<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739</id><updated>2012-02-16T20:52:23.853+07:00</updated><category term='jago'/><category term='Doa Syukur Umat Allah KAS'/><category term='Santo Valentino'/><category term='Syahadat'/><category term='Wilayah St Fransiskus Asisi Gandekan'/><category term='Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga'/><category term='Doxologi'/><category term='Perumpamaan anak yang hilang'/><category term='HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS'/><category term='Penentuan Tanggal Perayaan Paskah'/><category term='beatifikasi'/><category term='Pentakosta'/><category term='prefasi'/><category term='iman katolik'/><category term='Santo Fransiskus Assisi'/><category term='St Yohanes Maria Vianney'/><category term='Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah'/><category term='Yeremia'/><category term='St Petrus'/><category term='Pesan Natal Bersama 2011'/><category term='Surat Gembala Prapaskah'/><category term='Salam Damai'/><category term='Santa Monika'/><category term='Nyanyian Komuni'/><category term='St Yohanes de Brebeuf'/><category term='Pesta Keluarga Kudus'/><category term='Tahun Baru'/><category term='Philipus Neri'/><category term='Oktaf Natal'/><category term='Seruan Tobat'/><category term='Pesta Pembaptisan Tuhan'/><category term='Doa Rosario'/><category term='kanonisasi'/><category term='Romo Josephus Wiharjono SJ'/><category term='Bulan Katekese Liturgi'/><category term='A Budi Purnomo Pr'/><category term='Pekan Suci'/><category term='Homili'/><category term='SP Maria Dikandung Tanpa Dosa'/><category term='Lagu Persiapan Persembahan'/><category term='Surat Gembala Tahun Imam'/><category term='Kompendium Katekismus Gereja Katolik'/><category term='lagu syukur'/><category term='doksologi'/><category term='Natal'/><category term='pengutusan'/><category term='Habitus Baru'/><category term='Pesan Gembala Paskah 2011'/><category term='Rasul'/><category term='perkawinan'/><category term='Pesan Pastoral Sidang KWI 2009'/><category term='St Aloysius Gonzaga'/><category term='Koor'/><category term='Bulan Kitab Suci 2011'/><category term='Masa Adven'/><category term='Doa Syukur  Agung'/><category term='Mgr Johannes Pujasumarta'/><category term='Tahun Liturgi'/><category term='Santo Bartolomeus'/><category term='St. Vinsensius de Paul'/><category term='SP Maria Bunda Allah'/><category term='malam tahun baru'/><category term='HARI RAYA KABAR SUKACITA'/><category term='Romo Kurris SJ'/><category term='Oratio'/><category term='Seminari Mertoyudan'/><category term='Kasimo'/><category term='Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus'/><category term='Benediktus'/><category term='sakramen'/><category term='St Stefanus'/><category term='Saat Hening'/><category term='Santo Yohanes Pembaptis'/><category term='Kisah Institusi'/><category term='Waktu Liturgi'/><category term='KWI'/><category term='Mazmur Tanggapan'/><category term='Kudus'/><category term='berita'/><category term='Santo Hieronimus'/><category term='Bulan Kitab Suci 2009'/><category term='Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet'/><category term='Hari Raya Kemerdekaan RI'/><category term='Romo A. Mangunhardjana'/><category term='doa iman'/><category term='Persiapan Komuni'/><category term='Santo Gregorius Agung'/><category term='Teks Misa'/><category term='Ketelan'/><category term='Tuhan Kasihanilah'/><category term='WKRI'/><category term='Santo Antonius'/><category term='doa mohon Uskup  yang baru'/><category term='keroncong'/><category term='Pelegrina'/><category term='Gloria'/><category term='Kitab Suci'/><category term='Paus'/><category term='Kronelan'/><category term='komuni'/><category term='Pius Riana Prapdi'/><category term='TPE'/><category term='Minggu Kerahiman Ilahi'/><category term='Para Malaikat Pelindung'/><category term='Tahun Syukur KAS'/><category term='SP Maria Ratu Rosario'/><category term='SAGKI'/><category term='Epiklesis'/><category term='Depo Babe'/><category term='Kemuliaan'/><category term='Surat Gembala Prapaskah Kepausan'/><category term='Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya'/><category term='Hari Raya Kenaikan Tuhan'/><category term='Teresia dari Avila'/><category term='Pendupaan'/><category term='Kisah Kasih Sengsara'/><category term='Penampakan Tuhan'/><category term='kalender'/><category term='Novena Santo Antonius'/><category term='Sembahyang Atur Panuwun Umat Allah KAS'/><category term='Credo'/><category term='Karya Evangelisasi Gereja Katolik Indonesia di bidang Kesehatan'/><category term='Hari Raya Semua Orang Kudus'/><category term='St Markus Pengarang Injil'/><category term='Jumat Agung'/><category term='St Paulus'/><category term='SP Maria'/><category term='Tahbisan Diakon'/><category term='berkat'/><category term='Jumat Pertama'/><category term='Ireneus dari Lyons'/><category term='Liturgi Sabda'/><category term='Syukur atas habitus baru'/><category term='St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus'/><category term='Kristus Raja Semesta Alam'/><category term='liturgi'/><category term='St Yohanes Rasul Penginjil'/><category term='Lingkungan Yosep Gandekan'/><category term='Aku Percaya'/><category term='Musa'/><category term='Doa Umat'/><category term='ORDINARIUM'/><category term='Alleluya'/><category term='Doa Syukur atau Habitus Baru'/><category term='Misteri Paskah'/><category term='Ekaristi'/><category term='Aklamasi Anamnesis'/><category term='Susunan KWI 2009-2012'/><category term='Thomas Moore'/><category term='A. Gianto'/><category term='MacKillop'/><category term='Persiapan Persembahan'/><category term='Paskah'/><category term='Imam dan Pujangga Gereja'/><category term='Bulan Maria'/><category term='Santo Agustinus'/><category term='Pesta Salib Suci'/><category term='Bilansia'/><category term='Masa Paskah'/><category term='Sta Katarina dari Siena'/><category term='Paus Yohanes Paulus II'/><category term='SP Maria Ratu'/><category term='Hari Pangan Sedunia'/><category term='LIFRA'/><category term='mengapa salib ditutup kain ungu?'/><category term='Uskup dan Pujangga Gereja'/><category term='Ibadat Syukur Natal'/><category term='Yohanes Fisher'/><category term='Doa Damai'/><category term='Bunda Maria'/><category term='Hari Raya SP Maria Bunda Allah'/><category term='Pujangga Gereja'/><category term='Buku'/><category term='Bait Pengantar Injil'/><category term='Santo Yohanes Krisostomus'/><category term='Romo Ignatius Sumarya'/><category term='Masa Prapaskah'/><category term='Liturgi Ekaristi'/><category term='Bangunharjo'/><category term='lonceng'/><category term='Alkitab'/><category term='Hari Minggu Misi'/><category term='DoaSesudah Komuni'/><category term='Kyrie'/><category term='SJ'/><category term='Tata Perayaan Ekaristi'/><category term='Minggu Evangelisasi'/><category term='Warta Gereja 17-18 Oktober 2009'/><category term='Sangkrah'/><category term='Pemecahan Roti'/><category term='Oktaf Paskah'/><category term='Doa Pembuka'/><category term='Kongres Ekaristi'/><category term='Bunda Gereja'/><category term='Martir'/><category term='Tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2010'/><category term='Doa Presidensial'/><category term='Renungan Harian'/><category term='ritus penutup'/><category term='obituari'/><category term='Minggu Paskah II'/><category term='Puasa'/><category term='Lagu Komuni'/><category term='Imam dan Milenium Ketiga'/><category term='Bapa Kami'/><title type='text'>Santo Antonius</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://santoantonius.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1228</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-6324851217490642364</id><published>2012-02-16T16:20:00.002+07:00</published><updated>2012-02-16T19:18:23.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi ia kehilangan nyawanya”  (Yak 2:14-24.26; Mzm 112:1-6; Mrk 8:34-9:1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus." Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Mrk 8:34-9:1)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta  Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Sikap konsumptif dan materialistis sungguh telah merasuki atau menjiwai hampir semua bidang kehidupan dan pelayanan bersama di negeri kita ini. Hal itu juga didukung oleh salah satu cirikhas negeri kita yaitu sebagai pasar yang menarik dan mempesona bagi para produsen baik luar negeri maupun dalam negeri, termasuk narkoba dan aneka macam jenis sarana-prasarana elektronik. Sikap mental komsumptif, materialistis dan pasar ini kelihatan jelas dalam gejala dengan mudahnya orang membeli produk-produk baru, yang lama masih layak pakai dengan cepat ganti yang baru. Orang begitu menikmati hasil produksi tetapi tak tahu sama sekali bagaimana produk tersebut diproses. Rasanya hal ini merupakan buah system pendidikan yang lebih menekankan hafalan dan kurang memberi perhatian pada eksplorasi, lebih menekankan hasil belajar/ujian/ulangan daripada proses pembelajaran.  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.”, demikian sabda Yesus yang hendaknya kita renungkan dan hayati. &lt;span class="fullpost"&gt;Menyerahkan nyawa karena Tuhan berarti mengarahkan dan mengandalkan cara hidup dan cara bertindak kepada Tuhan. Dengan kata lain semakin orang mendunia, berpartisipasi dalam seluk beluk dunia, hendaknya semakin suci atau semakin beriman, bukan semakin materialistis. Fungsikan aneka jenis harta benda dan kekayaan sebagai sarana untuk memuji, memuliakan dan mengabdi Tuhan demi keselamatan jiwa anda sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” &lt;/span&gt;(Yak 2:26),&lt;/span&gt; demikian kesaksian iman Yakobus, yang hendaknya kita renungkan dan hayati. Keunggulan hidup beriman terletak dalam tindakan atau perilaku atau perbuatan, bukan dalam wacana atau omongan. Maka marilah kita hayati apa yang sering menjadi semangat aneka lembaga swadaya masyarakat, yaitu “Dalam semangat iman kristiani hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”. Semangat kristiani berarti semangat Yesus Kristus, yang telah menyerahkan nyawaNya demi keselamatan jiwa seluruh umat manusia di dunia ini. Marilah kita boroskan waktu dan tenaga kita melalui aneka pekerjaan, tugas, kesibukan, jabatan, fungsi dst..demi keselamatan jiwa kita sendiri maupun saudara-saudari kita. Tolok ukur atau barometer keberhasilan atau kesuksesan adalah keselamatan jiwa, bukan abanyaknya harta benda atau uang, pangkat atau pengalaman dst.. Dalam lingkungan hidup atau kerja kita kiranya ada orang-orang yang perlu diselamatkan dan kita dipanggil tuntuk menyelamatkannya, tentu saja diri kita sendiri senantiasa dalam keadaan selamat, yaitu hidup dan bertindak senantiasa dijiwai oleh iman kita. Yakobus memberi contoh perihal orang yang kurang layak berpakaian dan kelaparan, dan hemat saya di lingkungan hidup kita ada orang-orang yang berkekurangan dalam hal pakaian dan makanan, maka hendaknya kita sumbang mereka pakaian dan makanan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kiranya jika tidak ada orang yang menumpuk pakaian atau makanan di rumah atau gudangnya, hemat saya tidak ada lagi yang berkekurangan dalam hal pakaian atau makanan, tetapi karena ada orang-orang serakah dan pelit, maka terjadilah orang kelaparan dan berpakaian tidak layak. Bongkarlah simpanan anda dan sumbangkan kepada mereka yang sungguh membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.” (Mzm 112:1-6)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 17 Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ign Sumarya, SJ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-6324851217490642364?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/6324851217490642364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/6324851217490642364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/apa-gunanya-seorang-memperoleh-seluruh.html' title='“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi ia kehilangan nyawanya”  (Yak 2:14-24.26; Mzm 112:1-6; Mrk 8:34-9:1)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-5467230633100198021</id><published>2012-02-16T07:31:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T07:33:21.599+07:00</updated><title type='text'>Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk Masa Prapaskah 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Catatan: Berikut ini adalah terjemahan tidak resmi (unofficial   translation)  pesanBapa Suci Benediktus XVI untuk masa prapaskah 2012,  yang diterjemahkan oleh katolisitas.org dari dokumen aslinya dalam  Bahasa Inggris, seperti yang tertulis di sini&lt;/em&gt; –&lt;em&gt; &lt;a href="http://www.vatican.va/holy_father/benedict_xvi/messages/lent/documents/hf_ben-xvi_mes_20111103_lent-2012_en.html"&gt;silakan klik&lt;/a&gt;.  Mohon agar pengutipan terjemahan ini dapat menyertakan sumbernya,  yaitu: www.katolisitas.org, sehingga usulan atau masukan dapat  disampaikan kepada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.katolisitas.org&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-6092" title="vatikan" src="http://katolisitas.org/wp-content/uploads/2011/02/vatikan-400x300.jpg" alt="" height="300" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;PESAN BAPA SUCI BENEDIKTUS XVI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UNTUK MASA PRAPASKAH 2012&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Dan  marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik“ (Ibr 10:24).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara dan saudari yang terkasih,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masa Prapaskah sekali lagi memberikan kepada kita sebuah kesempatan  untuk merenungkan inti terdalam dari kehidupan seorang Kristen, yaitu:  perbuatan amal kasih. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaharui  perjalanan iman kita, baik sebagai seorang individu maupun sebagai  bagian dari komunitas, dengan bimbingan Sabda Tuhan dan  sakramen-sakramen Gereja. Perjalanan ini adalah perjalanan yang ditandai  dengan doa dan berbagi, hening dan berpuasa, sebagai antisipasi  menyambut sukacita Paskah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahun ini saya ingin mengajukan beberapa pemikiran dalam terang  ayat-ayat Kitab Suci yang diambil dari Surat kepada umat Ibrani: “Dan  marilah kita kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong  dalam kasih dan dalam pekerjaan baik”. Kata-kata ini adalah bagian dari  perikop di mana sang penulis surat yang kudus menghimbau kita untuk  menaruh kepercayaan di dalam Yesus Kristus sebagai Imam Agung yang telah  memenangkan pengampunan Allah bagi kita dan membuka jalan kepada Tuhan.  Mengimani Kristus membuat kita mampu menghasilkan buah di dalam hidup  yang ditopang oleh tiga kebaijkan teologis: hal itu berarti menghampiri  Tuhan “dengan hati tulus dan penuh iman (ay.22), tetap “teguh dalam  harapan yang kita nyatakan” (ay.23) dan senantiasa berusaha untuk  menjalani hidup yang dibangun di atas “cinta kasih dan  pekerjaan-pekerjaan baik” (ay.24), bersama dengan saudara dan saudari  kita. Sang penulis surat tersebut menyatakan bahwa untuk mempertahankan  hidup yang dibentuk oleh Injil, adalah penting untuk berpartisipasi  secara aktif dalam liturgi dan doa bersama komunitas, dengan mengingat  akan tujuan eskatologis untuk bersatu secara penuh dengan Tuhan (ay.25).  Di sini saya ingin membuat refleksi atas ayat 24, yang memberikan  pengajaran yang ringkas, bernilai, dan tepat di segala zaman, atas tiga  aspek hidup Kristiani, yaitu: kepedulian kepada sesama, kasih timbal  balik, dan kekudusan pribadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. “Dan  marilah kita saling memperhatikan..” : tanggung jawab terhadap para saudara dan saudari kita.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aspek pertama adalah sebuah undangan untuk “peduli” : kata kerja  bahasa Yunani yang dipakai di sini adalah katanoein, yang artinya adalah  untuk memeriksa (menyelidiki), untuk menaruh perhatian, untuk mengamati  dengan seksama dan percaya akan sesuatu. Kita menjumpai kata ini di  dalam Injil ketika Yesus mengundang para murid untuk “memperhatikan”  burung-burung gagak, yang tanpa bekerja keras, berada di tengah  perhatian dan pemeliharaan Penyelenggaraan Ilahi (bdk. Luk 12:24) dan  untuk “memeriksa” balok di dalam mata kita sendiri sebelum mengeluarkan  selumbar dari mata saudara kita (bdk. Luk 6:41). Di dalam ayat yang lain  dari Surat kepada orang-orang Ibrani, kita menemukan ajakan untuk  “mengarahkan pikiranmu kepada Yesus” (3:1), Rasul dan Imam Besar dari  iman kita. Maka kata kerja yang mengantar pengajaran kita mengatakan  kepada kita untuk memperhatikan sesama, pertama-tama kepada Yesus, untuk  saling memperhatikan satu sama lain, dan tidak tinggal dalam  keterasingan serta sikap acuh tak acuh kepada keadaan sesama kita. Namun  demikian, terlalu sering sikap yang kita tunjukkan justru sebaliknya:  yaitu pengabaian dan keacuhan yang lahir dari keegoisan yang disamarkan  sebagai tindakan menghargai “privasi”. Saat ini pun, suara Tuhan meminta  kita semua untuk saling memperhatikan satu sama lain. Bahkan hari ini,  Tuhan meminta kita untuk menjadi “penjaga” saudara dan saudari kita (Kej  4:9), untuk membangun suatu relasi yang didasarkan atas kepedulian satu  sama lain dan perhatian kepada kesejahteraan integral jasmani dan  rohani dari sesama kita. Perintah yang utama untuk mengasihi satu sama  lain menuntut kita untuk mengenali tanggung jawab kita kepada sesama  yang, sebagaimana halnya kita sendiri, adalah ciptaan dan anak-anak  Tuhan sendiri. Menjadi saudara dan saudari dalam kemanusiaan dan, dalam  banyak hal,  juga dalam iman, selayaknya menolong kita untuk mengenali  di dalam diri sesama kita, sebuah kebalikan dari diri kita (&lt;em&gt;alter ego&lt;/em&gt;),  yang dicintai tanpa batas oleh Tuhan. Jika kita menanamkan pada diri  kita cara ini yang memandang sesama sebagai saudara dan saudari kita,  maka solidaritas, keadilan, belas kasihan dan bela rasa akan secara  alamiah berkembang di dalam hati kita. Sang Pelayan Tuhan Paus Paulus VI  pernah menyatakan bahwa dunia saat ini menderita terutama karena  kurangnya persaudaraan: “Kebudayaan umat manusia sedang sangat sakit.  Penyebabnya bukanlah karena berkurangnya sumber-sumber daya alam, dan  bukan juga karena kontrol monopoli dari segelintir orang: melainkan  lebih karena melemahnya ikatan persaudaraan di antara pribadi-pribadi  dan di antara bangsa-bangsa (&lt;em&gt;Populorum Progressio&lt;/em&gt;, 66).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepedulian kepada sesama berkaitan juga dengan menginginkan segala  yang baik untuk mereka dari setiap sudut pandang: baik fisik, moral,  maupun spiritual. Budaya kontemporer nampaknya telah kehilangan naluri  untuk membedakan yang baik dari yang jahat, namun disadari tetap ada  suatu kebutuhan yang nyata untuk menyatakan kembali bahwa kebaikan itu  ada dan akan mengatasi [yang jahat], karena Allah “baik dan berbuat  baik” (Mzm 119:68). Kebaikan adalah segala sesuatu yang bersifat  memberi, melindungi, dan menjunjung tinggi kehidupan, persaudaraan, dan  persekututuan. Maka tanggung jawab kepada sesama berarti menginginkan  dan mengusahakan kebaikan sesama, dalam harapan bahwa mereka pun menjadi  mudah menerima kebaikan dan tuntutan- tuntutannya. Peduli kepada sesama  berarti menjadi peka akan kebutuhan-kebutuhan mereka. Injil Suci  memperingatkan kita akan bahaya bahwa hati kita dapat menjadi keras  karena “ketidaksadaran spiritual”, yang membuat kita tidak peka dan mati  rasa terhadap penderitaan sesama. Penulis Injil Lukas mengaitkan dua  perumpaan Yesus dengan membuat contoh. Di dalam perumpamaan tentang  Orang Samaria yang Baik Hati, sang imam dan sang orang Lewi lewat begitu  saja,  tidak peduli akan keberadaan seseorang yang dirampok dan  dipukuli oleh para perampok (bdk. Luk 10:30-32). Dalam kisah perumpamaan  Orang Kaya dan Lazarus yang Miskin, si orang kaya tidak peduli pada  kemiskinan Lazarus, yang sedang kelaparan hingga sekarat di depan pintu  rumahnya yang ada di depan matanya (bdk. Luk 16:19). Kedua perumpamaan  tersebut menunjukkan contoh-contoh kebalikan dari  “menjadi peduli”,  yaitu sikap menaruh perhatian kepada sesama dengan penuh cinta dan belas  kasihan. Apa yang menghalangi pandangan kemanusiaan dan penuh cinta  kepada saudara dan saudari kita ini? Seringkali, penyebabnya adalah  kepemilikan kekayaan materi dan perasaan berkecukupan akan segala  sesuatu, namun bisa juga penyebabnya adalah kecenderungan untuk  meletakkan segala kepentingan/ keinginan, dan masalah kita sendiri di  atas semua yang lain. Kita tak pernah boleh gagal untuk “menunjukkan  belas kasihan” kepada mereka yang menderita. Hati kita tak pernah boleh  terlalu terbungkus rapat oleh urusan-urusan dan masalah-masalah kita  sehingga hati kita tak mampu mendengar jeritan kaum miskin. Kerendahan  hati dan pengalaman pribadi akan penderitaan dapat membangkitkan dalam  diri kita, suatu naluri belas kasihan dan empati. “Orang benar  mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak memahaminya” (Ams  29:7). Kita kemudian dapat memahami sikap dari “mereka yang meratap”  (Mat 5:5), mereka yang mampu melihat melampaui diri sendiri dan  merasakan belas kasihan terhadap penderitaan orang lain. Menjangkau  orang lain dan membuka hati kita kepada kebutuhan-kebutuhan mereka dapat  menjadi sebuah kesempatan bagi  keselamatan dan keadaan terberkati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Menjadi peduli satu sama lain” juga mengikutsertakan sikap menaruh  perhatian pada kesejahteraan jasmani dan rohani satu sama lain. Di sini  saya ingin menyebutkan sebuah aspek hidup Kristiani, yang saya percaya  telah cukup terlupakan selama ini: koreksi persaudaraan dalam pandangan  keselamatan abadi. Dewasa ini, secara umum, kita menjadi sangat peka  kepada gagasan perbuatan amal kasih dan kepedulian kepada kesejahteraan  fisik dan materi dari sesama, namun hampir sepenuhnya diam mengenai  tanggung jawab spiritual kita kepada saudara dan saudari kita. Hal ini  tidak menjadi persoalan di dalam jemaat Gereja perdana atau di dalam  komunitas yang telah sangat dewasa dalam iman, [yaitu] mereka yang  peduli tidak hanya terhadap kesehatan fisik sesama mereka, tetapi juga  terhadap kesehatan spiritual dan kehidupan kekal mereka. Kitab Suci  berkata kepada kita: “Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya  engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan  dikasihinya” (Ams 9:8). Kristus sendiri memerintahkan kita untuk  menasehati saudara kita yang berbuat dosa (bdk. Mat 18:15). Kata yang  dipergunakan untuk mengekpresikan koreksi persaudaraan &lt;em&gt;– elenchein&lt;/em&gt;  – adalah sama seperti yang biasa digunakan untuk menunjukkan misi  kenabian dari orang-orang Kristen untuk menentang generasi yang  mengikuti kejahatan (bdk. Ef 5:11). Tradisi Gereja juga memasukkan  “memberi nasehat kepada para pendosa” di antara karya-karya karitatif  rohani (belas kasihan secara rohani). Adalah penting untuk mengembalikan  dimensi ini dari perbuatan amal kasih Kristiani. Kita tidak boleh  tinggal diam dalam menghadapi kejahatan. Saya berpikir tentang semua  umat Kristen itu yang,  karena pertimbangan manusiawi atau semata-mata  karena pertimbangan kenyamanan pribadi, memilih berkompromi dengan  mentalitas yang umum, daripada mengingatkan saudara dan saudarinya  terhadap cara berpikir dan bertindak yang bertentangan dengan kebenaran  dan yang tidak mengikuti jalan kebaikan. Menasehati secara Kristiani,  tidak pernah dimotivasi oleh semangat menuduh atau menuntut balas,  melainkan selalu digerakkan oleh cinta dan belas kasihan, dan tumbuh  dari kepedulian yang tulus, demi kebaikan orang lain. Sebagaimana Rasul  Paulus mengatakan:”Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan  suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke  jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri,  supaya kamu juga jangan kena pencobaan.” (Gal 6:1). Di dalam dunia yang  diliputi oleh semangat individualisme, adalah esensial untuk menemukan  kembali pentingnya koreksi persaudaraan, sehingga bersama-sama kita  dapat berjalan menuju kekudusan. Kitab Suci mengatakan pada kita bahwa   bahkan “tujuh kali orang benar jatuh” (Ams 24:16); semua dari kita  adalah lemah dan tak sempurna (bdk. 1 Yoh 1:8). Maka, adalah suatu  bentuk pelayanan yang amat berarti, untuk membantu sesama kita, dan  mengizinkan mereka membantu kita, sehingga kita dapat terbuka terhadap  seluruh kebenaran mengenai diri kita, memperbaiki diri kita dan berjalan  dengan lebih setia di jalan Tuhan. Selalu akan ada kebutuhan terhadap  sebuah pandangan yang penuh kasih dan mengingatkan, yang mengetahui dan  memahami, yang membedakan secara bijak dan mengampuni (bdk. Luk 22:61),  sebagaimana yang Tuhan telah kerjakan dan masih akan terus  mengerjakannya di dalam diri kita masing- masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. “Saling memperhatikan satu sama lain”: sebuah karunia kasih timbal balik”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panggilan untuk “menjaga” sesama kita adalah berkebalikan dengan  mentalitas yang, dengan mengurangi nilai hidup hanya kepada dimensi  duniawinya saja, gagal untuk melihatnya dalam perspektif eskatologis dan  menerima sembarang pilihan moral apapun atas nama kebebasan pribadi.  Masyarakat seperti masyarakat kita dapat menjadi buta terhadap  penderitaan fisik dan tuntutan spiritual dan moral kehidupan. Hal ini  tak boleh terjadi dalam komunitas Kristiani! Rasul Paulus mendorong kita  untuk mengejar “apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna  untuk saling membangun” (Rom 14:19) demi kebaikan sesama, “untuk  mendukung satu sama lain” (Rom 15:2), mencari bukan keuntungan pribadi  melainkan lebih kepada “kebaikan setiap orang yang lain, sehingga mereka  dapat diselamatkan” (1Kor 10:33). Koreksi yang saling membangun,  dukungan dalam semangat kerendahan hati, dan perbuatan amal kasih harus  menjadi bagian dari kehidupan komunitas Kristiani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Murid-murid Tuhan, dipersatukan dengan Dia melalui Ekaristi, hidup  dalam persaudaraan yang menyatukan mereka satu dengan yang lain sebagai  anggota-anggota dari satu tubuh. Hal ini berarti bahwa sesama adalah  bagian dari diriku, dan bahwa hidupnya, keselamatannya, berkaitan dengan  hidup dan keselamatanku sendiri. Di sini kita menyentuh aspek yang  mendasar dari persekutuan: keberadaan kita berkaitan erat dengan  keberadaan orang lain, baik dalam suka maupun duka. Baik dosa-dosa kita  maupun perbuatan-perbuatan kasih kita, sama-sama mempunyai dimensi  sosial. Hubungan kasih timbal balik ini nampak di dalam Gereja, tubuh  mistik Kristus: komunitas tersebut senantiasa melakukan pertobatan, dan  memohon pengampunan atas dosa-dosa anggotanya, namun juga tak pernah  gagal untuk bersukacita dalam teladan-teladan kebajikan dan perbuatan  amal kasih yang hadir di tengah-tengahnya. Sebagaimana St. Paulus  berkata: “supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan  (1 Kor 12:25), sebab kita semua adalah anggota dari satu tubuh.  Perbuatan amal kasih kepada saudara dan saudari kita – sebagaimana  dinyatakan dalam pemberian derma, sebuah perbuatan yang diiringi dengan  doa dan puasa, adalah perbuatan yang menjadi ciri khas masa Prapaskah –  berakar dari kepemilikan bersama. Umat Kristiani juga dapat menyatakan  keanggotaannya di dalam satu tubuh yang adalah Gereja melalui kepedulian  yang konkrit bagi mereka yang paling miskin dari yang miskin.  Kepedulian kepada satu sama lain juga berarti mengakui kebaikan yang  sedang dikerjakan Tuhan dalam diri sesama dan menaikkan ucapan syukur  atas keajaiban rahmat di mana Allah Yang Maha Besar di dalam segala  kebaikan-Nya terus menerus menggenapinya di dalam diri anak-anak-Nya.  Ketika umat Kristen memandang bahwa Roh Kudus sedang terus bekerja di  dalam diri sesama, mereka tidak dapat berbuat yang lain selain  bersukacita dan memuliakan Allah Bapa di surga (bdk. Mat 5:16).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. “Supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik”: berjalan bersama dalam kekudusan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata-kata dari Surat kepada orang Ibrani ini (10:24) mendorong kita  untuk merefleksikan panggilan universal kepada kekudusan, sebuah  perjalanan yang terus menerus dari kehidupan spiritual sebagaimana kita  mengusahakan untuk memperoleh karunia-karunia spiritual yang lebih utama  dan kepada perbuatan amal kasih yang lebih bermakna dan berhasil guna  (bdk. 1 Kor 12:31-13:13). Menjadi peduli satu sama lain selayaknya  menggerakkan kita kepada kasih yang bertambah dan lebih efektif di mana,  “seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah  hari” (Ams 4:18), membuat kita hidup setiap hari sebagai antisipasi  akan datangnya hidup kekal yang menantikan kita di dalam Tuhan. Waktu  yang dikaruniakan kepada kita dalam hidup ini adalah berharga untuk  menilai secara bijaksana dan menampilkan perbuatan-perbuatan yang baik  dalam cinta kasih kepada Tuhan. Dengan cara ini, Gereja sendiri  senantiasa tumbuh kepada kedewasaan penuh di dalam Kristus (bdk. Ef  4:13). Ajakan kita untuk mendorong satu sama lain untuk meraih kepenuhan  cinta dan perbuatan baik berada di dalam prospek pertumbuhan yang  dinamis ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya, senantiasa ada godaan untuk menjadi suam-suam kuku, untuk  memadamkan Roh, untuk menolak menanamkan berbagai talenta yang telah  kita terima, demi kebaikan kita sendiri dan kebaikan sesama kita (lih.  Mat 25:25–). Semua dari kita telah menerima kekayaan spiritual atau  material yang dimaksudkan untuk digunakan bagi kepenuhan rencana Allah,  demi kebaikan Gereja dan demi keselamatan kita sendiri (bdk. Luk 12:21b;  1 Tim 6:18). Pakar-pakar rohani mengingatkan kita, bahwa dalam  kehidupan beriman, mereka yang tidak bertumbuh akan dengan sendirinya  mengalami kemunduran. Saudara dan saudari yang terkasih, marilah kita  menerima undangan ini, hari ini, seperti tak ada waktu lain yang lebih  baik, untuk menuju ke “standar yang tinggi dari kehidupan Kristiani” (&lt;em&gt;Novo Millennio Ineunte&lt;/em&gt;,  31). Kebijaksanaan Gereja dalam mengenali dan memproklamasikan  orang-orang Kristen tertentu yang luar biasa sebagai Yang Terberkati dan  para Santo/a juga dimaksudkan untuk menginspirasi sesama agar mencontoh  kebajikan mereka. Santo Paulus menghimbau kita untuk “saling mendahului  dalam memberi hormat” (Rom 12:10).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam dunia yang menuntut dari umat Kristen sebuah kesaksian yang  diperbaharui akan cinta dan kesetiaan kepada Tuhan, kiranya kita semua  merasakan kebutuhan yang mendesak untuk saling mendahului dalam berbuat  amal kasih, pelayanan dan pekerjaan-pekerjaan baik (bdk. Ibr 6:10).  Permohonan ini terutama ditekankan dalam bulan yang suci ini sebagai  persiapan Paskah. Sebagaimana saya menaikkan harapan-harapan yang baik  dalam doa-doa saya demi masa Prapaskah yang penuh berkat dan  menghasilkan banyak buah, saya mempercayakan Anda semua dalam  perantaraan doa Bunda Maria Tetap Perawan dan dengan penuh kehangatan  saya memberikan Berkat Apostolik saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari Vatikan, 3 November 2011&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bapa Paus Benediktus XVI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-5467230633100198021?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5467230633100198021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5467230633100198021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/pesan-bapa-suci-benediktus-xvi-untuk.html' title='Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk Masa Prapaskah 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-968305350238691991</id><published>2012-02-15T21:19:00.002+07:00</published><updated>2012-02-15T21:23:32.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah melainkan apa yang dipikirkan manusia."  (Yak 2:1-9; Mzm 34:2-6; Mrk 8:27-33)</title><content type='html'>&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!" Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (Mrk 8:27-33)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Cukup banyak orang masih bersikap ‘lamis’, artinya manis di mulut tetapi pahit dalam cara hidup dan cara bertindak atau berperilaku. Ketika memberi sambutan, pengarahan atau kotbah atau instruksi dan nasihat kelihatan sebagai orang baik dan bijak (yang nampak dalam wacana atau omongannya), namun ternyata yang bersangkutan bermoral bejat, koruptor dan suka berselingkuh. Dalam Warta Gembira hari ini dikisahkan Petrus yang mengakui Yesus sebagai Mesias, yang datang dari Allah atau Allah yang menjadi manusia, namun tak lama kemudian mengingkariNya. Petrus tidak tahu apa yang dikatakan, yaitu bahwa Mesias harus menderita sengsara dan wafat di kayu salib demi keselamatan jiwa seluruh bangsa di dunia. Rasanya hal senada juga dilakukan oleh mereka yang baru memasuki hidup baru,  misalnya murid/pelajar/mahasiswa  baru, suami-isteri baru, imam/bruder/suster baru, pegawai baru, pejabat baru dst.. Mengawali hidup baru kelihatan begitu bergairah dan gembira serta sukses, namun seiring dengan perjalanan waktu ketika harus menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan, kemudian menjadi kendor semangatnya serta mulai menyeleweng atau berselingkuh.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Hal ini terjadi karena orang&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”.&lt;/span&gt; Hidup baru yang telah diterimanya merupakan anugerah Allah, maka hendaknya dihayati dalam dan dengan pikiran Allah alias sesuai dengan kehendak Allah dan bukan mengikuti keinginan atau selera pribadi. Memang mengikuti kehendak Allah tak akan pernah lepas dari aneka tantangan, masalah dan hambatan, namun demikian marilah kita hadapi semuanya itu bersama dan bersatu dengan Allah, karena dengan demikian kita akan mampu mengatasi atau menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!"&lt;/span&gt; (Yak 2:1-3). &lt;/span&gt;Apa yang dikatakan oleh Yakobus ini hemat saya sungguh merupakan pesan atau perintah moral yang cukup jelas, maka baiklah kita laksanakan atau hayati dengan sepenuh hati, kekuatan, jiwa dan pikiran. Kita diharapkan tidak memandang muka, membeda-bedakan karena kekayaan, jabatan, kecantikan atau ketampanan, dst.. karena kita semua adalah sama-sama ciptaan Allah, sama-sama beriman. Hendaknya jangan memandang dan menyikapi orang lain hanya tergantung apa yang kelihatan saja secara sekilas, melainkan perhatikan cara hidup dan cara bertindaknya; lihat dan dengarkan apa yang dilakukannya. Pengalaman saya pribadi dalam bergaul dengan aneka macam orang menunjukkan bahwa mereka yang kelihatannya tidak menarik dan mempesona ternyata memiliki ketulusan hati yang sungguh menarik dan mempesona. Kerajaan Allah atau kehidupan beriman adalah kerajaan hati. Ada pepatah ‘dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa tahu’. Hanya mereka yang memiliki kepekaan hati terhadap orang lain akan mampu mengalami kedalaman hati pribadi maupun orang lain. Maka dengan ini kami berharap kepada orangtua untuk sedini mungkin mendidik dan membina anak-anaknya dalam hal saling memperhatikan alias saling memberi hati satu sama lain. Tentu saja pertama-tama dan terutama orangtua harus sungguh memperhatikan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu” (Mzm 34:2-6)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 16 Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-968305350238691991?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/968305350238691991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/968305350238691991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/engkau-bukan-memikirkan-apa-yang.html' title='“Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah melainkan apa yang dipikirkan manusia.&quot;  (Yak 2:1-9; Mzm 34:2-6; Mrk 8:27-33)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-8590138218945529119</id><published>2012-02-15T11:05:00.000+07:00</published><updated>2012-02-15T11:07:12.145+07:00</updated><title type='text'>Membawakan Bacaan Misa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Boleh percaya, boleh tidak. Ini terjadi di sebuah paroki. Seorang umat terbiasa mencatat angka-angka yang dibacakan lektor pada waktu Misa yang diikutinya. Seusai Misa, orang itu membeli kupon undian berhadiah dan memasang nomor yang telah dicatatnya. Entah, apakah dia pernah mendapatkan keberuntungan dari kebiasaan uniknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itukah salah satu manfaat dari dibacakannya angka-angka perikop yang dikutip untuk Misa? Ternyata, ada yang berjudi dengan melibatkan angka-angka dari Kitab Suci. Sebenarnya, perlukah penyebutan angka bab dan ayat itu? Apa lagi yang sebaiknya dilakukan atau tidak dilakukan oleh lektor ketika bertugas memaklumkan Sabda Allah?&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dua cara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakluman Sabda Allah dapat dibawakan dalam dua cara: dibacakan atau dinyanyikan. Kebanyakan memang hanya dibacakan, tapi sesekali boleh juga dinyanyikan. Biasanya bacaan Injil yang lebih mendapatkan perlakuan itu, namun kedua bacaan sebelum Injil boleh diperlakukan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua cara itu menuntut keterampilan khusus yang perlu dimiliki oleh petugasnya. Setiap petugas sebaiknya lebih dulu mampu menemukan dan memahami makna yang terkandung dalam naskah bacaan yang akan dibawakannya. Tugasnya adalah menghidupkan Sabda yang tertulis itu dengan ungkapan lisan agar Sabda itu hidup dan memiliki daya yang menghidupkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara dibacakan mungkin lebih dinamis dan hidup. Ada beberapa tuntutan keterampilan teknis yang cukup rumit. Penguasaan unsur-unsur kebahasaan perlu dilatih. Bentuk huruf yang digunakan dalam teks harus dikenali dengan baik. Kata, frase, kalimat, bahkan gaya bahasa yang digunakan juga perlu dipahami. Umat diharapkan dapat terbantu untuk memahami bacaan yang sudah ”dihidupkan” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bosan tampaknya sering menggelayuti umat jika bacaan dinyanyikan. Cara itu memang tidak dimaksudkan untuk menarik perhatian umat, namun untuk menampilkan sisi keagungannya. Selain menuntut kemampuan musikal, petugasnya pun perlu menguasai hal-hal teknis seperti cara pembacaan.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Mengawali, mengakhiri&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Lektor sebaiknya tidak menyebutkan tulisan yang ada pada buku Lectionarium karena memang dimaksudkan untuk tidak diperdengarkan. Dalam buku itu sudah dibedakan, mana bagian yang hanya dibaca sendiri oleh lektor sebagai petunjuk untuk persiapan dan mana yang menjadi bagian untuk diperdengarkan di hadapan jemaat. Bentuk, ukuran, dan warna huruf/tulisan biasanya menunjukkan perbedaan fungsi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul rubrik seperti ”Bacaan I/II/Injil…” dan angka bab-ayat asal bacaan itu termasuk yang tak perlu diperdengarkan. Menyebutkannya secara lantang bisa menghambat dinamika liturgi yang harus terus mengalir tanpa intervensi. Itulah contoh virus verbalisme yang sebaiknya dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengawali tugasnya, cukuplah lektor menyebutkan asal bacaan itu: ”Bacaan dari kitab/surat….” Berilah saat jeda singkat sebelum melanjutkan dengan bagian utama pewartaan Sabda Allah. Demikian pula jika bacaan sampai pada titik terakhir. Berilah saat jeda sejenak sebelum menutup: ”Demikianlah Sabda Tuhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menuju mimbar sebaiknya lektor berjalan sendirian. Di sekitar mimbar, saat ia bertugas, tak perlu ada rekan lain (lektor dan pemazmur) yang menanti giliran tugasnya. Praktik memajang para petugas itu mungkin demi menghemat waktu. Namun, tampaknya kurang indah dan mengganggu pemandangan, seperti Presiden dengan para pengawalnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu risau tentang waktu. Sesudah mendengarkan Sabda, umat sebenarnya juga memerlukan saat hening untuk meresapkannya sejenak. Sambil mungkin sedikit terganggu oleh bunyi suara sepatu petugas berikut yang sedang melangkah menuju mimbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christophorus H. Suryanugraha OSC&lt;br /&gt;Ketua Institut Liturgi Sang Kristus Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber link : http://www.hidupkatolik.com/2012/02/14/membawakan-bacaan-misa &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-8590138218945529119?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8590138218945529119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8590138218945529119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/membawakan-bacaan-misa.html' title='Membawakan Bacaan Misa'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-9041791367306372538</id><published>2012-02-14T22:13:00.002+07:00</published><updated>2012-02-14T22:15:14.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas”  (Yak 1:19-27; Mzm 15; Mrk 8:22-26)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?" Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon." Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Mrk 8:22-26)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Mata atau penglihatan merupakan salah satu indera dari pancaindera yang vital disamping indera pendengaran atau telinga. Orang yang buta matanya tak mampu melihat dan menikmati keindahan ciptaan Allah di dunia ini, entah itu manusia, binatang atau tanaman. Maka sungguh berbahagialah siapapun yang memiliki mata yang masih sehat alias tidak buta, demikian pula si buta yang disembuhkan oleh Yesus sehingga dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Kami percaya bahwa hampir kita semua memiliki penglihatan yang baik, meskipun di antara kita juga telah dibantu dengan kacamata agar dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Maka marilah kita hayati perintah Yesus kepada si buta yang telah disembuhkan dari kebutaannya, yaitu ‘pulang ke rumah kita masing-masing’, artinya marilah kita lihat dan cermati dengan tekun dan teliti apa-apa yang ada di ‘rumah’ kita atau lingkungan hidup dan kerja kita masing-masing. Karena kita orang beriman maka marilah kita lihat segala sesuatu dengan katamata iman, artinya melihat bersama dan bersatu dengan Tuhan. Dengan melihat melalui kacamata iman diharapkan kita akan melihat segala sesuatu dengan jelas serta akan lebih melihat karya Tuhan dalam ciptaan-ciptaan-Nya alias lebih melihat apa-apa yang baik, indah, mulia dan luhur di lingkungan hidup dan kerja kita masing-masing. Percayalah jika kita dapat melihat dengan cara demikian itu, maka segala sesuatu sungguh indah, menarik dan mempesona, dan sekiranya ada sesuatu yang tidak indah dan baik, maka akan menarik dan mempesona bagi kita untuk memperbaiki dan membuatnya indah. &lt;span class="fullpost"&gt;Melihat bersama dan bersatu dengan Tuhan berarti ketika melihat ada yang tidak beres segera dibereskan, apa yang tidak baik segera diperbaiki, dst..&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.”&lt;/span&gt; (Yak 1:19-23). &lt;/span&gt;Apa yang dikatakan oleh Yakobus di atas ini kiranya sungguh merupakan perintah moral yang sangat jelas, dan kita dipanggil untuk melaksanakan atau menghayatinya.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ‘Mendengarkan dan melaksanakan firman atau sabda Tuhan”&lt;/span&gt;, itulah yang hendaknya kita hayati atau laksanakan dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimana pun dan kapan pun. Keunggulan hidup orang beriman adalah dalam pelaksanaan atau penghayatan. Firman atau sabda Tuhan antara lain telah diterjemahkan atau dibahasakan ke dalam aneka tata tertib hidup dan kerja bersama yang terkait dengan hidup, painggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Baiklah tata tertib tersebut kita laksanakan atau hayati dengan sepenuh hati, jang hanya dihafalkan saja, karena ada hubungan timbal balik antara beriman dan pelaksanaan atau penghayatan tata tertib; beriman dan penghayatan tata tertib bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan. Orang yang setia melaksanakan atau menghayati tata tertib akan semakin mendalam dalam iman, sebaliknya orang beriman senantiasa tergerak dan termotivasi untuk melaksanakan atau menghayati aneka tata tertib. Kami berharap anak-anak di dalam keluarga sedini mungkin dibiasakan dan dididik untuk menjadi unggul dalam penghayatan iman atau aneka ajaran dan tata tertib yang terkait.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.” (Mzm 15)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 15 Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-9041791367306372538?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/9041791367306372538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/9041791367306372538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/ia-dapat-melihat-segala-sesuatu-dengan.html' title='“Ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas”  (Yak 1:19-27; Mzm 15; Mrk 8:22-26)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-5983812945729559138</id><published>2012-02-13T22:15:00.000+07:00</published><updated>2012-02-14T22:16:48.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Ia mengutus  mereka berdua-dua mendahuluiNya”  (Kis 13:46-49; Mzm 116:1-2; Luk 10:1-9)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Luk 10:1-9)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Sirilus, pertapa, dan St.Metodeus, uskup, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Melaksanakan tugas pengutusan untuk mewartakan Kerajaan Allah atau Allah yang Meraja memang cukup berat dan sarat dengan tantangan, hambatan maupun masalah, maka tak mungkin dilaksanakan sendirian saja. Tugas pengutusan tersebut harus kita laksanakan bersama-sama, saling membantu satu sama lain alias harus bergotong-royong. Dua santo yang kita kenangkan hari ini berbeda satu sama lain dalam tugas pekerjaan mereka serta kita kenangkan bersama-sama; dengan kata lain dalam rangka mengenangkan dua santo hari ini kita diingatkan pentingnya kerjasama dalam hidup, panggilan dan tugas pengutusan. Kerjasama itu sungguh kita butuhkan karena kita berbeda satu sama lain. Pertama-tama marilah kita ingat, sadari dan hayati bahwa masing-masing dari kita adalah buah kerjasama bapak-ibu kita masing-masing bersama dengan Tuhan. Karena kita adalah buah kerjasama, maka hanya akan tumbuh berkembang dengan baik, serta kemudian dapat melaksanakan tugas pekerjaan maupun menghayati panggilan, jika kita bekerjasama. Untuk dapat bekerjasama dengan baik hemat kami kita harus bersikap rendah hati, terbuka dan rela berkorban. Pengorbanan kita wujudkan dengan mengerahkan kemampuan, bakat, keterampilan bagi saudara-saudari kita, sedangkan rendah hati berarti kita terbuka atas kebaikan dan sumbangan saudara-saudari kita. Dengan demikian kita akan saling belajar dan mengajar, saling memberi dan menerima, sehingga kita semakin diperkaya satu sama lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Dalam kerjasama hendaknya masing-masing menyadari dan menghayati fungsinya sendiri, dan dengan sungguh-sungguh berfungsi ketika dibutuhkan; selain itu hendaknya kita juga peka terhadap yang lain, lebih-lebih mereka yang membutuhkan bantuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;·   “ Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi." (Kis 13:47),&lt;/span&gt; demikian pesan atau sabda Tuhan kepada Paulus, yang selayaknya kita hayati juga sebagai pesan kepada kita semua umat beriman. Kita semua dipanggil untuk menjadi ‘terang’ bagi saudara-saudari kita, semua bangsa di dunia. Kehadiran, sepak terjang, cara hidup dan cara bertindak kita dimana pun dan kapan pun diharapkan menjadi ‘terang’ bagi siapapun, artinya dapat menjadi fasilitator bagi orang lain dalam rangka melaksanakan tugas pengutusan atau menghayati panggilan. Memang untuk itu kita sendiri diharapkan senantiasa berada di dalam ‘terang’ alias berjalan dalam kehendak Tuhan. Secara konkret hal itu berarti kita setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing: sebagai imam, bruder, suster atau suami-isteri yang baik serta layak menjadi teladan atau inspirator bagi rekan-rekan sepanggilan dan setugas pengutusan. Fungsi menjadi ‘terang’ secara khusus kiranya perlu dihayati oleh mereka yang menjadi pemimpin, guru/pendidik atau siapapun yang berpengaruh bagi kehidupan dan kerja bersama. Cara hidup dan cara bertindak mereka hendaknya menjadi ‘terang’ bagi orang lain: bawahan, peserta didik dst..  Tentu saja kita semua umat beriman dipanggil untuk saling menerangi satu samaa lain, maka baiklah ketika kita melihat sahrudara-saudari kita yang berada di dalam kegelapan alias sedang bingung, frustrasi atau tertekan, hendaknya segera didatangi dan ditolong, jangan dibiarkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.” (Mzm 116:1-2)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 14 Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-5983812945729559138?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5983812945729559138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5983812945729559138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/ia-mengutus-mereka-berdua-dua.html' title='“Ia mengutus  mereka berdua-dua mendahuluiNya”  (Kis 13:46-49; Mzm 116:1-2; Luk 10:1-9)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-216038072945282149</id><published>2012-02-13T10:52:00.001+07:00</published><updated>2012-02-13T10:55:48.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Mengapa  angkatan ini meminta tanda?”  (Yak 1: 1-11; Mzm 119:67,68,71,72,75,76; Mrk 8: 11-13)</title><content type='html'>&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda." Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.” &lt;/span&gt;(Mrk 8:11-13)&lt;/span&gt;, demikian  kutipan  Warta  Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Orang-orang Farisi merasa tersaing oleh kehadiran dan pelayanan Yesus, maka mereka berusaha untuk menjebakNya, antara lain dengan mencobai Dia  meminta suatu tanda dari sorga bahwa Dia datang dari sorga dan Allah yang menjadi Manusia. Karena permintaan mereka bukan merupakan kerinduan akan Mesias, Penyelamat Dunia, maka Yesus tidak menanggapi permintaan mereka, melainkan meninggalkan mereka. Sebagai orang beriman, khususnya yang beriman kepada Yesus Kristus, kita diharapkan peka terhadap tanda dan kehadiran maupun karya Allah dalam hidup sehari-hari kita dimana pun dan kapanpun, demikian juga kita diharapkan percaya kepada utusan-utusan Allah, seperti para imam/pastor, pendeta, kyai dst.., yang telah dipilih dan diutus oleh Allah untuk mewartakan apa yang baik dan yang berasal dari Allah. Kami harapkan anda semua juga tidak seperti orang-orang Farisi yang iri dan merasa tersaing oleh kehadiran dan pelayanan orang-orang baru di lingkungan hidup kita yang mungkin kemudian lebih tenar, menarik dan mempesona daripada diri kita saat ini. Berbagai bentuk pembaharuan atau reformasi dibutuhkan bagi kita semua dalam kehidupan kita masa kini maupun masa mendatang, maka marilah kita senantiasa terbuka terhadap aneka macam usaha dan bentuk pembaharuan atau reformasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Demikian juga kami berharap kepada kita semua untuk memperhatikan regenerasi: mereka yang telah tua hendaknya menyadari diri untuk pelan-pelan mengundurkan diri serta memberi kemungkinan dan keleluasaan kepada generasi muda untuk mengambil alih peran dan fungsi anda. Sebaliknya kepada generasi muda kami harapkan tidak takut dan tidak gentar untuk memperbaharui apa-apa yang sungguh dibutuhkan dan perlu di dalam hidup dan pelayanan bersama masa kini.&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.”&lt;/span&gt; (Yak 1:2-4).&lt;/span&gt; “Ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan” inilah yang hendaknya kita renungkan atau refleksikan. Tumbu berkembang dalam iman memang tak akan pernah lepas dari aneka macam tantangan, masalah dan hambatan, demikian juga mereka yang mendambakan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang cerdas beriman. Anda semua diharapkan menjadi pribadi yang tekun dalam menghayati panggilan maupun melaksanakan tugas pengutusan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Tekun adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan kesungguhan yang penuh daya tahan  dan terus-menerus serta tetap semangat dalam melakukan sesuatu”&lt;/span&gt; (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 27-28). Daya tahan generasi masa kini sungguh merosot jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya, karena pengaruh makanan dan minuman yang dikomsumsi setiap hari. Sikap mental instant yang menjadi nyata dalam hal makan dan minum maupun berkomunikasi secara pelan dan mantap telah mempengaruhi daya tahan generasi masa kini: ada tantangan, masalah atau hambatan sedikit atau kecil saja langsung mundur atau putus asa, mengeluh dan menggerutu. Maka dengan ini kami berharap kepada para orangtua untuk sedini mungkin membiasakan anak-anak di dalam keluarga dalam hal melatih diri daya tahan phisik  dan mental. Fungsikan anak-anak sesuai dengan kemampuan dan kesempatan dalam memenuhi kebutuhan hidup bersama sehari-hari, dan hendaknya jangan dimanjakan. Berbagai bentuk pemanjaan terhadap anak-anak akan membuat mereka lemah dan rapuh dalam daya tahan, sehingga juga tidak memiliki ketekunan. Ada pencobaan sedikit langsung jatuh dan hancur.&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.”&lt;/span&gt; (Mzm 119:67-68.71-72)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Senin, 13 Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-216038072945282149?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/216038072945282149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/216038072945282149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/mengapa-angkatan-ini-meminta-tanda-yak.html' title='“Mengapa  angkatan ini meminta tanda?”  (Yak 1: 1-11; Mzm 119:67,68,71,72,75,76; Mrk 8: 11-13)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-8032884366895241233</id><published>2012-02-13T10:31:00.004+07:00</published><updated>2012-02-13T17:15:23.242+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Ekaristi: Rabu, 22 Februari 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI RABU ABU &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rabu, 22 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANDA SALIB DAN SALAM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;SERUAN TOBAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Saudara-saudari marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.&lt;br /&gt;I+U. Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita.&lt;br /&gt;I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;TUHAN KASIHANILAH KAMI&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Tuhan, kasihanilah kami, U. Tuhan, kasihanilah kami&lt;br /&gt;I. Kristus, kasihanilah kami, U. Kristus, kasihanilah kami&lt;br /&gt;I. Tuhan, kasihanilah kami, U. Tuhan, kasihanilah kami. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Imam mengajak umat untuk berdoa, lalu semua hening sejenak untuk menyadari kehadiran Tuhan, dan dalam hati mengungkapkan doa yang menjadi ujud pribadi. Lalu, imam membawakan doa pembuka yang disebut “collecta”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(hening sejenak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa kami yang maharahim, perkenankanlah semua pengikut Kristus memasuki masa Prapaska ini. Kuatkanlah kami agar mampu menentang kuasa kejahatan. Semoga kami dapat menyangkal diri dan menemukan kekuatan karena berpuasa dan berpantang. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI SABDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN I&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Yl 2:12-18)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Kitab Nubuat Yoel:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembacaan dari Kitab Nubuat Yoel:&lt;br /&gt;"Sekarang," beginilah firman Tuhan, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu. Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya. Baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata, "Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa-bangsa: Di mana Allah mereka?" Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanah-Nya dan menaruh belas kasihan kepada umat-Nya.&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAZMUR TANGGAPAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 812)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren: Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mazmur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.&lt;br /&gt;2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.&lt;br /&gt;3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!&lt;br /&gt;4. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN II&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (2Kor 5:20 - 6:2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Berilah dirimu didamaikan dengan Allah, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, kami ini adalah utusan-utusan Kristus; seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihati kamu supaya kamu jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima. Sebab Allah berfirman, "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu; hari inilah hari penyelamatan itu.&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAIT PENGANTAR INJIL&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 965)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayat. Hari ini kalau kamu mendengar suara-Nya jangan bertegar hati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN INJIL&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Mat 6:1-6.16-18) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;br /&gt;I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius&lt;br /&gt;U. Dimuliakanlah Tuhan.&lt;br /&gt;I. Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.' Tetapi jika engkau berdoa masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.' Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."&lt;br /&gt;I: Demikianlah Injil Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U: Terpujilah Kristus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOMILI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA BERKAT ATAS ABU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Saudara-saudari terkasih, dengan rendah hati marilah kita mohon kepada Allah Bapa yang maharahim, agar berkenan melimpahkan rahmat-Nya dan memberkati abu ini. Abu ini akan ditandakan pada dahi kita, sebagai tanda tobat, sesal atas segala dosa dan kelalaian di masa lalu, dan tekad merasuk manusia baru dalam Roh-Nya&lt;br /&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(hening sejenak)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa yang mahakudus, langit dan bumi adalah karya tangan-Mu. Semuanya itu akan berlalu. Hanya Engkaulah yang tetap sama dalam belas kasih cinta-Mu kepada umat manusia. Kasihanilah kami, sebagaimana dahulu mengasihani Ninive yang bertobat kepada-Mu. Baharuilah hati kami, dan jadikanlah suci. Kembalikanlah kepada kami kebahagiaan dan berkat keselamatan, karena kami merendahkan diri di hadapan-Mu.&lt;br /&gt;Berkatilah abu ini,&lt;br /&gt;menjadi tanda pembawa selamat, karena kami lemah dan umur kami singkat. Ciptakanlah kami lagi, menjadi manusia baru seturut citra Yesus Al masih, yang datang untuk menjadikan kami putera-puteri-Mu, dalam masa Prapaska ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAGIAN ABU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Kemudian, abu dibagikan kepada umat, dengan menaburkan di ubun-ubun atau menerakan "tanda salib dengan abu" pada dahi sambil berkata:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;P. "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil"&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Selama penerimaan abu, instrumentalia atau lagu iringan yang sesuai dapat dinyanyikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI EKARISTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 384)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;U. Terpujilah Allah selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;U. Terpujilah Allah selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa yang maharahim, pada permulaan masa tobat ini kami mempersembahkan roti dan anggur dan mohon kepada-Mu kekuatan agar mampu mengekang keinginan jahat dengan usaha tobat dan amal kasih. Bersihkanlah kiranya kami dari segala dosa, supaya layak merayakan sengsara Kristus, Tuhan, dan pengantara kami.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;U.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PREFASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUDUS &lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 389)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;C. KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAPA KAMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I+U. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA DAMAI&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Maka kami mohon jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu. Restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah Pengantara kami kini dan sepanjang masa.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;br /&gt;I. Damai Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANAK DOMBA ALLAH &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSIAPAN KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SESUDAH KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;I. Allah Bapa di surga, sumber belas kasih, kami bersyukur telah menerima sakramen-Mu pada masa awal tobat ini. Berilah kami bantuan-Mu, agar pantang dan puasa kami berkenan di hati-Mu serta berguna bagi keselamatan kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUTUSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-8032884366895241233?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8032884366895241233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8032884366895241233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/perayaan-ekaristi-rabu-22-februari-2012.html' title='Perayaan Ekaristi: Rabu, 22 Februari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-1398433954450824962</id><published>2012-02-11T20:04:00.000+07:00</published><updated>2012-02-12T09:21:15.931+07:00</updated><title type='text'>Warta Paroki: 11 - 12 Februari 2012</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SARASEHAN KITAB SUCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan Sarasehan Kitab Suci bersama Romo A. Mangunhardjana, SJ pada hari Minggu, 19 Februari 2012, pukul 10.00 WIB bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan dengan tema “Makna masa Puasa serta Penghayatannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAFTARAN SAKRAMEN BAPTIS DEWASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran Sakramen Baptis Dewasa Paskah 2012 akan dimulai tanggal 1 Februari s/d 1 Maret 2012 bagi para Katekis yang Katekumennya sudah memenuhi syarat untuk dibaptis, supaya mendaftarkan para calon baptis dan mengambil formulir pendaftaran di Kantor Sekretariat Paroki pada Jam Kerja. Ujian Baptis akan diselenggarakan pada tanggal 11 Maret 2012, Pelaksanaan Upacara Baptis pada tanggal 7 April 2012.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;SAKRAMEN KRISMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Santo Antonius Purbayan&lt;br /&gt;☀ Pendaftaran dimulai tanggal 23 Januari - 10 Februari 2012.&lt;br /&gt;☀ Pelajaran dimulai tanggal 15 Februari 2012 (tiap hari Rabu jam 18.00 - 19.00 ) di Aula Atas Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan .&lt;br /&gt;☀ Pelaksanaan penerimaan Sakramen Krisma tanggal 10 Juni 2012 jam 16.30 di Gereja Santo Antonius Purbayan.&lt;br /&gt;☀&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Syarat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sudah dibaptis dan menerima komuni pertama&lt;br /&gt;berumur minimal 14 tahun&lt;br /&gt;melampirkan fotokopi Surat Baptis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formulir pendaftaran dapat diambil di Sekretariat Paroki pada hari dan jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan Kursus Persiapan Perkawinan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 18 – 19 dan 25 – 26 Februari 2012.&lt;br /&gt;Hari Sabtu jam 18.00 WIB&lt;br /&gt;Hari Minggu jam 10.00 WIB&lt;br /&gt;bertempat di Aula Atas Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan Solo. Informasi dan pendaftaran dapat dilayani di Sekretariat Paroki pada jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERTEMUAN LEKTOR&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan pertemuan untuk Lektor, Minggu, 19 Februari 2012 jam 10.30 WIB bertempat di Aula Kecil Atas Gedung Paroki Purbayan. Dengan agenda : Penjadwalan Tugas bulan Maret dan pengumuman Petugas Paskah. Mohon kerjasama dan kehadiran seluruh anggota Paguyuban Lektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGAS PARKIR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sabtu-Minggu, 11-12 Februari 2012: Wilayah Kronelan.&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu, 18 - 19 Februari 2012: Wilayah Setabelan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGAS TATA ALTAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sabtu, 11 Februari 2012: Ibu-ibu WKRI.&lt;br /&gt;Sabtu, 18 Februari 2012: Wilayah Timuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOLEKTE KEDUA Sabtu-Minggu, 11-12 Februari 2012 untuk Beasiswa anak-anak kurang mampu.&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu, 18 - 19 Februari 2012 untuk Tenaga Pelayan Gereja KAS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JADWAL PETUGAS LITURGI&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sabtu, 11 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;16.30 SMA III, SMA III; Poponk, Surya&lt;br /&gt;18.00 Keprabon, Keprabon; Robby, Nana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Minggu, 12 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Ngrayapan, Rini; Wiwik, Yuni&lt;br /&gt;07.00 Koor Umat, Lingsih; Veni, Mulyani&lt;br /&gt;08.30 SD Marsudirini, SD Marsudirini; Novi, Dhea&lt;br /&gt;16.30 Kronelan, Lusia; Dian, Anna&lt;br /&gt;18.00 CU Cempaka, CU Cempaka; Runanik, Kartini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sabtu, 18 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;16.30 PD Antonius, Rujito; Denma, Veni&lt;br /&gt;18.00 Ketelan, Ika; Gian, MC Nanik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Minggu, 19 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Purwodiningratan, Purwodiningratan; Anik, Cicilia&lt;br /&gt;07.00 Kemlayan, Beto; Claudia, Nining&lt;br /&gt;08.30 SMK Marganingsih, SMK Marganingsih; Laura, Shelvy&lt;br /&gt;16.30 Sudiroprajan, Aditya; Ajeng, Tio&lt;br /&gt;18.00 Holy Trinity, Robbie; Sanza, Anna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;PENGUMUMAN PERKAWINAN&lt;br /&gt;A. Pengumuman Pertama&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Lorensius Silvester Lilik Sugiarto dari Gilingan dengan Ignatia Natalia Bernadien Trisnaningrum dari Kedung Lumbu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Ketiga&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Vincentius Budi Suyanto dari Surabaya dengan Fransisca Romana Deasy Maria dari Mojosongo.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa yang mengetahui adanya halangan atas pernikahan di atas wajib memberitahu Romo Paroki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN LITURGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 13 Februari 2012: Yak 1: 1-11; Mzm 119: 67,68,71,72,75,76;Mrk 1: 40-45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 14 Februari 2012: PW. St. Sirius, Pertapa dan St. Metodius, Uskup (P)&lt;br /&gt;Yak 1: 12-18; Mzm 94: 12-13a,14-15,18-19;Mrk 8: 14-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 15 Februari 2012: Yak 1: 19-27; Mzm 15: 2-3ab,3cd-4ab,5; Mrk 8: 22-26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 16 Februari 2012: Yak 2: 1-9; Mzm 34: 2-3,4-5,6-7; Mrk 8: 27-33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 17 Februari 2012: Yak 2: 14-24,26; Mzm 112: 1-2,3-4,5-6;Mrk 8: 34-9: 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 18 Februari 2012: Yak 3: 1-10; Mzm 12: 2-3,4-5,7-8; Mrk 9: 2-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 19 Februari 2012: HARI MINGGU BIASA VII&lt;br /&gt;Yes 43: 18-19,21-22,24b-25; Mzm 41: 2-3,4-5,13-14; 2; Kor 1: 18-22; Mrk 2: 1-12&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-1398433954450824962?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1398433954450824962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1398433954450824962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/warta-paroki-11-12-februari-2012.html' title='Warta Paroki: 11 - 12 Februari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-1166613824424384609</id><published>2012-02-11T19:04:00.008+07:00</published><updated>2012-02-12T07:29:08.531+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Ekaristi: Sabtu-Minggu, 11 - 12 Februari 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI MINGGU BIASA VI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SABTU-MINGGU, 11 - 12 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 329)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANDA SALIB DAN SALAM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;SERUAN TOBAT &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 355)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Saudara-saudari, sebelum kita mendengarkan sabda Allah dan merayakan perjamuan Kristus, marilah kita menyiapkan diri dengan mohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang untuk membebaskan kami dari segala dosa dan kejahatan.&lt;br /&gt;K. Tuhan, kasihanilah kami&lt;br /&gt;U. Tuhan, kasihanilah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Engkaulah harapan bagi semua orang yang menderita.&lt;br /&gt;K. Kristus, kasihanilah kami&lt;br /&gt;U. Kristus, kasihanilah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Engkaulah sabda Allah yang membersihkan hati manusia dari segala penyakit.&lt;br /&gt;K. Tuhan, kasihanilah kami&lt;br /&gt;U. Tuhan, kasihanilah kami. Tuhan, kasihanilah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;MADAH KEMULIAAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 356)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Imam mengajak umat untuk berdoa, lalu semua hening sejenak untuk menyadari kehadiran Tuhan, dan dalam hati mengungkapkan doa yang menjadi ujud pribadi. Lalu, imam membawakan doa pembuka yang disebut “collecta”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(hening sejenak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa kami yang maharahim, di mana sabda-Mu terdengar dan menyentuh hati orang, di situ segala kejahatan dihapuskan. Buatlah hati kami terbuka untuk menerima sabda-Mu, agar takkan lagi meragukan pengampunan-mu dan selalu mewartakan bahwa Engkau telah membebaskan dan menyucikan kami dalam Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI SABDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN I&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Im 13:1-2.45-46)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang sakit kusta harus tinggal terasing di luar perkemahan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Kitab Imamat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Allah berfirman kepada Musa dan Harun, "Apabila pada kulit badan seseorang ada bengkak atau bintil-bintil atau panau, yang mungkin menjadi penyakit kusta pada kulitnya, ia harus dibawa kepada Imam Harun, atau kepada salah seorang dari anak-anaknya, yang adalah imam. Karena orang itu sakit kusta, maka ia najis, dan imam harus menyatakan dia najis, karena penyakit yang di kepalanya itu. Orang yang sakit kusta harus berpakaian cabik-cabik, dan rambutnya terurai. Ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis! Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahanlah tempat kediamannya."&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAZMUR TANGGAPAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 847)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren: Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mazmur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni, dan dosa-dosanya ditutupi. Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu!&lt;br /&gt;2. Dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, "Aku akan menghadap Tuhan, dan mengakui segala pelanggaranku." Maka Engkau mengampuni kesalahanku.&lt;br /&gt;3. Bersukacitalah dalam Tuhan! Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar; bersorak-gembiralah, hai orang-orang jujur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN II&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (1Kor 10:31-11:1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, jika engkau makan atau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu demi kemuliaan Allah. Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani maupun Jemaat Allah. Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat. Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAIT PENGANTAR INJIL&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 953)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren. Alleluya, Alleluya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayat.Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita dan Allah telah melawat umat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN INJIL&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Mrk 1:40-45) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;br /&gt;I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus&lt;br /&gt;U. Dimuliakanlah Tuhan.&lt;br /&gt;I. Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuan-Nya, katanya, "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata kepadanya, "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, kata-Nya, "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.&lt;br /&gt;I: Demikianlah Injil Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U: Terpujilah Kristus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOMILI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU PERCAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA UMAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Oleh karena kita tahu bahwa terbuka kesempatan untuk hidup bahagia bagi setiap orang, maka beranilah kita memanjatkan doa kepada Allah, Bapa kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi Sri Paus, para uskup dan para imam: Semoga Bapa mendorong para petugas Gereja, agar selalu memberi teladan keprihatinan terhadap yang terpencil, yang sakit dan dikucilkan dari masyarakat. Marilah kita mohon:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi para petugas pemerintahan: Semoga kiranya Bapa menyadarkan para petugas pemerintahan akan tanggung jawab mereka terhadap keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Marilah kita mohon:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi para penderita sakit yang merana: Semoga Bapa menghibur para penderita sakit merana, agar jangan sampai mereka lalu mengucilkan diri dari dunia ramai, tetapi selalu berusaha mencari hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Marilah kita mohon:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi kita sendiri: Semoga Bapa menggerakkan hati kami, agar kami jangan hanya di gereja ini memuji dan memuliakan nama-Mu, tetapi mewartakan keagungan nama-Mu kepada sesama yang menderita. Marilah kita mohon:  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa kami yang mahabaik, dengarkanlah doa-doa mereka yang ingin mengucap syukur atas segala sesuatu yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Buatlah mereka teguh dan semakin percaya akan kekuatan cinta kasih. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI EKARISTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagian pertama dari Liturgi Ekaristi disebut ‘Persiapan Persembahan’. Alasan teologis yang paling utama adalah peristiwa persembahan yang sungguh-sungguh baru terjadi pada saat Doa Syukur Agung;  pada saat persembahan sejati dan tak bercela, yaitu kurban Salib Kristus, dikenangkan dan dihadirkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 377)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa di surga, bersihkanlah dan sembuhkanlah kami dari segala dosa berkat roti dan anggur ini dan baruilah kami dengan Roh Almasih yang hadir di tengah kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;U.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PREFASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUDUS &lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 394)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;C. KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAPA KAMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I+U. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA DAMAI&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Maka kami mohon jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu. Restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah Pengantara kami kini dan sepanjang masa.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;br /&gt;I. Damai Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANAK DOMBA ALLAH &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 415)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSIAPAN KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 562/ 676)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SESUDAH KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;I. Allah Bapa yang maha penyayang, kami mengucapkan syukur atas tangan penyembuh yang Kauulurkan kepada kami dalam diri Yesus, Saudara kami. Kami mohon, semoga kami pun selalu memerhatikan sesama serta menggalang persaudaraan dengan siapa saja. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUTUSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 683)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-1166613824424384609?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1166613824424384609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1166613824424384609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/perayaan-ekaristi-sabtu-minggu-11-12.html' title='Perayaan Ekaristi: Sabtu-Minggu, 11 - 12 Februari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-2713407449197877945</id><published>2012-02-11T10:28:00.001+07:00</published><updated>2012-02-11T10:29:48.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>HOMILI: Hari Minggu Biasa VI (Im 13:1-2.45-46; Mzm 32:1-2.5; 1Kor 10:31-11:1; Mrk 1:40-45)</title><content type='html'>&lt;p style="TEXT-ALIGN:center;MARGIN:0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;"&gt;"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="TEXT-ALIGN:justify;MARGIN:0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;Sebuah  paroki di pedesaan Jawa Tengah selain pelayanan pastoral bagi umat  katolik juga membuka pelayanan umum bagi masyarakat luas, yaitu sebuah  poliklinik, bekerjasama dengan suster/biarawati serta beberapa dokter  relawan. Di wilayah paroki yang bersangkutan yang cukup luas juga ada  Puskesmas-Puskesmas di tiap kecamatan, yang konon cukup murah dan bahkan  gratis. Suatu info yang menarik saya terima, yaitu: warga masyarakat  umum ternyata lebih senang berobat ke poliklinik paroki dari pada ke  Puskesmas, meskipun poliklinik paroki lebih jauh tempatnya. Konon  tersebar berita di kalangan masyarakat umum bahwa pengobatan di  poliklinik paroki lebih mujarab atau manjur dari pada  Puskesmas-Puskesmas. Bahkan ada rumor di kalangan mereka :”&lt;i style=""&gt;Wah kalau berobat ke poliklinik paroki itu menyenangkan, bahkan sebelum diobati pun kami terasa sudah sembuh”. &lt;/i&gt;Dimana  letak kemujaraban dan kemanjuran pengobatan di Poliklinik paroki,  karena obat yang tersedia sama dengan obat yang ada di  Puskesmas-Puskesmas? Rahasianya terletak pada pelayanan yang dilakukan  oleh para dokter, suster maupun perawat. Keramahan pelayanan membuat  menarik warga masyarakat, sehingga mereka bergairah mendatangi  poliklinik paroki. Kegairahan pasien inilah juga merupakan rahasia  kemujaraban dan kemanjuran pengobatan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; margin: 0in 0in 10pt; font-weight: bold;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;"&gt;“Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt; (Mrk 1:40)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="TEXT-ALIGN:justify;MARGIN:0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;Seseorang  yang sedang menderita penyakit kusta dengan penuh kepercayaan datang  kepada Yesus dan mohon untuk disembuhkan dari penyakitnya: &lt;i style=""&gt;"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."&lt;/i&gt;.  Penyembuhan pasien dari penyakit hemat saya tergantung pada tiga unsur,  yaitu: pribadi pasien, obat dan pelayanan para dokter maupun paramedis  lainnya. Pribadi pasien yang sedang menderita sakit hendaknya tetap  dalam kegairahan dan semangat, lebih-lebih kegairahan dan semangat untuk  disembuhkan, karena baik obat maupun pelayanan yang lain lebih  merupakan bantuan atau dukungan. Memang ada hubungan timbal balik, yaitu  relasi antara pasien dan pelayan-pelayan kesehatan: semangat melayani  yang dihayati oleh para pelayan kesehatan mendorong dan memotivasi para  pasien tetap bergairah dan bersemangat, sebaliknya kegairahan dan  semangat pasien juga membuat para pelayan kesehatan semakin bergairah  untuk melayani pasien. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="TEXT-ALIGN:justify;MARGIN:0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;Kegaiarahan  dan semangat pasien merupakan wujud iman mereka kepada Tuhan atau  Penyelenggaraan Ilahi. Kita semua mungkin sedang menjadi pasien alias  sedang menderita sakit, tentu saja yang saya maksudkan tidak hanya sakit  phisik, tetapi juga sakit hati, sakit jiwa maupun sakit akal budi.  Mungkin kita tidak 100% (seratus persen) sakit, melainkan hanya 10, 20,  25 atau 50 %, sehingga kita mudah marah, membenci, iri hati, putus asa  dst.. Maka kepada anda yang sedang menderita sakit kami harapkan  bertobat dengan mengusahakan tetap bergairah dan bersemangat. Yang  menyebabkan anda sakit dan tidak bergairah hemat saya adalah karena anda  tidak mau mengampuni mereka yang menyalahi atau menyakiti anda. Maka  berusaha untuk bergairah dan bersemangat berarti hidup dan bertindak  mengampuni siapapun yang menyakiti atau menyalahi kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="TEXT-ALIGN:justify;MARGIN:0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;"&gt;"Aku mau, jadilah engkau tahir."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Mrk  1:41)&lt;/span&gt;, demikian tanggapan Yesus atas permintaan orang kusta. Tanggapan  Yesus yang demikian ini hendaknya menjadi inspirasi atau pegangan bagi  para pelayan kesehatan, para dokter maupun paramedis lainnya. Dengan  kata lain marilah meneladan Yesus yang segera tanggap sepenuh hati pada  orang yang mohon penyembuhan. Maka kami berharap kepada para pelayan  kesehatan untuk sungguh tanggap sepenuh hati terhadap keluh kesah atau  harapan para pasien. Layanilah mereka dengan sepenuh hati dan keramahan.  Ingat dan sadari kata Inggris ‘rumah sakit’ adalah ‘hospital’ dan dari  kata ‘hospital’ dapat menjadi kata ‘hospitality’ yang berarti keramahan.  Semoga siapapun yang mendatangi rumah sakit serta seluruh pelayan  kesehatan dan pegawai lainnya di rumah sakit memperoleh keramahan.  Pasien yang sedang menderita sakit ditanggapi dengan pelayanan yang  ramah akan segera sembuh dan sehat. Selanjutnya marilah kita renungkan  ajakan Paulus di bawah ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="TEXT-ALIGN:justify;MARGIN:0in 0in 10pt 0.5in;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Jika  engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu  yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (1Kor 10:31)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="TEXT-ALIGN:justify;MARGIN:0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;"&gt;AMDG = Ad Maiorem Dei Gloriam (Demi Kemuliaan Nama Tuhan, Amrih Mulyo Dalem Gusti), &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;demikian salah satu motto St.Ignatius Loyola, yang hemat saya senada dengan nasihat Paulus di atas ini. “&lt;i style=""&gt;Lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”, &lt;/i&gt;demikian  saran atau nasihat Paulus kepada kita semua. Segala sesuatu yang ada di  bumi atau dunia ini diciptakan oleh Allah, dan manusia sebagai ciptaan  tertinggi atau termulia di dunia ini dipanggil untuk memfungsikan  ciptaan-ciptaan lainnya demi kemuliaan Allah. Dengan kata lain melalui  aneka kesibukan, pekerjaan, pelayanan, tugas atau apapun yang kita  lakukan diharapkan kita semakin beriman, semakin berbakti kepada Allah ,  semakin suci, semakin dikasihi oleh Allah dan banyak orang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="TEXT-ALIGN:justify;MARGIN:0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;Secara  khusus Paulus mengingat dalam hal makan dan minum, suatu kegiatan yang  menyenangkan bagi kita semua. Pertanyaannya adalah: apakah selama makan  dan minum kita juga sekaligus memuliakan Allah, yang berarti aneka  makanan dan minuman yang kita santap sungguh membuat tubuh segar-bugar,  sehat wal’afiat, sehingga semakin bersyukur dan berterima kasih kepada  Tuhan. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak anda sekalian  untuk mengkomsumi jenis makanan dan minuman yang sehat, meskipun tidak  nikmat di lidah. Maklum mayoritas orang masa kini sudah kena budaya  pasar yang konsumptif dalam hal makanan dan minuman, sehingga mudah kena  penyakit dan tidak memiliki ketahanan phisik yang handal. Bukankah  banyak orang lebih senang jenis makanan instant dalam kemasan plastik  atau jajan ke restaurant dan warung dari pada memasak sendiri? Dengan  kata lain banyak orang mengkomsumi makanan yang kurang atau tidak sehat.  Kami mengajak dan mengingatkan anda sekalian: marilah kita mengkomsumi  jenis makanan dan minuman alamiah yang sehat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="TEXT-ALIGN:justify;MARGIN:0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;"&gt;“Orang  yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai  dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!  Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus  tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;.”  (Im 13:45-46). Kutipan ini kiranya dapat menjadi peringatan bagi kita  semua agar kita jangan jatuh sakit, entah sakit apapun. Tanpa  disingkirkan pada umumnya mereka yang menderita sampai menyingkirkan  atau mengasingkan diri sendiri. Ia mengasingkan dari sesamanya,  lingkungan hidupnya maupun tugas pekerjaannya. Saya percaya kita semua  tidak mendambakan keterasingan macam itu, maka baiklah kalau kita  senantiasa mengusahakan kesehatan dan kebugaran tubuh kita  masing-masing. Anak-anak di dalam keluarga hendaknya sedini mungkin  dibiasakan dan dididik untuk hidup sehat dan bugar, baik secara jasmani  maupun rohani, phisik maupun spiritual. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center; margin: 0in 0in 10pt; font-weight: bold;" class="yiv1297739956MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;"&gt;“Berbahagialah  orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!  Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan  yang tidak berjiwa penipu!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dosaku  kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku  berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan  Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;(Mzm 32:1-2.5)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-size:100%;" &gt;Minggu, 12 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN:0in 0in 10pt;" class="yiv1297739956MsoNormal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT:115%;font-size:100%;" &gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-2713407449197877945?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/2713407449197877945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/2713407449197877945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/homili-hari-minggu-biasa-vi-im-131-245.html' title='HOMILI: Hari Minggu Biasa VI (Im 13:1-2.45-46; Mzm 32:1-2.5; 1Kor 10:31-11:1; Mrk 1:40-45)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-1279374832113810956</id><published>2012-02-04T21:10:00.003+07:00</published><updated>2012-02-04T21:22:33.187+07:00</updated><title type='text'>Warta Paroki 4 - 5 Februari 2012</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAFTARAN SAKRAMEN BAPTIS DEWASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran Sakramen Baptis Dewasa Paskah 2012 akan dimulai tanggal 1 Februari s/d 1 Maret 2012 bagi para Katekis yang Katekumennya sudah memenuhi syarat untuk dibaptis, supaya mendaftarkan para calon baptis dan mengambil formulir pendaftaran di Kantor Sekretariat Paroki pada Jam Kerja. Ujian Baptis akan diselenggarakan pada tanggal 11 Maret 2012, Pelaksanaan Upacara Baptis pada tanggal 7 April 2012.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;SAKRAMEN KRISMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Santo Antonius Purbayan&lt;br /&gt;☀ Pendaftaran dimulai tanggal 23 Januari - 10 Februari 2012.&lt;br /&gt;☀ Pelajaran dimulai tanggal 15 Februari 2012 (tiap hari Rabu jam 18.00 - 19.00 ) di Aula Atas Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan .&lt;br /&gt;☀ Pelaksanaan penerimaan Sakramen Krisma tanggal 10 Juni 2012 jam 16.30 di Gereja Santo Antonius Purbayan.&lt;br /&gt;☀&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Syarat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sudah dibaptis dan menerima komuni pertama&lt;br /&gt;berumur minimal 14 tahun&lt;br /&gt;melampirkan fotokopi Surat Baptis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formulir pendaftaran dapat diambil di Sekretariat Paroki pada hari dan jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan Kursus Persiapan Perkawinan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 18 – 19 dan 25 – 26 Februari 2012.&lt;br /&gt;Hari Sabtu jam 18.00 WIB&lt;br /&gt;Hari Minggu jam 10.00 WIB&lt;br /&gt;bertempat di Aula Atas Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan Solo. Informasi dan pendaftaran dapat dilayani di Sekretariat Paroki pada jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERTEMUAN WKRI&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan Pertemuan ibu-ibu WKRI: Rabu, 8 Februari 2012 pukul 16.30 bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;KEGIATAN OMK PURBAYAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangka memaknai Hari Valentine, OMK St. Antonius Purbayan Solo akan mengadakan kunjungan dan bakti sosial ke Yayasan Penitipan Anak dan Balita “Permata Hati”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Balita dan Anak-anak di sana sangat membutuhkan Susu SGM 2, beras dan pakaian balita.&lt;br /&gt;Jika anda tergerak untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yang kurang beruntung ini, anda dapat langsung menghubungi Pastor Paroki Santo Antonius Purbayan Solo.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;BAPTISAN BAYI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekoleksi bagi bapak/ibu yang ingin membaptiskan putra-putrinya akan diadakan pada hari Jumat, 3 Februari 2012, pkl 18.00, di Gedung Paroki. Rekoleksi wajib diikuti oleh orang tua bayi dan wali baptis (tidak boleh diwakilkan). Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Sekretariat Paroki pada jam kerja. Penerimaan Sakramen Baptis akan dilaksanakan pada hari Minggu, 5 Februari 2012, pkl 10.00 di Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGAS PARKIR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sabtu-Minggu, 4 - 5 Februari 2012: Wilayah Kebalen.&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu, 11-12 Februari 2012: Wilayah Kronelan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGAS TATA ALTAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  Sabtu, 4 Februari 2012: Wilayah Setabelan.&lt;br /&gt;Sabtu, 11 Februari 2012: Ibu-ibu WKRI.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JADWAL PETUGAS LITURGI&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sabtu, 4 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;16.30 Kebalen, Kebalen, Surya, Sanza&lt;br /&gt;18.00 Sangkrah, Ika, Robby, Tio&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Minggu, 5 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Kepatihan, Santoso; Hengky, MC Nanik&lt;br /&gt;07.00 Kedung Lumbu, Rensi; Cicilia, Nining&lt;br /&gt;08.30 SD Kanisius 2, SD Kanisius 2; Dea, Mario&lt;br /&gt;16.30 Albertus, Rini; Agnes, Denma&lt;br /&gt;18.00 Kampung Sewu, Didiek E; Kinky, Ajenk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sabtu, 11 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;16.30 SMA III, SMA III; Poponk, Surya&lt;br /&gt;18.00 Keprabon, Keprabon; Robby, Nana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Minggu, 12 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Ngrayapan, Rini; Wiwik, Yuni&lt;br /&gt;07.00 Koor Umat, Lingsih; Veni, Mulyani&lt;br /&gt;08.30 SD Marsudirini, SD Marsudirini; Novi, Dhea&lt;br /&gt;16.30 Kronelan, Lusia; Dian, Anna&lt;br /&gt;18.00 CU Cempaka, CU Cempaka; Runanik, Kartini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;PENGUMUMAN PERKAWINAN&lt;br /&gt;A. Pengumumann Kedua&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Vincentius Budi Suyanto dari Surabaya dengan Fransisca Romana Deasy Maria dari Mojosongo.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Ketiga&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Antonius Aria Kusuma dari Kepatihan dengan Eufrosiana Riskha Damayanti dari Jebres. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;2. Fransiscus Damstater Jimmy Ronald dari Semarang dengan Magdalena Rosa Abundarma dari Gandekan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa yang mengetahui adanya halangan atas pernikahan di atas wajib memberitahu Romo Paroki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN LITURGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Senin, 06 Februari 2012: Pw. S. Paulus Miki, dkk - Martir&lt;br /&gt;1Raj 8: 1-7,9-13; Mzm 132: 6-7,8-10 Mrk 6: 53-56&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 07 Februari 2012&lt;br /&gt;1Raj 8: 22-23,27-30;Mzm 84: 3,4,5,10,11; Mrk 7: 1-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 08 Februari 2012&lt;br /&gt;1Raj 10: 1-10; Mzm 37: 5-6,30-31,39-40; Mrk 7: 14-23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 09 Februari 2012&lt;br /&gt;1Raj 11: 4-13; Mzm 106: 3-4,35-36,37,40; Mrk 7: 24-30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 10 Februari 2012: Pw. S. Skolastika, Perawan&lt;br /&gt;1Raj 11: 29-32;12: 19; Mzm 81: 10-11ab,12-13,14-15; Mrk 7: 31-37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 11 Februari 2012: Hari Orang Sakit Sedunia&lt;br /&gt;1Raj 12: 26-32;13: 33-34;Mzm 106: 6-7a,19-20,21-22; Mrk 8: 1-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 12 Februari 2012&lt;br /&gt;Im 13: 1-2,45-46; Mzm 32: 1-2,5,11; Kor 10: 31-11: 1; Mrk 1: 40-45&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-1279374832113810956?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1279374832113810956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1279374832113810956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/warta-paroki-4-5-februari-2012.html' title='Warta Paroki 4 - 5 Februari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-7832003872100750483</id><published>2012-02-02T22:19:00.000+07:00</published><updated>2012-02-02T22:23:58.038+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh."  (Rm 5:1-5; Mzm 116:1-2; Mrk 16:15-20)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Mrk 16:15-20)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan peringatan St. Blasius, Uskup dan martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    “Menurut tradisi Gereja Timur dan Barat, hari ini dapat diberikan “Berkat St.Blasius”. Umat menghampiri imam seperti acara komuni. Sambil memegang dua batang lilin yang disilangkan pada leher umat ybs.imam berkata;”Semoga berkat doa St.Blasius, Uskup dan Martir, Allah membebaskan Saudara dari penyakit tenggorokan dan penyakit-penyakit lain. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.” &lt;/span&gt;(Penanggalan Liturgi 2012). Berkat ini kiranya merupakan penghayatan sabda Yesus kepada para rasul bahwa “mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh”. Maka dengan ini pertama-tama saya mengajak rekan-rekan imam untuk mawas diri: apakah setiap kali kita menyampaikan berkat kepada umat sungguh membuat umat yang bersangkutan sembuh dari penyakit? Mungkin tidak hanya mereka yang menderita sakit tenggorokan atau penyakit phisik lainnya, tetapi juga mereka yang sakit hati, sakit jiwa atau sakit akal budi, sehingga yang sakit hati tidak sakit hati lagi, yang sakit jiwa tidak sakit jiwa lagi, yang sakit akal budi tidak sakit akal budi lagi. Sebaliknya kami juga mengajak segenap umat yang sering menerima berkat Allah melalui tangan imam untuk mawas diri juga: sejauh mana saya percaya atas berkat tersebut, sehingga kita menghayati diri dalam hidup dan bertindak senantiasa bersama dan bersatu dengan Allah? Apakah setelah menerima berkat Allah kita tidak sakit hati lagi dan jika anda orang yang menyakiti kita kemudian segera kita ampuni? Ingatlah: hendaknya jangan membawa sakit hati sampai mati, melainkan segeralah menjadi sembuh dari sakit hati karena berkat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” &lt;/span&gt;(Rm 5:1-4). &lt;/span&gt;Pesan atau peringatan Paulus kepada umat di Roma ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita. Jika kita setia pada iman, panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing, maka kita pasti tak akan terlepas dari aneka pendeitaan dan kesengsaraan.&lt;span class="fullpost"&gt; Jika demikian adanya marilah kita imani dan hayati pesan Paulus bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan”.&lt;/span&gt; Cukup banyak orang yang sukses dalam panggilan, tugas pengutusan maupun karir hemat saya telah menghayati pesan Paulus tersebut di atas, maka jika kita mendambakan kesuksesan atau keberhasilan yang kita cita-citakan hendaknya menghayati pesan Paulus tersebut. Dengan kata lain jika kita harus sengsara atau menderita karena kesetiaan dan ketaatan, hendaknya tetap ceria dan bergembira serta bergairah, tidak putus asa, mengeluh dan menggerutu. Dalam keceriaan, kegembiraan dan kegairahan sebagai wujud pengharapan kita akan menjadi orang yang tekun dan tahan uji dalam menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan. Secara khusus kami berharap kepada mereka yang sedang memiliki tugas belajar di sekolah atau perguruan tinggi di tingkat atau jurusan apapun untuk menghayati pesan Paulus di atas. Dan tentu saja kami juga berharap kepada para rekan guru dan dosen: hendaknya tetap tekun dan tahan uji dalam menghadapi peserta didik atau mahasiwa-mahasiswi, yang kurangajar, nakal, bodoh dst.. , jangan putus asa. Hadapi dan sikapi mereka dalam dan dengan cintakasih serta kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.” (Mzm 116:1-2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 3 Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-7832003872100750483?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/7832003872100750483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/7832003872100750483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/mereka-akan-meletakkan-tangannya-atas.html' title='“Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh.&quot;  (Rm 5:1-5; Mzm 116:1-2; Mrk 16:15-20)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-114710528952267478</id><published>2012-02-01T22:25:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T22:26:43.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan”  (Mal 3:1-4; Mzm 24:7-10;  Luk 2:22-33)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Luk 2:22-33)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan Yesus Dipersembahkan di Kenisah hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Taat dan setia melaksanakan perintah atau hukum Tuhan memang tidak mudah. Kebanyakan orang hidup dan bertindak menurut keinginan atau selera pribadi serta tidak mentaati dan melaksanakan aneka tata tertib yang terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusannya, apalagi mentaati dan melaksanakan perintah atau hukum Tuhan. Keluarga Kudus dari Nazaret setia pada hukum Tuhan, yaitu harus mempersembahkan anak laki-laki sulung, yaitu Yesus, kepada Tuhan di bait Allah. Peristiwa Yesus dipersembahkan di Kenisah atau bait Allah menyentuh hati Simeon, orang benar dan saleh yang hidup sesuai dengan kehendak Roh Kudus, tergerak juga untuk mempersembahkan diri dengan berkata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sekarang Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”. &lt;/span&gt;Sebagai orang beriman kita semua juga dipanggil untuk mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, sehingga kehadiran dan sepak terjang kita dimanapun dan kapanpun juga menyentuh orang untuk mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, dan kita sendiri juga siap sedia sewaktu-waktu dipanggil Tuhan atau meninggal dunia. Orang yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan juga akan menjadi ‘terang’ bagi saudara-saudarinya yang sedang berada di dalam kegelapan, sehingga mereka dapat menemukan dan menelusuri jalan yang baik dan benar menuju ke kebahagiaan dan keselamatan sejati, kebahagiaan dan keselamatan jiwanya. Marilah kita saling membantu dan mengingatkan dalam melaksanakan sabda atau firman Tuhan di dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.”&lt;/span&gt; (Mal 3:1-2). &lt;/span&gt;Utusan Tuhan berarti rasul atau nabi, dan hemat saya sebagai orang beriman kita memiliki dimensi rasuli dan kenabian yang harus kita hayati di dalam cara hidup dan cara bertindak kita dimana pun dan kapan pun. Jika semua orang beriman menghayati panggilan rasuli dan kenabian dalam hidup sehari-hari, maka hidup bersama di mana pun dan kapan pun akan menggairahkan, mempesona dan memikat  serta tidak ada seorang pun yang merasa letih dan lesu meskipun harus melakukan tugas berat yang sarat dengan tantangan dan hambatan serta masalah. Menghayati panggilan kenabian dan rasuli berarti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“seperti api tukang pemurni logam daan seperti sabun tukang penatu”&lt;/span&gt;, yang berfungsi membersihkan dan memurnikan. Kiranya kita semua orang beriman dipanggil untuk saling membersihkan dan memurnikan, sehingga sebagai manusia kita semua layak disebut sebagai ‘gambar atau citra Allah’. Ada kemungkinan kita tidak sungguh murni dan bersih karena dosa-dosa yang kita lakukan, maka marilah jika demikian adanya dengan rendah hati kita mohon bantuan saudara-saudari kita untuk pemurnian dan pembersihan diri, seraya mohon rahmat Tuhan agar apa yang kita dambakan, yaitu hidup murni dan bersih segera terwujud atau menjadi nyata. Kepada yang sudah murni dan bersih kami harapkan untuk saling menjaga agar tetap demikian adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!" Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" (Mzm 24:7-10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 2 Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-114710528952267478?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/114710528952267478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/114710528952267478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/02/mempersembahkan-korban-menurut-apa-yang.html' title='“Mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan”  (Mal 3:1-4; Mzm 24:7-10;  Luk 2:22-33)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-6912725501075673939</id><published>2012-01-31T21:15:00.001+07:00</published><updated>2012-01-31T21:17:47.238+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>"Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri”  (2Sam 24:2.9-17; Mzm 32:5-7;  Mrk 6:1-6)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Mrk 6:1-6)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Export minded”  &lt;/span&gt;itulah yang cukup mendominasi banyak orang pada masa kini, tidak hanya dalam hal sarana-prasarana teknologi yang canggih, tetapi juga dalam hal makanan seperti buah-buahan dll.. Memang dalam kenyataan yang berasal dari luar negeri sering kelihatan lebih berkwalitas dan dengan harga murah, sedangkan produksi dalam negeri cukup mahal dan kurang berkwalitas. Sikap mental orientasi menghargai apa yang berasal dari luar negeri ini kiranya menunjukkan sikap mental yang lebih mendalam, yaitu orang lebih menghargai orang lain/asing daripada saudara-saudari sendiri yang setiap hari hidup dan bekerja bersama, entah itu anggota keluarga atau rekan kerja. Memang menghargai dan mengasihi mereka yang setiap hari hidup dan bekerja bersama dengan kita cukup menantang dan sulit, sedangkan menghargai dan mengasihi orang lain/asing lebih mudah. Yang cukup memprihatinkan adalah relasi antar laki-laki dan perempuan yang menjadi suami-isteri: terhadap pasangannya sendiri kurang mesra sedangkan terhadap orang lain sangat mesra. Hemat saya jika kita tidak mampu menghargai dan mengasihi saudara sendiri, mereka yang setiap hari hidup bersama dengan kita, maka menghargai dan mengasihi orang lain, yang jauh berarti merupakan sebuah pelarian dari tanggungjawab, dan relasi dengan yang lain tersebut sebenarnya lebih bersifat menindas saja. Sebaliknya jika kita mampu mengasihi mereka yang dekat dengan kita setiap hari, maka mengasihi mereka yang jauh atau orang asing akan bersifat melayani.  Marilah dengan rendah hati kita saling menghargai dan mengasihi, antar kita yang hidup dan bekerja bersama setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·    "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."&lt;/span&gt;(2 Sam 24: 13), &lt;/span&gt;demikian kata Gad, utusan Allah, kepada Daud. Sangat berat bagi Daud untuk memilih, karena semuanya membawa ke penderitaan atau kesengsaraan. Begitulah buah dari orang yang berdosa, yang kurang atau tidak menghargai dan mengasihi mereka yang dekat dengannya. Kita akan terhindar dari ancaman di atas jika kita dengan sungguh-sungguh mengasihi mereka dan apa saja yang bersama-sama dengan kita setiap hari. &lt;span class="fullpost"&gt; Mereka itu tidak lain adalah saudara-saudari kita sekandung, se rukun tetangga, se tempat kerja dst.., sedangkan ‘apa saja’ berarti lingkungan hidup beserta aneka jenis barang, tanaman maupun binatang yang ada di dalamnya. Dengan kata lain marilah kita usahakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat dimana pun dan kapan pun. Lingkungan hidup yang bersih dan sehat selain mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh kita juga mendukung diri kita semakin berkreatif dan bereksploratif, karena kenikmatan tinggal dalam lingkungan yang bersih dan sehat mendorong kita untuk berangan-angan dan bermimpi, yang kemudian berkembang menjadi kreatifitas. Usahakan dan pertahankan tempat tinggal atau rumah anda senantiasa dalam keadaan bersih dan sehat, karena ketika tidak bersih dan tidak sehat pasti akan mengundang orang untuk berpikiran jahat, entah itu mencela atau marah-marah. Semoga kita tidak seperti Daud yang dihadapkan tiga pilihan, yang serba menyengsarakan atau mencelakakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak” (Mzm 32:5-7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 1 Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-6912725501075673939?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/6912725501075673939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/6912725501075673939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/seorang-nabi-dihormati-di-mana-mana.html' title='&quot;Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri”  (2Sam 24:2.9-17; Mzm 32:5-7;  Mrk 6:1-6)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-6458856272063141593</id><published>2012-01-30T22:41:00.003+07:00</published><updated>2012-01-30T23:23:29.025+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Ekaristi: 4 - 5 Februari 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI MINGGU BIASA V&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SABTU-MINGGU, 4 - 5 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 328)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANDA SALIB DAN SALAM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;SERUAN TOBAT &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(TPE HAL 23/SYUKUR KEPADAMU TUHAN MB 427/PS 592)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(umat berdiri)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Saudara-saudari, marilah kita menyatakan tobat kita pada awal perayaan ekaristi dengan mengenangkan peristiwa pembaptisan dengan menerima percikan air suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percikilah aku, ya Tuhan dengan hisop, maka aku pasti bersih; cucilah aku, tentu aku lebih putih daripada salju.&lt;br /&gt;S. Kasihanilah aku, ya Allah,&lt;br /&gt;U. Menurut belas kasih-Mu yang besar&lt;br /&gt;S. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus.&lt;br /&gt;U. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K+U. 1. Syukur kepada-Mu, Tuhan, sumber segala rahmat. Meski kami tanpa jasa, Kaupilih dan Kauangkat. Dosa kami Kauampuni. Kauberi hidup ilahi, kami jadi putra-Mu.&lt;br /&gt;2. Kautumbuhkan dalam hati pengharapan dan iman. Kaukobarkan cinta suci dan semangat berkurban. Kami Kaulahirkan pula untuk hidup bahagia dalam kerajaan-Mu.&lt;br /&gt;3. Kami hendak mengikuti jejak Yesus Sang Abdi: Mengamalkan cinta bakti di masyarakat kami. Syukur kepada-Mu Tuhan, atas baptis yang mulia, tanda rahmat dan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;MADAH KEMULIAAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 348)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(hening sejenak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, semua orang yang merasa lemah dan menderita menemukan kekuatan dan hiburan pada-Mu. Dampingilah kami, bila sedang tertimpa penderitaan, melewati bulan-bulan yang hampa menghitung malam-malam yang menyesakkan. Sembuhkanlah kami dari segala penyakit dan jadilah pada kepercayaan kami. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup berkuasa bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI SABDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN I&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Ayb 7:1-4.6-7)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku dicekam kegelisahan sampai dini hari."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Kitab Ayub:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di dalam keprihatinannya Ayub berbicara kepada sahabatnya, "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? Seperti seorang budak yang merindukan naungan, seperti orang upahan yang menanti-nantikan upahnya, demikianlah aku diberi bulan-bulan yang sia-sia, dan kepadaku ditentukan malam-malam penuh kesusahan. Bila aku pergi tidur, maka yang kupikirkan 'Bilakah aku akan bangun'. Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh kegelisahan sampai dinihari. Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan. Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas. Mataku tidak akan lagi melihat yang baik.&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAZMUR TANGGAPAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 817)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren: Tuhan menyembuhkan orang yang patah hati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mazmur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji Dia. Tuhan membangun Yerusalem, Ia menghimpun orang-orang Israel yang tercerai-berai.&lt;br /&gt;2. Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang, masing-masing dipanggil dengan menyebut namanya.&lt;br /&gt;3. Besarlah Tuhan kita dan berlimpahlah kekuatan-Nya, kebijaksanaan-Nya tidak terhingga. Tuhan menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi orang-orang fasik direndahkan-Nya ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN II&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (1Kor 9:16-19.22-23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, memberitakan Injil bukanlah suatu alasan bagiku untuk memegahkan diri. Sebab hal itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil. Andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, maka pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil. Sebab sekalipun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku dapat memenangkan sebanyak mungkin orang. Bagi orang-orang lemah aku menjadi seperti orang lemah supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku menjadi segala-galanya, supaya sedapat mungkin aku memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala-galanya itu aku lakukan demi Injil, agar aku mendapat bagian di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAIT PENGANTAR INJIL&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 958)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayat. Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN INJIL&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Mrk 1:29-39) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;br /&gt;I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus&lt;br /&gt;U. Dimuliakanlah Tuhan.&lt;br /&gt;I. Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes, pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit, dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia. Waktu menemukan Yesus, mereka berkata, "Semua orang mencari Engkau." Jawab Yesus, "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana pun Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.&lt;br /&gt;I: Demikianlah Injil Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U: Terpujilah Kristus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOMILI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU PERCAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA UMAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah berdoa kepada Allah Bapa yang ingin supaya semua orang bahagia. Marilah mengatakan kepada-Nya:&lt;br /&gt;U. Dengarkanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi semua warga Gereja, baik pimpinan maupun umat: Ya Bapa, semoga kami semua dengan rela dan berani, berusaha terus-menerus untuk bertobat dan memperbaharui hidup kami. Marilah berdoa kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dengarkanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi semua orang yang tertimpa penyakit yang tak dapat sembuh:  Ya Bapa, semoga para penderita sakit yang tak tersembuhkan, mempercayakan diri kepada Allah yang penuh kasih. Marilah berdoa kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dengarkanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi mereka yang merawat orang sakit: Ya Bapa, semoga para tenaga medis tak jemu-jemu memperlakukan para sakit dengan perhatian pribadi dan dengan hormat yang tak terbatas, seolah-olah Tuhan sendirilah yang mereka rawat. Marilah berdoa kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dengarkanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi semua orang yang diliputi penderitaan: Ya Bapa, semoga para penderita tidak putus asa; semoga persahabatan kami bagi mereka merupakan secercah kasih Allah. Marilah berdoa kepada Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;U. Dengarkanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi saudara-saudari kita separoki yang menderita karena merasa minder, karena kurang terdidik atau kurang terampil, atau karena merasa ditolak: Ya Bapa, semoga kami berusaha dengan sabar untuk mengentaskan saudara-saudari kami dari rasa kesepian dan frustasi, dan menyadari betapa mereka membutuhkan kasih dan pengertian. Marilah berdoa kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;U. Dengarkanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah, Pencipta kehidupan, tolonglah kami untuk meneruskan karya Yesus memberkati dan menyembuhkan, sehingga Injil menjadi Kabar Baik bagi semua orang. Demi Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI EKARISTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 546)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa kami yang mahakudus, kuduskanlah kiranya bagi kami persembahan ini menjadi tubuh dan darah Yesus, Putra-Mu terkasih, agar kami bangkit dari kegelapan dan maut serta menikmati hidup sampai kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;U.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PREFASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUDUS &lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 390)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;C. KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAPA KAMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Konvenas)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I+U. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA DAMAI&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANAK DOMBA ALLAH &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 411)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSIAPAN KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 562/ 423/ 424)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SESUDAH KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;I. Allah Bapa di surga, dengarkanlah doa kami dan berilah semua orang harapan. Ajarilah kami berdoa dan mengalahkan kejahatan berkat daya cinta kasih yang telah nampak di tengah kami dalam diri Yesus Al Masih, yang sabda-Nya menyelamatkan kami. Dialah Tuhan dan pengantara kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUTUSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 699)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-6458856272063141593?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/6458856272063141593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/6458856272063141593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/perayaan-ekaristi-4-5-februari-2012.html' title='Perayaan Ekaristi: 4 - 5 Februari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-1446572172092824452</id><published>2012-01-30T22:35:00.001+07:00</published><updated>2012-01-30T22:37:25.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>"Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"  (Ef 4:4-9; Mzm 112:1-6; Mat 18:1-5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Mat 18:1-5),&lt;/span&gt; demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St Yohanes Bosko, imam, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   St Yohanes Bosko oleh Gereja diangkat sebagai pelindung kaum muda/remaja, karena perhatian pelayanannya kepada kaum muda/remaja. Maka dalam mengenangkan St.Yohanes Bosko kami mengajak dan mengingatkan kita semua, terutama generasi tua atau orangtua untuk memberi perhatian kepada kaum muda/remaja atau anak-anak secara memadai, entah mereka masih berada di dalam keluarga maupun telah atau sedang belajar di sekolah-sekolah. Kepada anda semua kami ingatkan bahwa anda dapat menjadi pribadi atau orang sebagaimana adanya saat ini hemat saya karena pendidikan atau sekolah, maka dengan rendah hati kami harapkan anda juga memperhatikan pendidikan atau sekolah-sekolah tanpa pandang bulu. Alokasikan dana dan tenaga yang memadai bagi pendidikan, entah di dalam keluarga maupun pemerintahan. Jika anda termasuk orang yang kaya dan telah cukup membeayai pendidikan anak-anaknya, kami harapkan solider terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, entah secara pribadi atau organisatoris. Secara pribadi berarti memperhatikan orang-orang miskin yang telah anda kenal, dan tentu saja terutama para pembantu anda yang mengabdi dan melayani keluarga anda: bantulah anak-anak pembantu anda agar dapat belajar di sekolah-sekolah. Secara organisatoris berarti membantu yayasan atau lembaga pendidikan yang mengalami kesulitan financial karena mayoritas peserta didiknya berasal dari keluarga miskin. Tidak melayani, mendidik, mendampingi anak-anak atau remaja dengan memadai berarti anda bunuh diri pelan-pelan. Marilah kita boroskan waktu, tenaga dan dana/uang kita untuk pendidikan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” &lt;/span&gt;(Ef 4:4-6). &lt;/span&gt;Kita diingatkan dan diajak untuk senantiasa bersukacita dan berbaik hati kepada orang lain dimana pun dan kapan pun; kegembiraan dan kebaikan hati kita hendaknya tidak disembunyikan, melainkan biarlah dilihat dan diperhatikan orang lain. Bagi kita orang beriman tidak ada alasan untuk tidak gembira karena kita telah menerima anugerah Tuhan secara melimpah melalui sekian banyak orang yang telah memperhatikan dan berbaik hati kepada kita melalui aneka cara dan bentuk.&lt;span class="fullpost"&gt;   Pewartaan kegembiraan dan kebaikan hati merupakan bentuk penghayatan tugas missioner atau pewartaan yang handal, daripada aneka ceramah, omongan, kotbah atau nasihat dst..  Kegembiraan dan kebaikan hati merupakan wujud iman kita kepada Tuhan, yang akhirnya mendorong kita untuk senantiasa bersyukur dan berterima kasih selama hidup di dunia ini, meskipun harus menghadapi aneka tantangan dan masalah. Jika kita menginginkan sesuatu hendaknya dengan rendah hati mohon kepada Tuhan seraya mohon pencerahan apakah yang kita inginkan sungguh dibutuhkan dalam usaha menghayati iman atau panggilan maupun melaksanakan tugas pengutusan. Dalam bersukacita kita juga dingatkan agar tetap dalam Tuhan, sehingga tidak terjebak ke aneka bentuk kenikmatan yang merusak tubuh dan jiwa kita, misalnya lalu menikmati narkoba atau pergaulan seks bebas. Bukti atau tanda bahwa kita sungguh bersukacita dalam Tuhan antara lain kelihatan dalam buahnya, yaitu kita semakin beriman kepada Tuhan, semakin hidup penuh syukur dan terima kasih, tidak serakah dan tidak hidup sesuai keinginan atau nafsu pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.” (Mzm 112:1-6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 31 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-1446572172092824452?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1446572172092824452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1446572172092824452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/siapakah-yang-terbesar-dalam-kerajaan.html' title='&quot;Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?&quot;  (Ef 4:4-9; Mzm 112:1-6; Mat 18:1-5)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-5174815377173607248</id><published>2012-01-29T22:24:00.001+07:00</published><updated>2012-01-29T22:24:29.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu”  (2Sam 15:13-14.30; 16:5-13a; Mzm 3:2-7; Mrk 5:1-20)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Mrk 5:1-13),&lt;/span&gt; demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Para penjahat ketika terjebak untuk ditangkap pada umumnya lebih memilih mati daripada tertangkap hidup-hidup, maka mereka lalu berusaha menyerang atau melawan habis-habisan seraya membentak atau menakut-nakuti mereka yang berusaha menangkapnya. Begitulah yang sering terjadi: setan lebih berteriak keras daripada Roh, penjahat lebih seram mengancam daripada orang-orang baik. Para penjahat karena dalam ketakutan pada umumnya juga senantiasa bersembunyi atau mengasingkan diri. Dalam kisah warta gembira hari ini setan-setan minta diperintah oleh  Yesus untuk pindah dari manusia ke kawanan babi-babi dan hal itu sungguh terjadi sehingga menjadi bahan percaturan banyak orang perihal mujizat pengusiran setan yang dilakukan oleh Yesus. Hal lain yang mungkin baik saya angkat adalah perihal babi, yang bagi umat Muslim dikatakan najis dan mereka tidak boleh makan daging bagi sesuai dengan fatwa yang diberlakukan. Nampaknya perihal babi yang haram atau najis ini dilatarbelakangi oleh kisah pengusiran setan dari manusia ke kawanan babi-babi. Bagi yang beriman kepada Yesus Kristus kami ajak merenungkan dan menghayati sabda Yesus kepada orang yang telah dibebaskan dari kuasa setan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” &lt;/span&gt;(Mrk 5:19) Sabda ini mengajak dan memanggil kita semua untuk kembali ke ‘jati diri’ kita masing-masing yang benar, yaitu sebagai gambar dan citra Tuhan melalui penghayatan panggilan maupun pelaksanaan tugas pengutusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   "Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian. Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini." &lt;/span&gt;(2Sam 16:11-12)&lt;/span&gt;, demikian kata Daud kepada para pegawainya. Pasrah diri sang raja Daud ini kiranya muncul dari ketulusan hatinya, yang antara lain ia menyadari dan menghayati diri telah berdosa atau melakukan apa yang tidak berkenan pada Tuhan. Daud mengimani bahwa Tuhan itu Mahatahu dan Mahaadil, Dia akan mengampuni orang yang mengakui dengan rendah hati dosa-dosanya serta siap sedia untuk bertobat atau memperbaharui diri, dan menghukum orang yang tahu terima kasih serta kasih pengampunan, yang suka balas dendam terhadap orang lain. &lt;span class="fullpost"&gt; Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian untuk memiliki ketulusan hati dan kejujuran, tidak menutupi kesalahan dan kekurangan diri sendiri jika memang demikian adanya, dan juga tidak melawan mereka yang akan mempersalahkan dan mengancamnya. Persembahkan atau serahkan semuanya kepada Tuhan, Penyelenggaraan Ilahi, dan hendaknya juga jangan mengadili orang lain menurut keinginan atau kemauan pribadi. Jauhkan dan berantas sikap mental dan perilaku mengadili orang lain dan hayati serta sebarluaskan kasih pengampunan Tuhan kepada saudara-saudari kita dimana pun dan kapan pun dalam dan melalui kesibukan dan pelayanan kita setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah." Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku” (Mzm 3:2-7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 30 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-5174815377173607248?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5174815377173607248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5174815377173607248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/keluarlah-roh-roh-jahat-itu-dan.html' title='“Keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu”  (2Sam 15:13-14.30; 16:5-13a; Mzm 3:2-7; Mrk 5:1-20)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-4422984620375819527</id><published>2012-01-28T19:30:00.003+07:00</published><updated>2012-01-28T19:41:06.658+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>HOMILI: Hari Minggu Biasa IV (Ul 18:15-20; 1Kor 7:32-35; Mrk 1:21-28)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada seorang dukun atau yang mampu menyembuhkan aneka penyakit secara ajaib, pada umumnya berita tersebut dengan cepat tersebar luas serta banyak orang datang berbondong-bondong kepadanya mohon penyembuhan dari penyakitnya. Kasus dukun cilik yang konon mempunyai batu ajaib di Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, misalnya: ribuan orang dari seluruh penjuru tanah air datang kepadanya, karena mereka percaya jika minum air yang telah ‘dimasuki batu’ tersebut maka penyakitnya langsung sembuh. Sebenarnya penyembuhan seorang pasien dari penyakitnya antara adalah karena kepercayaan orang yang bersangkutan: percaya bahwa akan sembuh alias dari dalam dirinya sendiri ada kehendak dan kemauan untuk sembuh dari penyakitnya. Dalam hal penyakit spiritual atau psikologis kiranya yang akan mampu menyembuhkan adalah mereka yang sungguh beriman atau suci, yang senantiasa hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan, sebagaimana terjadi dalam diri Yesus, dimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.". &lt;/span&gt;Maka marilah kita renungkan atau refleksikan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea” &lt;/span&gt;(Mrk 1:27-28)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yesus adalah Allah yang menjadi Manusia seperti kita, kecuali dalam hal dosa, maka sebagai Guru atau Pengajar, ajaran atau kata-kata-Nya sungguh berwibawa dan berkuasa, karena antara lain apa yang Ia ajarkan juga Ia hayati sendiri. Maka sebenarnya kita juga dapat meneladan Dia, jika kita sungguh berminat dan berhasrat, antara senantiasa berusaha untuk menghayati atau melakukan apa yang kita katakan dengan kata lain ‘satu dalam kata dan tindakan atau perilaku atau cara hidup dan cara bertindak. Percayalah jika kita ‘satu kata dan tindakan’, maka siapapun yang berjumpa atau melihat kita akan tergerak untuk menirunya, sehingga mereka tersembuhkan dari aneka penyakit yang sedang dideritanya, dan kita sendiri akan menjadi percaturan atau percakapan banyak orang, karena kebaikan dan keutamaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Yesus mampu memeritah roh-roh jahat dan roh-roh jahat pun akhirnya taat kepada-Nya. Roh-roh jahat menggejala dan hidup dalam diri orang yang sedang sakit hati, sakit jiwa atau sakit akal budi serta sakit phisiknya, karena mereka tidak setia melakukan apa yang pernah mereka janjikan dan hidup serta bertindak hanya mengikuti keinginan atau selera pribadi. Jika cara hidup dan cara bertindak kita sesuai dengan janji yang pernah kita ikrarkan atau ucapkan, maka kita akan mampu membantu penyembuhan mereka yang sedang menderita sakit tersebut: kata dan nasihat kita akan sungguh didengarkan dan kemudian dengan rendah hati juga akan dilaksanakan atau dihayati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada mereka yang sedang menderita sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi maupun sakit phisik, kami harapkan untuk sungguh mawas diri. Anda menderita sakit karena anda hanya mengikuti selera atau keinginan pribadi alias seenaknya sendiri, maka kami harapkan untuk bertobat dengan setia pada janji yang pernah anda ikrarkan serta melaksanakan dengan sepenuh hati aneka tata tertib yang terkait dengan panggilan, tugas, fungsi dan jabatan anda. Seperti mereka yang setia melaksanakan tata tertib berlalu lintas akhirnya selamat dalam perjalanan serta sampai ke tempat tujuan yang didambakan, demikian pula jika dalam perjalanan hidup dan tugas kita setia pada tata tertib yang terkait, maka kita juga akan selamat selama di perjalanan dan akhirnya sampai ke tujuan yang kita dambakan yaitu keselamatan jiwa kita, artinya ketika kita dipanggil Tuhan alias meninggal dunia segera langsung menikmati hidup mulia dan berbahagia selamanya di sorga bersama Allah dan para kudus yang telah mendahului perjalanan kita. Marilah kita meneladan cara hidup dan cara bertindak santo-santa pelindung kita masing-masing, yang namanya kita abadikan dalam nama kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.” (1Kor 7:32-35).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan surat Paulus yang pertama kepada umat di Korintus, yang tertulis dalam Kalendarium Liturgi hari ini saya kutip semuanya, karena menurut hemat saya hal itu sungguh jelas dan mudah dimengerti apa yang dikatakan, yaitu suatu perintah moral yang harus kita laksanakan. Baik beristeri atau bersuami atau tidak beristeri dan tidak bersuami alias hidup tidak menikah dengan menjadi imam, bruder atau suster, dipanggil untuk “melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang beristeri atau bersuami ‘melayani Tuhan’ antara lain menghayati dan mensikapi pasangannya sebagai hadiah atau kado dari Tuhan, sehingga merawatnya sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan. Anda kiranya memiliki pengalaman ketika menerima hadiah atau kado dari kekasih: bukankah anda akan merawatnya dan memperhatikannya siang malam dengan baik dan benar. Suami atau isteri adalah hadiah atau kado dari Yang Terkasih, maka selayaknya diperlakukan dengan baik dan benar. Yang baik dan benar jelas sekali bagi anda sebagai suami-isteri, yaitu saling mengasihi satu sama lain, baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit, sampai mati. Kasihilah pasangan hidup anda dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan atau tubuh alias dengan total tanpa syarat. Jika anda saling mengasihi yang demikian ini, maka tak aka nada gangguan yang mengaburkan dan merusak hidup keluarga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai imm, bruder dan suster ‘melayani Tuhan’ antara lain berarti membaktikan diri sepenuhnya kepada tugas pengutusan yang telah diterima dari pembesar: tugas dan pekerjaan dapat dikerjakan dan diselesaikan dengan benar dan baik. Secara khusus kepada rekan-rekan imam, bruder dan suster saya ajak untuk merenungkan peringatan ini &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Ul 18:19-20). &lt;/span&gt;Sebagai imam, bruder dan suster dipanggil untuk menghayati rahmat kenabian dengan penuh, yaitu hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga yang dikatakan atau diajarkan benar dan baik adanya, karena meneruskan apa yang dikehendaki atau disabdakan Tuhan. Ingatlah dan sadari bahwa sebagai imam, bruder atau suster sering memberi pengajaran, petuah atau  nasihat: hendaknya memberi yang benar dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.” (Mzm 95:1-2.6-9)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 29 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-4422984620375819527?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4422984620375819527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4422984620375819527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/ul-1815-20-1kor-732-35-mrk-121-28.html' title='HOMILI: Hari Minggu Biasa IV (Ul 18:15-20; 1Kor 7:32-35; Mrk 1:21-28)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-3733702910244389265</id><published>2012-01-28T19:17:00.005+07:00</published><updated>2012-01-28T19:37:46.459+07:00</updated><title type='text'>Warta Paroki: 28-29 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MISA IMLEK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saudara/i diundang untuk menghadiri Misa Imlek besok Senin, 30 Januari 2012 pukul 17.00 bertempat di Gereja St Antonius Purbayan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;Perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh Rm Yandhie Wu, CDD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAFTARAN PENERIMAAN KOMUNI PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan Komuni Pertama akan diberikan kepada anak-anak pada hari peringatan “Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus (10 Juni 2012). Mohon para orang tua memperhatikan dan mendaftarkan putra-putrinya.&lt;br /&gt;Dengan syarat:&lt;br /&gt;1. Anak yang sudah dibaptis,&lt;br /&gt;2. Sudah duduk di kelas IV SD atau sudah berumur 10 tahun,&lt;br /&gt;3. Pendaftaran dapat dilakukan di sekolah masing-masing (SD Pangudi Luhur, SD Kanisius Keprabon, dan SD Marsudirini). Sedangkan untuk wilayah dan umum, silahkan menghubungi Sekretariat Paroki. Pelajaran dimulai pada awal bulan Februari 2012 di sekolah masing-masing dan Aula Atas Kecil Gedung Paroki untuk wilayah dan umum.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;SAKRAMEN KRISMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Santo Antonius Purbayan&lt;br /&gt;☀ Pendaftaran dimulai tanggal 23 Januari - 10 Februari 2012.&lt;br /&gt;☀ Pelajaran dimulai tanggal 15 Februari 2012 (tiap hari Rabu jam 18.00 - 19.00 ) di Aula Atas Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan .&lt;br /&gt;☀ Pelaksanaan penerimaan Sakramen Krisma tanggal 10 Juni 2012 jam 16.30 di Gereja Santo Antonius Purbayan.&lt;br /&gt;☀&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Syarat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sudah dibaptis dan menerima komuni pertama&lt;br /&gt;berumur minimal 14 tahun&lt;br /&gt;melampirkan fotokopi Surat Baptis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formulir pendaftaran dapat diambil di Sekretariat Paroki pada hari dan jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan Kursus Persiapan Perkawinan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 18 – 19 dan 25 – 26 Februari 2012.&lt;br /&gt;Hari Sabtu jam 18.00 WIB&lt;br /&gt;Hari Minggu jam 10.00 WIB&lt;br /&gt;bertempat di Aula Atas Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan Solo. Informasi dan pendaftaran dapat dilayani di Sekretariat Paroki pada jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MISA BILANSIA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan Misa Bilansia besok hari Kamis, 2 Februari 2012 pukul 16.00 bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki dengan pendamping Romo A. Mangunhardjana, SJ. Tema: Siap Menjalani Tahun Baru 2012&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAYAAN EKARISTI JUMAT PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 3 Februari 2012 adalah Jumat pertama dalam bulan. Perayaan Ekaristi pagi pukul 05.30 dan 06.15. Perayaan Ekaristi sore hari pukul 17.00 (lima sore) dilanjutkan dengan Adorasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;BAPTISAN BAYI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekoleksi bagi bapak/ibu yang ingin membaptiskan putra-putrinya akan diadakan pada hari Jumat, 3 Februari 2012, pkl 18.00, di Gedung Paroki. Rekoleksi wajib diikuti oleh orang tua bayi dan wali baptis (tidak boleh diwakilkan). Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Sekretariat Paroki pada jam kerja. Penerimaan Sakramen Baptis akan dilaksanakan pada hari Minggu, 5 Februari 2012, pkl 10.00 di Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGAS PARKIR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sabtu-Minggu, 28-29 Januari 2012: Wilayah Purwodiningratan.&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu, 4 - 5 Februari 2012: Wilayah Kebalen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGAS TATA ALTAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sabtu, 28 Januari 2012: Wilayah Kampung Sewu.&lt;br /&gt;Sabtu, 4 Februari 2012: Wilayah Setabelan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JADWAL PETUGAS LITURGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sabtu, 28 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;16.30 Missio Dei, Missio Dei; Selvy, Kartini&lt;br /&gt;18.00 Caecilia, Caecilia; Poponk, Agnes&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Minggu, 29 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Gregorius, Gregorius; Runanik, Hengky&lt;br /&gt;07.00 Kampung Sewu, Didiek E; Veni, Nana&lt;br /&gt;08.30 PIA Antonius, Ika; Mulyani, Levi&lt;br /&gt;16.30 Gandekan, Beto; Dhea, Novi&lt;br /&gt;18.00 Gaudette, Gaudette; Wiwik, Odi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sabtu, 4 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;16.30 Kebalen, Kebalen, Surya, Sanza&lt;br /&gt;18.00 Sangkrah, Ika, Robby, Tio&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Minggu, 5 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Kepatihan, Santoso; Hengky, MC Nanik&lt;br /&gt;07.00 Kedung Lumbu, Rensi; Cicilia, Nining&lt;br /&gt;08.30 SD Kanisius 2, SD Kanisius 2; Dea, Mario&lt;br /&gt;16.30 Albertus, Rini; Agnes, Denma&lt;br /&gt;18.00 Kampung Sewu, Didiek E; Kinky, Ajenk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGUMUMAN PERKAWINAN&lt;br /&gt;A. Pengumuman Pertama&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Vincentius Budi Suyanto dari Surabaya dengan Fransisca Romana Deasy Maria dari Mojosongo.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Kedua&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Antonius Aria Kusuma dari Kepatihan dengan Eufrosiana Riskha Damayanti dari Jebres. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;2. Fransiscus Damstater Jimmy Ronald dari Semarang dengan Magdalena Rosa Abundarma dari Gandekan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;C. Pengumuman Ketiga&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Stefanus Yohan Kardiyono dari Bangunharjo dengan Gabriella Nira Arawinda dari Kepatihan Kulon.&lt;br /&gt;2. Jonathan Yohanes dari Kratonan dengan Meilina Dewi dari Cilacap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa yang mengetahui adanya halangan atas pernikahan di atas wajib memberitahu Romo Paroki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN LITURGI&lt;br /&gt;Senin, 30 Januari 2012: Hari Biasa Pekan IV&lt;br /&gt;2Sam 15:13-14,30, 16:5-13a, Mzm 3:2-3,4-5,6-7, Mrk 5:1-20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 31 Januari 2012: Pw. S. Yohanes Bosko&lt;br /&gt;2Sam 18:9-10,14b,24-25a,30-19:3, Mzm 86:1-2,3-4,5-6, Mrk 5:21-43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 1 Februari 2012: Hari Biasa Pekan IV&lt;br /&gt;2Sam 24:2,9-17, Mzm 32:1-2,5,6,7, Mrk 6:1-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 2 Februari 2012: Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah&lt;br /&gt;Mal 3:1-4 atau Ibr 2:14-18, Mzm 24:7,8,9,10, Luk 2:22-40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 3 Februari 2012: Hari Biasa Pekan IV&lt;br /&gt;Sir 47:2-11, Mzm 18:31,47,50,51, Mrk 6:14-29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 4 Februari 2012: Hari Biasa Pekan IV&lt;br /&gt;1Raj 3:4-13, Mzm 119:9,10,11,12,13,14, Mrk 6:30-34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 5 Februari 2012: Hari Minggu Biasa V&lt;br /&gt;Ayb 7:1-4,6-7, Mzm 147:1-2,3-4,5-6, 1Kor 9:16-19,22-23, Mrk 1:29-39&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-3733702910244389265?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3733702910244389265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3733702910244389265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/warta-paroki-28-29-januari-2012.html' title='Warta Paroki: 28-29 Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-5891827471211456139</id><published>2012-01-21T15:59:00.003+07:00</published><updated>2012-01-21T16:03:49.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>HOMILI: Hari Minggu Biasa III (1Sam 3:3b-10.19;  Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; 1Kor 7:29-31; Mrk 1:14-20)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya ‘Pastor Yudas’ (nama samaran) dan yang bersangkutan adalah ketua sebuah Yayasan Pendidikan di kota Metropolitan Jakarta yang cukup terkenal dan favorit. Ia bangga dan merasa sukses dalam karya atau tugasnya karena telah mampu mengumpulkan dana alias menambah simpanan dana abadi yayasan cukup besar, dalam hitungan milyard rupiah. Setiap akhir tahun dalam laporan pertanggungjawabannya senantiasa mengatakan bahwa telah memperoleh surplus anggaran cukup besar guna menambah simpanan dana abadi yayasan. Namun di sisi lain para pegawai maupun guru kurang memperoleh perhatian dalam hal imbal jasa, bahkan jika dihitung secara nominal imbal jasa pegawai honor maupun harian yang diterima sesuai dengan peraturan yayasan lebih rendah dari jumlah UMP setempat. Apa yang saya angkat di atas merupakan sebuah contoh, dan kiranya masih cukup banyak contoh lain dalam karya pelayanan pastoral di lingkungan Gereja Katolik yang demikian adanya alias lebih bersikap mental materialistis daripada spiritual, lebih menekankan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“material investment”  &lt;/span&gt;daripada&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “human investment”. &lt;/span&gt;Rasanya ini merupakan buah iklim materialistis dan bisnis yang lebih dominan di negeri Indonesia tercinta ini, sebagaimana nampak dalam korupsi yang terjadi di linngkungan atau jajaran Departemen Pendidikan maupun Departemen Agama. Maka marilah kita renungkan sabda Yesus kepada para rasul di bawah ini, sebagai acuan kita dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimana pun dan kapan pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” &lt;/span&gt;(Mrk 1:17)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“The man behind the gun” &lt;/span&gt;= Manusia dibalik senjata, itulah kata sebuah pepatah yang mengajak dan mengingatkan kita semua untuk lebih mengutamakan atau mengedepankan manusia dari pada harta benda atau materi. Dengan kata lain hendaknya kita senantiasa hidup dan bertindak secara manusiawi, sehingga dengan mudah melangkah ke yang spiritual atau rohani. Kami berharap agar anggaran belanja, entah di dalam keluarga, organisasi maupun pemerintah sungguh mengutamakan pendidikan atau pembinaan manusia, bukan pembangunan gedung dengan sarana prasarananya, sebagaimana menjadi opsi DPR RI yang ingin membangun gedung baru DPR RI yang megah atau memperbaiki toilet, yang tidak masuk akal. Orang-orang atau rakyat miskin saja kesulitan air bersih maupun MCK, lha kok para wakil rakyat ingin menghambur-hamburkan uang rakyat untuk kepentingan diri sendiri. Bukankah apa yang menjadi kecenderungan para wakil rakyat juga mempengaruhi sekompok warganegara yang bersikap mental materialistis: dengan mudah ganti mobil baru, sarana-prasarana tehnologi baru dst.., padahal yang ada atau dimiliki masih berfungsi dengan baik dan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berharap gizi anak-anak, entah itu berupa makanan dan minuman maupun perhatian dan kasih sungguh memadai. “Boroskan waktu dan tenaga/harta benda/uang” anda untuk pendidikan atau pembinaan anak-anak, sehingga anak-anak tumbuh berkembang menjadi pribadi yang sehat jasmani atau phisiknya maupun rohani atau spiritualnya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" &lt;/span&gt;(Mrk 1:15),&lt;/span&gt; demikian sabda Yesus. Kami berharap kepada mereka yang bersikap mental materialistis segera bertobat, dan percayalah pada Penyelenggaraan Ilahi atau Allah. Allah, yang telah menciptakan kita sesuai dengan gambar atau citra-Nya, hadir dan berkarya terus menerus dalam semua ciptaan-Nya, terutama dalam diri manusia, ciptaan yang terluhur dan termulia di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita hayati dan tunjukkan bahwa kita manusia adalah ciptaan yang terluhur dan termulia di bumi ini, yang berarti menjadi ‘tuan atas ciptaan-ciptaan lainnya’. Aneka jenis harta benda dan uang hendaknya difungsikan sebagai sarana atau jalan bagi manusia untuk mengejar tujuan manusia diciptakan, yaitu keselamatan  jiwa manusia, dengan mengabdi, menghormati, memuji dan memuliakan Allah dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari dimana pun dan kapan pun. Jika aneka harta benda dan uang mengganggu dalam mengejar tujuan manusia diciptakan, hendaknya segera dibuang atau dimusnahkan. Sikap mental materialistis hemat saya tidak hanya dihayati oleh mereka yang kaya akan harta benda atau uang, tetapi mereka yang miskin dan berkekurangan akan harta benda atau uang pun juga dapat bersikap mental materilistis, atau bahkan mereka yang telah berkaul untuk hidup miskin pun juga dapat bersikap mental materialistis. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, marilah kita meneladan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ia, yang walaupun kaya telah memiskinkan dirinya agar dapat mengangkat orang miskin untuk menjadi kaya”&lt;/span&gt;, tentu saja terutama dan pertama-tama adalah kaya akan nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan kehidupan yang menyelamatkan jiwa manusia. Selanjutnya marilah kita renungkan sapaan Paulus kepada umat di Korintus di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli; pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu” &lt;/span&gt;(1Kor 7:29-31)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus mengingatkan kita semua bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini sungguh bersifat sementara, maka ia mengingatkan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu”.&lt;/span&gt; Barang-barang duniawi adalah sarana dan bukan tujuan, sarana untuk membantu manusia dalam mengejar tujuan manusia diciptakan, yaitu demi keselamatan jiwa manusia. Maka dengan ini kami berharap dan mengingatkan anda sekalian jika ada barang-barang duniawi  yang mengganggu tujuan manusia diciptakan atau keselamatan jiwa hendaknya segera disingkirkan atau dimusnahkan. Hal yang senada adalah anggota-anggota tubuh kita, kaki, tangan, mulut, hidung dst.., hendaknya difungsikan demi keselamatan jiwa kita sendiri maupun jiwa orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu anggota tubuh kita yang penting adalah telinga, maka marilah kita fungsikan untuk mendengarkan sabda Tuhan, sebagaimana dihayati oleh Samuel dengan berkata&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar." &lt;/span&gt;(1Sam 3:10). Sabda Tuhan selain dapat kita temukan di dalam Kitab Suci, juga dapat kita temukan atau dengarkan melalui ciptaan-ciptaanNya di bumi ini, entah itu manusia, binatang maupun tanaman, yang antara lain menganugerahi kehidupan dan pertumbuhan atau perkembangan. Marilah kita hayati bahwa kita dapat hidup, tumbuh dan berkembang karena Tuhan, demikian juga ciptaan-ciptaan lainnya di bumi ini. Maka marilah kita saling mendengarkan satu sama lain, agar kita semakin diperkaya dengan pengalaman-pengalaman orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘Mendengarkan’&lt;/span&gt; merupakan salah satu keutamaan yang hendaknya terus menerus kita perdalam dan perkembangkan, karena apa yang kita dengarkan akan membentuk pribadi kita. Tentu saja seraya mendengarkan kita juga harus memilah dan memilih: yang baik kita tiru, sedangkan yang jelek atau jahat kita buang. Tentu saja kami juga berharap kepada kita semua akan apa-apa yang terdengar dari diri kita masing-masing adalah yang baik, yang menyelamatkan jiwa manusia. Dengan kata lain hendaknya kita senantiasa berusaha untuk melakukan apa yang baik dan menyelamatkan jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Ya Tuhan, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.” (Mzm 25:4b-7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 22 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-5891827471211456139?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5891827471211456139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5891827471211456139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/homili-hari-minggu-biasa-iii-1sam-33b.html' title='HOMILI: Hari Minggu Biasa III (1Sam 3:3b-10.19;  Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; 1Kor 7:29-31; Mrk 1:14-20)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-3405585433359936390</id><published>2012-01-20T22:18:00.000+07:00</published><updated>2012-01-20T22:20:16.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu”  (1Kor 1:26-31; Mzm 23; Mat 13:44-46)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Mat 13:44-46)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St. Agnes, perawan dan martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   St. Agnes yang kita kenangkan hari ini adalah seorang gadis cantik dan baru berumur 13 tahun, namun demikian ia telah siap sedia untuk menjadi martir atau saksi iman, meskipun untuk itu ia harus dibunuh karena imannya. Bujukan agar ia meninggalkan imannya begitu menggebu-gebu, antara lain anak kaisar, seorang pemuda yang tampan, merayunya untuk menjadi isterinya asal Agnes mau meninggalkan imannya. Tawaran atau rayuan kekayaan, ketampanan dan kedudukan tak menggoyahkan Agnes. Maka baiklah dalam rangka mengenangkan St.Agnes ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua untuk mawas diri perihal panggilan kemartiran kita sebagai umat beriman, untuk senantiasa setia pada iman dan panggilan kita masing-masing. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Setia adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan keterikatan dan kepedulian atas perjanjian yang telah dibuat”&lt;/span&gt; (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 24). Hidup dan bertindak setia pada masa kini memang cukup berat, sarat dengan tantangan dan masalah, sehingga tidak sedikit orang yang tidak setia pada perjanjiannya, entah dalam hal perkawinan, panggilan menjadi imam, bruder atau suster, dalam hal kepegawaian maupun hal belajar pada siswa dan mahasiswa, dst. Memang itu semua kiranya disebabkan oleh ketidaksetiaan pada iman atau ajaran agamanya. Setia pada imam berarti senantiasa membaktikan dan mengandalkan diri kepada Penyelenggaraan Ilahi atau Tuhan kapan pun dan dimana pun, dalam situasi dan kondisi apapun. Puncaknya adalah orang siap sedia mati demi imannya sebagaimana dialami oleh St. Agnes. Maka dengan ini kami berharap kepada mereka yang memiliki nama baptis atau pelindung St. Agnes dapat menjadi teladan dalam hal kesetiaan pada iman dan panggilannya. Selanjutnya marilah kita renungkan sapaan atau ajakan Paulus di bawah ini.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan” &lt;/span&gt;(1Kor 1:31).&lt;/span&gt; Bermegah berarti berbangga atas dirinya sendiri: kesuksesan, keberhasilan, kecantikan, kesehatan,  ketampanan, kekayaan, pangkat, kedudukan dst..  Ada kecenderungan orang dengan mudah untuk menjadi sombong ketika dirinya cantik, tampan, sukses, sehat, kaya, berpangkat dan berkedudukan, dst.. Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk rendah hati, bermegah di dalam Tuhan berarti rendah hati. Maka jika anda dianugerahi hal-hal di atas hendaknya hidup dan bertindak rendah hati, penuh syukur dan terima kasih, karena semuanya itu merupakan anugerah Tuhan yang telah kita terima melalui orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita atau mengasihi kita dalam dan melalui aneka bentuk, kesempatan dan kemungkinan. Jika anda rendah hati, bersyukur dan berterima kasih, maka ketika orang lain melihat atau berjumpa dengan anda orang yang bersangkutan secara otomatis akan tergerak untuk semakin beriman, meneladan kerendahan hati, syukur dan terima kasih anda. Entah sukses atau gagal hendaknya tetap bersyukur dan berterima kasih. Ketika sukses mungkin orang mudah bersyukur, tetapi ketika gagal kiranya orang sulit untuk bersyukur atau bahkan kemudian putus asa dan marah-marah,. Ketika gagal kita juga bersyukur karena dengan kegagalan tersebut kepada kita ditunjukkan keterbatasan kita, alias jati diri kita yang sebenarya yaitu orang berdosa yang dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya penyelamatan. Kita diingatkan agar kita bersikap mental belajar terus menerus sampai mati. Maka marilah kita tingkatkan dan perdalam semangat belajar kita. Kita dapat belajar melalui aneka peristiwa atau kejadian hidup sehari-hari; kita refleksikan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” (Mzm 23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ign 21 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-3405585433359936390?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3405585433359936390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3405585433359936390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/ia-pun-pergi-menjual-seluruh-miliknya.html' title='“Ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu”  (1Kor 1:26-31; Mzm 23; Mat 13:44-46)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-6567730699177451616</id><published>2012-01-20T09:36:00.005+07:00</published><updated>2012-01-28T17:50:39.850+07:00</updated><title type='text'>Warta Paroki: 21 - 22 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MISA IMLEK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saudara/i diundang untuk menghadiri Misa Imlek besok Senin, 30 Januari 2012 pukul 17.00 bertempat di Gereja St Antonius Purbayan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAFTARAN PENERIMAAN KOMUNI PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan Komuni Pertama akan diberikan kepada anak-anak pada hari peringatan “Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus (10 Juni 2012). Mohon para orang tua memperhatikan dan mendaftarkan putra-putrinya.&lt;br /&gt;Dengan syarat:&lt;br /&gt;1. Anak yang sudah dibaptis,&lt;br /&gt;2. Sudah duduk di kelas IV SD atau sudah berumur 10 tahun,&lt;br /&gt;3. Pendaftaran dapat dilakukan di sekolah masing-masing (SD Pangudi Luhur, SD Kanisius Keprabon, dan SD Marsudirini). Sedangkan untuk wilayah dan umum, silahkan menghubungi Sekretariat Paroki. Pelajaran dimulai pada awal bulan Februari 2012 di sekolah masing-masing dan Aula Atas Kecil Gedung Paroki untuk wilayah dan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PAGUYUBAN PECINTA BUNDA MARIA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Paguyuban Pecinta Bunda Maria akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis, 26 Januari 2012 pukul 15.30 bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki St Antonius Purbayan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dengan acara: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;16.00 - 17.00: Renungan oleh Romo. A. Mangunhardjana, SJ tentang Maria Bunda Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;17.00 - 18.00: Novena 3x Salam Maria&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Harap membawa Madah Bakti dan Novena 3x Salam Maria, ada Kolekte.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;SAKRAMEN KRISMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Santo Antonius Purbayan&lt;br /&gt;☀ Pendaftaran dimulai tanggal 23 Januari - 10 Februari 2012.&lt;br /&gt;☀ Pelajaran dimulai tanggal 15 Februari 2012 (tiap hari Rabu jam 18.00 - 19.00 ) di Aula Atas Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan .&lt;br /&gt;☀ Pelaksanaan penerimaan Sakramen Krisma tanggal 10 Juni 2012 jam 16.30 di Gereja Santo Antonius Purbayan.&lt;br /&gt;☀&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Syarat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sudah dibaptis dan menerima komuni pertama&lt;br /&gt;berumur minimal 14 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formulir pendaftaran dapat diambil di Sekretariat Paroki pada hari dan jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan Kursus Persiapan Perkawinan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 18 – 19 dan 25 – 26 Februari 2012.&lt;br /&gt;Hari Sabtu jam 18.00 WIB&lt;br /&gt;Hari Minggu jam 10.00 WIB&lt;br /&gt;bertempat di Aula Atas Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan Solo. Informasi dan pendaftaran dapat dilayani di Sekretariat Paroki pada jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MISA BILANSIA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan Misa Bilansia besok hari Kamis, 2 Februari 2012 pukul 16.00 bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki dengan pendamping Romo A. Mangunhardjana, SJ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAYAAN EKARISTI JUMAT PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 3 Februari 2012 adalah Jumat pertama dalam bulan. Perayaan Ekaristi pagi pukul 05.30 dan 06.15. Perayaan Ekaristi sore hari pukul 17.00 (lima sore) dilanjutkan dengan Adorasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;BAPTISAN BAYI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekoleksi bagi bapak/ibu yang ingin membaptiskan putra-putrinya akan diadakan pada hari Jumat, 3 Februari 2012, pkl 18.00, di Gedung Paroki. Rekoleksi wajib diikuti oleh orang tua bayi dan wali baptis (tidak boleh diwakilkan). Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Sekretariat Paroki pada jam kerja. Penerimaan Sakramen Baptis akan dilaksanakan pada hari Minggu, 5 Februari 2012, pkl 10.00 di Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGAS PARKIR Sabtu-Minggu, 21-22 Januari 2012: Wilayah Kampung Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sabtu-Minggu, 28-29 Januari 2012: Wilayah Purwodiningratan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGAS TATA ALTAR Sabtu, 21 Januari 2012: Wilayah Purwodiningratan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sabtu, 28 Januari 2012: Wilayah Kampung Sewu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JADWAL PETUGAS LITURGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sabtu, 28 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;16.30 Missio Dei, Missio Dei; Selvy, Kartini&lt;br /&gt;18.00 Caecilia, Caecilia; Poponk, Agnes&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Minggu, 29 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Gregorius, Gregorius; Runanik, Hengky&lt;br /&gt;07.00 Kampung Sewu, Didiek E; Veni, Nana&lt;br /&gt;08.30 PIA Antonius, Ika; Mulyani, Levi&lt;br /&gt;16.30 Gandekan, Beto; Dhea, Novi&lt;br /&gt;18.00 Gaudette, Gaudette; Wiwik, Odi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGUMUMAN PERKAWINAN&lt;br /&gt;A. Pengumuman Pertama&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Antonius Aria Kusuma dari Kepatihan dengan Eufrosiana Riskha Damayanti dari Jebres. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Kedua&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Stefanus Yohan Kardiyono dari Bangunharjo dengan Gabriella Nira Arawinda dari Kepatihan Kulon.&lt;br /&gt;2. Jonathan Yohanes dari Kratonan dengan Meilina Dewi dari Cilacap.&lt;br /&gt;3. Fransiscus Damstater Jimmy Ronald dari Semarang dengan Magdalena Rosa Abundarma dari Gandekan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Ketiga&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Kristoforus Yesaya Handoyo dari Kestalan dengan Hedwig Aurelia Anita Budi Hartono.&lt;br /&gt;2. Yohanes Indra Bayu Tinggo Santoso dari Kedung Lumbu dengan Yenny Young dari Grogol.&lt;br /&gt;3. Paulus Jaka Prihatin Julinawanta dari Ketelan dengan Agustina Sari Purwaningsih dari Purwosari. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa yang mengetahui adanya halangan atas pernikahan di atas wajib memberitahu Romo Paroki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN LITURGI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Senin, 23 Januari 2012: Hari Biasa Pekan III&lt;br /&gt;2Sam 5:1-7,10;  Mzm 89:20,21-22,25-26, Mrk 3:22-30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 24 Januari 2012: Pw. St. Fransiskus dr Sales, Uskup dan Pujangga Gereja&lt;br /&gt;2Sam 6:12b-15,17-19, Mzm 24:7,8, 9,10, Mrk 3:31-35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 25 Januari 2012: Pesta Bertobatnya St Paulus, Rasul&lt;br /&gt;Penutupan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani&lt;br /&gt;Kis 22:3-16 atau Kis 9:1-22, Mzm 117:1,2, Mrk 16:15-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 26 Januari 2012: Pw. St. Timotius dan Titus, Uskup&lt;br /&gt;2Tim 1:1-8 atau Tit 1:1-5 Mzm 96:1-2a,2b-3,7-8a,10 Mrk 4:21-25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 27 Januari 2012: Hari Biasa Pekan III&lt;br /&gt;2Sam 11:1-4a,5-10a,13-17, Mzm 51:3-4,5-6a,6bc-7,10-11, Mrk 4:26-34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 28 Januari 2012: Pw. St. Tomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja&lt;br /&gt;2Sam 12:1-7a,11-17, Mzm 51:12-13,14-15,16-17, Mrk 4:35-41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 29 Januari 2012: Hari Minggu Biasa IV&lt;br /&gt;Ul 18:15-20, Mzm 95:1-2,6-7,8-9, 1Kor 7:32-35, Mrk 1:21-28&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-6567730699177451616?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/6567730699177451616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/6567730699177451616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/warta-paroki-21-22-januari-2012.html' title='Warta Paroki: 21 - 22 Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-9151205198470083758</id><published>2012-01-20T09:34:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T09:36:45.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan” (1Sam 24:3-21; Mzm 57:2-4; Mrk 3:13-19)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Mrk 3:13-19)&lt;/span&gt;, demikian  kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Sebagai orang beriman atau beragama kita memiliki tugas pengutusan, yaitu untuk mewartakan kabar baik atau menjadi saksi iman di dalam hidup sehari-hari. Kiranya tugas pengutusan tersebut memiliki dasar dan visi yang sama bagi yang beriman atau beragama apapun, yaitu&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “hanya mau mengabdi Tuhan saja serta menolak godaan setan”.&lt;/span&gt; Maka baiklah dalam refleksi hari ini saya dengan sederhana mau menguraikan tugas pengutusan tersebut, pertama-tama adalah tugas untuk ‘mengabdi Tuhan’. Mengabdi Tuhan berarti senantiasa berusaha dengan rendah hati untuk membahagiakan Tuhan, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita senantiasa dikasihi oleh Tuhan dan sesama manusia. Yang membahagiakan Tuhan tidak lain adalah jika kita hidup saling mengasihi dan melayani satu sama lain dimana pun dan kapan pun tanpa pandang bulu. Marilah kita sadari dan hayati bahwa kita telah menerima kasih dari Tuhan secara melimpah ruah melalui siapapun yang telah memperhatikan dan berbuat baik kepada kita melalui aneka cara dan bentuk. Dengan kata lain masing-masing dari kita adalah ‘yang terkasih’, maka bertemu dengan siapapun berarti ‘yang terkasih bertemu dengan yang terkasih’ dan dengan demikian secara otomatis akan saling mengasihi dan melayani atau saling berbuat baik. Apa yang disebut baik senantiasa berlaku secara universal, kapan saja dan dimana saja, dan hemat saya yang terbaik adalah keselamatan jiwa manusia. Dengan demikian mengabdi Tuhan juga berarti berusaha untuk menyelamatkan jiwa manusia dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimana pun dan kapan pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu” &lt;/span&gt;(1Sam 24:18-21)&lt;/span&gt;, demikian kata Saul kepada Daud. Kata-kata Saul ini menunjukkan bahwa Daud adalah calon raja atau pemimpin bangsa yang dikehendaki oleh Tuhan. &lt;span class="fullpost"&gt; Maka kami berharap kepada siapapun yang berkeinginan menjadi pemimpin atau terpilih sebagai pemimpin, hendaknya bersikap seperti Daud, antara lain senantiasa bersikap baik terhadap siapapun yang memusuhi atau membencinya. Salah satu tugas atau fungsi pemimpin adalah mempersatukan atau pemersatu umat/bangsa. Secara kebetulan juga bahwa hari ini kita masih berada dalam ‘Pekan Doa Seluruh dunia untuk persatuan umat Kristen’, maka kami berharap secara khusus kepada segenap umat Kristen, para murid atau pengikut Yesus Kristus untuk menggalang dan memperteguh persatuan dan persahabatan sejati serta kemudian menjadi saksi atau teladan persatuan atau persahabatan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Persatuan atau persahabatan sejati sungguh mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan pada masa kini mengingat ada kelompok-kelompok ekstrim yang vocal merongrong persatuan dan persaudaraan dengan aneka cara dan bentuk, yang menimbulkan kerusuhan, ketegangan, tawuran, permusuhan bahkan juga korban dimana-mana. Semoga para pemimpin agama di tingkat apapun dapat menjadi teladan dan penggerak persaudaraan atau persatuan. Kami juga beharap kepada mereka yang berkecimpung dan bekerja di bidang pendidikan untuk memperhatikan pembinaan persaudaraan atau persatuan sejati di antara para peserta didik di sekolah-sekolah di tingkat apapun dan dimanapun. Semoga mereka yang berpikiran fanatik sempit serta tidak mengakui adanya perbedaan segera bertobat dan menghentikan aneka gerakan atau provokasi yang merongrong persaudaraan atau persahabatan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku. Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku.  Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya.”  (Mzm 57:2-4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 20 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-9151205198470083758?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/9151205198470083758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/9151205198470083758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/diutus-nya-memberitakan-injil-dan.html' title='“Diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan” (1Sam 24:3-21; Mzm 57:2-4; Mrk 3:13-19)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-4916359592979493540</id><published>2012-01-18T16:16:00.000+07:00</published><updated>2012-01-18T16:18:47.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Engkaulah Anak Allah”  (1Sam 18:6-9; 19:1-7; Mzm 56:9-13; Mrk 3:7-12)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Mrk 3:7-12),&lt;/span&gt; demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Pengakuan akan Yesus sebagai ‘Anak Allah’ muncul dari setan atau penjahat, sementara itu para murid atau rasul belum sampai untuk mengimani Yesus sebagai ‘Anak Allah’, artinya menghayati iman akan Yesus, Penyelamat Dunia di dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari. Ada kemungkinan kita belum memahami sepenuhnya apa arti menjadi anak-anak Allah, maka marilah kita saling membantu dan bertukar pengalaman, sehingga kita semakin memahami dan diperkaya. Gambaran Allah di sini dijiwai oleh semangat paternailistis, yaitu penting dan mutlaknya peranan bapak di dalam keluarga, dimana anak-anak senantiasa taat kepada bapak serta meneladan cara hidup dan cara bertindak bapak. Maka menjadi anak-anak Allah berarti senantiasa mentaati kehendak Allah, sebagaimana juga dihayati oleh Yesus, sehingga cara hidup dan cara bertindaknya merupakan perwujudan kehendak dan perintah Allah. Kehendak dan perintah Allah antara lain agar kita mengusir setan, yang melayang-layang di permukaan bumi ini serta berusaha membujuk manusia untuk berbuat jahat. &lt;span class="fullpost"&gt; Setan-setan antara lain menggoda antara lain dalam tawaran-tawaran kenikmatan yang terkait dengan harta benda/uang, jabatan/kedudukan dan kehormatan duniawi, yang sering dengan samar-samar atau halus menggoda kita. Maka kami berharap kepada anda semua untuk peka terhadap tawaran-tawaran kenikmatan tersebut, dan sekiranya ragu-ragu menghadapi tawaran tersebut segera tolaklah atau hindari, jangan coba-coba mengikuti, karena dengan demikian anda pasti akan terjatuh alias mengikuti godaan tersebut dan dengan demikian mengingkari diri sebagai anak-anak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·    "Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.” &lt;/span&gt;(1Sam 19:2-3),&lt;/span&gt; demikian kata Yonatan kepada Daud. Kutipan di atas ini kiranya dapat menjadi contoh yang baik bagi kita semua dalam rangka menghadapi rayuan atau godaan setan. Untuk sementara jika kita tidak mampu menghadapi, hendaknya menyingkir mencari perlindungan atau penerangan. Dengan kata lain hendaknya menghadap kepada orang yang dapat memberi nasihat atau tuntunan dalam menghadapi godaan atau rayuan setan, misalnya kepada pembimbing rohani, entah itu awam, biarawan, biarawati, imam/pendeta/kyai dst.. Dengan rendah hati kita dengarkan nasihat atau tuntunannya. Selain menghadap pembimbing rohani ada kemungkinan lain, yaitu berdoa mohon pencerahan dari Tuhan. Jika anda masih anak atau remaja, baiklah minta penerangan atau tuntunan dari orangtua masing-masing, kami percaya bahwa orangtua anda memiliki pengalaman dalam menghadapi aneka godaan atau rayuan setan. Pendek kata hendaknya mencari nasihat atau tuntunan kepada orang yang dinilai cakap dan bijak dalam memberi nasihat atau tuntunan, jangan mencari nasihat atau tuntunan kepada teman sederajat, yang ada kemungkinan akan sama-sama tersesat. Para orangtua atau pembimbing rohani hendaknya meneladan Yonatan, yaitu ketika melihat anak-anaknya atau orang yang menjadi bimbingannya hendaknya proaktif memberi tahu mereka jika mereka dalam bahaya godaan atau rayuan setan. Jangan menunggu untuk memberi tahu, agar mereka tidak terjebak pada godaan atau rayuan setan. Cara lain untuk menghadapi godaan atau rayuan setan adalah membuka diri pada orang lain bahwa anda dalam godaan atau rayuan, karena dengan demikian orang lain tersebut pasti akan mendampingi dan menyertai anda, dan dengan anda membuka godaan atau rayuan setan sebenarnya setan akan mundur teratur, dan tak akan menggoda atau merayu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku. Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Mzm 56:9-13)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 19 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-4916359592979493540?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4916359592979493540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4916359592979493540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/engkaulah-anak-allah-1sam-186-9-191-7.html' title='“Engkaulah Anak Allah”  (1Sam 18:6-9; 19:1-7; Mzm 56:9-13; Mrk 3:7-12)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-8707169611265468512</id><published>2012-01-17T18:35:00.000+07:00</published><updated>2012-01-17T18:37:26.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat?”  (1Sam 17:32-33.37.40-51; Mzm 144:10-11; Mrk 3:1-6)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Mrk 3:1-6)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Hari&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ‘Sabat’ &lt;/span&gt;dalam tradisi Yahudi adalah hari istirahat dan dipersembahkan kepada Allah. Pada hari Sabat , yang berarti hari Sabtu,  ini masa kini di daerah Yahudi memang kegiatan kantor dan sekolah-sekolah libur dan masyarakat menikmati hari itu untuk berrekreasi dengan seluruh anggota keluarga. Mereka memang tidak boleh bek erja pada hari Sabat, maka ketika Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat orang-orang Yahudi mempersalahkanNya. Menanggapi sikap orang-orang Farisi tersebut Yesus bersabda; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”. &lt;/span&gt;Orang yang waras dan berbudi pekerti luhur atau bermoral kiranya akan memilih untuk berbuat baik dan menyelamatkan nyawa. Perbuatan baik dan penyelamatan nyawa atau jiwa mengatasi aneka tata tertib atau kebiasaan-kebiasaan hidup. Hemat saya aneka tata tertib dan kebiasaan hidup pada umumnya bertujuan untuk melakukan apa yang baik, dan memang ada keterbatasan apa yang terjadi dalam kata-kata atau rumus-rumus tata tertib. Untuk berani mengatasi atau ‘melanggar’ tata tertib memang mengandaikan pengetahuan dan pemahaman tata tertib dengan baik dan benar serta berwawasan luas. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan agar anak-anak kita sedini mungkin untuk melakukan apa yang baik seraya diberitahukan aneka tata tertib yang berlaku maupun aneka pengetahuan yang perlu untuk hidup bersama. Keselamatan jiwa hendaknya menjadi barometer atau tolok ukur dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimana pun dan kapan pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·    "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”&lt;/span&gt; (1Sam 17:45-47)&lt;/span&gt;, demikian kata Daud kepada orang-orang Filistin. Berperang dalam nama Tuhan semesta alam itulah yang dihayati oleh Daud, bukan ‘dengan pedang dan tombak dan lembing’. Kita semua dalam hidup sehari-hari juga dipanggil untuk berperang, tetapi berperang melawan kejahatan-kejahatan. Dalam hal ini saya teringat apa yang terjadi di Filipina dalam revolusi rakyat untuk menggulingkan presiden Marcos. Tank-tank dan persenjataan lengkap dan mutakhir yang dipakai oleh tentara-tentara yang gagah dan kekar dihadapi oleh para wanita, ibu-ibu dan anak-anak dengan memegang rosario seraya berdoa rosario. Pasukan tentara utusan Marcos pun akhirnya bertekuk lutut di hadapan para ibu, wanita dan anak-anak tersebut. Bukankah hal ini menunjukkan bahwa dalam tiap pribadi orang ada kerinduan dan dambaan mendalam akan Tuhan di dalam hatinya?  Maka hendaknya menyikapi dan menghadapi siapapun, termasuk para penjahat, senantiasa di dalam dan bersama dengan Tuhan, artinya hadapi dan sikapi dalam dan dengan cintakasih. Setiap orang yang hidup serta masih hidup sampai saat ini hanya karena cintakasih, tanpa cintakasih mereka tak dapat hidup sebagaimana adanya pada saat ini. Mereka menjadi jahat dan berbuat jahat, hemat  kurang menyadari dan menghayati cintakasih yang telah diterimanya, maka marilah kita tolong untuk menyadari dan menghayati cintakasih dengan kita kasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tubuh atau tenaga. Dalam dan dengan cintakasih Tuhan kita akan mampu menghadapi dan mengatasi aneka kejahatan yang ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu! Bebaskanlah aku dari pada pedang celaka dan lepaskanlah aku dari tangan orang-orang asing, yang mulutnya mengucapkan tipu, dan yang tangan kanannya adalah tangan kanan dusta.” (Mzm 144:10-11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 18 Januari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Note: mulai hari ini kita diajak untuk berdoa bagi kesatuan umat Kristen/pengikut Yesus Kristus s/d tgl 25 Januari, Pesta Bertobatnya St.Paulus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-8707169611265468512?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8707169611265468512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8707169611265468512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/manakah-yang-diperbolehkan-pada-hari.html' title='“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat?”  (1Sam 17:32-33.37.40-51; Mzm 144:10-11; Mrk 3:1-6)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-1531970208758283607</id><published>2012-01-16T22:06:00.003+07:00</published><updated>2012-01-16T22:18:13.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat." (1Sam 16:1-13; Mzm 89:20-22;  Mrk 2:23-28)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?" Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Mrk 2:23-28),&lt;/span&gt; demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan peringatan St. Antonius, Abas, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana  sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Berbagai jenis peraturan pada umumnya menimbulkan aneka masalah. Proses pembuatan peraturan pada umumnya juga disertai perdebatan dan diskusi panas dan berkepanjangan, sedangkan dalam pelaksanaan peraturan juga sering terjadi saling tarik-ulur dalam penafsiran, dst.. Maklum berbagai peraturan sering hanya dibuat dan disikapi demi kepentingan diri sendiri atau golongan sendiri, bukan demi manusia atau rakyat pada umumnya. Warta Gembira hari ini mengingatkan kita bahwa peraturan demi manusia bukan manusia demi peraturan, peraturan demi persatuan dan kebersamaan bukan persatuan dan kebersamaan demi peraturan. Semakin banyak peraturan, entah dalam hal jumlah aturan, pasal atau ayat-ayat pada umumnya juga menunjukkan makin banyak adanya penyelewengan atau pelanggaran aturan. Marilah kita lihat, sikap dan hayati aneka macam aturan dalam dan oleh semangat cinta kasih serta demi keselamatan jiwa manusia, jika kita mendambakan bahwa aneka aturan sungguh menjadi sarana persatuan dan kebersamaan. Hal ini hemat saya perlu dibiasakan atau dididikkan sedini mungkin kepada anak-anak di dalam keluarga maupun sekolah dengan teladan konkret dari orangtua maupun para guru. Di dalam keluarga kiranya pada umumnya tidak ada peraturan yang tertulis, melainkan lisan, namun demikian ditaati dan dilaksanakan dengan baik: masing-masing anggota tanggap akan kebutuhan yang lain maupun tuntutan situasi dan lingkungan hidup, demi kebahagiaan dan kesejahteraan bersama. Semoga pengalaman dalam keluarga ini tumbuh berkembang dalam pergaulan yang lebih luas: dalam tempat kerja/tugas maupun masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;· "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”&lt;/span&gt; (1Sam 16:7)&lt;/span&gt;, demikian firman Tuhan kepada Samuel. Kutipan ini sungguh bagus untuk kita renungkan, refleksikan dan hayati. Memang kebanyakan dari kita melihat sesamanya ‘apa yang di depan mata’ saja dan tidak sampai ‘melihat hati’, maka banyak orang hidup dengan penuh sandiwara, kebohongan dan kepalsuan. Pemalsuan di Indonesia dalam berbagai hal rasanya cukup marak, dan hal itu dilakukan untuk mencari keuntungan diri sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;  Dampak dari berbagai pemalsuan adalah penderitaan manusia atau perpecahan , apalagi jika pemalsuan terjadi dalam aneka kebutuhan hidup manusia setiap hari seperti makanan, minuman, sarana kecantikan, peralatan listrik, dst.. Demi keselamatan dan kebahagiaan pribadi kita sendiri maupun saudara-saudari atau sesama, kita dipanggil untuk ‘melihat hati’. Dari kedalaman hati setiap orang kiranya ada dambaan atau kerinduan untuk hidup bahagia dan damai sejahtera lahir batin, jasmani dan rohani; maka untuk saling mengenal dan mengetahui isi hati kita masing-masing, marilah kita ‘curhat’ atau sharing, kita saling memberikan dan mendengakan isi hati kita. Ketika kita terbiasa untuk curhat atau sharing, kiranya lama kelamaan akan mahir ‘melihat hati’, dan dengan demikian kita tidak mudah tertipu atau terjebak oleh aneka macam rayuan dan godaan dari kepalsuan-kepalsuan dan kebohongan-kebohongan yang marak masa kini. Ada orang tergiur harga mobil murah, padahal belum melihat barangnya, ketika ada orang menawari langsung dibayar; ada orang tergiur jutaan rupiah melalui tawaran SMS, dst.., padahal semuanya itu adalah tipuan belaka. Salah satu cara untuk mendukung kemahiran ‘melihat hati’ adalah hidup dan bertindak sederhana.. Percayalah jika kita hidup sederhana tidak akan tertipu oleh aneka macam kebohongan dan pemalsuan. Dari anak-anak yang diajukan Samuel, akhirnya yang terpilih adalah Daud, yang masih kekanak-kanakan dan kurang terpandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: "Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu. Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia”&lt;/span&gt; (Mzm 89:20-22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Selasa, 17 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-1531970208758283607?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1531970208758283607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/1531970208758283607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/hari-sabat-diadakan-untuk-manusia-dan.html' title='&quot;Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.&quot; (1Sam 16:1-13; Mzm 89:20-22;  Mrk 2:23-28)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-7332721466541951288</id><published>2012-01-15T17:54:00.005+07:00</published><updated>2012-01-15T17:58:47.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>" Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula." (1Sam 15:16-23; Mzm 50:8-9; 16bc-17,21,23; Mrk 2:18-22)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Mrk 2:18-22)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Di dunia ini setiap hari ada yang baru dan pada umumnya orang senang dengan yang baru, berbahagia dengan yang baru. Apa yang baru itu? Misalnya; baju baru, teman baru, keluarga baru, imam/bruder/ suster baru, rumah baru, pekerjaan/tugas/jabatan, baru, baptisan baru dst.. Ketika memasuki atau memakai apa yang baru tersebut pada umumnya orang juga memiliki semangat baru yang menjanjikan masa depan yang cerah dan membahagiakan, apalagi untuk mencapai yang baru tersebut orang harus berjanji, misalnya janji baptis, janji perkawinan, janji imamat, kaul, sumpah jabatan dst. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula"&lt;/span&gt;, demikian sabda Yesus. Marilah kita renungkan dan hayati sabda ini. Sekali lagi saya tak henti-hentinya mengajak dan mengingatkan anda sekalian untuk setia pada janji yang telah kita ikrarkan ketika memasuki hidup baru maupun tugas/ jabatan baru, sebagai agar kita sungguh menyimpan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'anggur yang baru dalam kantong yang baru pula'&lt;/span&gt;. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus dan telah dibaptis kami ajak untuk setia menghayati janji baptis, karena jika setia pada janji baptis dengan mudah kita akan setia pada panggilan, tugas pengutusan atau kewajiban yang baru atau 'hidup baru' di rumah yang baru dengan teman yang baru dst.. Sebaliknya jika kita kurang atau tidak setia pada janji-janji yang telah kita ikrarkan, marilah kita melakukan lakutapa atau matiraga. Matiraga berarti mengendalikan seluruh anggota raga atau tubuh sehingga berfungsi untuk mengabdi, melayani, memuji dan menghormati Tuhan maupun saudara-saudari kita yang hidup dan bekerja bersama dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   "TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka. Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?&lt;/span&gt;" (1Sam 15:18-19)&lt;/span&gt;, demikian kata nabi Samuel kepada raja Saul. Apa yang dilakukan oleh Saul ini kiranya juga sering dilakukan oleh para pemimpin atau raja di tingkat apapun atau dalam kehidupan bersama apapun. Menyeleweng atau berselingkuh dalam tugas dan pekerjaan itulah yang sering dilakukan.&lt;span class="fullpost"&gt;  Sebagai contoh orang diberi tugas ke luar kota untuk beberapa hari karena kesepian lalu berselingkuh pergi ke tempat pelacuran. Tegoran Samuel di atas mengajak dan mengingatkan kita semua untuk "berujud lurus" atau dalam hal penggunaan harta benda atau uang sesuai dengan motto "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;intentio dantis" &lt;/span&gt;(=maksud pemberi). Ingatlah dan sadarilah jika kita menyeleweng atau berselingkuh mungkin untuk sementara tak ketahuan orang lain, tetapi Tuhan tahu, dan akhirnya penyelewengan atau perselingkuhan anda pada suatu saat akan ketahuan juga dan andapun akan malu serta kena hukuman yang memadai sesuai dengan penyelewengan atau kejahatan atau perselingkuhan anda. "Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga", demikian kata sebuah pepatah. Serapi-rapi dan seketat apapun anda menyembunyikan penyelewengan, perselingkuhan atau kejahatan anda akhirnya ketahuan juga. Hendaknya kita jujur dalam dan selama melaksanakan tugas pengutusan atau mengemban fungsi atau jabatan tertentu. Kejujuran pada masa kini sungguh dibutuhkan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata benar apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran."&lt;/span&gt; (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka, Jakarta 1997, hal 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku? Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya." (Mzm 50:16b-17.21.23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 16 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-7332721466541951288?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/7332721466541951288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/7332721466541951288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/anggur-yang-baru-hendaknya-disimpan.html' title='&quot; Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.&quot; (1Sam 15:16-23; Mzm 50:8-9; 16bc-17,21,23; Mrk 2:18-22)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-8032914447581308568</id><published>2012-01-14T09:19:00.004+07:00</published><updated>2012-01-14T19:29:13.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>HOMILI: Hari Minggu Biasa II (1Sam 3: 3b-10, 19; Mzm 40:2.4ab.7-8a.8b-10; 1Kor 6: 13c-15a, 17-20; Yoh 1: 35-42)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya bertugas sebagai Ekonom Keuskupan Agung Semarang serta melayani beberapa yayasan pendidikan, saya sering berkeliling untuk mengunjungi paroki maupun sekolah-sekolah, lebih-lebih dan terutama yang miskin. Dalam suatu kunjungan ke daerah Wonosari saya mengajak dua rekan awam, pengusaha menengah di kota Semarang, sambil berziarah di goa Maria Singkil-Wonosari. Ketika kami berada di goa Maria Singkil, rekan saya ingin buang air kecil atau kencing, maka saya minta kencing saja di sekitar tempat goa ini, tidak apa-apa. Maklum memang waktu itu di kompleks goa Maria Singkil belum tersedia ‘toilet’. Melihat hal itu rekan saya tergerak untuk membangun atau membuat ‘toilet’, mengingat dan memperhatikan  yang berziarah juga banyak rekan-rekan perempuan, yang kiranya membutuhkan tempat khusus untuk buang air kecil alias ‘toilet’. Perjalanan dari Singkil kami ajak mengunjungi sekolah SD Sanjaya yang tak terlalu jauh dari Singkil. Setelah melihat dan mendengarkan apa yang diceriterakan oleh para guru, mereka pun tergerak untuk membantu sekolah tersebut. Dan memang tak lama kemudian ‘toilet’ dibangun di kompleks goa Maria Singkil dan setiap bulan mereka juga membantu atau memberi sumbangan untuk SD Sanjaya, yang miskin tersebut. Dengan mendatangi dan melihat langsung orang tergerak untuk melakukan sesuatu yang baik, membahagiakan dan menyelamatkan, itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Marilah dan kamu akan melihatnya”&lt;/span&gt; (Yoh 1:39)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Yesus terhadap Andreas dan temannya ini kiranya juga menjadi sabda Yesus bagi kita semua yang beriman kepadaNya, entah secara formal berarti resmi menjadi murid Yesus dengan dibaptis atau informal dalam arti baptis batin. Kita semua dipanggil untuk keluar dari diri sendiri, entah itu secara phisik maupun spiritual. Secara phisik berarti tidak hanya duduk-duduk di kamar saja ketika berada di rumah maupun di tempat kerja, melainkan hendaknya luangkan waktu dan tenaga sesuai dengan kemungkinan dan kesempatan untuk melangkah keluar dari kamar, berjalan-jalan dan melihat apa yang terjadi di lingkungan hidup atau kerja anda. Sedangkan secara spiritual yang kami maksudkan antara lain hendaknya kita jangan hanya memikirkan kepentingan atau keinginan pribadi, melainkan kepentingan umum atuu bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memiliki hati, jiwa dan akal budi yang baik, maka ketika kita berjalan-jalan dan melihat apa yang ada dan terjadi dilingkungan hidup kita, percayalah anda pasti akan digerakkan untuk melakukan sesuatu serta diberi kesempatan untuk berubah lebih baik dari apa yang ada sekarang atau saat ini. Percayalah kita pasti akan dapat berkata-kata seperti Andreas jika kita sungguh melihat dalam dan dengan iman: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kami telah menemukan Mesias (artinya Kristus)” &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Kami telah menemukan Tuhan, yang memanggil dan mengutus kami”. &lt;/span&gt;Ketika melihat dan bertemu dengan Tuhan, maka mau tak mau kita pasti akan diutusNya untuk menghayati iman kita akan Penyelamat Dunia. Kita dipanggil untuk mendunia, berpartisipasi dalam seluk-beluk dunia dan dimana ada bagian dunia yang tidak selamat segera kita selamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal melihat ini saya pribadi sangat terkesan dengan tegoran atau peringatan ayah saya (alm) ketika saya masih kecil, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barang kathon wae ora biso nggarap, ojo maneh sing ora kathon”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(=”Yang kelihatan saja tidak dapat mengerjakan, apalagi yang tidak kelihatan”). &lt;/span&gt;Tegoran atau peringatan ini sungguh membekali pribadi saya untuk senantiasa melihat apa yang tidak kelihatan, yang tak dapat diindrai dengan mata kepala kita ini, sebagaimana pepatah mengatakan bahwa ‘ada udang di balik batu’, ada sesuatu yang lebih berharga atau bernilai dari apa yang kelihatan. Yang lebih berharga atau bernilai tersebut ada di balik aneka kejadian atau peristiwa, kata-kata atau perilaku yang dapat kita lihat dan dengar, maka marilah kita lihat dengan dan dalam kacamata iman. Melihat dengan dan dalam kacamata iman berarti kita sendiri sungguh beriman serta memiliki dambaan suci. Andreas dan temannya yang menanggapi ajakan Yesus untuk datang dan melihat, hemat saya mereka sungguh beriman serta memiliki dambaan suci. Orang yang sungguh beriman dan memiliki dambaan suci ketika melihat sesuatu pasti akan semakin beriman dan semakin suci, entah sukses atau gagal dalam tugas dan pekerjaan senantiasa akan bersyukur dan berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri”&lt;/span&gt; (1Kor 6:17-19)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu” dan “Jauhkan dirimu dari percabulan”&lt;/span&gt;, inilah yang hendaknya kita renungkan atau refleksikan serta kita hayati dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari. Percabulan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, entah sendirian atau bersama dengan orang lain, yang sejenis maupun lain jenis. Berbuat cabul sendirian misalnya masturbasi atau onani, sedangkan dengan orang lain misalnya dengan bermain-main alat kelamin orang lain, entah sejenis atau lain jenis. Percabulan merupakan perendahan atau pelecehan tubuh manusia atau diri pribadi manusia sebagai citra atau gambar Tuhan. Hendaknya anak-anak sedini mungkin dididik dan didampingi dalam hal atau seluk-beluk seksual: kenikmatan seksual adalah anugerah Tuhan untuk membangun dan memperdalam cintakasih kepada Tuhan dan sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghayati tubuh sebagai bait Roh Kudus berarti segala gerak-gerik anggota tubuh hendaknya senantiasa berfungsi untuk mendukung kita semakin beriman, berbakti sepenuhnya kepada Tuhan, semakin suci. Dengan kata lain hendaknya buah gerak-gerik anggota tubuh kita adalah apa-apa yang baik, menyealamatkan dan membahagiakan, terutama keselamatan dan kebahagiaaan jiwa. Kita juga diajak menghayati bahwa tubuh kita bukan milik kita sendiri, melainkan milik Tuhan, maka kita juga tidak mungkin seenaknya sendiri memperlakukan tubuh kita seperti sering dilakukan beberapa orang. Kami sering mendengar bahwa mereka yang mau menggugurkan kandungan memiliki alasan hak asasi, yaitu hak terhadap tubuh sendiri. Alasan ini kelihatan logis atau masuk akal, padahal muncul dari kebejatan moralnya, yaitu hubungan seks bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita bebas memperlakukan anggota tubuh kita, tetapi hendaknya juga diingat bahwa kebebasan dibatasi oleh cintakasih. Kita dapat memperlakukan anggota tubuh kita seperti apapun asal tidak melanggar cintakasih. Penghayatan cintakasih antara lain hormat dan menjunjung harkat martabat manusia sebagai gambar atau citra Allah. Menggunakan anggota tubuh hanya untuk kenikmatan pribadi yang mengarah ke egois hemat saya melanggar cintakasih. Kepada mereka yang dianugerahi kecantikan atau ketampanan tubuh kami harapkan tidak dengan mudah ‘menjual diri’, antara lain dengan berperilaku sedemikian rupa sehingga merangsang orang lain untuk berbuat jahat atau berdosa, memikirkan apa yang jahat dan berdosa. Untuk itu hendaknya diperhatikan cara berpakaian maupun pemakaian aneka assesori, sehingga tidak mudah merangsang orang lain untuk memikirkan yang jahat dan berdosa serta kemudian melakukan kejahatan atau berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita fungsikan anggota-anggota tubuh kita sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga semua gerakan tubuh kita senantiasa merupakan ungkapan atau perwujudan  cintakasih, kita saling mengasihi. Misalnya mulut antara lain untuk mencium, maka jika mencium orang lain hendaknya sungguh merupakan perwujudan kasih bukan nafsu, sehingga yang kita cium pun akhirnya menikmati kasih yang luar biasa dan kemudian juga akan senantiasa mengasihi orang lain atau sesamanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita”&lt;/span&gt; (Mzm 40:2-4b)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 15 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-8032914447581308568?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8032914447581308568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8032914447581308568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/homili-hari-minggu-biasa-ii-1sam-3-3b.html' title='HOMILI: Hari Minggu Biasa II (1Sam 3: 3b-10, 19; Mzm 40:2.4ab.7-8a.8b-10; 1Kor 6: 13c-15a, 17-20; Yoh 1: 35-42)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-5689610684638457906</id><published>2012-01-13T20:10:00.003+07:00</published><updated>2012-01-14T19:36:53.614+07:00</updated><title type='text'>Warta Paroki: 14-15 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SARASEHAN KITAB SUCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sarasehan Kitab Suci akan diadakan pada hari Minggu, 15 Januari 2012 : Jam 10.00 WIB bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki dengan tema “Kasih Natal”, bersama Romo Augustinus Mangunhardjana, SJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAFTARAN PENERIMAAN KOMUNI PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan Komuni Pertama akan diberikan kepada anak-anak pada hari peringatan “Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus (10 Juni 2012). Mohon para orang tua memperhatikan dan mendaftarkan putra-putrinya.&lt;br /&gt;Dengan syarat:&lt;br /&gt;1. Anak yang sudah dibaptis,&lt;br /&gt;2. Sudah duduk di kelas IV SD atau sudah berumur 10 tahun,&lt;br /&gt;3. Pendaftaran dapat dilakukan di sekolah masing-masing (SD Pangudi Luhur, SD Kanisius Keprabon, dan SD Marsudirini). Sedangkan untuk wilayah dan umum, silahkan menghubungi Sekretariat Paroki. Pelajaran dimulai pada awal bulan Februari 2012 di sekolah masing-masing dan Aula Atas Kecil Gedung Paroki untuk wilayah dan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan diadakan Kursus Persiapan Perkawinan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 18 – 19 dan 25 – 26 Februari 2012.&lt;br /&gt;Hari Sabtu jam 18.00 WIB&lt;br /&gt;Hari Minggu jam 10.00 WIB&lt;br /&gt;bertempat di Aula Atas Gedung Paroki Santo Antonius Purbayan Solo. Informasi dan pendaftaran dapat dilayani di Sekretariat Paroki pada jam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;REKOLEKSI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  Rumah Retret Panti Semedi Klaten akan mengadakan acara rekoleksi yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Januari 2012 dengan tema: Lewat Mimpipun, Tuhan Melayani Kita. Pendamping Romo. Z. Zahnweh, SJ. Pendaftaran ke Rumah Retret Panti Semedi dengan nomor telepon (0272) 322594 atau HP 0852 2836 6430&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISA IMLEK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara/i diundang untuk menghadiri Misa Imlek besok Senin, 30 Januari 2012 pukul 17.00 bertempat di Gereja St Antonius Purbayan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;PENGUMUMAN PERKAWINAN&lt;br /&gt;A. Pengumuman Pertama &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Stefanus Yohan Kardiyono dari Bangunharjo dengan Gabriella Nira Arawinda dari Kepatihan Kulon.&lt;br /&gt;2. Jonathan Yohanes dari Kratonan dengan Meilina Dewi dari Cilacap.&lt;br /&gt;3. Fransiscus Damstater Jimmy Ronald dari Semarang dengan Magdalena Rosa Abundarma dari Gandekan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Kedua&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Kristoforus Yesaya Handoyo dari Kestalan dengan Hedwig Aurelia Anita Budi Hartono.&lt;br /&gt;2. Yohanes Indra Bayu Tinggo Santoso dari Kedung Lumbu dengan Yenny Young dari Grogol.&lt;br /&gt;3. Paulus Jaka Prihatin Julinawanta dari Ketelan dengan Agustina Sari Purwaningsih dari Purwosari. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Ketiga&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Djohan Hendrawan dari Grogol dengan Monika Heny Kusuma Prawata dari Kadipiro&lt;br /&gt;2. Leonardus Jefry Ocky Setiawan dari Semarang dengan Caecilia Melania Wijaya dari Kedung Lumbu.&lt;br /&gt;3. Candra Suryata dari Tangerang dengan Brigita Dhini Putri Kinasih dari Purwodiningratan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa yang mengetahui adanya halangan atas pernikahan di atas wajib memberitahu Romo Paroki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN LITURGI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Senin, 16 Januari 2012: Hari Biasa Pekan II&lt;br /&gt;1Sam 15:16-23; Mzm 50:8-9; 16bc-17,21,23; Mrk 2:18-22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 17 Januari 2012: Pw. St. Antonius, Abas&lt;br /&gt;1Sam 16:1-13; Mzm 89:20,21-22,27-28; Mrk 2:23-28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 18 Januari 2012: Hari Biasa Pekan II&lt;br /&gt;Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani&lt;br /&gt;1Sam 17:32-33,37,40-51; Mzm 144:1,2,9-10; Mrk 3:1-6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 19 Januari 2012: Hari Biasa Pekan II&lt;br /&gt;1Sam 18:6-9; 19:1-7; Mzm 56:2-3,9-10a,10bc-11,12-13; Mrk 3:7-12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 20 Januari 2012: Hari Biasa Pekan II&lt;br /&gt;1Sam 24:3-21; Mzm 57:2,3-4,6,11; Mrk 3:13-19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 21 Januari 2012: Pw. St. Agnes, Perawan dan Martir&lt;br /&gt;2Sam 1:1-4,11-12,19,23-27; Mzm 80:2-3, 5-7; Mrk 3:20-21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 22 Januari 2012: Hari Minggu Biasa III&lt;br /&gt;Yun 3:1-5,10; Mzm 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; 1Kor 7:29-31; Mrk 1:14-20.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-5689610684638457906?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5689610684638457906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5689610684638457906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/warta-paroki-14-15-januari-2012.html' title='Warta Paroki: 14-15 Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-8185360792188648129</id><published>2012-01-13T20:06:00.001+07:00</published><updated>2012-01-13T20:08:26.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang  berdosa”  (1Sam 9:1-4.17-19; 10:1a; Mzm 21:2-7; Mrk 2:13-17)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Mrk 2:13-17)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Yesus adalah Penyelamat Dunia, maka dimana ada bagian dari dunia ini tidak selamat, entah itu manusia, binatang, tanaman atau lingkungan hidup, dan tentu saja terutama manusia, Ia segera menyelamatkannya. Maka ketika para ahli Taurat dan orang Farisi bertanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mengapa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa”&lt;/span&gt;, Ia menanggapinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”. &lt;/span&gt;Sebagai orang yang beriman kepadaNya kami mengajak dan mengingatkan anda semua untuk meneladanNya. Marilah kita perhatikan saudara-saudari kita yang tidak selamat, misalnya yang sakit, bodoh, kurangajar, suka berbuat jahat atau melukai hati orang lain dst.. Dengan rendah hati dan dalam cintakasih kita datangi mereka untuk menyembuhkannya. Kami percaya yang kurang atau tidak selamat lebih sedikit daripada yang selamat, maka jika kita yang selamat bekerjasama menyelamatkan mereka yang tidak selamat pasti akan segera beres. Meneladan Yesus berarti juga mengajak kita untuk tidak takut bergaul dengan orang-orang berdosa, tentu saja kita sendiri tidak berdosa dan dengan demikian kehadiran kita di tengah-tengah mereka dapat menyelamatkannya. Secara khusus kami ingatkan mereka yang berkarya di bidang pelayanan pendidikan, kesehatan maupun sosial, untuk sungguh dalam dan dengan rendah hati serta cintakasih berusaha mendekati dan membimbing mereka yang bodoh, kurang ajar, kurang terdidik ataupun sedang menderita sakit phisik. Yang juga tidak kalah penting adalah ermenyelamatkan lingkungan hidup: usahakan dan perteguh agar kebersihan lingkungan hidup sungguh sehat, demikian juga penanaman dan perawatan aneka jenis pohon hendaknya memperoleh perhatian yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “ Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."Dalam pada itu Saul, datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata: "Maaf, di mana rumah pelihat itu?" Jawab Samuel kepada Saul, katanya: "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu” &lt;/span&gt;(1Sam 9:17-19). &lt;/span&gt;Dari kutipan di atas ini kiranya dapat difahami atau dimengerti bahwa fungsi raja atau pemimpin antara lain adalah utusan atau wakil Tuhan di dunia ini, maka dengan ini kami berharap kepada para ‘raja’ atau pemimpin untuk sungguh-sungguh menghayati diri sebagai utusan atau wakil Tuhan dalam cara hidup dan cara bertindaknya setiap hari dimana pun dan kapan pun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Sebagai utusan atau wakil Tuhan yang baik berarti senantiasa sejiwa dengan Tuhan dan dengan demikian memiliki visi dan misi untuk menyelamatkan dunia seisinya, terutama manusia, sebagai ciptaan terluhur dan termulia di dunia ini, yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citra Tuhan. Para ‘raja’ atau pemimpin sendiri hendaknya dapat menjadi gambar atau citra Tuhan, sehingga siapapun yang melihat dan bertemu dengan ‘raja’ atau pemimpin tergerak untuk memuji, memuliakan, menghormati dan mengabdi Tuhan. Untuk itu kami harapkan para ‘raja’ atau pemimpin menghormati dan menjunjung tinggi hak asasi manusia antara lain kebebasan  beragama. Hendaknya usaha untuk mendirikan tempat ibadat maupun beribadat mendapat kemudahan dan tidak dipersulit. Sungguh kontradiktif: izin dan kemudahan membangun hotel atau losmen atau tempat penginapan dipermudah, sedangkan izin mendirikan rumah ibadat dipersulit atau bahkan dilarang, karena jika dicermati hotel dan losmen dengan mudah disalahgunakan, yaitu untuk tindakan amoral seperti pelacuran alias melecehkan harkat martabat manusia, sebagai gambar atau citra Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.” (Mzm 21:2-5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ign, 14 Januari 2012 &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-8185360792188648129?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8185360792188648129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8185360792188648129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/aku-datang-bukan-untuk-memanggil-orang.html' title='“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang  berdosa”  (1Sam 9:1-4.17-19; 10:1a; Mzm 21:2-7; Mrk 2:13-17)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-5984887578835845512</id><published>2012-01-12T18:57:00.001+07:00</published><updated>2012-01-12T18:59:27.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”  (1Sam 8:4-7.10-22a; Mzm 89:16-18; Mrk 2:1-12)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Mrk 2:1-12),&lt;/span&gt; demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Mujizat yang dibuat oleh Yesus membuat iri hati atau pikiran jahat para ahli Taurat, karena mereka merasa tersaingi dengan kehadiran dan karya Yesus. Sebaliknya orang-orang kebanyakan atau rakyat menjadi semakin percaya kepada-Nya bahwa Ia adalah Penyelamat Dunia yang telah dijanjikan oleh Allah, dan mereka pun berkata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Yang begini belum pernah kita lihat”&lt;/span&gt;. Mereka menyaksikan bagaimana orang lumpuh karena sabdaNya menjadi sembuh dan dapat berjalan normal. Mungkin di antara kita juga dengan mudah iri hati serta merasa disaingi ketika ada sesuatu yang baru dan lebih menarik, mempesona dan berpengaruh; jika demikian adanya kami ajak menghayati sabda Yesus kepada orang lumpuh yang baru saja disembuhkan, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”. &lt;/span&gt;Pulang ke rumahmu artinya kembalilah ke jati dirimu sebagai ciptaan Allah, yang diciptakan untuk menghormati, mengabdi dan memuji-Nya melalui cara hidup dan cara bertindak setiap hari dimanapun dan kapanpun sesuai dengan panggilan, tugas pengutusan atau kewajiban masing-masing. Dengan kata lain: sebagai orang yang katolik hendaknya menghayati kekatolikannya, sebagai orang beragama menghayati ajaran agamanya, sebagai suami/isteri, imam, bruder atau suster menghayati janji atau kaulnya dst… Hendaknya jangan saling iri hati atau merasa diisaingi oleh orang lain yang memang sungguh berbeda dengan kita.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya; ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka. Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan. Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya”&lt;/span&gt; (1Sam 8:11-14)&lt;/span&gt;, demikian kata Samuel kepada bangsanya. Apa yang digambarkan oleh Samuel perihal raja ini kiranya raja yang serakah dan ingin memperkayhra diri, dan rasanya kebanyakan raja di dunia ini demikian adanya. Raja pada umumnya ingin disembah, dipuji dan dihormati serta kepadanya dipersembahkan upeti, tetapi tak pernah melayani. Hal ini kiranya kebalikan dalam Gereja Katolik dimana para pemimpin sungguh berhasrat dan berkehendak untuk melayani, meneladan Yesus yang datang untuk melayani dan bukan dilayani. &lt;span class="fullpost"&gt;Maka kami berharap kepada siapapun yang menjadi pemimpin dalam umat katolik di tingkat apapun kami harapkan bersemangat melayani. Bapak atau ibu keluarga hendaknya bersemangat melayani, yaitu melayani anak-anak yang dianugerahkan kepada mereka. Melayani berarti senantiasa berusaha membahagiakan yang dilayani, maka para orangtua kami harapkan sungguh berusaha membahagiakan anak-anaknya, dengan gembira dan ceria memboroskan waktu dan tenaga bagi anak-anaknya disamping dana/uang atau harta benda. Kebahagiaan sejati para orangtua adalah jika anak-anaknya juga dalam keadaan bahagia masa kini maupun mendatang ketika mereka sudah dewasa dan mungkin juga berkeluarga, menjadi imam, bruder atau suster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya TUHAN, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah. Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi” (Mzm 89:16-18).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 13 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-5984887578835845512?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5984887578835845512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5984887578835845512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/angkatlah-tempat-tidurmu-dan-pulanglah.html' title='“Angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”  (1Sam 8:4-7.10-22a; Mzm 89:16-18; Mrk 2:1-12)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-211114284376247948</id><published>2012-01-11T19:01:00.001+07:00</published><updated>2012-01-11T19:03:33.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Aku mau jadilah engkau tahir”  (1Sam 4:1-11; Mzm 44:10-11.14-15;  Mrk 1:41-45)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;‘Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (Mrk 1:40-45)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Pribadi Yesus, Penyelamat Dunia, memang sungguh berwibawa dan berkuasa, Sabda-Nya mampu menyembuhkan orang sakit, sehingga semakin banyak orang yang tergerak untuk datang kepada-Nya serta mohon penyembuhan dari penyakitnya. Namun mereka salah faham atau tidak mengetahui siapa sebenarnya Yesus, dan Yesus pun juga menyadari hal itu, maka Ia mencoba menyingkir dengan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “tinggal di tempat-tempat yang sepi”&lt;/span&gt; untuk berdoa dan menyadari Diri agar tidak terjebak pada dambaan kebanyakan orang yang salah faham perihal siapa Dia sebenarnya. Apa yang terjadi pada dan dilakukan oleh Yesus ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi, lebih-lebih bagi mereka yang menjadi favorit bagi banyak orang. Hendaknya jangan sampai kebanyakan orang terhenti pada pujian dan sanjungan pada diri anda yang favorit itu, sehingga ada kemungkinan anda menjadi sombong, tetapi berusahalah agar kebanyakan orang yang memperhatikan anda tidak terhenti pada diri anda, melainkan terarah kepada Dia yang telah menganugerahi kelebihan kepada anda, yaitu Tuhan. Dengan kata lain jika anda dianugerahi kelebihan yang membuat anda menjadi favorit, hendaknya anda tetap rendah hati serta berusaha mengarahkan mereka yang memuji dan memuja anda agar semakin beriman, semakin membaktikan diri seutuhnya kepada Tuhan. Secara khusus kami berharap kepada para pemimpin maupun artis, yang sering menjadi favorit bagi kebanyakan orang, untuk sering menyepi dan berdoa mohon kepada Tuhan agar tidak jatuh kepada kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   "Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu. Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun.”&lt;/span&gt; (1Sam 4:7-8)&lt;/span&gt;, demikian kata-kata orang Filistin yang berkendak jahat terhadap bangsa terpilih serta ingin menghabisi bangsa terpilih. Bangsa terpilih yang jumlahnya sedikit dan kelihatan lemah ternyata disertai dan didampingi oleh Tuhan di dalam perjalanannya menuju tanah terjanji. Bukankah hal ini dapat menjadi cermin untuk mawas diri bagi siapapun yang merasa terpilih? Terpilih menjadi juara lomba, akreditasi sekolah atau lamaran pekerjaan dst.. Yang terpilih pada umum sedikit, dan mungkin sebagai yang terpilih membuat iri hati bagi yang tak terpilih, maka bagi yang terpilih kami harapkan untuk tetap dalam Tuhan: hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan agar tidak jatuh ke kebencian atau permusuhan karena membuat iri hati banyak orang. Kutipan diatas kiranya juga baik untuk menjadi permenungan bagi kita umat Kristen atau Katolik, yang dalam kenyataan secara kwantitas termasuk kelompok kecil di Indonesia ini. Kami berharap kepada rekan-rekan umat Kristen maupun Katolik untuk tetap setia pada imannya, senantiasa hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan kapan pun dan dimana pun. Jika demikian adanya maka hendaknya tidak takut dan tidak gentar ketika menghadapi cemoohan, ejekan atau ancaman dari mereka yang tidak senang pada kita atau bahkan membenci kita.  Berdoalah kepadaNya dan biarkanlah Tuhan sendiri yang akan menegor dan mengingatkan mereka yang membenci atau mengancam kita. Percayalah bahwa sejelek-jelek orang di mata kita pasti dalam hatinya masih ada kerinduan akan Tuhan, dan ketika menerima tegoran atau peringatan dari Tuhan mereka pasti akan bertobat. Hendaknya menghadapi aneka ejekan, cemoohan atau ancaman dengan tenang seraya berdoa, sebagaimana pernah terjadi dalam revolusi di Filipina dimana para ibu sambil berdoa rosariyo menghadapi tentara dengan senjatanya yang canggih dan lengkap serta tank-tank tempurnya, dan akhirnya mereka pun mundur teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Namun Engkau telah membuang kami dan membiarkan kami kena umpat, Engkau tidak maju bersama-sama dengan bala tentara kami. Engkau membuat kami mundur dari pada lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami mengadakan perampokan. Engkau membuat kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga kami, menjadi olok-olok dan cemooh bagi orang-orang sekeliling kami. Engkau membuat kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa, menyebabkan suku-suku bangsa menggeleng-geleng kepala.” (Mzm 44:10-11.14-15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 12 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-211114284376247948?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/211114284376247948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/211114284376247948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/aku-mau-jadilah-engkau-tahir-1sam-41-11.html' title='“Aku mau jadilah engkau tahir”  (1Sam 4:1-11; Mzm 44:10-11.14-15;  Mrk 1:41-45)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-4319572651861879644</id><published>2012-01-10T21:10:00.001+07:00</published><updated>2012-01-10T21:12:39.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Semua orang mencari Engkau”  (1Sam 3:1-10.19-20; Mzm 40:7-9;  Mrk 1:29-39)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Mrk 1:29-39)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Ketika ada ‘dukun’ atau ahli mengobatan secara alternatif serta pengobatannya sungguh mujarab, pada umumnya banyak orang berbondong-bondong mencari dan mendatanginya. Mereka percaya terjadi mujizat melalui dukun atau ahli pengobatan yang bersangkutan. Memang kebanyakan orang zaman sekarang ini bersikap mental instant: cepat dan murah serta mudah; orang yang demikian ini berarti tidak mau bekerja keras, melainkan kerja ringan dan hasil melimpah, sebagaimana orang judi. Apa yang dilakukan oleh Yesus kiranya ditanggapi dengan cara yang demikian itu, sehingga mereka menyikapi Yesus sebagai dukun atau tabib, tidak sampai mengimani bahwa Ia adalah Allah yang menjadi manusia. Mereka salah faham dan belum mampu mengimani Yesus sebagai Allah, maka Yesus berusaha menyingkir:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ”Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang”&lt;/span&gt;. Tugas utama Yesus adalah memberitakan Injil atau Kabar Baik, maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan siapapun yang beriman kepada Yesus untuk meneladan Dia dengan mewartakan Kabar Baik/Injil, antara lain memang harus senantiasa berbuat baik kepada saudara-saudari kita dimana pun dan kapanpun. Dan sekiranya dengan berbuat baik kemudian kita akan ditahan di satu tempat saja, hendaknya dengan rendah hati memberitahu mereka yang manahannya bahwa kita harus berbuat baik juga kepada orang lain, tanpa pandang bulu atau SARA dan tak terikat oleh ruang/tempat dan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.” &lt;/span&gt;(1Sam 3:19-20).&lt;/span&gt; Semua orangtua kiranya mendambakan agar anak-anaknya ‘makin besar dan Tuhan menyertai dia’ , sehingga anak-anak senantiasa menghayati sabda atau firman Tuhan dalam cara hidup dan cara bertindaknya, dan dengan demikian kelak boleh disebut sebagai nabi-nabi Tuhan. Jika anda sebagai orangtua mendambakan demikian, maka baiklah anak-anak sungguh didampingi dan dididik dengan baik, dalam suasana kebebasan dan cintakasih Injili, artinya di satu sisi orangtua sungguh memboroskan waktu dan tenaga bagi anak-anaknya dan disisi lain membiarkan Tuhan sendiri yang telah menciptakan akan menganugerahi pertumbuhan dan arah masa depannya. Hendaknya tidak ada aneka macam bentuk ‘pemerkosaan atau penindasan’ pada anak-anak, dan marilah kita hayati sebagai orangtua tugasnya, setelah mengandung dan melahirkan, adalah ‘menyiram’ anak-anak dengan penuh kasih, merawatnya dalam kasih dan tekun. Penyiraman atau perawatan sifatnya merupakan bantuan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, karena yang menganugerahkan pertumbuhan dan perkembangan adalah Tuhan sendiri. Marilah kita perhatikan para petani yang dengan penuh kasih, sabar dan tenang merawat tanamannya. &lt;span class="fullpost"&gt;  Demi kesehatan dan kebugaran serta ketahanan anak-anak masa kini dan masa depan, hendaknya dijauhkan aneka intervensi  medis ataupun aneka jenis makanan dan minuman yang dapat memperlemah atau mengurangi daya tahan atau kebugaran anak-anak. Aneka makanan dan minuman instant dapat memperlemah dan mengurangi daya tahan dan kebugaran anak-anak: info ini saya peroleh dari sharing Pembina Akmil di Magelang. Konon para siswa Akmil masa kini memiliki daya tahan tubuh lebih lemah daripada para siswa masa lalu, dan setelah diteliti karena disebabkan oleh  jenis makanan dan minuman yang dikomsumsi. Bukankah kebanyakan anak-anak sekarang mengkomsumsi makanan dan minuman instant?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."&lt;/span&gt; (Mzm 40:7-9)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 11 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-4319572651861879644?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4319572651861879644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4319572651861879644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/semua-orang-mencari-engkau-1sam-31-1019.html' title='“Semua orang mencari Engkau”  (1Sam 3:1-10.19-20; Mzm 40:7-9;  Mrk 1:29-39)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-531089702027034277</id><published>2012-01-09T20:55:00.003+07:00</published><updated>2012-01-09T21:02:48.690+07:00</updated><title type='text'>Kabar Minggu: 8 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MISA IMLEK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyambut Tahun Baru Imlek akan diadakan Misa Imlek pada tanggal 29 Januari 2012 pada misa Minggu pagi jam 07.30 bertempat di Gereja Kristus Raja, Solo Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MISA NOVENA DI GUA MARIA BINTANG SAMUDERA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misa Novena ke 4 di Gua Maria Bintang Samudera di Lokasi Tarakanita, Solo Baru  pada hari Jumat, 13 Januari 2012 jam 19.00 bersama Romo Ignatius Supriyatno, MSF. Setengah jam sebelumnya diadakan doa rosario.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-531089702027034277?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/531089702027034277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/531089702027034277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/agenda-minggu-ini-8-januari-2012.html' title='Kabar Minggu: 8 Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-4278724092830534340</id><published>2012-01-09T17:35:00.001+07:00</published><updated>2012-01-09T17:37:24.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea”  (1Sam 1:9-20; MT 1Sam 2:1.4-7; Mrk 1:21b-28)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Mrk 1:21b-28)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Mulai hari ini secara liturgis kita memasuki masa biasa, setelah masa NATAL. Sesuai dengan kutipan Warta Gembira hari ini, sebagai umat beriman atau beragama kita dipanggil untuk menjadi saksi iman, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita dapat mengusir setan atau aneka macam bentuk kejahatan. Semoga cara hidup dan cara bertindak kita yang dijiwai oleh iman dengan cepat tersebar di lingkungan hidup dan kerja kita masing-masing. Orang yang sungguh beriman pada umumnya hidup dan bertindak dengan saleh dan tenang, sehingga kesalehan dan ketenangannya mengusik setan-setan yang hidup dalam diri seseorang, dan setan-setanpun berteriak karena ketakutan. Maka ketika dalam hidup sehari-hari kita tiba-tiba menghadapi orang-orang yang berteriak atau kelihatannya mengancam kita, hendaknya tetap tenang saja, karena mereka itu bagaikan anjing menggonggong yang ketakutan. Coba perhatikan anjing menggonggong itu tanda ketakutan, karena kalau tidak takut ia langsung menyerang atau menggigitnya tanpa menggonggong. Sikapi dan hadapi orang-orang yang takut dengan tenang, karena dengan demikian mereka akan diam dan selanjutnya akan mengagumi ketenangan anda serta kemudian mewartakan ketenangan anda kemana-mana. Dalam hidup biasa sehari-hari kiranya kita akan menghadapi orang-orang yang ketakutan dan kelihatan mengancam, maka sekali lagi jika menghadapi yang demikian itu tetap tenang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.” &lt;/span&gt;(1Sam 1:11),&lt;/span&gt; demikian permohonan Hana, seorang ibu yang belum dianugerahi anak. Semoga doa permohonan Hana ini juga menjadi doa permohonan para ibu kepada Tuhan: “ Jika Engkau memberikan kepada hambaMu ini seorang anak laki-laki, maka akan akan memberikan dia kepada TUHAN seumur hidupnya”. Dengan kata lain kami berharap kepada para orangtua, khususnya ibu yang pada umumnya lebih dekat pada anak-anak lelakinya, kami harapkan untuk berpartisipasi dalam promosi panggilan imamat, mengingat dan memperhatikan masa kini kurang jumlah imam dan juga kwalitasnya merosot. Kami berharap ketika anaknya laki-laki tergerak untuk menjadi imam hendaknya didukung dan didoakan. Dukungan dalam keluarga antara lain berupa pendidikan atau pendampingan anak-anak agar peka terhadap kepetingan orang lain atau kesejahteraan umum, atau diperhatikan perihal kepekaan sosialnya. Jauhkan anak-anak dari aneka bentuk pemanjaan. Kami juga berharap kepada anda sekalian untuk berdoa bagi para imam, agar para iimam setia pada panggilannya, setia dalam melayani umat Allah dengan rendah hati. Kebiasaan berdoa bersama di dalam keluarga, saling mendoakan antar anggota keluarga, juga merupakan wujud pembibitan panggilan di dalam keluarga. Maka hendaknya jangan melupakan doa harian dan sedapat mungkin didoakan bersama. Pada masa kini rasanya, mengingat pekerjaan dan tugas para anggota keluarga, waktu yang paling baik untuk berdoa bersama adalah sore/malam hari setelah makan malam bersama. Sekiranya tidak mungkin berkumpul karena tugas dan pekerjaan, baiklah di tempat yang berpisah berdoa bersama; dengan kata lain membuat perjanjian kapan berdoa dalam waktu yang sama (catatan: komunikasi masa kini dengan HP atau email dengan mudah dapat dilakukan, maka fungsikan sarana komunikasi modern ini untuk saling mempererat dan meneguhkan relasi kasih seluruh anggota keluarga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.”&lt;/span&gt; (1Sam 2:1.4-7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 10 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-4278724092830534340?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4278724092830534340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4278724092830534340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/tersebarlah-dengan-cepat-kabar-tentang.html' title='“Tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea”  (1Sam 1:9-20; MT 1Sam 2:1.4-7; Mrk 1:21b-28)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-625914745113386950</id><published>2012-01-08T22:33:00.000+07:00</published><updated>2012-01-08T22:17:46.284+07:00</updated><title type='text'>Warta Paroki: 7 - 8 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SARASEHAN KITAB SUCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sarasehan Kitab Suci akan diadakan pada hari Minggu, 15 Januari 2012 : Jam 10.00 WIB bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki dengan tema “Kasih Natal”, bersama Romo Augustinus Mangunhardjana, SJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAFTARAN PENERIMAAN KOMUNI PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan Komuni Pertama akan diberikan kepada anak-anak pada hari peringatan “Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus (10 Juni 2012). Mohon para orang tua memperhatikan dan mendaftarkan putra-putrinya.&lt;br /&gt;Dengan syarat:&lt;br /&gt;1.   Anak yang sudah dibaptis,&lt;br /&gt;2.  Sudah duduk di kelas IV SD atau sudah berumur 10 tahun,&lt;br /&gt;3. Pendaftaran dapat dilakukan di sekolah masing-masing (SD Pangudi Luhur, SD Kanisius Keprabon, dan SD Marsudirini). Sedangkan untuk wilayah dan umum, silahkan menghubungi Sekretariat Paroki. Pelajaran dimulai pada bulan Februari 2012 di sekolah masing-masing dan Aula Gedung Paroki untuk wilayah dan umum.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas Parkir Sabtu-Minggu, 7  - 8 Januari 2012 Wilayah Kemlayan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tugas Tata Altar Sabtu, 14 Januari 2012 Wilayah Kampung Sewu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;JADWAL PETUGAS KOOR DAN ORGANIS&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 7 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;16.30 Setabelan, Setabelan&lt;br /&gt;18.00 Keprabon, Keprabon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Minggu, 8 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Kronelan, Lusia&lt;br /&gt;07.00 Sudiroprajan, Handoko P.&lt;br /&gt;08.30 SMP Bintang Laut, SMP Bintang Laut&lt;br /&gt;16.30 Koor Umat&lt;br /&gt;18.00 Immaculata, Rensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sabtu, 14 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;16.30 KTM, Robbie A.&lt;br /&gt;18.00 Koor Umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Minggu, 15 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Kemlayan, Beto&lt;br /&gt;07.00 Bangunharjo, Bangunharjo&lt;br /&gt;08.30 Koor Umat&lt;br /&gt;16.30 Kepatihan, Rensi&lt;br /&gt;18.00 Caecilia, Caecilia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INTENSI SETIAP MISA MINGGU PUKUL 07.00: Untuk kesejahteraan lahir dan batin seluruh umat Purbayan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGUMUMAN PERKAWINAN&lt;br /&gt;A. Pengumuman Pertama&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Kristoforus Yesaya Handoyo dari Kestalan dengan Hedwig Aurelia Anita Budi Hartono.&lt;br /&gt;2. Yohanes Indra Bayu Tinggo Santoso dari Kedung Lumbu dengan Yenny Young dari Grogol. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Kedua&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Djohan Hendrawan dari Grogol dengan Monika Heny Kusuma Prawata dari Kadipiro&lt;br /&gt;2. Leonardus Jefry Ocky Setiawan dari Semarang dengan Caecilia Melania Wijaya dari Kedung Lumbu.&lt;br /&gt;3. Candra Suryata dari Tangerang dengan Brigita Dhini Putri Kinasih dari Purwodiningratan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Ketiga&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Yulius Adi Priyambodo dari Ngrayapan dengan Ida Ayu Kade Nirbayanti dari Pajang&lt;br /&gt;2. Albertus Victor Ardian Rivay dari Jl Sutan Syahrir dengan Margaretha Vera Carolin Indaryoko dari Magelang&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa yang mengetahui adanya halangan atas pernikahan di atas wajib memberitahu Romo Paroki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN LITURGI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Senin, 9 Januari 2012: PESTA PEMBAPTISAN TUHAN&lt;br /&gt;Yes 55:1-11 atau Kis 10:34-38, MT Yes 12:2-3,4bcd,5-6, Mrk 1:7-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 10 Januari 2012: 1Sam 1:9-20, MT 1Sam 2:1,4-5,6-7,8abcd, Mrk 1:21b-28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 11 Januari 2012: Hari Biasa Pekan I&lt;br /&gt;1Sam 3:1-10,19-20, Mzm 40:2,5,7-8a,8b-9,10, Mrk 1:29-39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 12 Januari 2012: Hari Biasa Pekan I&lt;br /&gt;1Sam 4:1-11, Mzm 44:10-11,14-15,24-25, Mrk 1:40-45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 13 Januari 2012: Hari Biasa Pekan I&lt;br /&gt;1Sam 8:4-7,10-22a, Mzm 89:16-17,18-19, Mrk 2:1-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 14 Januari 2012: Hari Biasa Pekan I&lt;br /&gt;1Sam 9:1-4,17-19, 10:1a, Mzm 21:2-3,4-5,6-7, Mrk 2:13-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 15 Januari 2012: HARI MINGGU BIASA II&lt;br /&gt;1Sam 3:3b-10,19, Mzm 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10, 1Kor 6:13c-15a,17-20, Yoh 1:35-42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-625914745113386950?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/625914745113386950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/625914745113386950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/warta-paroki-7-8-januari-2012.html' title='Warta Paroki: 7 - 8 Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-3646905275245580913</id><published>2012-01-08T22:04:00.001+07:00</published><updated>2012-01-08T22:06:13.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesta Pembaptisan Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Kepada-Mulah Aku berkenan”  (Kis 10:34-38; MT Yes 12:2-3; Mrk 1:7-11)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus." Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." &lt;/span&gt;(Mrk 1:7-11)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan ‘Pesta Pembaptisan Tuhan’ hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Baptis adalah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “gerbang sakramen-sakramen, yang perlu untuk keselamatan, entah diterima secara nyata atau setidak-tidaknya dalam kerinduan, dengan mana manusia dibebaskan dari dosa, dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah serta digabungkan dengan Gereja setelah dijadikan serupa dengan Kristus oleh meterai yang tak terhapuskan” &lt;/span&gt;(KHK kan 849). Dalam kutipan di atas ini kiranya dapat kita fahami bahwa ada baptis lahir dan baptis batin. Entah telah menerima baptis lahir atau batin, dengan ini kami mengajak dan mengingatkan segenap umat beriman untuk menjadi pribadi-pribadi yang berkenan pada Tuhan. Tuhan telah mengasihi kita dengan melimpah ruah melalui orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita atau memperhatikan kita, maka selayaknya kita tanggapi dengan hidup dan bertindak yang berkenan kepada Tuhan. Yang berkenan kepada Tuhan tidak lain adalah yang menghayati janji baptis dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari, yaitu ‘hanya mengabdi Tuhan Allah saja serta menolak semua godaan setan’. Abdi atau pelayan yang baik memang yang senantiasa melaksanakan perintah, arahan, nasihat dan tuntunan tuannya, maka mengabdi Tuhan berarti senantiasa melaksanakan kehendak dan perintah Tuhan yang utama, yaitu hidup dan bertindak saling mengasihi sebagaimana Tuhan telah mengasihi kita. Kita hendaknya juga menolak dengan tegas semua godaan setan tanpa ambil kompromi sedikitpun, termasuk hal-hal yang merangsang kita untuk melakukan dosa atau berbuat jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·    "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang”&lt;/span&gt; (Kis 10:34-36),&lt;/span&gt; demikian kesaksian iman Petrus kepada para pendengarnya. “Allah tidak membedakan orang dan Yesus Kristus adalah Tuhan dari semua orang”, inilah yang hendaknya kita renungkan, hayati dan sebarluaskan. Dengan kata lain kita dipanggil untuk mengusahakan, memperdalam dan memperteguh persaudaraan atau persahabatan sejati antar kita yang berbeda satu sama lain. Milyardan atau jutaan manusia di bumi ini tidak ada yang sama, melainkan berbeda satu sama lain, maka tidak mengherankan sering terjadi ketegangan dan tawuran sampai pembunuhan atau perusakan-perusakan karena orang lebih menekankan perbedaan daripada kesamaan. Untuk membangun, memperdalam dan memperteguh persaudaraan atau persahabatan sejati hendak lebih mengutamakan dan mengedepankan apa yang berbeda antar kita, sehingga apa yang berbeda antar kita akan memperteguh persaudaraan. Ingatlah dan sadari bahwa laki-laki dan perempuan berbeda satu sama lain (phisik, sifat, usia dst.) tetapi ada daya tarik dan daya pikat, sehingga saling menarik dan memikat maupun bersahabat, bahkan sampai bersatu sebagai suami-isteri. Dengan kata lain perbedaan menjadi daya tarik atau daya pikat, maka hendaknya aneka perbedaan antar kita dijadikan daya tarik dan daya pikat untuk saling mengenal dan akhirnya bersahabat. Memang untuk itu butuh kerendahan hati agar kita tertarik dan terpikat apa yang berbeda antar kita. Kami berharap para suami-isteri, yang memiliki pengalaman mendalam dapat bersahabat dan bersatu, mengembangkan dan memperdalam serta menyebarluaskan dalam kehidupan bersama yang lebih luas. Kami ingatkan juga bahwa dalam ilmu phisika dikenal adanya dua kutup listrik, yaitu negatif dan positif, yang saling bertolak belakang. Namun ketika yang negatif dan positif bersatu terjadilah sinar terang yang membahagiakan dan menyelamatkan. Semoga apa yang terjadi dalam relasi antar laki-laki dan perempuan serta kutup negatif dan positif dalam phisika tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dalam membangun, memperdalam dan menyebarluaskan persaudaraan atau persahabatan sejati antar kita umat manusia di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku." Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.” (Yes 12:2-3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 9 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-3646905275245580913?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3646905275245580913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3646905275245580913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/kepada-mulah-aku-berkenan-kis-1034-38.html' title='“Kepada-Mulah Aku berkenan”  (Kis 10:34-38; MT Yes 12:2-3; Mrk 1:7-11)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-8259557488138613532</id><published>2012-01-08T13:10:00.003+07:00</published><updated>2012-01-08T13:36:39.301+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Ekaristi: Sabtu-Minggu, 28 - 29 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI MINGGU BIASA IV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SABTU-MINGGU, 28 - 29 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 331)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANDA SALIB DAN SALAM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SERUAN TOBAT (Cara 1 atau 2, 3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Cara 1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I+U. Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUHAN KASIHANILAH KAMI &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 342/355)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;MADAH KEMULIAAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 343/356)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(hening sejenak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, tak henti-hentinya Engkau berbicara kepada kami melalui nabi-nabi-Mu sepanjang zaman. Tetapi pada diri Yesus dari Nazaret Kauberikan sabda-Mu sepenuhnya kepada kami. Ia telah melepaskan kami dari perbudakan, ketakutan dan kesalahan. Kami mohon, buatlah kami siap sedia menerima Dia dan mendengarkan pesan-nya. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup berkuasa bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI SABDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN I&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Ul 18:15-20)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Seorang nabi akan Kubangkitkan, Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Kitab Ulangan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali peristiwa berkatalah Musa kepada bangsanya, "Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.  Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAZMUR TANGGAPAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 854)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren: Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mazmur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.&lt;br /&gt;2. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.&lt;br /&gt;3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN II&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (1Kor 7:32-35)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Anak-anak gadis memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, aku, Paulus, ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAIT PENGANTAR INJIL&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 961)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren. Alleluya, Alleluya, Alleluya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayat.  Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat terang besar, dan bagi yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN INJIL&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Mrk 1:21-28) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;br /&gt;I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus&lt;br /&gt;U. Dimuliakanlah Tuhan.&lt;br /&gt;I. Pada awal karya-Nya, Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I: Demikianlah Injil Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U: Terpujilah Kristus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOMILI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU PERCAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA UMAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita, yang berkenan mendengarkan permohonan yang dipanjatkan dengan rendah hati tetapi mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi para pemimpin umat: Ya Bapa, dampingilah para pemimpin Gereja-Mu agar mereka selalu bercermin pada kenabian Yesus, supaya merekatabah dan seta mewartakan Injil, sekalipun mungkin tidak dihiraukan. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Kristus, dengarkanlah kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi para pendidik dan pembina: Ya Bapa, terangilah para pendidik dan pembina agar selalu terbuka dan bersedia memahami perubahan zaman dalam membina dan mempersiapkan kaum muda untuk tugas-tugas mereka di waktu mendatang. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Kristus, dengarkanlah kami. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi para penanggungjawab politik internasional: Ya Bapa, bisikkanlah sabda-Mu kepada para penanggung jawab politik internasional bahwa bukan uang atau kekuasaan yang menentukan segalanya, tetapi agar mereka selalu mengusahakan kesempatan bagi setiap orang untuk hidup bahagia. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Kristus, dengarkanlah kami.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi kita sendiri: Ya Bapa, bukalah hati kami terhadap sabda-Mu, baik dari Kitab Suci dan Gereja, maupun yang Kaubisikkan ke dalam hati kami. Marilah kita mohon. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;U. Kristus, dengarkanlah kami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Bapa yang mahabaik, selalu kami kembali kepada-Mu, bila kami memohon sesuatu. Sebab pada-Mu kami merasa aman dan tenteram. Dengarkanlah doa kami dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI EKARISTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 382)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa kami yang mahamurah, terimalah kiranya persembahan kami sebagai lambang iman kami akan Yesus, Putra-Mu terkasih. Semoga Roh-Nya memenuhi kami dan menjadikan kami rezeki kehidupan bagi dunia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;U.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PREFASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUDUS &lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 387/394)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;C. KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAPA KAMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I+U. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA DAMAI&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANAK DOMBA ALLAH &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 408/415)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSIAPAN KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SESUDAH KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;I. Allah Bapa di surga, dengarkanlah kami bila kami mohon datangnya kerajaan-Mu dan semoga sabda pembebasan dari Yesus Putra-Mu, pada hari-hari baik maupun jahat, pada hari-hari kami merasa tak berdaya serta kesepian, cukuplah bagi kami, karena meyakinkan kami bahwa Engkau mendampingi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUTUSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 546/544)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-8259557488138613532?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8259557488138613532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8259557488138613532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/perayaan-ekaristi-sabtu-minggu-28-29.html' title='Perayaan Ekaristi: Sabtu-Minggu, 28 - 29 Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-4941635053324578393</id><published>2012-01-07T11:02:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T22:44:45.087+07:00</updated><title type='text'>Donor Darah bulan Januari 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Donor darah di Paroki St. Antonius Purbayan akan diadakan pada hari Minggu, 8 Januari 2012 jam 08.00 – 12.00 WIB bertempat di SD Kanisius Keprabon 2. Saudara dan saudari diundang berpartisipasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-4941635053324578393?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4941635053324578393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4941635053324578393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/donor-darah-bulan-januari-2012.html' title='Donor Darah bulan Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-9110147573566627675</id><published>2012-01-07T10:57:00.002+07:00</published><updated>2012-01-07T11:01:45.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>HOMILI: Hari Raya Penampakan Tuhan (Yes 60:1-6, Mzm 72:1-2,7-8,10-11,12-13, Ef 3:2-3a,5-6, Mat 2:1-12)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div id="yiv1499854819"&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 10pt;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: center;" class="yiv1499854819MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Para nelayan pada umumnya bekerja di malam hari dalam rangka mencari atau menangkap ikan di laut. Mereka juga terampil dalam hal melihat bintang di langit sebagai petunjuk arah, dengan kata lain bintang yang bertebaran di langit pada malam hari bagi mereka sungguh merupakan ‘jalan hidup’ menuju ke keselamatan dan kebahagiaan. Bintang-bintang di langit di malam hari bagi para nelayan juga merupakan kehidupan, dan mungkin bagi kebanyakan orang hanya sekedar keindahan di malam hari. Pada hari ini dalam warta gembira dikisahkan orang-orang majus dari Timur yang melihat bintang sebagai tanda kedatangan Penyelamat Dunia, dan bintang tersebut menjadi petunjuk arah ke mana ia harus mencari tempat dimana Penyelamat Dunia dilahirkan dan berada. Maka dari jauh dengan petunjuk bintang mereka berjalan menuju Yerusalem, dimana bintang yang dilihatnya menunjukkannya. Penampakan Tuhan bagi mereka ditandai dengan simbol bintang, dan memang Sang Penyelamat Dunia kiranya juga boleh dikatakan sebagai Bintang Sejati yang menerangi dan memberi petunjuk jalan bagi semua orang untuk mengarah ke keselamatan atau kebahagiaan sejati. Maka marilah kita yang beriman kepadaNya mawas diri: apakah kita juga dapat menjadi bintang-bintang bagi saudara-saudari kita dalam hidup dan kerja kita setiap hari kapan pun dan dimana pun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;(Mat 2:2)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pertama-tama marilah kita lihat kehadiran dan karya Tuhan dalam diri saudara-saudari kita, yang nampak atau menggejala dalam aneka perbuatan baik, yang bermoral dan berbudi pekerti luhur. Apa yang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur dalam diri saudara-saudari kita merupakan bintang-bintang yang menunjukkan jalan bagi kita semua untuk menuju ke kebahagiaan atau keselamatan sejati, yaitu kebahagiaan dan keselamatan jiwa manusia. Kami percaya dalam diri saudara-saudari kita dapat kita jumpai lebih banyak apa yang baik daripada tidak baik, yang bermoral daripada yang tidak bermoral, yang berbudi pekerti luhur daripada yang tidak berbudi pekerti luhur. Kita tiru dan hayati dalam diri kita apa yang kita temukan atau jumpai dalam diri saudara-saudari kita agar kita pun juga semakin dapat menjadi bintang-bintang bagi orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Menjadi bintang pada umumnya menjadi sorotan atau perhatian banyak orang, misalnya bintang penyanyi, bintang pelajar/mahasiswa, dst.. Maka kami berharap anda tidak menjadi malu ketika menjadi perhatian dan sorotan dari banyak orang serta juga tidak menjadi sombong, melainkan hendaknya bersyukur dan berterima kasih serta kemudian menghayati syukur dan terima kasih tersebut dengan berbuat baik kepada mereka yang memperhatikan dan menyoroti. Jika perbuatan baik tak mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilakukan dengan tindakan-tindakan phisik, baiklah dilakukan secara spiritual, yaitu dengan mendoakan mereka. Dengan kata lain menjadi bintang berarti juga menjadi pendoa sejati, yaitu orang yang senantiasa hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan kapan pun dan dimana pun.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kami berharap kepada anda semua tidak meniru sikap raja Herodes, yang pura-pura juga ingin melihat dan berbakti kepada Sang Penyelamat Dunia, namun sebenarnya dalam hatinya iri dan merasa disaingi karena konon ada raja baru yang muncul dan lebih berwibawa. &lt;i style=""&gt;"Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.”&lt;/i&gt; (Mat 3:8), demikian kata-kata raja Herodes kepada para majus yang datang menghadapnya. Irihati dan kebohongan Herodes dikemas dalam kata-kata yang indah, dan memang begitulah sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehar-hari dalam diri orang yang irihati dan bohong. Para penjahat pada umumnya menggunakan kata-kata mesra dan indah untuk mengelabui sasarannya. Maka dengan ini kami juga berharap kepada anda untuk peka, hati-hati dan cermat terhadap kata-kata mesra dan indah, jangan-jangan hal itu merupakan jebakan atau rayuan bagi kita untuk menjadi korban kejahatan dan mungkin juga bagi para gadis menjadi korban perkosaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-align: justify;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Ef 3:2-3a.5-6)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Menjadi orang beriman atau beragama pertama-tama bukan karena ikatan darah atau suku, melainkan karena Roh yang dianugerahkan kepada kita. Dengan kata lain yang unggul dalam hidup beriman atau beragama adalah mereka yang hidup dijiwai oleh Roh Kudus, sehingga cara hidup dan cara bertindaknya menghasilkan buah-buah Roh Kudus seperti &lt;i style=""&gt;“kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri&lt;/i&gt;” (Gal 5:22-23). Sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus kita juga memiliki tugas merasul, maka marilah kita hayati dan sebarluaskan buah-buah Roh Kudus di atas dalam hidup dan kerja kita sehari-hari kapan pun dan dimana pun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kita juga diingatkan “&lt;i style=""&gt;bahwa&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;orang-orang bukan Yahudi, karena Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus”. &lt;/i&gt;Warta Injil diperuntukkan bagi seluruh manusia atau bangsa di dunia tanpa pandang bulu atau SARA. Peringatan di atas ini mengajak dan mengingatkan kita semua bahwa bukan ikatan darah atau suku, yang diutamakan dalam keanggotaan Umat Allah, melainkan ikatan dalam Roh Kudus, artinya budi pekerti luhur atau kecerdasan spiritual yang menjadi ikatan. Sekali lagi kami ingatkan bahwa Yesus Kristus adalah Penyelamat dunia, Ia datang untuk menyelamatkan seluruh dunia. Atas dasar iman inilah para Gembala Gereja Katolik di dalam Konsili Vatikan II berani menyatakan atau mengajarkan bahwa “&lt;i style=""&gt;mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendakNya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan” &lt;/i&gt;(Vatikan II: LG no 16).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Para majus yang menerima penampakan bukan orang Yahudi. Secara konkret yang menjadi anggota Gereja Katolik pada masa kini mayoritas juga bukan orang Yahudi dan tergerak untuk menjadi anggota Gereja Katolik karena kesaksian iman mereka yang telah menjadi anggota Gereja Katolik, yang telah menampakkan rahmat Allah melalui cara hidup dan cara bertindaknya setiap hari. Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian, entah keyakinan atau agamanya apapun, untuk lebih mengutamakan penghayatan iman bukan pengungkapan iman, dengan kata lain lebih mengutamakan cara hidup dan cara bertindak yang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur daripada ajaran, wacana atau omongan. Marilah kita hayati tugas merasul dengan dan melalui cara hidup dan cara bertindak, bukan dengan omongan atau provokasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: center; font-weight: bold;" class="yiv1499854819MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;i style=""&gt;Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: center; font-weight: bold;" class="yiv1499854819MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(Mzm 72:1-2.7-8.10-13)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: center; font-weight: bold;" class="yiv1499854819MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Minggu, 8 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 10pt;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 10pt;" class="yiv1499854819MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-9110147573566627675?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/9110147573566627675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/9110147573566627675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/homili-hari-raya-penampakan-tuhan-yes.html' title='HOMILI: Hari Raya Penampakan Tuhan (Yes 60:1-6, Mzm 72:1-2,7-8,10-11,12-13, Ef 3:2-3a,5-6, Mat 2:1-12)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-7174339931741212700</id><published>2012-01-07T10:39:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T22:43:40.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WKRI'/><title type='text'>Perayaan Natal WKRI Banjarsari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Banjarsari menggelar Perayaan Hari Natal. Perayaan tersebut dihadiri 125 tamu undangan yang diisi renungan oleh Romo J Triwidianto, Pr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Humas WKRI Banjarsari, Ikka Sri Litnaniyah, tema perayaan Natal dititikberatkan pada kepedulian sesama yang membutuhkan. Maka dari itu, pihaknya juga melibatkan kaum difabel pada perayaan Natal. Sehingga, mereka juga bisa merayakan Hari Natal dengan kebersamaan. "Kami ingin berbagi pada sesama saat merayakan Hari Natal," ucapnya seperti rilis yang diterima Solopos, Jumat (6/1).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-7174339931741212700?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/7174339931741212700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/7174339931741212700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/perayaan-natal-wkri-banjarsari.html' title='Perayaan Natal WKRI Banjarsari'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-3500953264141519968</id><published>2012-01-06T20:16:00.002+07:00</published><updated>2012-01-06T20:50:38.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Mereka kehabisan anggur”  (1Yoh 5:14-21; Mzm 149:1-4; Yoh 2:1-11)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”&lt;/span&gt; (Yoh 2:1-11),&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Ibu atau perempuan pada umumnya lebih peka akan kebutuhan-kebutuhan hidup sehari-hari daripada bapak atau laki-laki. Itulah yang terjadi di pesta perkawinan di Kana dimana Bunda Maria dan Yesus hadir, Bunda Maria melihat sesuatu yang kurang dalam pesta tersebut dan jika tidak segera dibereskan akan memalukan tuan rumah yang mengundang sekian banyak tamu. Bunda Maria percaya bahwa Yesus dapat melakukan sesuatu demi keselamatan pesta perkawinan tersebut. Maka pertama-tama saya mengajak dan mengingatkan rekan-rekan ibu atau perempuan untuk memperdalam dan mengembang-kan kepekaan terhadap kebutuhan-kebutuhan kecil dan penting dalam hidup bersama, entah di dalam keluarga, masyarakat maupun tempat kerja. Memang masalah makanan dan minuman pada umumnya menjadi urusan atau tugas pelayanan bagi para ibu atau perempuan untuk dilaksanakan sebaik mungkin, entah di dalam keluarga maupun masyarakat dan tempat kerja atau aneka macam pesta bersama. Ketika makanan dan minuman yang disajikan baik pada umumnya mereka yang mengkomsumsi sungguh gembira dan bahagia, meskipun tidak tergerak untuk memuji siapa yang mempersiapkan atau mengurusnya. Sebaliknya ketika makanan atau minuman yang disajikan tidak berkenan di hati atau selera pribadi, pada umumnya orang lalu mencari-cari siapa yang mengurusnya alias melecehkannya. Melalui makanan atau minuman memang orang dapat membahagiakan atau merusak, yang merusak misalnya sebagaimana dilakukan oleh para penipu kepada para penumpang kendaraan umum, yang sering terjadi di sekitar Idul Fitri. Semoga melalui makanan dan minuman kita dapat saling membahagiakan dan menyelamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Dalam warta gembira hari ini dikisahkan adanya mukjizat ‘air menjadi anggur’. Kita semua sebagai umat beriman juga dipanggil untuk mengubah ‘air menjadi anggur’, artinya membuat apa yang tidak enak menjadi enak, yang enak menjadi lebih enak. Memang dalam kenyataan belum tentu apa yang dihadapkan atau disajikan atau yang kita lihat dan nikmati sebenarnya tidak enak atau tidak sesuai dengan selera  pribadi. Dekati dan sikapi apa yang tidak enak dalam dan oleh kasih, dengan demikian akan menjadi enak adanya.&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; “Dan inilah keberanian percahya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (1Yoh 5:14-15). &lt;/span&gt;Apa yang dikatakan oleh Yohanes dalam suratnya di atas ini kiranya dapat menjadi pegangan atau pedoman dalam rangka mengubah ‘air menjadi anggur’, yang tidak enak menjadi enak. Kita hendaknya percaya kepadaNya, dengan kata lain sungguh beriman.&lt;span class="fullpost"&gt;   Jika kita sungguh beriman maka hadapi dan segala sesuatu dalam dan oleh iman. Sekali lagi kembali soal makanan; makanlah dalam iman, maka apa yang kita makan enak dan menyelamatkan, tentu saja makanan tersebut sehat. Makanan sehat belum tentu enak atau sesuai dengan selera pribadi kita, apalagi makanan suku-suku atau bangsa-bangsa tertentu yang asing bagi kita. Makan dalam dan dengan iman berarti saya makan yang tidak enak dan biasa hdimakan orang setempat tersebut pasti tidak mati. Enak dan tidak enak hitungannya hanya detik: mau melewati yang tidak enak dan sehat pasti akan selamat dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka! Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.” (Mzm 149:1-4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 7 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-3500953264141519968?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3500953264141519968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3500953264141519968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/mereka-kehabisan-anggur-1yoh-514-21-mzm.html' title='“Mereka kehabisan anggur”  (1Yoh 5:14-21; Mzm 149:1-4; Yoh 2:1-11)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-7793237333030382638</id><published>2012-01-05T13:56:00.000+07:00</published><updated>2012-01-05T13:58:25.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi”  (1Yoh 5:5-13; Mzm 147:13-15; Mrk 1:7-11)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus." Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."&lt;/span&gt; (Mrk 1:7-11)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Yesus, Sang Penyelamat dunia, memang Yang terkasihi oleh Allah. Kita semua yang beriman kepadaNya kiranya juga diharapkan sebagai yang dikasihi oleh Allah, maka marilah kita mawas diri apakah kita menghayati diri sebagai yang dikasihi oleh Allah. Kasih Allah kepada kita telah dicurahkan secara melimpah ruah melalui orang-orang yang memperhatikan dan mengasihi kita sejak kita dilahirkan di dunia ini melalui aneka cara dan bentuk, dan tentu saja pertama-tama dan terutama melalui orangtua kita masing-masing khususnya ibu kita yang telah mengandung dan melahirkan kita. Maka sekali lagi saya angkat lagu “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”. Maka marilah kita berusaha dengan rendah hati untuk senantiasa menjadi yang berkenan kepada Allah dan sesama kita kapan pun dan dimana pun. Kita akan berkenan kepadaNya maupun sesama kita jika kita menghayati sabdaNya dan sabdaNya yang utama adalah agar kita saling mengasihi satu sama lain. Maka kepada mereka yang masih membenci atau memusuhi sesamanya kami ajak untuk bertobat atau memperbaharui diri. Apakah saya mengasihi siapapun yang setiap hari hidup dan bekerja bersama kita? Jika kita mampu mengasihi mereka yang dekat dengan kita setiap hari, maka untuk mengasihi mereka yang jauh atau asing akan mudah, sebaliknya jika kita tak mampu mengasihi mereka yang dekat dengan kita, maka mengasihi yang jauh atau asing berarti melarikan diri dari tanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu”&lt;/span&gt; (1Yoh 5:5-7). &lt;/span&gt;Air, darah dan roh adalah unsur utama kehidupan. Roh atau jiwa membuat kita memiliki kreatifitas, cita-cita dan dambaan, darah membuat kita sehat wal’afiat , sedangkan air membuat kita segar. Air juga menjadi penyalur tenaga listrik dalam tubuh kita, sebagaimana fungsi air antara lain mengalirkan sesuatu, demikianlah dalam tubuh kita mengalirkan tenaga ke seluruh tubuh. Ketiganya adalah satu berarti jika ketiga baik dan berfungsi prima dalam diri kita, maka kita dimanapun dan kapanpun akan mampu memberi kesaksian kabar baik alias kapan pun dan dimana pun senantiasa mewartakan atau menyebarluaskan apa yang baik. Mungkin yang perlu kita usahakan adalah kesehatan darah dan kecukupan air dalam tubuh kita. Untuk menjaga dan mengusahakan kesehatan darah hendaknya berpedoman ‘empat sehat lima sempurna’ dalam mengkonsumsi makanan, dan juga sejauh mungkin menyingkiri makanan-makanan dan minuman-minuman instant atau kemasan. Pengalaman menunjukkan bahwa generasi muda masa kini yang terbiasa mengkomsumsi jenis makanan dan minuman instant memiliki daya tahan tubuh lemah serta mudah terserang penyakit. Komsumsilah makanan dan minuman yang alamiah, yang belum diintervensi aneka macam obat atau pengawet. Hendaknya juga minum air putih yang memadai atau secukupnya setiap hari; air putih biasa bukan yang steril sama sekali. Makanan dan minuman alamiah memang mengandung bakteri pembusuk, yang kita butuhkan untuk membusukkan sisa makanan dan minuman dalam tubuh kita. Mereka yang mengkomsumsi makanan dan minuman steril pada umumnya dengan mudah akan sakit diare, dan untuk itu sering orang lalu mengkonsumsi suplemen-suplemen. Suplemen-suplemen berupa tablet dst.. pada dasarnya juga kurang sehat. Ketika kondisi darah kita baik dan kita kecukupan air maka dengan mudah kita digerakkan oleh roh (semangat, cita-cita, dambaan) dan dengan demikian kita akan hidup dinamis, bergairah dan tidak pernah  mudah lelah, serta memiliki daya tahan tubuh prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.”&lt;/span&gt; (Mzm 147:13-15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 6 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-7793237333030382638?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/7793237333030382638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/7793237333030382638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/engkaulah-anak-ku-yang-kukasihi-1yoh-55.html' title='“Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi”  (1Yoh 5:5-13; Mzm 147:13-15; Mrk 1:7-11)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-3341006791706830358</id><published>2012-01-04T21:21:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T21:23:23.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"  (1Yoh 3:11-21; Mzm 100; Yoh 1:43-51)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Yoh 1:43-51)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Banyak orang sulit percaya dan mudah curiga ketika mendengar ceritera dari temannya akan suatu kejadian atau peristiwa dan belum melihat atau menyaksikan sendiri apa yang terjadi. Orang yang demikian ini memang sulit percaya kepada sesamanya serta dapat menimbulkan masalah bagi sesamanya. Maka marilah kita mawas diri perihal kepercayaan kita kepada saudara-saudari kita atau bagaimana kita saling percaya satu sama lain. Bukankah kita memiliki pengalaman konkret, yaitu mudah percaya kepada saudara-saudari kita ketika kita diberi makanan atau minuman, tanpa curiga sedikitpun langsung kita santap dengan mantap? Hendaknya pengalaman percaya macam itu juga dikembangkan di dalam bidang kehidupan yang lain, yaitu ceritera atau omongan saudara-saudari kita. Tentu saja kita juga harus berusaha untuk menjadi orang yang dapat dipercaya, dengan kata lain tidak pernah berbohong atau menipu sedikitpun, apa yang kita ceriterakan sungguh merupakan kenyataan atau apa yang saya saksikan dengan mata sendiri. Dengan kata lain hendaknya kita senantiasa berusaha hidup dan bertindak jujur.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata benar apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran” &lt;/span&gt;(Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 17). Natanael kiranya juga termasuk orang yang jujur atau polos terhadap diri sendiri, dimana ia terus terang apa adanya bahwa ia belum percaya jika belum melihat sendiri. Maka Natanael kiranya juga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk dengan jujur mengakui kelemahan dan keterbatasan kita, tidak menutupi sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu&lt;/span&gt;” (1Yoh 3:18-20). &lt;/span&gt;Kasih memang terutama dan pertama-tama harus diwujudkan dalam perbuatan atau tindakan. Perbuatan atau tindakan akan lebih mengesan daripada wacana atau omongan, misalnya ciuman, sentuhan, pelukan, dst…dan tentu saja sebagai suami-isteri kasih yang sungguh mengesan pada umumnya adalah ketika hubungan seksual, perbuatan atau tindakan konkret dimana masing-masing juga saling telanjang alias menghadirkan diri apa adanya dan tiada yang ditutupi sedikitpun. Perbuatan atau tindakan kasih yang baik pada umumnya juga dengan sepenuh hati, jiwa dan akal budi serta tenaga, dengan kata lain tidak hanya sekedar kekuatan atau tenaga yang diketengahkan, tetapi juga hati, jiwa dan akal budi. Maka orang yang sakit hati, sakit jiwa atau sakit akal budi pada umumnya perbuatan atau tindakan kasih kurang mengesan atau bahkan menyakitkan, dengan kata lain bukan kasih yang disampaikan melainkan perwujudan nafsu pribadi. &lt;span class="fullpost"&gt;  Kasih itu bersifat bebas, tak ada paksaan, maka ketika ada paksaan kasih kurang sempurna dan kurang mengesan. Kasih terhadap mereka yang lapar dan haus berarti memberi makanan dan minuman, kasih kepada yang miskin dan berkekurangan dalam hal harta benda atau uang berarti memberi harta benda atau uang dst.. Saya ingatkan juga kepada para ibu muda: anak/bayi menangis belum tentu lapar atau haus, dan mungkin hanya minta dicium, dipeluk dst..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.”&lt;/span&gt; (Mzm 100)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 5 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-3341006791706830358?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3341006791706830358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3341006791706830358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/mungkinkah-sesuatu-yang-baik-datang.html' title='&quot;Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?&quot;  (1Yoh 3:11-21; Mzm 100; Yoh 1:43-51)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-8053326363166415238</id><published>2012-01-04T16:26:00.003+07:00</published><updated>2012-01-04T23:02:03.165+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Ekaristi: Sabtu-Minggu, 21- 22 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI MINGGU BIASA III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SABTU-MINGGU, 21-22 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ZUHmEAh9Qjw/TwRySdowpHI/AAAAAAAABg4/c7bciyzS_s8/s1600/minggu%2Bbiasa%2B3.gif"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 307px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZUHmEAh9Qjw/TwRySdowpHI/AAAAAAAABg4/c7bciyzS_s8/s400/minggu%2Bbiasa%2B3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693801490421949554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANDA SALIB DAN SALAM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SERUAN TOBAT (Cara 1 atau 2, 3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;I. Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan, dan aku mengeluh sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;U. Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;I. Aku mengakui dosaku di hadapan-Mu, Tuhan dan kesalahanku tidak kusembunyikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;U. Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;I. Nasib orang berdosa sengsara belaka, tetapi orang yang percaya kepada Tuhan, dilimpahi kasih setia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;U. Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUHAN KASIHANILAH KAMI &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MADAH KEMULIAAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(hening sejenak)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;I. Allah Bapa kami, dengan perantaraan Yesus Putera-Mu, Engkau telah memanggil semua orang agar bertobat dan percaya kepada Injil. Kami mohon, jauhkanlah kami dari dosa-dosa, berilah kami keberanian untuk menanggapi panggilan-Mu dan menempuh jalan yang ditujukan oleh Yesus Kristus Putera-Mu, Tuhan kami. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI SABDA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN I&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Yun 3:1-5.10)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Orang Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Nubuat Yunus:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Untuk kedua kalinya Tuhan berfirman kepada Yunus, "Bangunlah, dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, "Empat puluh hari lagi Niniwe akan ditunggangbalikkan." Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik orang dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAZMUR TANGGAPAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 845)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren:  Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mazmur:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Tuhan itu baik dan benar, sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN II&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (1Kor 7:29-31)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saudara-saudara, waktunya singkat! Sebab itu dalam waktu yang masih sisa ini mereka yang beristeri hendaknya berlaku seolah-olah tidak beristeri; orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAIT PENGANTAR INJIL&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 962)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayat. Kerajaan Allah sudah dekat. Percayalah kepada Injil!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN INJIL&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Mrk  1 : 14- 20)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Tuhan bersamamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;U. Dimuliakanlah Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, "Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka itu penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku,  dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Mereka pun segera meninggalkan jalanya, dan mengikuti Yesus. Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka, dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di atas perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I: Demikianlah Injil Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U: Terpujilah Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOMILI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU PERCAYA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA UMAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang selalu mendengarkan umat kesayangan-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;L. Bagi umat yang menjauhkan diri dari Tuhan: Ya Bapa, tariklah kiranya mereka yang menjauhkan diri daripada-Mu dengan rahmat-Mu agar mereka bertobat dan menempuh jalan baru. Marilah kita mohon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;L. Bagi kaum remaja: Ya Bapa, serukanlah panggilan-Mu kepada kaum remaja kami agar mereka memiliki cita-cita luhur dan bersedia mengikuti panggilan-Mu untuk membangun Gereja dan bangsa. Marilah kita mohon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;L. Bagi persatuan umat Kristen: Ya Bapa, pulihkanlah kesatuan umat kristen di seluruh dunia dan berkatilah Gereja-Mu agar terus-menerus berada dan bekerja untuk mempertahankan, memperkuat, dan menyempurnakan kesatuan yang Kristus kehendaki. Marilah kita mohon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;L. Bagi kita bersama: Ya Bapa, ingatkanlah kami agar dalam segala usaha untuk mencapai kesejahteraan kami tetap sadar bahwa kami mempersiapkan dunia baru dan bahwa hidup kami di dunia harus berkembang sepenuhnya. Marilah kita mohon. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Bapa yang Mahakuasa, dengarkanlah permohonan umat-Mu. Semoga kami mengalami belas kasih-mu berkat perantaraan Kristus, Putra-Mu dan Tuhan kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI EKARISTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Allah Bapa kami, sumber segala pengharapan, semoga roti dan anggur persembahan kami ini menjadikan kami pembawa damai sejahtera bagi sesama serta pembangkit harapan akan masa depan, dalam mengikuti Yesus, Putra-Mu dan penyelamat kami. Dialah Tuhan, Pengantara kami yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIALOG PEMBUKA &amp;amp; PREFASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Tuhan bersamamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;U. Sudah kami arahkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;U. Sudah layak dan sepantasnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Sungguh layak dan sepantasnya kami bersyukur kepada-Mu dan melambungkan madah kemuliaan serta pujian bagi-Mu, ya Tuhan, Bapa yang penuh kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebab, berkat Sabda Injil Putra-Mu, Engkau telah menghimpun satu Gereja dari segala suku, bahasa, dan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan perantaraan Gereja, yang telah dihidupkan oleh kekuatan Roh, Engkau terus-menerus menghimpun semua orang menjadi satu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak henti-hentinya Gereja-Mu membangkitkan harpan yang membahagiakan akan datangnya Kerajaan-Mu dengan menyatakan perjanjian cinta kasih-Mu. Ia tampak cemerlang sebagai tanda kesetiaan yang Engkau janjikan untuk selamanya dalam Kristus Yesus, Tuhan kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari sebab itu, bersama semua orang kudus dan bersama seluruh Gereja, kami di bumi bersukacita memuliakan Dikau dengan sehati dan sesuara bernyanyi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUDUS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Doa Syukur Agung III&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Sungguh kuduslah Engkau, ya Bapa. Segala ciptaan patut memuji Engkau. Sebab, dengan pengantaraan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, dan dengan daya kekuatan Roh Kudus, Engkau menghidupkan dan menguduskan segala sesuatu. Tak henti-hentinya Engkau menghimpun umat-Mu sehingga dari terbitnya matahari sampai terbenamnya di seluruh bumi dipersembahkan kurban yang murni untuk memuliakan nama-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka kami mohon, ya Bapa, sudilah menguduskan persembahan ini dengan Roh-Mu agar bagi kami menjadi Tubuh dan (+) Darah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus, yang menghendaki kami merayakan misteri ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebab pada malam Ia dikhianati, Yesus mengambil roti. Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;TERIMALAH DAN MAKANLAH: INILAH TUBUHKU YANG DISERAHKAN BAGIMU.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Ketika Imam memperlihatkan Hosti Suci dengan mengangkatnya, Umat memandangnya. Ketika Imam meletakkan Hosti Suci dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikian pula, sesudah perjamuan, Yesus mengambil piala. Sekali lagi Ia mengucap syukur dan memuji Dikau lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;TERIMALAH DAN MINUMLAH: INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI UNTUK MENGENANGKAN DAKU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkatnya, Umat memandangnya. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;AKLAMASI ANAMNESIS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Marilah mewartakan harapan iman kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;U. Kristus telah wafat, Kristus telah bangkit, Kristus akan kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Bapa, kami mengenangkan sengsara Putra-Mu yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya yang mengagumkan, dan kenaikan-Nya ke surga. Sambil mengharapkan kedatangan-Nya kembali dengan penuh syukur kami mempersembahkan kepada-Mu kurban yang hidup dan kudus ini. Kami mohon, pandanglah persembahan Gereja-Mu ini dan indahkanlah kurban yang telah mendamaikan kami dengan Dikau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Kuatkanlah kami dengan Tubuh dan Darah-Nya, penuhilah kami dengan Roh Kudus-Nya, agar kami sehati dan sejiwa dalam Kristus. Semoga kami disempurnakan oleh-Nya menjadi suatu persembahan abadi bagi-Mu agar kami pantas mewarisi kebahagiaan surgawi bersama dengan pilihan-Mu, terutama bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, para rasul-Mu yang kudus dan para martir-Mu yang jaya, dan bersama (Santo/a... serta) semua orang kudus yang selalu mendampingi dan menolong kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Ya Bapa, semoga berkat kurban yang mendamaikan ini, damai sejahtera dan keselamatan semakin dirasakan di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Kuatkanlah iman dan cinta kasih Gereja-Mu yang kini masih berziarah di bumi ini bersama hamba-Mu, Paus kami ...., Uskup kami...., serta semua uskup, para imam, diakon, serta semua pelayan umat, dan seluruh umat kesayangan-mu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Dengarkanlah doa-doa umat-Mu yang Engkau perkenankan berhimpun di sini. Demi kerahiman dan kasih setia-Mu, ya Bapa, persatukanlah semua anak-Mu di manapun mereka berada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Terimalah dengan rela ke dalam kerajaan-Mu: saudara-saudari kami dan semua orang yang berkenan pada-Mu, yang telah beralih dari dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Kami berharap agar bersama mereka kami pun menikmati kemuliaan-Mu selama-lamanya dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab melalui Dialah Engkau melimpahkan segala yang baik kepada dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;C. KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAPA KAMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 404)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I+U. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA DAMAI&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Kristus menghendaki kita bertobat dan percaya kepada Injil. Maka kita berdoa kepada-Nya: Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;U. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Damai Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANAK DOMBA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSIAPAN KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SESUDAH KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;I. Allah Bapa kami di surga, dengarkanlah kami bila kami mohon datangnya kerajaan-Mu. Kuduskanlah nama-Mu, bila kami saling memaafkan kesalahan. Dan semoga Roh-Mu memperteguh kami dalam usaha kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUTUSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-8053326363166415238?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8053326363166415238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/8053326363166415238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/perayaan-ekaristi-sabtu-minggu-19-20.html' title='Perayaan Ekaristi: Sabtu-Minggu, 21- 22 Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZUHmEAh9Qjw/TwRySdowpHI/AAAAAAAABg4/c7bciyzS_s8/s72-c/minggu%2Bbiasa%2B3.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-3835068456130092738</id><published>2012-01-03T21:35:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T21:36:49.576+07:00</updated><title type='text'>“Apa yang kamu cari?”  (1Yoh 3:7-10; Mzm 98:7-9; Yoh 1:35-42)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Yoh 1:35-42)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sbb.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Pertanyaan “Apa yang kamu cari?” juga ditanyakan kepada kita semua umat beriman, maka marilah kita mawas diri: apakah yang kita cari dalam hidup dan bertindak kita setiap hari dengan susah payah, kerja keras dan membanting tulang? Jika kita jujur mawas diri kiranya banyak dari kita akan menjawab “cari uang atau harta benda” demi kesejahteraan dan kebahagiaan hidup masa kini. Kiranya tidak salah bahwa kita cari uang dan harta benda, karena selama hidup di dunia ini kita membutuhkannya. Namun baiklah saya mengajak anda sekalian untuk berusaha agar dalam mencari uang dan harta benda juga semakin suci atau membaktikan diri seutuhnya kepada Tuhan. Dengan kata lain jika semakin memiliki banyak uang dan harta benda hendaknya semakin suci, semakin dikasihi oleh Tuhan dan sesamanya kapan pun dan dimana pun. Ketika melihat uang atau harta benda hendaknya juga melihat Tuhan yang telah menganugerahkannya, demikian juga ketika memiliki uang atau harta benda berarti semakin melihat dan mengimani Tuhan. Ingatlah dan sadari bahwa uang atau harta benda pada dasarnya bersifat sosial, semakin memiliki uang atau harta benda berarti semakin sosial, semakin memiliki sahabat dan teman, bukan semakin pelit dan dibenci oleh banyak orang. Sebagai bentuk atau wujud bahwa kita sungguh mencari Tuhan dalam aneka kesibukan dan pelayanan kita setiap hari, hendaknya diawali dengan doa. Secara khusus kepada siapapun yang beriman kepada Yesus Kristus, hendaknya membuat tanda salib sebelum melakukan segala sesuatu sehingga dalam Tuhan kita melakukan segala sesuatu serta tidak hanya mengikuti keinginan atau selera pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”&lt;/span&gt; (1Yoh 3:9-10).&lt;/span&gt; Sebagai orang beriman kiranya kita semua harus mengakui dan mengimani bahwa masing-masing dari kita ‘lahir dari Allah’ kerjasama dengan orangtua atau bapak-ibu kita yang saling mengasihi. Benih ilahi ada di dalam diri kita masing-masing, maka marilah kita beri kesempatan dan kemungkinan yang leluasa untuk tumbuh berkembang.&lt;span class="fullpost"&gt; Cara memberi kesempatan dan kemungkinan tidak lain adalah senantiasa berbuat baik dan tidak pernah melakukan dosa sekecil apapun. Kita diharapkan senantiasa melakukan apa yang baik dan benar, dan apa yang baik dan benar senantiasa berlaku umum atau universal. Yang baik dan benar antara lain adalah keselamatan jiwa manusia, maka marilah dalam segala cara bertindak maupun cara hidup kita senantiasa berpedoman pada keselamatan jiwa; keselamatan jiwa hendaknya menjadi barometer atau tolok-ukur keberhasilan atau kesuksesan hidup kita, bukan uang atau harta benda. Maka marilah kita fungsikan semua ciptaan lain di dunia ini sebagai bantuan bagi kita untuk mengejar tujuan kita diciptakan, yaitu keselamatan jiwa manusia. Secara konkret kami harapkan hendaknya segala usaha pendidikan atau pembinaan, entah formal atau informal, memiliki tujuan atau arah agar para peserta didik semakin tumbuh berkembang menjadi pribadi yang baik, berbudi pekerti luhur atau bermoral. Mendidik atau membina anak maupun peserta didik agar menjadi baik, berbudi pekerti luhur atau bermoral,  memang lebih sulit daripada agar pandai atau pintar, namun demikian marilah kita imani bahwa bersama dan bersatu dengan Tuhan semuanya akan menjadi mudah dan mungkin.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.”&lt;/span&gt; (Mzm 98:7-9)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 4 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-3835068456130092738?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3835068456130092738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3835068456130092738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/apa-yang-kamu-cari-1yoh-37-10-mzm-987-9.html' title='“Apa yang kamu cari?”  (1Yoh 3:7-10; Mzm 98:7-9; Yoh 1:35-42)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-2375731426254971228</id><published>2012-01-02T20:21:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T21:17:11.979+07:00</updated><title type='text'>Misa Syukur Tahun Baru Imlek</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MISA SYUKUR TAHUN BARU IMLEK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Hanya sumbang saran - FAKULTATIF*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (MB 799)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANDA SALIB DAN SALAM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Putra-Nya Yesus Kristus, bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Saudara-saudari, kita bergembira dan bersyukur menyambut datangnya tahun yang baru, dengan mekarnya harapan dan senyum terkembang. Pengalaman di masa yang lalu meyakinkan kita bahwa Allah sungguh menyayangi kita, dengan memberi kesempatan untuk hidup dan bekerja keras, menemani suka duka kita dengan setia. Dengan rasa syukur yang mendalam mari kita bawa pengalaman setahun yang silam ke hadapan altar Tuhan, agar Ia berkenan memberkati kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SERUAN TOBAT  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Cara 1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I+U. Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUHAN KASIHANILAH KAMI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;MADAH KEMULIAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Kemuliaan kepada Allah di surga.&lt;br /&gt;U. Dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.&lt;br /&gt;K. Kami memuji Dikau&lt;br /&gt;U. Kami meluhurkan Dikau&lt;br /&gt;K. Kami menyembah Dikau&lt;br /&gt;U. Kami memuliakan Dikau&lt;br /&gt;K. Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.&lt;br /&gt;U. Ya Tuhan Allah, Raja surgawi, Allah Bapa yang mahakuasa.&lt;br /&gt;K. Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang tunggal.&lt;br /&gt;U. Ya Tuhan Allah, Anak domba Allah, Putra Bapa.&lt;br /&gt;K. Engkau yang menghapus dosa dunia,&lt;br /&gt;U. kasihanilah kami.&lt;br /&gt;K. Engkau yang menghapus dosa dunia,&lt;br /&gt;U. kabulkanlah doa kami.&lt;br /&gt;K. Engkau yang duduk di sisi Bapa,&lt;br /&gt;U. kasihanilah kami.&lt;br /&gt;K. Karena hanya Engkaulah kudus,&lt;br /&gt;U. Hanya Engkaulah Tuhan&lt;br /&gt;K. Hanya Engkaulah mahatinggi, ya Yesus Kristus,&lt;br /&gt;U. bersama dengan Roh Kudus, dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(hening sejenak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa yang mahakuasa, pencipta semesta alam, seluruh alam raya dan manusia adalah ciptaan-Mu. Pada hari ini, kami mengenangkan dengan penuh syukur segala anugerah yang telah Kau limpahkan kepada kami. Semoga tahun baru Imlek ini yang menjadi bukti kasih-Mu menjadi tahun syukur yang penuh berkat kepada kami. Tumbuhkanlah senantiasa dalam hati kami iman, harapan dan kasih. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan, kami yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI SABDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN I&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Bil 6:22-27)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel: maka Aku akan memberkati mereka."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Kitab Bilangan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa, "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah kamu harus memberkati orang Israel: Katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAZMUR TANGGAPAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 863/MTA hal. 146-147; Mzm 96:1.3.4-5.7-8.9-10a.c)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren:  Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mazmur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.&lt;br /&gt;2. Sebab Mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.&lt;br /&gt;3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!&lt;br /&gt;4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAIT PENGANTAR INJIL&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ( PS 955 , atau nada lagu lain yang sesuai)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren. Alleluya, Alleluya, Alleluya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayat. Bersyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagimu dalam Kristus Yesus. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN INJIL&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (Yoh 2:1-11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;br /&gt;I.  Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes&lt;br /&gt;U. Dimuliakanlah Tuhan.&lt;br /&gt;I. Pada waktu itu ada pesta perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ. Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur. Maria berkata kepada Yesus, “Mereka kehabisan anggur!” Kata Yesus kepada Ibunya, “Mau apakah engkau dari pada-Ku, Ibu? Saat-Ku belum tiba!” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Apa yang Ia katakan kepadamu, buatlah!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, “Isilah penuh tempayan-tempayan itu dengan air!” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka, “Sekarang cedoklah, dan bawalah kepada pemimpin pesta!” Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air yang telah menjadi anggur itu – dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan yang mencedok air itu mengetahuinya, - ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dulu, dan sesudah orang puas minum, barulah anggur yang kurang baik. Akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, dan merupakan yang pertama dari tanda-tanda-Nya. Dengan itu Yesus telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada mereka.&lt;br /&gt;I: Demikianlah Injil Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U: Terpujilah Kristus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOMILI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU PERCAYA &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(berdiri, cetak miring: membungkuk) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I+U. Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan Bumi .Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita&lt;span style="font-style: italic;"&gt; yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria,&lt;/span&gt; yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan, yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa. Dari situ ia kan datang mengadili orang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja katolik yang Kudus, persekutuan para kudus. Pengampunan Dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA UMAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Betapa dekat Tuhan dengan kita, telah diajarkan Yesus. Pada-Nya kita dapat melihat wajah Bapa dan senyum kasih-Nya kepada dunia. Maka kita berani berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Kita berdoa bagi Gereja umat Allah, semoga dalam tahun baru ini, semakin maju dalam iman dan harapan; semoga kami dapat bekerjasama dengan baik antara para pemimpin Gereja dengan umat awam, antara tua dan muda. Marilah kita mohon:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Kita berdoa bagi para imam, biarawan dan biarawati, semoga mereka menghayati Injil Yesus dan semoga hati mereka terbuka bagi semua orang, terlebih orang kecil, lemah, tersingkir dan difabel. Marilah kita mohon&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Kita berdoa bagi anak-anak dan remaja, semoga mereka menyayangi, menghormati, dan mentaati orang tua mereka; semoga mereka rajin belajar di sekolah dan di rumah, serta selalu rukun dengan teman-teman mereka. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;L. Bagi semua yang berkumpul di sini: Semoga Bapa, membimbing kita agar tidak pernah lupa bersyukur kepada-Nya serta sama-sama bergembira entah karena dapat menerima entah karena dapat memberi. Marilah kita mohon. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa, pencipta semesta alam, Engkaulah Bapa kami. Dampingilah kami dalam suka dan duka. Dengarkanlah doa kami demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI EKARISTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(MB 246)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;PENGUNJUKAN PERSEMBAHAN&lt;br /&gt;I. Terpujilah Engkau, ya Tuhan Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.&lt;br /&gt;U. Terpujilah Allah selama-lamanya.&lt;br /&gt;I. Terpujilah Engkau, ya Tuhan Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.&lt;br /&gt;U. Terpujilah Allah selama-lamanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Bapa yang mahakudus, terimalah persembahan kami pada perayaan Tahun Baru ini dan gabungkanlah dengan persembahan Putra-Mu dalam pelayanan dan hidup-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PREFASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUDUS   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;U. Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;AKLAMASI ANAMNESIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Sungguh agung misteri iman kita&lt;br /&gt;U. Tuhan, penebus dunia, dengan salib dan kebangkitan-Mu Engkau membebaskan manusia. Selamatkanlah kami, umat-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;C. KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAPA KAMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Mandarin)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I+U. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA DAMAI&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Yesus telah mengerjakan tanda-Nya yang pertama di Kana dan dengan demikian menolong keluarga baru di Kana itu, membebaskan mereka dari malu yang besar. Kehadiran-Nya mendatangkan damai sejahtera. Maka marilah kita panjatkan permohonan damai kepada-Nya: Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Damai Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Salam damai cukup dilakukan kepada umat yang ada di depan, belakang, kiri, kanan, jagalah suasana keheningan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANAK DOMBA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSIAPAN KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;bila ada pembagian bingkisan dilaksanakan sesudah BERKAT &amp;amp; PENGUTUSAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SESUDAH KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;I. Allah Bapa kami di surga, dengarkanlah doa kami yang mohon dunia baru, di mana kami merasa senasib dengan kaum papa dan kaum tertindas, di mana kami takkan merasa bahagia, selama masih ada orang yang dihina dan diperas. Datanglah memperkuat kami dengan Roh-Mu dalam perjalanan kami mengikuti jejak Yesus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa, sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUTUSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PENUTUP&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 670/MB ???)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*Lagu-lagu dapat disesuaikan, harap diperhatikan lagu-lagu perayaan ekaristi hendaknya menggunakan dari Madah Bakti/Puji Syukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bacaan I, Mazmur Tanggapan, Bait Pengantar Injil, Bacaan Injil dapat diganti dengan  ayat/bab/refren yang sesuai tema yang akan diambil. Teks diatas dirancang untuk diselenggarakan pada masa biasa, bukan masa prapaskah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-2375731426254971228?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/2375731426254971228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/2375731426254971228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/misa-syukur-tahun-baru-imlek.html' title='Misa Syukur Tahun Baru Imlek'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-4615923936705366583</id><published>2012-01-02T20:08:00.001+07:00</published><updated>2012-01-02T20:10:40.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>"Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan Ia tinggal di atas-Nya.”  (1Yoh 2:29-3:6; Mzm 98:3c-6; Yoh 1:29-34)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Yoh 1:29-34),&lt;/span&gt; demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sbb.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Dalam warta gembira hari ini antara lain dikisahkan bahwa Yohanes Pembaptis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan Ia tinggal di atas-Nya”,&lt;/span&gt; di atas kepala Sang Penyelamat dunia, Yesus Kristus. Ia juga akan membaptis dengan dengan Roh Kudus, tidak hanya seperti Yohanes hanya dengan air. Maka baiklah saya mengajak anda sekalian untuk mawas diri: apakah kita mungkin dapat seperti Yohanes Pembaptis atau meneladan Yesus yang membaptis dengan Roh Kudus. Pertama-tama kami ajak anda semua yang beriman kepada Yesus Kristus, entah secara formal atau informal, untuk berusaha seperti Yohanes Pembaptis, yaitu ‘melihat Roh Kudus turun  dan tinggak di atas kepala setiap orang beriman’, sehingga dapat melihat apa yang baik, luhur, mulia dan indah dalam diri setiap orang beriman, dan dengan demikian kita tertarik, terpikat dan terpesona untuk hidup bersahabat atau bersaudara dengan semua umat beriman, tanpa pandang SARA. Sebaliknya jika meneladan Yesus, yaitu para imam/pastor yang pada umumnya membaptis, kami harapkan sungguh hidup dan bertindak dijiwai oleh Roh Kudus, sehingga menghasilkan keutamaan-keutamaan seperti&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “ kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri”&lt;/span&gt; (Gal 5:22-23), keutamaan-keutamaan yang menurut hemat saya mendesak dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;up to date &lt;/span&gt;untuk dihayati dan disebarluaskan pada masa kini. Kami harapkan para imam/pastor dapat menjadi teladan penghayatan keutamaan-keutamaan tersebut bagi umatnya, dan pada giliran berikutnya segenap umat kami harapkan dapat menjadi teladan bagi warga masyarakat pada umumnya dalam hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” &lt;/span&gt;(1Yoh 3:3-4). &lt;/span&gt;Kiranya sebagai umat beriman kita semua memiliki pengharapan pada Allah yang telah menciptakan dan mengasihi kita dengan melimpah ruah. Mengharapkan Allah berarti mempersembahkan dambaan, cita-cita, impian dan segala suka-duka kepada Allah, sehingga hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah alias berusaha dengan rendah hati ‘menyucikan diri’ terus menerus dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari. Dengan kata lain tidak berbuat jahat atau melakukan dosa sekecil apapun. Ingatlah, sadari dan hayati hukum Allah  utama dan pertama adalah agar kita hidup saling mengasihi, sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Tugas panggilan atau perutusan untuk saling mengasihi hemat saya tidak sulit jika masing-masing dari kita menghayati diri sebagai ‘yang terkasih’. Bukankah kita semua adalah buah kasih, dapat tumbuh berkembang sebagaimana adanya pada saat ini hanya karena dan oleh kasih?. Jika masing-masing dari kita mampu menghayati diri sebagai ‘yang terkasih’, maka bertemu dengan siapapun otomatis akan saling mengasihi karena ‘yang terkasih’ bertemu dengan ‘yang terkasih’. Sekali lagi kami harapkan bahwa para suami-isteri hendaknya dapat menjadi teladan dalam hal saling mengasihi, karena telah saling berjanji untuk saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit, sampai mati. Sebagaimana telah kami angkat dalam renungan sebelumnya, maka saya angkat kembali bahwa wujud kasih yang utama dan pertama adalah dengan sukacita, bergairah dan ceria berani memboroskan waktu dan tenaga bagi yang terkasih. Bukankah anda ketika masih dalam masa pacaran maupun tunangan sungguh memboroskan waktu dan tenaga bagi calon pasangan hidupnya, maka hendaknya apa yang telah dialami tersebut terus diperdalam dan diperkuat ketika telah menjadi suami-isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!&lt;/span&gt;” (Mzm 98:3c-6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 3 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-4615923936705366583?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4615923936705366583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4615923936705366583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/aku-telah-melihat-roh-turun-dari-langit.html' title='&quot;Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan Ia tinggal di atas-Nya.”  (1Yoh 2:29-3:6; Mzm 98:3c-6; Yoh 1:29-34)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-9079973915556752018</id><published>2012-01-02T18:08:00.001+07:00</published><updated>2012-01-08T13:37:25.936+07:00</updated><title type='text'>Warta Paroki: 31 Desember 2011 - 1 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;PERAYAAN EKARISTI JUMAT PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 6 Januari 2012 adalah Jumat pertama dalam bulan. Perayaan Ekaristi pagi pukul 05.30 dan 06.15&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;bertempat di gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SABTU IMAM &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 7 Januari 2012 pukul 17.00 Doa Sabtu Imam bertempat di Bruderan FIC. Romo, Biarawan/Biarawati, Bapak/Ibu/Saudara/i diundang untuk menghadiri.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAPTISAN BAYI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekoleksi bagi bapak/ibu yang ingin membaptiskan putra-putrinya akan diadakan pada hari Jumat, 6 Januari 2012, pkl 18.00, di Gedung Paroki. Rekoleksi wajib diikuti oleh orang tua bayi dan wali baptis (tidak boleh diwakilkan). Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Sekretariat Paroki pada jam kerja. Penerimaan Sakramen Baptis akan dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Januari 2012, pkl 10.00 di Gereja.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PELAJARAN AGAMA MAGANG BAPTIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Pelajaran Agama di Gedung Paroki akan dimulai kembali hari Senin, 2 Januari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERTEMUAN WKRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat WKRI Paroki Santo Antonius Purbayan Solo akan diadakan pada tanggal 5 Januari 2012 jam 16.00 WIB bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki. Semua ketua WKRI diharap hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PAGUYUBAN BILANSIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Natal Paguyuban Bilansia Paroki Santo Antonius Purbayan akan diadakan pada hari Minggu, 8 Januari 2012 jam 10.00 WIB bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki. Semua anggota Bilansia dapat mendaftarkan pada ketua WKRI di wilayah masing – masing dengan kontribusi Rp. 7.000,-/orang paling lambat pendaftaran tanggal 5 Januari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SARASEHAN KITAB SUCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarasehan Kitab Suci akan diadakan pada hari Minggu, 15 Januari 2012 : Jam 10.00 WIB bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki dengan tema “Kasih Natal”, bersama Romo Augustinus Mangunhardjana, SJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;JADWAL PETUGAS KOOR DAN ORGANIS&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tutup Tahun 2011&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Hari Ketujuh Oktaf Natal)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sabtu, 31 Desember 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;16.30 Kedunglumbu, Santoso&lt;br /&gt;19.30 Albertus, Oeke&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 1 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;07.00 Kampung Sewu, Marsono&lt;br /&gt;09.00 Koor Umat, Anastasia Ika&lt;br /&gt;17.00 Kebalen, Kebalen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Sabtu, 7 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;16.30 Setabelan, Setabelan&lt;br /&gt;18.00 Keprabon, Keprabon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Minggu, 8 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;05.30 Kronelan, Lusia&lt;br /&gt;07.00 Sudiroprajan, Handoko P.&lt;br /&gt;08.30 SMP Bintang Laut, SMP Bintang Laut&lt;br /&gt;16.30 ATMI&lt;br /&gt;18.00 Immaculata, Rensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INTENSI SETIAP MISA MINGGU PUKUL 07.00: Untuk kesejahteraan lahir dan batin seluruh umat Purbayan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGUMUMAN PERKAWINAN&lt;br /&gt;A. Pengumuman Pertama&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Djohan Hendrawan dari Grogol dengan Monika Heny Kusuma Prawata dari Kadipiro&lt;br /&gt;2. Leonardus Jefry Ocky Setiawan dari Semarang dengan Caecilia Melania Wijaya dari Kedung Lumbu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengumuman Kedua&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Yulius Adi Priyambodo dari Ngrayapan dengan Ida Ayu Kade Nirbayanti dari Pajang&lt;br /&gt;2. Albertus Victor Ardian Rivay dari Jl Sutan Syahrir dengan Margaretha Vera Carolin Indaryoko dari Magelang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pengumuman Ketiga&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;1. Iskak Bayu Giri Prasetyo dari Karanganyar dengan Agatha Marcelina Ratri Budi Utami dari Keprabon.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa yang mengetahui adanya halangan atas pernikahan di atas wajib memberitahu Romo Paroki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN LITURGI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Senin, 2 Januari 2012: Pw. St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze&lt;br /&gt;1Yoh 2:22-28, Mzm 98:1,2-3ab,3cd-4, Yoh 1:19-28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 3 Januari 2012: Hari Biasa Masa Natal&lt;br /&gt;1Yoh 2:29-3:6, Mzm 98:1,3cd-4,5-6, Yoh 1:29-34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 4 Januari 2012: Hari Biasa Masa Natal&lt;br /&gt;1Yoh 3:7-10, Mzm 98:1,7-8,9, Yoh 1:35-42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 5 Januari 2012: Hari Biasa Masa Natal&lt;br /&gt;1Yoh 3:11-21, Mzm 100:1,2,3,4,5, Yoh 1:43-51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 6 Januari 2012: Hari Biasa Masa Natal&lt;br /&gt;1Yoh 5:5-13, Mzm 147:12-13,14-15,19-20, Mrk 1:7-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 7 Januari 2012: Hari Biasa Masa Natal&lt;br /&gt;1Yoh 5:14-21, Mzm 149:1-2,3-4,5,6a,9b, Yoh 2:1-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 8 Januari 2012: HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN&lt;br /&gt;Yes 60:1-6, Mzm 72:1-2,7-8,10-11,12-13, Ef 3:2-3a,5-6, Mat 2:1-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-9079973915556752018?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/9079973915556752018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/9079973915556752018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2011/12/warta-paroki-31-desember-2011-1-januari.html' title='Warta Paroki: 31 Desember 2011 - 1 Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-5363558701430633679</id><published>2012-01-01T22:25:00.002+07:00</published><updated>2012-01-01T22:38:44.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>“Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak."  (1Yoh 2:22-28; Mzm 98:1-4; Yoh 1:19-28)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak." Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Yoh 1:19-28)&lt;/span&gt;, demikian kutipan Warta Gembira hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan Peringatan Wajib St.Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sbb.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·   Yohanes Pembaptis termasuk nabi besar, dan ia memberi kesaksian tentang Penyelamat Dunia, Yesus Kristus, bahwa ia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Dia. Yang terbesar di dalam Gereja Katolik, Paus dan para Uskup, juga menghayati diri sebagai yang kecil dan senantiasa menyatakan diri sebagai hamba yang hina dina. Dengan rendah hati para Gembala kita berusaha melayani umat Allah, maka baiklah kita sebagai umat juga berusaha hidup dan bertindak dengan rendah hati serta saling melayani satu sama lain. Maka tak jemu-jemunya saya mengangkat arti rendah hati:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Rendah hati ialah sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yaitu dengan menenggang perasaan orang lain. Meskipun dalam kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya”&lt;/span&gt; (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 24). Kita juga baru saja mengenangkan Penyelamat Dunia yang datang dengan rendah hati, yang melepaskan kebesaran-Nya dan menjadi sama dengan manusia kecuali dalam hal dosa. &lt;span class="fullpost"&gt; Menghayati rendah hati memang antara lain berusaha untuk menjadi sama dengan yang lain, tentu saja yang berusaha menjadi sama adalah mereka yang lebih tinggi atau besar, bukan yang kecil dan rendah berusaha menjadi sama dengan yang lebih besar dan tinggi. “Turba”/turun ke bawah alias menunduk untuk melihat ke bawah, itulah yang hendaknya kita lakukan atau hayati terus menerus, lebih-lebih bagi mereka yang berada di atas. Turun ke bawah untuk mengunjunji atau mendatangi serta menyapa mereka dalam dan dengan  cintakasih, rendah hati dan lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;·   “ Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.”&lt;/span&gt; (1Yoh 2:28). &lt;/span&gt;Percaya kepada Tuhan serta tidak malu menghayati hidup dalam kesatuan dengan dan bersama Tuhan dalam hidup sehari-hari itulah yang hendaknya menjadi jati diri kita sebagai orang beriman. Percaya kepada Tuhan berarti tidak mengandalkan diri pada manusia maupun ciptaan-ciptaan lainnya, dan senantiasa melihat dan menghayati kehadiran dan karya Tuhan dalam ciptaan-ciptaanNya, entah itu manusia, binatang maupun tanaman. Kehadiran dan karya Tuhan dalam ciptaan-ciptaan-Nya antara lain nampak atau mengejala dalam apa yang baik, indah, mulia, luhur dalam ciptaan-ciptaan tersebut. Jika kita mampu melihat dan menghayati kehadiran dan karya Tuhan dalam ciptaan-ciptaan-Nya, maka dengan sendirinya kita juga tak akan malu menghayati kebersamaan atau kesatuan dengan-Nya alias melakukan apa yang baik, mulia, indah dan luhur. Hendaknya tidak malu berbuat baik serta tidak takut, karena apa yang kita lakukan pasti akan menarik, mempesona dan memikat orang-orang yang berkehendak baik, dan mereka yang berkehendak baik lebih banyak daripada mereka yang berkehendak jelek atau jahat. Pada saat kedatangan-Nya yang khusus, yaitu ketika Ia memanggil kita untuk kembali ke sorga atau meninggal dunia, kita pun juga dengan terbuka dan senang hati  menyambut-Nya. Dengan kata lain jika kita sungguh hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan setiap hari alias senantiasa melakukan apa yang baik, maka sewaktu-waktu kita dipanggil Tuhan kita siap dan tak takut. Marilah kita senantiasa berbuat baik atau melakukan apa yang baik kapan pun dan dimana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!” (Mzm 98:1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 2 Januari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Ignatius Sumarya, SJ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-5363558701430633679?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5363558701430633679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/5363558701430633679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/membuka-tali-kasutnya-pun-aku-tidak.html' title='“Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.&quot;  (1Yoh 2:22-28; Mzm 98:1-4; Yoh 1:19-28)'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-4313010643423611993</id><published>2012-01-01T21:35:00.002+07:00</published><updated>2012-01-01T22:24:56.147+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Ekaristi: Sabtu-Minggu, 14-15 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI MINGGU BIASA II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SABTU-MINGGU, 14-15 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANDA SALIB DAN SALAM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SERUAN TOBAT (Cara 1 atau 2, 3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Cara 1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I+U. Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.&lt;br /&gt;U. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUHAN KASIHANILAH KAMI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;MADAH KEMULIAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PEMBUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(hening sejenak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau telah memilih dan memanggil orang-orang yang menantikan cahaya dalam hidupnya secara pribadi, agar mereka dapat hidup dengan bebas dan aman sentosa di hadapan-Mu. Kami mohon, semoga kami dapat mendengar suara-Mu dalam sabda Putra-Mu dan jadikanlah kami putra dan putri-Mu dalam Gereja-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI SABDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN I&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (1Sam 3:3b-10.19)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu Samuel telah tidur di dalam bait suci Tuhan, tempat tabut Allah. Lalu Tuhan memanggil, "Samuel! Samuel!" Samuel menjawab: "Ya, bapa." Lalu berlarilah ia kepada Eli, dan berkata, "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata, "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Samuel pergi dan tidur lagi. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata, "Aku tidak memanggil, anakku. Tidurlah kembali!" Waktu itu Samuel belum mengenal Tuhan. Firman Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Samuel pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel, "Pergilah tidur dan apabila engkau dipanggil lagi, katakanlah: Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan." Maka pergilah Samuel, dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah Tuhan, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah, "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan." Samuel makin bertambah besar, dan Tuhan menyertai dia. Tidak ada satu pun dari firman Tuhan itu yang dibiarkan-Nya gugur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAZMUR TANGGAPAN &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(PS 850)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren:  Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mazmur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.&lt;br /&gt;2. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!"&lt;br /&gt;3. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku. Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN II&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (1Kor 6:13c-15a.17-20)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Tubuhmu adalah anggota Kristus"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L. Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Allah yang membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah dibayar lunas! Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sabda Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Syukur kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAIT PENGANTAR INJIL&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (PS 960)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Refren. Alleluya, Alleluya, Alleluya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayat. Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus. Ia mendatangkan kasih karunia dan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BACAAN INJIL&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  (Yoh 1:35-42)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Mereka datang dan melihat di mana Yesus tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia."  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I. Tuhan bersamamu&lt;br /&gt;U. Dan bersama rohmu&lt;br /&gt;I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes&lt;br /&gt;U. Dimuliakanlah Tuhan.&lt;br /&gt;I. Sekali peristiwa Yohanes berada di tempat ia membaptis orang di Sungai Yordan, sedang berbincang-bincang dengan dua orang muridnya. Ketika melihat Yesus lewat, Yohanes berkata, "Lihatlah Anak domba Allah!" Mendengar apa yang dikatakan Yohanes, kedua murid itu pergi mengikuti Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Melihat bahwa mereka mengikut Dia, Yesus lalu berkata kepada mereka, "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya, "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" Yesus berkata kepada mereka, "Marilah, dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia. Waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari kedua murid yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." Lalu Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata, "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."&lt;br /&gt;I: Demikianlah Injil Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U: Terpujilah Kristus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOMILI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU PERCAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA UMAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Dalam pembaptisan kita telah dipanggil oleh Allah, Bapa kita, supaya tidak lagi hidup untuk diri sendiri, melainkan untuk Allah serta sesama manusia. Marilah berdoa kepada Bapa kita di surga, agar kita selalu tanggap terhadap panggilan-Nya dalam segala situasi hidup yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Kita berdoa bagi mereka yang dalam Gereja terpanggil untuk menuntun umat Allah, semoga para penuntun umat Allah, mempunyai keberanian untuk mewartakan Injil Yesus Kristus sampai di ujung bumi tanpa ragu-ragu dan gentar. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Kita berdoa bagi semua orang yang mencari Allah, semoga Allah menerangi budi serta menyentuh hati mereka yang mencari Allah untuk menerima serta mengasihinya. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Kita berdoa bagi mereka yang bertanggungjawab atas sesama mereka karena berkedudukan sebagai pemimpin, semoga para pemimpin masyarakat menjunjung keadilan dan kasih di antara orang-orang yang dipercayakan kepada mereka, serta terbuka dan mudah didatangi bagi orang-orang yang mengalami masalah. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;L. Kita berdoa bagi umat di sini, yang berkumpul dan mendengarkan sabda Tuhan serta ikut dalam perjamuan Ekaristi, semoga sabda yang diwartakan kami terima sebagai panggilan, dan semoga kami menemukan kekuatan dalam Ekaristi untuk salig membantu di jalan Tuhan. Marilah kita mohon. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Bapa di surga, bila Engkau memanggil kami dalam peristiwa hidup sehari-hari, semoga Roh-Mu memberi kekuatan kepada kami untuk selalu mengatakan, "Tuhan, inilah aku , siap untuk melakukan kehendak-Mu," bersama dengan Yesus Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LITURGI EKARISTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Allah Bapa, di surga, terimalah kiranya persembahan dari tangan kami sebagai hormat bakti kami kepada-Mu. Semoga bermanfaat bagi kesejahteraan kami bersama berkat Dia yang kami kenangkan, ialah Yesus Kristus, Anak Domba Allah, Tuhan, Pengantara kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PREFASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUDUS   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SYUKUR AGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;C. KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAPA KAMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Konvenas)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I+U. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami, supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA DAMAI&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANAK DOMBA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSIAPAN KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA SESUDAH KOMUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I. Marilah kita berdoa:&lt;br /&gt;I. Allah Bapa di surga yang mahakuasa, kami mengucap syukur karena Kauperkenankan mendengar sabda Yesus yang terurapi. Semoga karenanya kami dapat menemukan kekuatan saling menaruh cinta kasih. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;U. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RITUS PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUTUSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAGU PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-4313010643423611993?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4313010643423611993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/4313010643423611993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2012/01/perayaan-ekaristi-sabtu-minggu-14-15.html' title='Perayaan Ekaristi: Sabtu-Minggu, 14-15 Januari 2012'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-3997431594089859364</id><published>2011-12-31T19:40:00.000+07:00</published><updated>2011-12-31T12:09:44.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah'/><title type='text'>1 Januari: Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dari: “My Way of Life” by St. Thomas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebijaksanaan Tuhan sungguh agung luhur luar biasa. Kebijaksanaan-Nya mengatur segala sesuatu dengan indahnya. Segala sesuatu mendapatkan tempatnya masing-masing dalam pola penyelenggaraan ilahi. Tuhan menyelaraskan segala sesuatu dan tiap-tiap orang di tempatnya masing-masing sesuai rencana-Nya bagi dunia. Ketika Allah Bapa memutuskan untuk mengutus Putra Tunggal-Nya ke dalam dunia ini dan dilahirkan dari seorang perempuan, Ia menciptakan seorang perempuan agar layak menjadi Bunda dari Putra yang begitu agung.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menjumpai seorang anak yang sangat baik, pada umumnya kita berkata, `Pastilah ia mempunyai seorang ibunda yang sangat baik.' Kita menjabarkan kebaikan anak itu dengan kebaikan ibundanya. Kita percaya bahwa kebaikan ibundanyalah yang telah membentuk anak itu menjadi baik. Tetapi, dalam Misteri Inkarnasi, yang sesungguhnya terjadi adalah kebalikannya. Maria dari Nazaret adalah Bunda Allah yang sempurna karena Putranya, Yang adalah Allah, telah membentuknya demikian. Karena Putra Allah sepenuhnya kudus dan sempurna, Bunda Maria, Bunda-Nya menurut daging, haruslah kudus dan sempurna. Tuhan tidak melayangkan pandangan-Nya kepada segenap perempuan di seluruh penjuru dunia dan mencari-cari guna menemukan seorang yang paling sesuai menjadi Bunda Putra-Nya. Bunda Maria tidak dipilih Tuhan karena Ia mendapatinya sebagai yang paling sempurna di antara perempuan. Melainkan, Ia menjadikannya perempuan yang sempurna, sebab Ia telah memilihnya untuk menjadi Bunda Putra-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber/terjemahan: yesaya.indocell.net&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/157424343498117739-3997431594089859364?l=santoantonius.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3997431594089859364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/157424343498117739/posts/default/3997431594089859364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santoantonius.blogspot.com/2011/12/1-januari-hari-raya-santa-perawan-maria.html' title='1 Januari: Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah'/><author><name>ignaz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-157424343498117739.post-5196541192843160543</id><published>2011-12-31T12:05:00.001+07:00</published><updated>2011-12-31T12:08:22.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Raya SP Maria Bunda Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Baru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>HOMILI: Hari Raya SP Maria Bunda Allah (Bil 6:22-27; Mzm 67:2-3.5-6; Gal 4:4-7; Luk 2:16-21)</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: center;" class="yiv660191602MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pertama-tama kami ucapkan ‘SELAMAT TAHUN BARU 2012’, Selamat menelusuri tahun baru dan semoga dengan semangat baru juga kita mengarungi tahun 2012 ini. Hari ini tepat delapan hari setelah kelahiran Penyelamat Dunia, dan menurut tradisi pada hari ke delapan ini Sang Bayi Penyelamat Dunia harus diberi nama, “&lt;i style=""&gt;ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya”.&lt;/i&gt; Hari ini selain Hari raya SP Maria Bunda Allah juga merupakan Hari Perdamaian Sedunia, dan bagi anggota Serikat Yesus juga merupakan hari Pesta Nama Serikat. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bunda Maria juga sering disebut sebagai Ratu Perdamaian, maka baiklah di awal tahun ini kami mengajak anda sekalian untuk mawas diri perihal perdamaian yang menjadi dambaan semua orang di dunia ini, dan untuk itu pertama-tama marilah kita bercermin pada Bunda Maria. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-align: justify;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Luk 2:19)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Di dalam masyarakat kita masa kini dalam hidup dan kerja bersama kiranya cukup banyak perkara yang muncul, ada perkara yang ringan , sedang dan berat. Di dalam pergaulan sehari-hari kita sering menghadapi hal-hal yang tidak enak, tidak sesuai dengan selera atau keinginan pribadi, yang pada umumnya membuat kita akan marah, menggerutu atau mengeluh. Marah, menggerutu atau mengeluh hemat saya merupakan bentuk permusuhan yang lembut alias kebalikan dari damai atau perdamaian. Maka kami berharap kepada anda sekalian untuk meneladan semangat Bunda Maria, ketika menghadapi sesuatu yang kurang jelas baginya atau perkara maka ia “&lt;i style=""&gt;menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya”, &lt;/i&gt;yang berarti mempersembahkan perkara itu kepada Tuhan untuk mohon penccrahan dan bimbingan dalam menghadapinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kami percaya kita semua menghadapi banyak perkara di dalam hidup sehari-hari, entah besar atau kecil. Meneladan Bunda Maria serta menjadi saksi dan pewarta perdamaian berarti menjadi perkara tersebut bahan doa atau permenungan di hadapan Tuhan. Dalam doa atau permenungan kami yakin bahwa kita akan menerima pencerahan dari Tuhan, yaitu agar kita dengan semangat kasih pengampunan menghadapi atau menyelesaikan perkara tersebut. “&lt;i style=""&gt;There is no peace without justice, there is no justice without forgiveness” (=Tiada perdamaian tanpa keadilan, tiada keadilan tanpa pengampunan), &lt;/i&gt;demikian tema pesan Perdamaian Sedunia dari Paus Yohanes Paulus II memasuki Millenium ketiga ini, 1 Januari 2000. Kiranya pesan tersebut masih &lt;i style=""&gt;up to date&lt;/i&gt; untuk kita hayati dan sebarluaskan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kami percaya para ibu memiliki pengalaman menghayati kasih pengampunan tersebut, yaitu ketika sedang merawat dan mengasuh bayinya atau anak balitanya: bukankah ketika sang bayi rewel atau mengganggu anda sebagai ibunya, anda tidak mengeluh, menggerutu atau marah, melainkan dengan kasih pengampunan menimang, memeluk dan mencium sang bayi? Hendaknya pengalaman tersebut diperdalam dan diteguhkan dalam hidup sehari-hari serta disebarluaskan kepada saudara-saudarinya dalam berbagai kesempatan dan kemungkinan. Ingat akan lagu “&lt;i style=""&gt;Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”. &lt;/i&gt;Dengan kata lain kepada rekan-rekan perempuan, khususnya para ibu kami harapkan dapat menjadi teladan perdamaian yang dijiwai oleh kasih pengampunan atau kerahiman. Ingatlah bahwa anda sebagai perempuan memiliki rahim dan di dalam rahimlah tumbuh berkembang yang terkasih dalam kasih pengampunan atau kerahiman. Selanjutnya kepada kita semua kami ajak untuk merenungkan perihal pemberian nama kepada Sang Bayi Penyelamat dunia, nama Yesus, sebagaimana dikatakan oleh malaikat sebelum Ia dikandung dan dilahirkan oleh Bunda Maria. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;” (Luk 2:21)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Nama Yesus kurang lebih berarti Allah menyelamatkan, maka Sang Bayi yang baru saja lahir diberi nama Yesus karena Ia adalah Penyelamat dunia. Hari ini bagi kami, anggota Serikat Yesus, merayakan pesta nama Serikat Yesus, maka dengan ini kami mengajak rekan-rekan Yesuit untuk menghayati diri sebagai sahabat-sahabat Yesus, yang berarti berpartisipasi dalam Penyelamatan Dunia. Pada masa kini, setelah pembelajaran kurang lebih selama satu tahun, Provinsi Serkat Yesus Indonesia mencanangkan opsi pelayanan dalam tiga bidang atau masalah, yaitu : kemiskinan, lingkungan hidup dan persaudaraan sejati. Jika kita cermati kemiskinan di Indonesia masih menjadi keprihatinan, demikian juga lingkungan hidup yang terus menerus dirusak oleh orang-orang yang serakah, serta persaudaraan sejati yang dirongrong oleh sekelompok ekstrimis di Indonesia ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.” (Gal 4:6-7).&lt;/span&gt; Kutipan dari surat Paulus kepada umat di Galatia di atas ini kiranya dapat menjadi inspirasi bagi untuk berpartisipasi dalam gerakan-gerakan pemberantasan kemiskinan, pelestarian lingkungan hidup maupun pemba-ngunan dan pemantapan persaudaraan sejati. Kita semua sama-sama ahli waris, dengan kata lain kita sama-sama memiliki hak dan kewajiban yang sama, meskipun kita berbeda satu sama lain. Kita sama-sama anak, maka selayaknya kita hidup saling mengasihi, memperhatikan dan menghormati, sehingga ketika ada saudara kita yang miskin kita entaskan, ketika ada yang merusak lingkungan hidup kita tegor dan ingatkan dengan rendah hati, dan ketika ada yang merongrong persaudaraan atau persahabatan sejati kita dekat dalam dan dengan kasih serta rendah hati dan lemah lembut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sebagai anak atau ahli waris kita memiliki Roh yang sama, semangat yang sama, yang menjadi nyata dalam keutamaan-keutamaan seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.” (Gal 5:22-23).&lt;/span&gt; Dalam rangka mengatasi kemiskinan, lingkungan hidup yang semakin rusak dan persaudaraan yang dirongrong, hemat saya keutamaan ‘penguasaan diri’ memadai untuk kita hayati dan sebarluaskan. Karena ada orang-orang yang tidak dapat menguasai diri sehingga terjadi kemiskinan, perusakan lingkungan hidup maupun perongrongan persaudaraan sejati. Menguasai diri memang tidak mudah, tetapi siapapun yang dapat menguasai diri pada umumnya tidak serakah serta sikap hidup terhadap orang lain senantiasa melayani, menghormati dan memuliakan. Sebaliknya orang yang tak dapat menguasai diri maka sikap terhadap orang lain akan menindas atau menyengsarakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;" class="yiv660191602MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Buah penguasaan diri adalah lembah lembut, sabar dan rendah hati dan dari hatinya bersuara &lt;span style="f
