Social Icons

Benarkah Yesus dan Roh Kudus lupa?

"Menyimak maraknya aliran-aliran (gereja) yang didirikan oleh oknum-oknum tertentu atas nama YESUS, aku heran dan bertanya: "Apakah Yesus dan Roh Kudus lupa untuk memerintahkan orang-orang suci seperti Bunda Teresa dari Kalkuta atau Paus Yohanes Paulus II untuk mendirikan Gereja baru kalau memang Gereja Katolik itu telah melenceng dari maksud Yesus, Sang Pendiri Gereja?"

Ingat bahwa karisma pribadi seseorang seharusnya disumbangkan demi Gereja dan bukan untuk mendirikan gereja baru atas nama Yesus. Karisma itu akan berguna dan benar bila disertai dengan KETAATAN kepada Bunda Gereja.

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

RD. Inno Ngutra

Bahan Katekese Iman Katolik: Kitab Suci Orang Kristen

Oleh: RD. Inno Ngutra

Pengantar

Banyak orang skarang ini mendirikan gerejanya berdasarkan KITAB SUCI. Pertanyaan muncul: SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN KITAB SUCI? APAKAH KITAB SUCI MENCIPTAKAN GEREJA ATAU GEREJALAH YANG MENCIPTAKAN KITAB SUCI? Smakin bingung kan? Walaupun topiknya lumayan sulit untuk dipahami, tapi lebih baik tahu daripada tidak sama skali.

Terhadap pertanyaan utama: "SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN KITAB SUCI" memang rasanya sulit untuk dipahami. Karena itu, mungkin kita bisa merumuskan seperti ini; ATAS JASA SIAPAKAH TULISAN-TULISAN BERSERAKAN ITU DIKUMPULKAN MENJADI KITAB SUCI SEPERTI YANG KITA MILIKI SKARANG INI?

1. KITAB SUCI BUKANLAH SATU-SATUNYA SUMBER IMAN
Dengan judul ini saja, kita sudah berseberangan dengan keyakinan saudara/ri kita Protestan, yang inti ajarannya adalah "SOLA SCRIPTURA" (Hanya Kitab Suci saja). Namun, saya tidak mau berpolemik tentang keyakinan yang berbeda seperti ini. Apa yang saya jelaskan adalah soal kelogisan berpikir dan keyakinan akan kebenaran yang tertulis berdasarkan sejarahnya.
Jesus selama hidup-Nya di dunia ini tak pernah menyebutkan tentang sebuah Kitab Suci (dalam arti keharusan adanya sebuah Kitab Suci seperti TAURAT dalam Agama Yahusi). Benar kan? Dia tidak pernah memerintahkan para Rasul-Nya untuk percaya kepada sebuah buku. Demikian pun IA tak pernah memerintahkan para murid-Nya untuk menuliskan sebuah buku. Karena itu, sewaktu hidupnya para Rasul, harus diakui bahwa tidak ada yang namanya KITAB SUCI. Dengan kata lain, kita bisa menyimpulkan bahwa Yesus tak pernah membangun gereja-Nya di atas dasar sebuah Kitab/Buku sebagai dasar iman, tetapi Ia membangun sebuah Gereja sebagai pilar dan dasar dari sebuah kebenaran. (2 Tim 3:15). Dan Dia tidak pernah berjanji sebuah buku/Kitab melaikan Diri-Nya sendiri akan selalu beserta Gereja-Nya sampai akhir zaman (Mat.12:15) dan Roh Kudus akan memimpin para rasul dan para pengganti mereka sampai kepenuhan kebenaran yakni setelah Ia naik ke Surga (Yoh.14:16-17).

2. TRADISI DAN KITAB SUCI

Pada awal gereja di mana Kitab Suci belum ada, umat Kristen percaya pada pengajaran para Rasul, yang menjadi dasar iman mereka, yang mana disebut oleh gereja sebagai "TRADISI SUCI." Hal ini bisa dilihat dalam Mat.15:6-9. Sedangkan istilah-istilah seperti Tritunggal, Api Penyucian dan lain-lain berasal dari surat-surat para bapa Gereja yang kemudian dikuatkan oleh isi Kitab Suci kelak.

Tentang pentingnya tradisi dalam gereja bisa dibaca dalam 2 Tesalonika 2:15; "Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis." Atau dalam 1Kor 11:2: "...kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepdamu.

Dengan penjelasan ini maka kiranya menjadi jelas bahwa ; Pertama, Kitab Suci adalah sebuah TRADISI. Kitab Suci bukanlah sesuatu yang diturunkan oleh Allah sebagai sebuah buku melainkan berupa inspirasi yang menggerakan para penulis menuliskan apa yang mereka alami. Kedua, tradisi lisan maupun tulisan tetap penting dalam membangun iman umat.

3. ALASAN TULISAN-TULISAN DIKUMPULKAN MENJADI KITAB SUCI.

Pada masa awal Gereja, terdapat sekitar lebih dari 50 Injil, yang termasuk 4 Injil yang kita kta dalam Kitab Suci sekarang ini (Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes). Selain itu, ada juga Injil lain seperti Injil Yakobus, Injil Thomas, Injil Ibrani, dll. Ada juga 22 buku Kitab lain, Kisah Para Rasul, Kisah Paulus, dan lain sebagainya. Banyaknya Kitab2 Injil ini semakin membingungkan umat gereja perdana. Di antara Injil dan Kitab2 itu ada juga yang isinya sangat bertentangan dengan ajaran Para Rasul, seperti ajaran Arius yang mengatakan bahwa Jesus bukan Allah, Apolinarius; Yesus bukan manusia, Macedonius; Roh Kudus bukan Allah. Kenyataan ini sungguh sangat memprihatinkan umat terutama dalam usaha untuk mengembangkan kehidupan iman mereka.
 
Menghadapi tantangan-tantangan nyata seperti Gereja Katolik memutuskan untuk menyeleksi beberapa Kitab yang menunjukkan keaslian pada ajaran para Rasul dan yang betul-betul penuh inspirasi. Inilah yang nantinya disebut Kanon (sarana untuk mengukut keaslian dan kebenaran Kitab Suci). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa INJIL DATANG DARI GEREJA DAN BUKAN GEREJA DATANG DARI INJIL (Inilah jawaban atas tulisan di statusku di atas).
    
Sekedar sebagai kesaksian bahwa banyak orang Protestan akhirnya kembali kepada pangkuan Gereja Katolik setelah menyadari akan kebenaran cerita tentang Kitab Suci. Ini bukan terjadi karena mereka cuma belajar tentang Kitab Suci sendiri tetapi mereka belajar tentang sejrah terbentuknya Kitab Suci, yang merupakan hasil kerja kerasa Gereja Katolik. Dalam konteks ini, kita bisa mengatakan bahwa TANPA GEREJA KATOLIK, PASTI KITA TIDAK MEMILIKI KITAB SUCI SEPERTI YANG ADA SEKARANG INI.

4. GEREJA KATOLIK-LAH YANG MENGUMPULKAN TULISAN-TULISAN YG BERSERAKAN DAN MENJADIKANNYA KITAB SUCI SEPERTI YANG SEKARANG INI.
   
Berawal dari Melito, Uskup dari Sardis (tahun 170 SM) yan gmencoba untuk memliki sebuah kanon tentang Kitab Suci Perjanjian Lama, namun karena ada kesulitan dalam daftar besar kitab2 yang beredar pada waktu itu maka usaha ini tidak berjalan dengan lancar.
     
Konsili Gereja di Laodicea, dengan izin Paus di Roma mencoba memproduksi kanon Kitab Suci. Tapi usaha ini pun hanya berkembang sebatas Paus Damasus. Di bawah kepemimpinannya, Ia memerintahkan St.Jerome menterjemahkan Kitab Suci dari bahasa aslinya ke dalm bahasa Latin (bahasa resmi dalam gereja waktu itu).

Dengan kuasa yang dimilik oleh Paus, ia kemudian menerima Injil Lukas dan digabungkan dengan ketiga Injil lain dengan alasan bahwa dalam Injil Lukas terekam lengkap kisah kanak-kanak Yesus, terutama dalam hubungan dengan Santa Perawan Maria. Lukas jugalah yang untuk pertama kalinya melukis gambar Bunda Maria dengan Yesus, yang sampai saat ini masih tersimpan di Gereja Basilika Santa Maria major di Roma. Injil Matius berisi ide jelas tentang kuasa mengajar Petrus dan gereja yang dibangun di atasnya. Injil Yohanes digunakan oleh orang Kristen perdana untuk mempertahankan imannya, terutama dalam hubungan dengan Sakramen Ekaristi sebagai Tubuh dan Darah Yesus. Injil Markus juga memberikan gambaran yang jelas tentang kuasa St. Petrus untuk memimpin gereja yang didirikan oleh Yesus, dan kuasa ini sampai saat ini masih dijalankan oleh para penggantinya, yakni Paus di Roma.

5. TIDAK ADA KITAB SUCI TANPA GEREJA.
   
Dari berbagai penjelasan di atas, kita lalu sampai pada kesimpulan logis bahwa "TIDAK ADA KITAB SUCI TANPA GEREJA KATOLIK". GEREJA KATOLIKLAH YANG MENGADAKAN KITAB SUCI, yang skarang malah diklaim oleh banyak orang sebagai miliknya, dan lebih parah lagi jika mereka berani mengatakan bahwa mereka LEBIH BENAR, LEBIH TAHU tentang Kitab Suci daripada Gereja Katolik. Ini sungguh sebuah lawak yang tidak lucu.

Dengan demikian, bagi mereka yang menyangkal tradisi, kuasa mengajar dan memimpin PAUS dan cuma percaya pada pewahyuan selalu mempertanyakan keabsahan Kitab Suci. Ini yang harus kita sadari bahwa ketika kita menyebut Injil Lukas, Injil Markus, dll. bukan berarti bahwa Kitab Suci sungguh ditulis oleh mereka. Kepercayaan ini berdasar pada tradisi gereja. Karena itu, isi Kitab Suci sendiri merupakan kumpulan dari tulisan2 mereka yang menjadi saksi bukan hanya sebagai Rasul tetapi sebagai murid dari para rasul seperti Lukas dan Markus. Kedua penulis ini bukanlah tergabung dalam kelompok 12 Rasul. Mereka adalah murid dari Petrus dan Paulus.
   
Karena itu, perjuangan untuk memasukan sebuah kitab/Surat dalam Kitab Suci sungguh memakan waktu dan pertimbangan yang matang dari sisi pewahyuan dan isinya yang mendukung perkembangan iman umat, seperti misalnya; Kitab Wahyu. Kitab ini awalnya tidak diterima oleh umat kristen perdana. Tapi hanya karena keputusan dari PAUS yang mempertimbangkan bahwa isi kitab ini dapat membantu umat dalam mengenal dan mengimani Allah, maka akhirnya kitab wahyu termaktub dalam Kitab Suci seperti sekarang ini. Kuasa Paus untuk menentukan ini berdasar pada Mat.28:20; Ajarilah mereka tentang segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan, lihatlah, Aku akan menyertaimu sampai akhir zaman. (kamu di sini adalah para rasul dibawa komando Petrus sebagai pemimpin resmi yang diangkat oleh Yesus).

Menjadi sebuah kebenaran bahwa segala sesuatu yang diperbuat oleh para rasul dan para bapa gereja perdana tidak tertulis dalam Kitab Suci. Kitab Suci sendiri mengakuinya itu dalam Yoh.21:25; "Masih ada banyak hal lain yang diperbuat oleh Yesus, tetpi jika semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu." Karena itu, mereka yang percaya bahwa kebenaran hanya terdapat dalam Kitab Suci membuat sebuah kontradiksi besar dalam hidup mereka, ketika mereka menerima pewahyuan lewat pemimpin gereja mereka sebagai kebenaran. Bukankah apa yang diwahyuhkan kemudian TIDAK TERTULIS dalam Kitab Suci? Mengapa mereka harus mengakuinya? Gereja Katolik telah melihat kemungkinan bahwa Allah akan terus bekerja dalam setiap generasi sampai akhir zaman. Karena itu, kebenaran dalam Kitab Suci tak pernah disangkal, tetapi pewahyuan atau apa yang dilestarikan dalam tradisi gereja juga dipercaya datang dari Allah.

PENUTUP
 
Di balik segala kelemahan dan kekurangan Gereja, terutama lewat pemimpin-pemimpinnya, kita tidak bisa membuatnya menjadi alasan untuk meninggalkan Gereja Katolik, apalgi untuk membenci. Gereja Katolik adalah gereja yang didirikan oleh Yesus sendiri di atas dasar Petrus sebagai lambang kesatuan para rasul yang lain. Para rasul yang lain, seperti Yakobus, Matius, Tadeus, dll. bahkan murid kesayangan Yesus, Yohanes, tak pernah mendirikan sebuah gereja baru karena kuasa yang diberikan kepada mereka. Walaupun berbebda pendapat atas banyak hal tapi mereka tetap percaya kepada Petrus sebagai pemimpin resmi mereka, yang diangkat sendiri oleh Yesus. Bahkan di zaman Paulus yang mendapatkan pewahyuan luar biasa dari Yesus, bahkan disebut rasul bagi bangsa2 lain pun tetap mengakui Petrus sebagai pemimpinnya karena hak yang diberikan oleh Yesus kepada Petrus sendiri secara khusus.

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Rinnong - Duc in Altum***

Bulan Kitab Suci Nasional 2014, Keluarga Beribadah Dalam Sabda

Gagasan Pendukung Bulan Kitab Suci Nasional Tahun 2014
Tema: Keluarga Beribadah Dalam Sabda 

“Ibu-ibu, benarkah anda mengajarkan doa-doa Kristiani kepada anak-anak anda? Benarkah anda, bersama dengan para imam, menyiapkan mereka untuk menyambut sakramen sakramen, yang mereka terima selagi masih muda: sakramen Tobat, Komuni, dan Krisma? Benarkah anda mendorong mereka, kalau sedang sakit, untuk mengenangkan Kristus yang menderita sengsara, untuk memohon pertolongan kepada Santa Perawan Maria dan para kudus? Apakah anda bersama mendoakan Rosario keluarga? Dan anda, bapak-bapak, benarkah anda berdoa bersama dengan anak-anak anda, dengan seluruh keluarga, setidaknya kadang-kadang? Contoh kejujuran anda dalam pikiran maupun perbuatan, berpadu dengan doa bersama, menjadi pelajaran untuk hidup, tindakan ibadat yang bernilai istimewa. Itulah cara anda membawa damai dalam rumahtangga anda: Pax hic domui, semoga damai turun di atas rumah ini! Ingat, begitulah anda membangun Gereja.” Paus Paulus VI, dikutip oleh Paus Yohanes Paulus II dalam Familiaris Consortio 60.

Keluarga, terutama para orangtua, mempunyai tanggung jawab besar dalam membangun Gereja. Tanggung jawab ini dimulai dan diwujudkan dengan mendidik anak-anak dalam doa. Tentu saja mendidik anak dalam doa tidak sekedar berarti mengajak anak untuk menghafalkan doa-doa Katolik. Lebih jauh hal itu berarti membina anak-anak agar tumbuh menjadi orang memiliki iman yang matang di dalam Kristus dan sungguh berbakti kepada Allahnya. Dalam pemahaman umum, setiap orangtua menghendaki agar anak-anak mereka menjadi orang yang berhasil dalam kehidupannya. Keberhasilan ini tidak mungkin dibatasi hanya pada soal materi dan urusan duniawi. Keberhasilan yang sebenarnya menyangkut soal kedewasaan dalam iman dan bakti kepada Allah. “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?” (Mrk. 8:36). Yang membedakan kehidupan seorang yang beriman dari yang tidak beriman justru keyakinan akan kebangkitan badan dan kehidupan yang kekal. Orang beriman memang sedang menjalani kehidupan di dunia ini, tetapi ia sekaligus mengarahkan kehidupannya pada kehidupan abadi. Sebaliknya, keyakinan akan kehidupan yang abadi menuntun kehidupannya di dunia ini.

Dalam tulisan ini, kita akan melihat lebih jauh perjumpaan antara keluarga dengan Allah di dalam ibadah yang dilaksanakan oleh keluarga. Untuk itu kita akan belajar dari pengalaman umat Israel mengenai ibadah, kritik para nabi, dan ajaran Yesus. Pertamatama kita akan melihat perjumpaan antara Allah yang ada dalam surga dengan manusia yang tinggal di dalam dunia. Perjanjian Lama memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana Allah yang tampaknya jauh itu ternyata dekat dan dapat dijumpai oleh manusia di dunia ini. Perjumpaan itu terjadi di dalam ibadah yang dilangsungkan oleh umat yang percaya kepada Allah. Pada dasarnya ibadat merupakan bentuk perjumpaan antara Allah dan manusia yang sehingga terjadi pergaulan yang mesra antara keduanya. Ketika terjadi penyimpangan dalam praktek ibadah yang dilakukan oleh umat Israel, para nabi tampil dan mengingatkan mereka. Umat Israel menganggap ibadah semata-mata upacara keagamaan, yang terlepas dari kehidupan yang sebenarnya. Para nabi menegaskan kembali arti ibadah yang sebenarnya, yakni mengungkapkan bakti mereka kepada Allah yang telah mengasihi mereka. Selanjutnya, kita akan mendalami pengajaran Yesus mengenai ibadah yang benar kepada Allah. Ia menegaskan bahwa untuk beribadah kepada Allah orang harus mengenal Allah yang sejati dan memiliki motivasi yang benar. Berdasarkan seluruh uraian tersebut, kita akan melihat bagaimana pemahaman tentang seluk beluk ibadah dapat mendorong umat Katolik untuk melaksanakan ibadah di dalam lingkup keluarga.

Oleh: YM. Seto Marsunu Ketua Lembaga Biblika Indonesia

Warta Paroki: 30 - 31 Agustus 2014


WARTA GEREJA SANTO ANTONIUS PURBAYAN, SURAKARTA


PAMONG WILAYAH
   
Bagi Pamong Wilayah yang belum mendapatkan buku Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), dimohon mengambilnya di Sakristi sesudah misa Sabtu/Minggu, 30/31 Agustus 2014.

PERTEMUAN WKRI 

Rabu, 3 September 2014 pukul 16.00 pertemuan ibu-ibu WKRI bertempat di Aula Gedung Paroki.

PERAYAAN EKARISTI JUMAT PERTAMA

Mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i dalam Perayaan Ekaristi Jumat Pertama besok hari Jumat, 5 September 2014. Perayaan Ekaristi pagi hari pukul 05.30 dan 06.15. Siang pukul 11.45, sore hari pukul 17.00 dilanjutkan dengan Adorasi, Pentakhtaan Sakramen Mahakudus.
     
DOA SABTU IMAM

Akan diselenggarakan Doa Sabtu Imam besok hari Sabtu, 6 September 2014 pukul 17.00 bertempat di Bruderan FIC. Acara terbuka untuk umum.
   
PERHIMPUNAN WARAKAWURI KATOLIK SANTA MONIKA

Perhimpunan Warakawuri Katolik Santa Monika adalah kelompok ibu-ibu yang keanggotaannya terdiri dari anggota biasa dan anggota luar biasa. Anggota biasa adalah warakawuri (janda) beragama Katolik dan suami sudah wafat. Sedangkan anggota luar biasa adalah: wanita beragama Katolik yang ditinggalkan pergi oleh suami (hidup pisah), wanita bukan Katolik yang suaminya beragama Katolik telah wafat dan wanita tersebut tidak menikah lagi, wanita belum pernah menikah, berusia 40 tahun ke atas beragama Katolik, dan juga ada Anggota Kehormatan; diajukan secara tertulis: "Simpatisan beragama Katolik yang aktif membantu dan telah berjasa kepada Perhimpunan Warakawuri Katolik Santa Monika". 

 Warakawuri Katolik Santa Monika sendiri berdiri tgl 12 Juni 1982 di Paroki Tebet, Jakarta Selatan dan saat itu pelindungnya Mgr. Leo Sukoto, SJ (Uskup Agung Jakarta). Pada saat berdirinya kelompok ini diberi nama Paguyuban Janda Worosemedi. Seiring berjalannya waktu terjadi perubahan nama dengan perkembangan situasi. Istilah Paguyuban berubah menjadi Perhimpunan, Janda menjadi Warakawuri, Woro Semedi menjadi Santa Monika. Perhimpunan ini sudah tersebar hampir ke seluruh Indonesia. Sesuai dengan AD/RTnya, Perhimpunan ini sifatnya: Pelayanan dalam cinta kasih Kristiani/kerasulan awam; tidak bernaung di bawah salah satu partai. Tujuannya antara lain melaksanakan kegiatan sosial dan pembinaan rohani serta membantu meningkatkan kesejahteraan anggota dan bekerjasama dengan organisasi lain, lebih-lebih antar Warakawuri. Lebih dari penjelasan di atas, diharapkan para Srikandi ini dapat membantu teladan dalam doa bagi generasi penerus dan dapat menjadi contoh dalam segala perbuatannya.

 Pada tahun-tahun perintisan berdirinya Paroki St. Antonius Purbayan ini pernah ada kelompok seperti ini (tentu saja dengan nama yang berbeda), dan telah banyak berjasa dalam pelayanan Gereja. Pada saat ini ada sekelompok ibu-ibu yang ingin mendirikan Perhimpunan Warakawuri Katolik Santa Monika Paroki Purbayan. Tentu kegiatan pertama yang akan dibuat adalah belajar bersama-sama kepada kelompok lain yang sudah lama berdiri. Jika ada para Srikandi yang memenuhi kriteria di atas dan tertarik untuk bergabung, silahkan anda menghubungi ibu Sri Waluyo (0858 6789 1022) atau Ibu Gratmi (0271 611022)

UNDANGAN ISTIMEWA

Mengundang para saudara yang sudah terdaftar untuk menjadi Panitia Perayaan 100 tahun Paroki Purbayan besok pada hari Minggu, 31 Agustus 2014 pukul 10.00 bertempat di Pastoran. Agenda: Pertemuan perdana dan perkenalan. Anda yang belum mendaftar dan berminat untuk bergabung, silahkan langsung datang. 
   
PLAFON GEREJA KITA

Jika saudara/i mengikuti Perayaan Ekaristi harian, akan sering melihat tiang-tiang malang melintang di dalam gereja kita. Ternyata kayu-kayu dan plafon gereja kita sudah banyak yang lapuk, maka agar kita bisa berdoa dengan tenang dan aman, secara bertahap plafon gereja diperbaiki. Untuk itu kami mohon pengertian dari seluruh umat, agar bisa menerima ketidaknyamanan selama proses renovasi plafon kita ini. Terima kasih. (Pastor Paroki).

PENTAS KETOPRAK HUMOR

Dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan Kantor Pelayanan Kevikepan Surakarta, Panitia pembangunan akan mengadakan Pentas Ketoprak Humor dengan tema ANDE-ANDE KLOMOH besok pada hari Jumat, 12 September 2014 pukul 18.30 bertempat di Wisma Boga, Solo Baru.

Dalam acara ini akan diisi oleh:
1. Para Imam dari paroki-paroki di Kevikepan Surakarta.
2. Bapak FX Hadi Rudyatmo (Walikota Surakarta)
3. Ibu Jujuk (Srimulat).

Bagi anda yang berminat menyaksikan acara tersebut, silahkan menghubungi: Ibu Endang Mustika 081 2265 0850, atau Ibu Achees 081 2261 8182.

PELAYANAN KANTOR SEKRETARIAT PAROKI PURBAYAN
      
Mulai Senin, 4 Agustus 2014 pelayanan kantor Sekretariat Paroki Purbayan akan melayani umat juga pada sore hari dari jam 17.00 - 19.00. Semoga dengan dengan dibukanya jam pelayanan kantor Sekretariat Paroki Purbayan pada sore hari dapat meningkatkan pelayanan terhadap umat.
           
PERNIKAHAN DAN LISTRIK GEREJA

Sering muncul pertanyaan dari para calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan mereka di gereja Purbayan: Berapa biaya penggantian penggunaan listrik gereja? Agar tidak terjadi simpang siur informasi, maka bersama ini disampaikan bahwa perhitungan biaya penggunaan listrik gereja untuk perkawinan dll (lampu-lampu di dalam gereja dan 4 buah AC berdaya 70 PK) sebesar Rp 237.879,00. Biaya ini belum termasuk jika pengantin menggunakan lampu video yang diambil dari listrik gereja. Biaya tersebut bukan tarif dan keharusan, tetapi sekedar informasi agar umat mengetahuinya. Anda yang akan menggunakan gedung gereja memang diharapkan untuk membantu meringankan beban biaya listrik yang harus dibayar, namun besarannya terserah dari rasa keikhlasan dan kepedulian anda pada gereja kita. Jika anda menyumbang, silahkan dibayarkan ke petugas di kantor sekretariat paroki dan jangan lupa meminta tanda terima pembayaran sumbangan anda. Terima kasih atas pengertian dan bantuan anda semua. Tuhan memberkati. (Pastor Paroki).
   
BAPTISAN BAYI BULAN SEPTEMBER 2014
       
Akan diadakan Baptisan bayi dan anak-anak (usia maksimum 6 tahun) pada hari Minggu, 7 September 2014 pukul 10.00 bertempat di gereja. Orang tua dan wali baptis wajib untuk mengikuti pembekalan pada hari Jumat, 5 September 2014 pukul 18.00 di gereja. Pada waktu pembekalan, demi efektivitas dan keseriusan pendalaman arti dan makna dari pembaptisan, dimohon tidak mengajak anak-anak. Pendaftaran dilayani di Kantor Sekretariat Paroki Purbayan pada hari dan jam kerja. Untuk pemilihan nama baptis, ambillah nama santo/santa yang secara resmi diakui oleh Gereja dan peringatannya jelas terdapat di dalam buku kalender liturgi.
           

PELAJARAN AGAMA/ MAGANG BAPTIS

Pelajaran Agama/ Magang Baptis diadakan setiap Senin pukul 18.00 bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki St. Antonius Purbayan. Siapa saja yang berminaat silahkan langsung datang ke pelajaran.

NOMOR REKENING PEMBANGUNAN GEDUNG KEVIKEPAN SURAKARTA

BCA SOLO - SLAMET RIYADI, a/n Kusno Heru Budiyanto - Budi Wihandono
015 324 4593

    
INTENSI SETIAP MISA MINGGU PUKUL 07.00: 
Untuk kesejahteraan lahir dan batin seluruh umat Paroki Purbayan. Dimohon umat tidak meminta ujud/intensi misa pada Perayaan Ekaristi ini. 

Anda ingin berbagi berkat melalui Gereja Santo Antonius Purbayan? Silahkan mentransfer donasi anda ke BCA KCP Pasar Klewer No. 078.022.9900 atas nama PGPM Paroki Santo Antonius. Mohon mencantumkan maksud sumbangan dengan jelas (misalnya untuk: pendidikan) dan akan kami muat dalam panduan teks misa.
        
PENGUMUMAN PERKAWINAN
A. Pengumuman Pertama
1. Daniel Budi Santoso dengan Alexandra Natasha Prasetya keduanya dari Setabelan.
2. Sahat Tarsauliam Manulang dari Cikarang dengan Agustina Maryanti dari Ngrayapan.
3. Vincentius Arif Teguh Mulyadi dari Kemlayan dengan Pauline Melia Erlina Kho dari Purwosari.
  

B. Pengumuman Kedua 
1. Kuswantoro dari Jakarta Barat dengan Elia Arnis Daniati dari Kepatihan.
2. Yohanes Yufo Sutantio dari Bali dengan Laurensia Oktaviani dari Gandekan.
3. Andreas Yuwono dari Sudiroprajan dengan Katarina Maria Vianey Emilia Susanti Herlambang dari Jakarta Barat. 
  
Barangsiapa yang mengetahui adanya halangan atas pernikahan di atas wajib memberitahu Pastor Paroki.
Pendaftaran 3 bulan sebelum hari perkawinan. 
         
JADWAL KOOR, ORGANIS DAN LEKTOR           
                     
Sabtu, 30 Agustus 2014
16.30 PD Antonius, Lingsih; Meli, Novi
18.00 Timuran, Ika; Kinky, Maura
Minggu, 31 Agustus 2014
05.30 Kampung Baru, Robbie; Catherine, Runanik
07.00 Bangunharjo, Bangunharjo; Desy, Tio
08.30 SD Tarakanita, SD Tarakanita; Agnes, Wiwik
16.30 Ngrayapan, Rini; Cynthia, Dea
18.00 Gandekan, Aditya; Deo, Veni
  
Tata Tertib: Kebalen
Tata Altar: Gandekan 
Parkir: Panitia Ziarah OMK 
Kolekte Kedua: Pembangunan Pastoran Waghete    
    
Sabtu, 6 September 2014
16.30 Gaudette, Gaudette
18.00 Kemlayan, Handoko P
Minggu, 7 September 2014
05.30 Purwodiningratan, Purwodiningratan
07.00 Ketelan, Ketelan
08.30 SD Pangudi Luhur, SD Pangudi Luhur
16.30 Keprabon, Keprabon
18.00 SMK Mikael, SMK Mikael
  
Tata Tertib: Sangkrah
Tata Altar: Ketelan 
Parkir: Kemlayan
Kolekte Kedua: Pembelian Tanah Kapel Gandekan
   
BACAAN LITURGI
Senin, 1 September 2014: 1Kor. 2:1-5; Mzm. 119:97,98,99,100,101,102; Luk. 4:16-30.
   
Selasa, 2 September 2014: 1Kor. 2:10b-16; Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 4:31-37.

Rabu,  3 September 2014: Pw.  St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
1Kor. 3:1-9; Mzm. 33:12-13,14-15,20-21; Luk. 4:38-44.
  
Kamis, 4 September 2014: 1Kor. 3:18-23; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 5:1-11.
  
Jumat, 5 September 2014: 1Kor. 4:1-5; Mzm. 37:3-4,5-6,27-28,39-40; Luk. 5:33-39.

Sabtu, 6 September 2014: 1Kor. 4:6b-15; Mzm. 145:17-18,19-20,21; Luk. 6:1-5.
    
Minggu, 7 September 2014: Hari Minggu Biasa XXIII
Hari Minggu Kitab Suci Nasional
Yeh. 33:7-9; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; Rm. 13:8-10; Mat. 18:15-20.  (Gloria/Credo)