Berjalan Bersama Bunda Maria (7)

 

"LINGKARILAH LEHERMU DENGAN ROSARIO BUNDA
AGAR IA MELIDUNGI JIWAMU DENGAN DOANYA"




Rosario yang tergantung di leher atau tergenggam di tangan, doa Salam Maria yang diucapkan berulang-ulang di mana saja terutama di hadapan patung Bunda Maria di berbagai gua di belahan bumi bagi orang Katolik adalah kekuatan untuk menghadapi musuh jiwa, menghantar si pendoa untuk bersama Bunda menuju Yesus di satu pihak, sementara bagi orang lain, doa Rosario dan penghormatan yang besar dari orang Katolik terhadap Sang Bunda menimbulkan kritik, cibiran bahkan hojatan.

Namun bila ditelaah lebih lanjut maka rasanya aneh bahwa mereka mengeritik apa yang mereka sendiri tidak imani (Ya, kalau tidak percaya, kalau bukan imanmu maka mengapa engkau mengeritiknya?); Bukankah ini ungkapan rasa iri hati? Bukankah ini kerja si iblis untuk memisahkan manusia dari Yang Terkudus dalam diri Sang Bunda? Bahkan lebih menyedihkan lagi bila beberapa orang Katolik yang selalu makan jajan dari orang atau denominasi lain ikut-ikutan menghujat bahkan meninggalkan devosi yang lahir sebelum kelahiran mereka ini. Ingat jangan tunggu sampai engkau membutuhkan 6 orang pria yang akan mengusung kembali peti mayatmu ke dalam Gereja. Kuyakinkan bahwa saat itu Anda sudah terlambat untuk bertobat.
     
Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan yang biasanya kita hadapi baik dari para pengeritik Maria, pun dari sebagian orang Katolik yang telah terhipnotis dengan ajaran sesat;

Seorang saudari menulis di wall saya: "Iya Romo, bahkan ada yg bilang ke saya ,kl doa rosario itu doa yg sia 2x, krn hy mengulang -ngulang. Dan bilang ( Bunda) Maria itu cuma perempuan biasa."
  
Kuberikan jawaban kepadanya: Saudari yang terkasih...

Jawablah mereka gini:

1) "Kalau doa Rosario yang berdasarkan Kitab Suci saja dikatakan sia-sia.....apalagi doa spontan mereka yang tidak berdasarkan Kitab Suci? Mereka kan bilang; "Hanya Kitab Suci saja = Sola Scriptura"...Loh, ketika kita mendoakan doa yang berdasarkan Kitab Suci....Salam Maria...dst..yang keluar dari mulut malaikat Gabriel" kepada Maria (Luk 1:28) malah dikatakan sia-sia...tetapi doa mereka yang keluar dari mulut yang berbusa-busa bahkan kata-kata yang bahkan Roh Kudus sendiri tidak akan mengerti malah diklaim sebagai doa yang benar? Kutegaskan kepadamu bahwa hanya iblis sajalah yang mempermainkan manusia seperti ini,,,dan secara tak sadar mereka sedang dipergunakan oleh iblis atau mempergukan cara-cara iblis untuk menghojat Maria, Bunda Sang Penyelamat mereka. Kepada mereka harus diulangi apa yang pernah dikatakan oleh Yesus kepada Petrus; “Enyahlah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16 : 21-23)
     
2) Bukankah menjadi sesuatu yang baik ketika kita mengulang-ulang doa yang berdasarkan Kitab Suci? Tidak sadarkah mereka bahwa mereka sendiri pun selalu membaca ayat-ayat Kitab Suci secara berulang-ulang? Bedanya mereka dengan kita orang Katolik adalah mereka hanya membaca ayat-ayat itu secara berulang-ualng, tapi kita orang Katolik dengan mengucapkan doa salam Maria yang berulang-ulang dalam Rosario kita justru menjadikan ayat-ayat itu sebagai sebuah doa yang lengkap; Tanda Salib, Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan dan Peristiwa-peristiwa Hidup Yesus. 
   
3) "Benar bahwa Maria memang wanita biasa, tapi wanita biasa yang dipilih dan terpuji di antara ciptaan yang lain. Jika kita mengakui Yesus sebagai Tuhan, maka Maria harus menjadi kudus dan suci sehingga darinya Yang Terkudus dikandung dan dilahirkan."

Jika mereka bangga dengan Martin Luther sebagai bapa pendiri mereka; Jika mereka menghormati pendeta mereka, lalu, tidakkah mereka melakukan sebuah kesalahan besar bahkan dosa bila tidak menghormati bahkan menghojat wanita yang darinya Sang Penebus mereka dikandung dan dilahirkan? Ataukah memang mereka mempunyai yesus yang lain, yang tak beribu?

Allah Bapa saja memilih Maria menjadi Bunda Putra-Nya; Malaikat Gabriel menunjukkan rasa hormat yang besar ketika bertemu Maria; Salam, hai engkau yang dikaruniai (Luk 1:28); Roh Kudus saja bekerja secara luar biasa dalam diri Maria sepanjang hidupnya untuk tetap setia menemani Yesus, Putranya sampai kenaikan-Nya ke Surga. Lalu, apakah mereka yang menghojat Maria pantas disebut pengikut Kristus, putra Maria? Kutegaskan kepadamu bahwa hanya iblis sajalah yang menentang YANG KUDUS dari YANG TERKUDUS, yang menjadikan Maria Bunda Yang Terkudus.
 
Karena itu, sampaikan kepada mereka untuk bertobat sebelum terlambat...karena kadang sesuatu yang kita sampaikan (jawab) dengan lembut itu tidak dimengerti oleh hati dan pikiran mereka yang keras membatu, maka jawaban yang tegas dan menukik hati pun harus diberikan bila memang mereka menghendakinya.

Semoga membantumu, putra-putri Maria.


Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***
Facebook FANS of IMAN KATOLIK

Reaksi: