setelah Doa sesudah Komuni (dan pengumuman).
 
RITUS PENUTUP

  
BERKAT 
-berdiri-

I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu
     
I. Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: (+) Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
  
PENGUTUSAN

  
I. Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah.
I. Marilah pergi, kita diutus!
U. Amin.
   
PERARAKAN KELUAR (PS 695)
                 
1.  Aku dengar bisikan suara-Mu, menggema lembut di dalam batinku, "Sungguh engkau sahabat-Ku, jikalau engkau menaati perintah-Ku.
2. "Bukanlah engkau yang memilih-Ku, melainkan Aku yang memilihmu. Kini Aku serahkan tugas, supaya engkau menghasilkan buah limpah.
3. "Jangan bimbang dan ragu hatimu, yakinlah Aku hadir di sampingmu. Wartakan ke s'luruh dunia: Aku datang membawa makna kehidupan.
1-3. Pergilah dan sebarkanlah kabar sukacita-Ku sampai akhir zaman aku sertamu."