Tanda Salib dan Salam dalam perayaan Ekaristi

Pertanyaan yang sering muncul: berapa kali kita membuat tanda salib saat Misa Kudus? Jawabannya sederhana: resminya cuma dua kali, yaitu awal dan akhir. Akan tetapi apabila ada orang yang membuat tanda salib lebih dari dua kali itu, ya anggap saja itu sebagai devosi pribadi. Akan tetapi apa artinya tanda salib?

Tanda salib menunjuk dua makna. Pertama, tanda salib mengungkapkan tanda keselamatan kita, yaitu salib Kristus; dan kedua, tanda salib mengungkapkan inti iman kita kepada Allah Tritunggal, yang dinyatakan saat kita menerima sakramen baptisan. Maka pembuatan tanda salib sebenarnya juga pengenangan atas pembaptisan kita, sekaligus mengungkapkan bahwa kita ini sebenarnya telah dimasukkan ke dalam persekutuan kasih Allah Tritunggal.

Pada awal perayaan Ekaristi, setelah tanda salib, imam menyapa umat dengan kata-kata: "Tuhan bersamamu", dan kita semua menjawab: "Dan bersama roh-mu", ataupun dengan alternatif rumusan Salam yang panjang. Dahulu dalam TPE, kita masih dapat menggunakan rumusan Salam "Tuhan sertamu" dan "Dan sertamu juga". Akan tetapi karena permintaan dari Tahta Suci, akhirnya pada Sidang para Uskup KWI pada bulan November 2009 diputuskan bahwa hanya ada satu rumusan Salam saja, yaitu "Tuhan bersamamu" dan "Dan bersama rohmu". Hal ini juga berkaitan dengan pembakuan rumusan resmi Misa berbahasa Inggris yang menggunakan kata "The Lord be with you" dan "And also with your spirit". Salam ini menunjuk pada keyakinan iman Gereja bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Tuhan Yesus Kristus adalah Sang Emanuel, Allah Beserta Kita. Dan kini Sang Emanuel itu selalu hadir di tengah umat-Nya dalam perayaan Ekaristi. Bahkan di setiap pertemuan umat beriman Tuhan tentu hadir, sebab Ia bersabda: "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Mat 18:20)



SUMBER: Renungan Bulan Maria dan Bulan Katekese Liturgi KAS 2012 hari 18.