“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku Aku akan melakukannya” (Kis 13:44-52; Mzm 98:1-4; Yoh 14:7-14)


“ Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yoh 14:7-14), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Sebagai orang beriman atau beragama kiranya kita sering berdoa dan dalam doa-doa kita pasti kita mengajukan permohonan-permohonan kepada Tuhan. Sabda hari ini mengajak dan mengingatkan kita semua agar jika mengajukan permohonan-permohonan kepada Tuhan, hendaknya dalam nama Tuhan. Permohonan dalam nama Tuhan berarti apa-apa yang berguna bagi keselamatan atau kebahagiaan jiwa manusia, entah jiwa kita sendiri maupun jiwa saudara-saudari kita. Di dalam doa umat pada Perayaan Ekaristi hari Minggu dapat kita lihat bahwa ada 4 (empat) permohonan, dimana 3 (tiga) permohonan pertama untuk orang lain dan baru permohonan keempat atau terakhir untuk diri sendiri. Pertama-tama kita mohon agar para pemimpin, entah pemimpin masyarakat maupun Gereja, senantiasa memperhati-kan mereka yang dipimpin, antara lain dengan menghayati fungsi kepemimpinan dalam semangat melayani. Kemudian kita mohon bagi mereka yang tersingkir, miskin dan berkekurangan dengan harapan memperoleh perhatian atau uluran kasih dari saudara-saudarinya dan baru kemudian mohon untuk diri sendiri agar kita hidup dan bertindak sesuai dengan sabda Tuhan, sebagaimana diwartakan pada hari yang bersangkutan. Maka mengajukan permohonan dalam nama Tuhan untuk diri sendiri berarti kita mohon agar dapat hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Percayalah bahwa jika kita mohon hal ini pasti dikabulkan dan tentu saja pengabulan tersebut butuh kerjasama kita, dengan kata lain kita senantiasa berusaha untuk hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. 

·   Inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."(Kis 13:47). Perintah kepada Petrus ini kiranya juga bagi kita semua umat beriman. Sebagai umat beriman kita telah ditentukan “menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah serta membawa keselamatan sampai ke ujung bumi”. Untuk itu tentu saja kita sendiri senantiasa berada di dalam ‘terang’, artinya kita sungguh menjadi orang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Pada masa kini kiranya cukup banyak orang berada di dalam kegelapan alias kurang baik, kurang bermoral atau kurang berbudi pekerti luhur, entah karena mereka masih suka melakukan korupsi atau dosa dalam aneka bentuk, seperti bohong, menipu, malas, suka menyakiti orang lain dan balas dendam, dst… Marilah mereka yang berada di dalam kegelapan ini kita dekati dengan rendah hati untuk meninggalkan kegelapan menuju ke terang, meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah dan kemudian hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah. Kami percaya kita semua setiap hari bepergian, entah dekat atau jauh, dalam rangka melaksanakan tugas pengutusan atau pekerjaan kita masing-masing, maka kami berharap kemana pun anda pergi atau dimana pun anda berada kami harapkan anda dapat menjadi ‘terang’ bagi saudara-saudari anda atau sesama anda. Percayalah jika kita sungguh dalam terang alias hidup dan bertindak senantiasa bersama dan bersatu dengan Tuhan, maka kita pasti akan mampu mengajak mereka yang berada didalam kegelapan untuk menuju ke terang, bertobat dengan meninggalkan aneka perbuatan jahat dan kemudian senantiasa berbuat baik.
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! “ (Mzm 98:1-4)

Sabtu, 5 Mei 2012

Romo Ignatius Sumarya, SJ