Berjalan Bersama Bunda Maria (12)



"ALLAH DALAM PELUKAN SEORANG WANITA"



"Kerahiman adalah ciri khas Allah. Kerahiman adalah sifat kelembutan hati yang biasanya disematkan pada seorang wanita. Dan, bila kita renungkan dengan penuh iman maka kerahiman atau kelembutan Allah itu nampak dalam sifat Maria, Bunda Allah yang memeluk erat Allah-Nya yang menjadi Manusia dalam Diri Yesus."

Sekali lagi St. Lukas menulis dengan indah bagaimana baik saat lahir maupun mati, Sang Allah yang menjadi manusia berada di dalam pelukan seorang manusia Maria.

Tentang saat kelahiran Yesus; "...dan ia (Maria) melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan..."(Luk 2:7) atau

Pada saat mayat Yesus diturunkan dari Salib: "...Dan setelah ia (Yusuf dari Arimatea) menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur...(Luk 23:53)

Walaupun tidak tertulis secara jelas apakah Maria memangku putranya sesaat lahir atau setelah kematian (mayat yang diturunkan), tapi coba gunakanlah imaginasimu yang didasarkan pada iman untuk membayangkan bahwa seorang bayi dalam kelemahannya pasti berada di dalam pangkuan, merasakan kehangatan pelukan ibu yang melahirkannya, pun sesaat ketika mayat Yesus diturunkan dari salib, yang kisahnya direnungkan dan melahirkan sebuah lukisan istimewa, "GAMBAR PIETA." Atau tertulis indah dalam syair lagu: "Mary, Did You Know"; "Sesaat ketika engkau (Maria) mencium putramu, memeluk dia, maka engkau mencium dan memeluk Allahmu." Semuanya mau mengatakan bahwa "ANAK ALLAH (ALLAH YANG MENJADI MANUSIA DALAM DIRI YESUS) BERADA DI DALAM KEHANGATAN PELUKAN KASIH NAN LEMBUT SEORANG MANUSIA. DAN MANUSIA ITU ADALAH MARIA. Ya, dia adalah MARIA, Bunda yang sangat dihormati dan dikagumi oleh putra-putri Maria di dalam Gereja Putranya, Gereja Katolik.

Karena itu, sesaat ketika engkau kehilangan kasih seorang ibu di dunia ini; sesaat ketika engkau merasa kesepian dan ditinggalkan oleh orang-orang yang Anda cintai; sesaat ketika hati dan jiwamu terbebani oleh derita dan masalah hidup; sesaat ketika engkau tidak memiliki siapa-siapa untuk merebahkan hati, jiwa dan ragamu, maka ingatlah lagi pesan Sang Guru; "INILAH IBUMU!" Ya, sesaat ketika kumenangis, kuingin memandang wajahmu, dan wajah itu adalah wajah Bunda Maria, yang penuh kelembutan, wajah Bunda yang penuh keramahan dan kerahiman, wajah Bunda yang penuh kehangatan. Bukan hanya di dalam mantol Bunda, tapi akan kurebahkan hati, jiwa dan ragaku di dalam pelukan kasihmu, Bunda Maria. Sesaat ketika kuberada di sana maka pelukan kasih Bunda akan kurasakan, yang membawa jiwaku pada ketenangan dan kedamaian hati dan jiwaku.

Sungguh....bersyukurlah bahwa engkau memiliki seorang ibu, seorang Bunda, dan dialah BUNDA MARIA yang darinya kerahiman dan kelembutan Allah dapat Anda rasakan di dalam hidupmu.


Selamat berakhir pekan untuk para sahabat...Tuhan memberkati kalian.


Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Rinnong***

Reaksi: