“Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan” (Yes 40:25-31; Mzm 105:1-4; Mat 11:28-30)

“ Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Mat 11:28-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Kutipan Warta Gembira hari ini mengajak dan mengingatkan kita semua  untuk setia dalam menghayati panggilan maupun melaksanakan tugas pengutusan; dan dalam pelaksanaannya hendaknya dijiwai dengan keutamaan lemah lembut dan rendah hati. “Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan”, demikian sabda Tuhan. Yang dimaksudkan dengan ‘kuk’ bagi kita masing-masing tidak lain adalah panggilan Tuhan secara pribadi bagi kita, sedangkan ‘beban-Ku’ adalah aneka tuntutan dan tuntunan yang dibutuhkan dalam rangka menghayati panggilan. Dengan kata lain kita semua pertama-tama diajak untuk mawas diri perihal panggilan kita masing-masing: imam, bruder, suster, suami-isteri maupun mereka yang merasa terpanggil ke arah hidup terpanggil tersebut alias calon-calon imam, bruder, suster dan suami-isteri. Dalam Tahun Iman ini kita diajak untuk kembali ke ajaran-ajaran Gereja Katolik yang benar. Maka baiklah saya kutipkan dari KHK teks yang terkait dengan panggilan masing-masing, sebagai berikut: (1) “Para klerikus hendaknya dengan cukup hati-hati bergaul dengan orang-orang tertentu, jika pergaulan dengan mereka dapat membahayakan untuk memelihara tarak atau dapat menimbulkan batu sandungan bagi kaum beriman” (KHK kan 277 $ 2), (2) “Para religious hendaknya menjadikan hal mengikuti Kristus seperti dinyatakan dalam Injil dan juga diungkapkan dalam konstitusi tarekatnya sebagai hukum tertinggi hidupnya”, (3)“Perjanjian perkawinan, dengannya seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk antara mereka persekutuan seluruh hidup, yang menurut ciri kodratnya terarah pada kesejahteraan suami-isteri serta kelahiran dan pendidikan anak, antara orang-orang yang dibaptis, oleh Kristus Tuhan diangkat ke martabat sakramen” (KHK kan 1055 $ 1)  
 
·   Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yes 40:29-31). Kutipan ini kiranya baik untuk menjadi permenungan atau refleksi bagi rekan muda-mudi. Apakah anda sebagai muda-mudi merasa lelah dan lesu, tak bergairah dalam hidup dan tugas, karena harus menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan? Jika demikian adanya, maka arahkan hati, jiwa, akal budi dan tubuh anda kepada Tuhan, karena Ia pasti akan menganugerahkan kekuatan baru dalam menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan, sehingga anda senantiasa hidup dan bertindak dalam Tuhan. Jika anda sungguh hidup dan bertindak dalam Tuhan, maka percayalah bahwa anda pasti akan mampu mengatasi aneka masalah, tantangan dan hambatan, anda akan menjadi kuat bagaikan “rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya”. Tanda bahwa anda hidup dan bertindak dalam Tuhan antara lain anda tidak melupakan hidup doa harian, senantiasa melakukan apa yang baik, menyelamatkan dan membahagiakan, terutama keselamatan atau kebahagiaan jiwa manusia. Kami berharap rekan-rekan muda-mudi tidak terjebak pada aneka kenikmatan duniawi yang menyesatkan, entah itu terkait dengan kenikmatan seks, minuman keras, aneka jenis narkoba, dst…Jagalah dan rawatlah diri anda sebagai orang muda tetap suci, bersih, bebas dari aneka dosa dan noda. Kepada anda yang sedang berpacaran kami harapkan tetap berpegang teguh pada norma-norma atau nilai-nilai moral. Demikian juga kepada anda yang telah terikat dalam pertunangan, hendaknya berusaha semakin membuka diri, sehingga kelak siap sedia untuk saling mengikat sebagai suami-isteri sampai mati.
Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” (Mzm 105:1-4)
 
Rabu, 12 Desember 2012

Romo Ignatius Sumarya, SJ