"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"

(Yer 11: 18-20; Mzm 7:9-12; Yoh 7:40-53)


“Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang." Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?" Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!" Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea." Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,” (Yoh 7:40-53), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Penyingkapan pribadi Yesus yang semakin jelas menimbulkan ketegangan di antara para ahli Kitab, yang mayoritas berkehendak untuk menghukum Yesus karena telah melanggar apa yang tertulis dalam Kitab Suci atau Taurat mereka. Maka seorang dari mereka Nikodemus, yang secara pribadi pernah bercurhat dengan Yesus, alias orang yang baik, angkat bicara dengan berkata : "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?". Pengalaman ini mengingatkan kita semua untuk melihat dan mengakui bahwa di antara pemuka atau pemimpin negeri yang kebanyakan melakukan korupsi dan manipulasi, ternyata masih ada seseorang yang baik dan jujur. Maka marilah kita dukung dan doakan apa yang diperjuangkan oleh para pemuka atau pemimpin negeri ini yang masih baik dan jujur. Kami dengar ada tokoh-tokoh atau pejuang kebenaran dan kejujuran di negeri ini ada yang diancam oleh penguasa untuk berhenti bersuara tentang dan memperjuangkan kebenaran dan kejujuran. Kepada mereka para pejuang kebenaran dan kejujuran kami harapkan tetap setia melaksanakan misinya, dan jangan takut dan gentar, serta percayalah bahwa kebenaran akan menang atas kebohongan, kejujuran pasti mampu mengalahkan aneka macam kepalsuan dan permainan sandiwara kehidupan. Sertailah dan lengkapilah perjuangan anda dengan senastiasa setia berdoa, mohon rahmat kekuatan dan pencerahan dari Tuhan: bersama dan bersatu dengan Tuhan kita pasti mampu mengalahkan atau mengatasi aneka kejahatan, kebohongan, manipulasi dan permainan sandiwara kehidupan.

· “TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku. Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: "Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!"(Yer 11:18-19). Apa yang dikatakan oleh nabi Yeremia ini hendaknya menjadi inspirasi dan kekuatan bagi kita semua untuk setia dalam penghayatan iman atau ajaran agama kita masing-masing. Hidup beriman atau beragama memiliki dimensi kenabian, dan kita semua dipanggil untuk menghayati dimensi kenabian iman atau agama kita. Nabi adalah pembawa dan corong kehendak dan suara Allah, pembawa dan pejuang kebenaran, dan nasib seorang nabi pada umumnya akan dibenci dan dianiaya oleh orang-orang yang kurang atau tidak beriman, yang gila akan harta benda/uang, jabatan/kedudukan dan kehormatan duniawi, orang-orang yang bersikap mental materialistis dalam cara hidup dan cara bertindaknya. Sedangkan kepada mereka yang masih suka melakukan kebohongan, korupsi, manipulasi atau aneka sandiwara kehidupan kami harapkan segera bertobat dan memperbaharui diri, tidak perlu menunggu untuk diadili atau ditunjukkan kejahatan anda oleh orang-orang benar dan jujur. Ingatlah dan hayati bahwa Tuhan tahu atas segala sesuatu yang kita kerjakan, dan Tuhan tak mungkin ditipu atau dibohongi oleh siapapun.

“Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil. Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat” (Mzm 7:9-12).

Sabtu, 24 Maret 2012


Romo Ignatius Sumarya, SJ

Reaksi: