Berjalan Bersama Bunda Maria (2)

Sesuatu untukmu di pagi hari:

"MAUKAH ENGKAU MENGHIBURKU, NAK?"


"Kutahu kalian menderita tapi coba tenangkanlah dirimu sejenak
dan renungkanlah deritaku, nak!"

Demikian seuntai kalimat pendek yang membisik di telinga kalbuku ketika kupandang foto sedih wajah Sang Bunda yang merunduk lesuh di hadapan putranya yang tergantung diam di kayu salib itu.

Kawan....derita ibu siapakah yang melebihi derita Sang Bunda ketika ia menyaksikan dengan matanya sendiri pukulan, tendangan, tikaman tombak pada lambung sang anak tercintanya? Derita ibu siapakah yang menyayat kalbu seperti derita Sang Bunda ketika telinganya sendiri mendengar hojatan, cacian dan makian terhadap si buah hatinya?

Oh,,,Sang Bunda hanya diam membisu...hanya air mata yang bisa mengungkapkan betapa dalamnya luka di hati. Ia ingin berteriak mengaduh tapi ia selalu ingat akan ungkapan janji jiwa kepada Tuhannya; "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; Jadilah padaku menurut perkataanmu itu. "(Luk 1:38) Dan, sejenak ketika ia diam merenungkan akan semuanya itu, kata-kata Simeon kepadanya di Bait Allah terngiang kembali di telinga hatinya; "...dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri - supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." (Luk 2:35)

Karena itu, kawan....bagaimana engkau dan aku dapat menghibur hati Bunda yang sedang bersedih dan berduka?

Dengarkanlah nasehat bijak Padre Pio kepadamu di malam ini:

"Cintailah Bunda yang terberkati dan buatlah ia merasa dicintai.
Selalu daraskan Rosario."
     
Kawan.....hanya dengan berdoa Rosario maka kita ikut serta dalam suka dan duka Sang Bunda. Dan, kuyakinkan engkau bahwa sesaat ketika engkau mendaraskan doa Rosario maka bukan lagi engkau yang menghibur Bunda, bukan lagi engkau yang mengusap air mata sedih Sang Bunda, tapi Bundalah yang datang, tinggal dan berjalan bersamamu dalam setiap suka duka hidup yang Anda alami setiap saat, esok dan bahkan sampai selamanya.
 
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***
Facebook FANS of IMAN KATOLIK

Reaksi: