Warta Paroki: 30 April - 1 Mei 2011

NOVENA SANTO ANTONIUS

Senin, 2 Mei 2011 pukul 18.00 Novena Santo Antonius ke 3 dengan tema: "Bersama Santo Agustinus: Menjadi pencari kebenaran yang tak kenal takut.". Bersama Romo A. Mangunhardjana, SJ

WKRI


Pertemuan WKRI besok hari Selasa, 3 Mei 2011 pukul 15.30 bertempat di Aula Bawah Gedung Paroki.

MISA WILAYAH

Selasa, 3 Mei 2011 Misa Wilayah Kampung Baru dan Keprabon
Kamis, 5 Mei 2011 Misa Wilayah Ketelan dan Timuran
Selasa, 10 Mei 2011 Misa Wilayah Kebalen dan Setabelan
Kamis, 12 Mei 2011 Misa Wilayah Kepatihan dan Purwodiningratan.

PAGUYUBAN BILANSIA

Akan diadakan perayaan Paskah paguyuban Bilansia, besok pada hari Minggu, 8 Mei 2011 pukul 10.00 setelah misa III. Silahkan mendaftar ke Ketua WKRI masing-masing dengan kontribusi Rp 5.000,- (Lima Ribu Rupiah) per orang.

MISA BILANSIA

Diadakan Misa Bilansia setiap Kamis sebelum Jumat I. Besok pada hari: Kamis, 5 Mei 2011 pukul 16.00 bertempat di Gedung Pertemuan Paroki Aula Bawah, dengan homili: "Bangkit bersama Kristus."

PERAYAAN EKARISTI JUMAT PERTAMA

Jumat, 6 Mei 2011 adalah Jumat Pertama Dalam Bulan. Perayaan Ekaristi pukul 05.30 dan 06.15.

PAGUYUBAN KELUARGA PANGGILAN

Paguyuban Keluarga Panggilan mengundang romo, bruder, suster dan pendukung doa keluarga panggilan untuk hadir pada hari Sabtu, 7 Mei 2011 pukul 17.00 bertempat di Bruderan FIC.

REKOLEKSI PUTRA ALTAR

Hari/Tanggal: Sabtu, 14 Mei 2011 pukul 14.00
Tempat: Gedung Pertemuan Paroki Bawah
Topik: "Bekerja sebagai Anugerah"
Bersama: Romo A. Mangunhardjana, SJ

PAGUYUBAN PECINTA KITAB SUCI

Hari/Tanggal: Minggu, 15 Mei 2011, pukul 10.00
Tempat: Gedung Pertemuan Paroki Bawah
Topik "Pribadi dan Peran Roh Kudus dalam hidup orang beriman (I)
Bersama: Romo A. Mangunhardjana, SJ

PERTEMUAN KETUA WILAYAH, LINGKUNGAN DAN PRODIAKON

Hari/Tanggal: Sabtu-Minggu, 21-22 Mei 2011 (siang)
Tempat: Rumah Retret St. Maria Tawangmangu
Topik: "Pemberdayaan Pemimpin Jemaat Awam"
Pendamping: Romo A. Mangunhardjana, SJ dan Gus Minging.

PENDATAAN UMAT

Dalam rangka pendataan umat, umat dimohon untuk mempersiapkan surat baptis. Bagi yang belum memiliki surat baptis atau hilang dapat mengurusnya di paroki tempat anda baptis.

KOLEKTE KEDUA

Kolekte Kedua, Sabtu-Minggu 30 April - 1 Mei 2011 untuk Peduli Pendidikan.

TUGAS PARKIR

Tugas Parkir minggu ini 30 April - 1 Mei 2011 Wilayah Keprabon.
Tugas Parkir minggu depan 7 - 8 Mei 2011 Wilayah Purwodiningratan.

TATA ALTAR

Tata Altar minggu ini 30 April - 1 Mei 2011 Wilayah Sudiroprajan
Tata Altar minggu depan 7 - 8 Mei 2011 Wilayah Bangunharjo.

PENGUMUMAN PERKAWINAN
A. Pengumuman Pertama:
1. Albertus Bambang Anggoro Santoso dari Kaltim dengan Natalia Desianti Prihandini dari Purwodiningratan.

B. Pengumuman Kedua:
1. Isidorus Sony Soegiharto dari Kadipiro dengan Vincentia Monica Suryadi dari Magelang.
2. Alexander Deni Oktian Santoso dari Keprabon dengan Tamariska Putri Ardina dari Margorejo.
3. Heribertus Soediarso dari Timuran dengan Agatha Sri Wahyuni dari Kadipiro.

C. Pengumuman Ketiga:
1. Ignatius Anton Wibisono dari Jagalan dengan Valentina Dona Dwi Lestari dari Bangunharjo.
2. Utoro Tri Putro dari Cikarang dengan Rafianti Dewi dari Cikarang.

Bagi umat yang mengetahui halangan pernikahan mereka, wajib memberitahukan pada Pastor Paroki





BACAAN LITURGI


Senin, 02 Mei 2011: Pw.S Atanasius
Kis 4:23-31; Mzm 2:1-9; Yoh 3:1-8.

Selasa, 03 Mei 2011: Pesta S. Filipus dan Yakobus, Rasul
1Kor 15:1-8; Mzm 19:2-5; Yoh 14:6-14.

Rabu, 04 Mei 2011: Hari Biasa Pekan II Paskah
Kis 5:17-26; Mzm 34:2-9; Yoh 3:16-21.

Kamis, 05 Mei 2011: Hari Biasa Pekan II Paskah
Kis 5:27-33; Mzm 34:2.9.17-20; Yoh 3:31-36.

Jumat, 06 Mei 2011: Hari Biasa Pekan II Paskah
Kis 5:34-42; Mzm 27:1.4.13-14; Yoh 6:1-15.

Sabtu, 07 Mei 2011: Hari Biasa Pekan II Paskah
Kis 6:1-7; Mzm 33:1-2.4-5.18-19; Yoh 6:16-21.

Minggu, 08 Mei 2011: HARI MINGGU PASKAH III
Kis 2:14.22-33; Mzm 16:1-2a.5.7-11; 1Ptr 1:17-21; Luk 24:13-35.

Baca selengkapnya....

Sabtu-Minggu, 30 April - 1 Mei 2011 Hari Minggu Paskah II

RITUS PEMBUKA

LAGU PEMBUKA

TANDA SALIB DAN SALAM


PENGANTAR


SERUAN TOBAT


LAGU: VIDI AQUAM
[TPE hal 24-27/MB 104/PS 234/SYUKUR KEPADA-MU TUHAN: MB 427/PS 592]

I. Saudara-saudara, marilah kita menyatakan tobat kita pada awal perayaan ekaristi dengan mengenangkan peristiwa pembaptisan dengan menerima percikan air suci.

Aku melihat air mengalir* dari bait Allah di sebelah kanan alleluya;
dan semua yang didatangi diselamatkan, dan berkata, alleluya, alleluya. [selesai]

S. Pujilah Tuhan karena Ia baik
U. karena belas kasihan-Nya kekal.
S. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U. Seperti pada permulaan, sekarang selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

atau

Vidi aquam* egredientem de templo,
a latere dextro, alleluia:
et omnes, ad quos pervenit aqua ista,
salvi facti sunt, et dicent, alleluia, alleluia. [selesai]

S. Confitemini Domino quoniam bonus:
U. Quoniam in saeculum misericordia eius.

S. Gloria Patri, et Filio, et Spiritui Sancto:
U. Sicut erat in principio, et nunc, et semper,
et in saecula sæculorum. Amen.

(Diulang dari awal sampai "Selesai". Sesudah abslousi, langsung menyusul MADAH KEMULIAAN)

I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, - mengampuni dosa kita, - dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U. Amin

KEMULIAAN


DOA PEMBUKA

I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa yang kekal dan maharahim, dalam masa perayaan Paska, Engkau meneguhkan dan menguduskan umat-Mu. Tumbuhkanlah rahmat yang kami terima dari pada-Mu di dalam hati kami, agar kami semakin memahami, betapa agungnya sakramen pembaptisan, betapa luhurnya Roh yang melahirkan kami kembali dan betapa indahnya darah yang telah menebus kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U.Amin.

LITURGI SABDA

BACAAN I (Kis 2:42-47)

"Semua orang beriman itu bersatu dan memiliki segala-galanya bersama."

L. Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN PS 831
Refren: Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!
1. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!" Biarlah kaum Harun berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!" Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata,
"Kekal abadi kasih setia-Nya!"
2. Aku di dorong dengan hebat sampai jatuh, tetapi Tuhan menolong aku. Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan terdengar di kemah orang-orang benar, "Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan."

BACAAN II (1Ptr 1:3-9)

"Allah memberi kita kehidupan baru dengan membangkitkan Yesus Kristus dari alam maut."

L. Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara, terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL PS 955

Alleluya, Alleluya, Alleluya

Yesus bersabda: Hai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya: berbahagialah yang tidak melihat namun percaya.


BACAAN INJIL (Yoh 20:19-31)

"Seminggu kemudian Yesus datang lagi."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

I: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.

HOMILI

AKU PERCAYA


DOA UMAT

I. Marilah berdoa kepada Allah, Bapa kita yang telah menunjukkan kepada kita dalam diri Yesus Kristus, bahwa kasih-Nya lebih kuat dari pada kematian. Marilah mengatakan kepada-Nya:
U. Allah, sumber kehidupan, dengarkanlah doa kami.

L. Bagi mereka yang menderita dan merasa terasing, mereka yang patah hati, kesepian, sakit, dan mengalami kesulitan ekonomi:
Ya Bapa, semoga kami menjadi teman seperjalanan bagi mereka di jalan kehidupan serta pewarta kegembiraan dan harapan. Marilah berdoa:
U. Allah, sumber kehidupan, dengarkanlah doa kami.

L. Bagi para baptisan baru:
Ya Bapa, semoga para baptisan baru menjadi bahagia dan setia; dan bagi semua orang kristiani yang sudah dibaptis, semoga kegembiraan hidup mereka sebagai insan kristiani memberi kesaksian tentang Kristus yang hidup dan hadir di tengah-tengah umat-Nya. Marilah berdoa:
U. Allah, sumber kehidupan, dengarkanlah doa kami.

L. Bagi keluarga dan masyarakat kita:
Ya Bapa, semoga keluarga-keluarga serta seluruh masyarakat kami dianugerahi kegembiraan dan kedamaian. Semoga kami semua bangkit dan bersama-sama sepakat untuk hidup dengan lebih adil jujur di antara kami. Marilah berdoa:
U. Allah, sumber kehidupan, dengarkanlah doa kami.

L. Bagi gereja, yang berkat darah Kristus yang ditumpahkan telah dilahirkan kembali untuk hidup:
Ya Bapa, semoga gereja mewartakan kegembiraan atas kebangkitan Tuhan sampai akhir zaman. Marilah berdoa:
U. Allah, sumber kehidupan, dengarkanlah doa kami.

L. Bagi kita semua yang berkumpul di sini sebagai umat Allah:
Ya Bapa, semoga kami tidak acuh tak acuh satu sama lain, tetapi tumbuh dalam kasih dan persatuan. Marilah berdoa:
U. Allah, sumber kehidupan, dengarkanlah doa kami.

I. Allah Bapa kami, semoga Putra-Mu yang telah bangkit tetap tinggal bersama dengan kami dan menuntun kami kepada-Mu dalam iman, harapan, dan kegembiraan, sekarang dan selama-lamanya.
U. Amin.

LITURGI EKARISTI

LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN


DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Allah Bapa kami yang mahakudus, dengan persembahan roti dan anggur ini kami serahkan hidup kami di tangan-Mu. Baharuilah kami dan teguhkanlah iman kami akan Yesus Kristus, Putera-Mu yang telah bangkit jaya dan kini hidup bertahta sepanjang segala masa.
U. Amin.


PREFASI
KUDUS

DOA SYUKUR AGUNG


BAPA KAMI


DOA DAMAI

I Setiap kali Kristus sesudah kebangkitan-Nya menampakkan diri kepada para murid, maka salam damai yang pertama-pertama diberikan kepada mereka. Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U Amin.
I Damai Tuhan kita Yesus Kristus bersamamu
U Dan bersama rohmu.

ANAK DOMBA ALLAH

PERSIAPAN KOMUNI

KOMUNI

PENGUMUMAN


DOA SESUDAH KOMUNI
I. Marilah kita berdoa
I. Allah Bapa kami yang mahakuasa, semoga rahmat sakramen Paska, yang telah Kaucurahkan dan kami terima tetap meresap ke dalam hati kami serta kami hayati dalam hidup sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U. Amin.

RITUS PENUTUP
BERKAT
I. Tuhan sertamu
U. Dan sertamu juga
I. Semoga karena kebangkitan Sang Putra Tunggal, Allah menganugerahkan rahmat penebusan dan berkat kepada Saudara yang telah diangkat menjadi anak-Nya.
U. Amin.
I. Semoga Saudara ikut menikmati kebahagiaan abadi bersama dengan Kristus yang telah menebus dan membebaskan saudara.
U. Amin.
I. Saudara telah dibangkitkan lewat pembaptisan, semoga setelah mengamalkan hidup yang benar di dunia ini, Saudara disambut Kristus di tanah air surgawi.
U. Amin.
I. Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa; Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.

PENGUTUSAN

I. Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai. alleluya, alleluya.
U. Syukur kepada Allah, alleluya, alleluya.
I. Marilah pergi! Kita diutus,
U. Amin.

LAGU SYUKUR

Baca selengkapnya....

Bulan Liturgi hari ke 1: Perarakan Masuk - Nyanyian Pembuka

1. Perarakan Masuk - Nyanyian Pembuka

Perayaan Ekaristi diawali dengan perarakan masuk. Pada hari Minggu dan hari raya, perarakan masuk ini diiringi dengan nyanyian pembuka, yang memiliki beberapa fungsi:
1. mengiringi perarakan para petugas liturgi (imam dan para pelayan lain) memasuki ruang ibadat; maka nyanyian pembuka harus dilagukan selama perarakan berlangsung;
2. membina persekutuan umat; maka seluruh jemaat harus berpartisipasi dalam nyanyian pembuka: bernyanyi dengan segenap hati, dengan suara lantang; oleh karena itu baik dipilih nyanyian yang mampu mempersatukan umat.
3. mengantar umat memasuki misteri yang dirayakan; maka tema nyanyian pembuka harus cocok dengan Perayaan Ekaristi hari yang bersangkutan.

Berkaitan dengan fungsi kedua, perlu diperhatikan hal-hal yang menunjang terciptanya persekutuan jemaat, a.l.:
1. tata gerak: selama melagukan nyanyian pembuka kita semua berdiri tegap, tidak loyo, tidak ada yang duduk; kesamaan sikap ini menunjukkan kekompakan, persekutuan. “Sikap tubuh yang seragam menandakan kesatuan seluruh jemaat yang berhimpun untuk merayakan Liturgi kudus. Sebab sikap tubuh yang sama mencerminkan dan membangun sikap batin yang sama pula.”
2. terlibat: seluruh umat melagukan nyanyian pembuka, entah silih berganti dengan kor, entah bersama-sama dengan para anggota kor;
3. berbagi buku: kalau teman di sebelah kita tidak membawa buku, kita ajak ia menyanyi dengan buku kita; dengan menawarkan buku untuk dipakai bersama, kita membangun persekutuan;
4. latihan: kalau nyanyian pembuka belum dikuasai umat, dirigen harus melatihnya beberapa menit sebelum Perayaan Ekaristi.

Pendalaman

1. Apa saja fungsi nyanyian pembuka?
2. Bagaimana sikap yang baik selama nyanyian pembuka?



Bdk. Pedoman Umum Misale Romawi - PUMR 47.
PUMR 42; bdk. juga KL, no. 30.



Sumber: Mengenal, Mendalami, Mencintai Ekaristi - Ernest Mariyanto

Baca selengkapnya....

HOMILI: Hari Minggu Paskah II - Hari Minggu Kerahiman Ilahi

Kis 2:42-47; Mzm 118:13-15.22-24; 1Ptr 1:3-9; Yoh 20: 19-31

"Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Dalam Era Reformasi yang ditandai dengan gerakan demokrasi dan hak azasi manusia masa kini, karena keterbatasan kedewasaan pribadi manusia sering berkembang menjadi aneka bentuk kekerasan dan tawuran untuk mempertahankan pendapat atau cita-cita kelompok atau pribadi. Aneka kekerasan tidak hanya terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tetapi juga dalam hidup berkeluarga, dimana terjadi kekerasan antar suami-isteri atau orangtua terhadap anak-anaknya. Memang menurut saya aneka kekerasan yang terjadi di masyarakat merupakan pengembangan atau pendalaman kekerasan yang terjadi di dalam keluarga, maka baiklah kami mengingatkan dan mengajak kita semua yang berkeluarga atau hidup berkomunitas, marilah kita jauhkan aneka bentuk kekerasan di dalam keluarga atau komunitas. Untuk itu marilah, pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi hari ini, kita renungkan atau refleksikan sabda Yesus yang telah bangkit dari mati kepada para rasul di bawah ini.

"Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." (Yoh 20:22-23)

Para rasul menerima anugerah Roh Kudus dan diberi kuasa atau wewenang untuk mengampuni dosa orang. Kuasa atau wewenang yang demikian itu untuk masa kini juga dimiliki oleh para imam, maka dengan ini pertama-tama kami mengajak dan mengingatkan rekan-rekan imam untuk menjadi saksi kerahiman ilahi. Hendaknya para imam penuh kasih pengampunan dan belas-kasih kepada umatnya, tidak mudah marah terhadap umat, dan tentu saja di antara para imam sendiri hendaknya saling mengampuni dan berbelaskasih. Semoga kasih pengampunan yang diwartakan dan disalurkan di dalam atau melalui kamar pengakuan ketika ada umat yang mengaku dosa juga menjadi cara hidup dan cara bertindak imam di luar kamar pengakuan dosa.

Berbicara perihal kerahiman hemat saya tak boleh melupakan rekan-rekan perempuan yang memiliki rahim, dimana ketika mereka menjadi ibu di dalam rahimnya tumbuh berkembang buah kasih. Dalam dan dengan kerahiman serta kasih kiranya rekan-rekan calon ibu atau para ibu `mendampingi' buah kasih yang tumbuh berkembang di dalam rahimnya. Maka kami berharap kepada rekan-rekan perempuan juga dapat menjadi saksi atau teladan dalam hal kerahiman ilahi, menjadi penyalur kerahiman Allah kepada sesama atau saudara-saudarinya.

Bahasa Latin dari `kerahiman' adalah misericordia yang dapat berarti kasihan, belas-kasih, kerahiman, kerelaan, kemurahan, kedermawanan, maka menghayati kerahiman ilahi dapat kita wujudkan dengan menghayati keutamaan-keutamaan dari arti misericordia tersebut. Mungkin yang baik kita hayati pada masa kini adalah kedermawanan, yang berarti dengan kerelaan hati dan murah hati memberi derma kepada mereka yang sungguh membutuhkan, entah berupa tenaga, waktu atau harta benda/uang. Berbagai musibah dan bencana alam pada masa kini terjadi bertubi-tubi, yang menimbulkan cukup banyak korban yang membutuhkan bantuan dari para dermawan. Marilah kita ingat, sadari dan hayati bahwa harta benda atau uang pada dasarnya bersifat social, maka semakin memiliki harta benda atau uang hendaknya semakin social, tidak pelit. Tentu saja kami berharap kepada mereka yang terlibat atau berpartisipasi dalam aneka LSM atau berkarya di bawah naungan Departemen Sosial dapat menjadi teladan dan penggerak dalam hidup sosial atau kedermawanan. Jangan mengkomersielkan lembaga untuk korupsi atau mencari keuntungan pribadi. Sebagai manusia ciptaan Allah kita semua juga dipanggil untuk hidup sosial dan bersahabat satu sama lain. Maka selanjutnya marilah kita renungkan atau refleksikan sapaan Petrus di bawah ini.

"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya." (1Pet 1:3-7)

Sebagai orang beriman kita semua diingatkan untuk membuktikan `kemurnian iman' kita masing-masing. Emas dimurnirkan dengan api, emas murni tidak akan meleleh karena panas api yang membara. Paulus mengumpamakan iman kita bagaikan emas, maka baiklah untuk memurnikan iman kita marilah kita sungguh mendunia, berpartisipasi dalam seluk beluk dunia, karena sebagaimana dikatakan oleh Yakobus "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati" (Yak 2:17). Jika kita sungguh mendunia, berpartisipasi dalam seluk beluk dunia akan kelihatan apakah iman kita sungguh tangguh, handal dan murni, karena mendunia tanpa iman akan amburadul hidupnya, semakin mendunia harus semakin beriman. Dalam seluk beluk dunia sarat dengan masalah, hambatan dan tantangan-tantangan, maka memurnikan emas berarti berani menghadapi masalah, hambatan atau tantangan yang ada., tidak melarikan diri.

Ketika iman kita murni, maka hidup bersama sebagai umat beriman akan meneladan cara hidup jemaat atau umat Perdana, yaitu " Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing" (Kis 2:42-45). Kebersamaan hidup dan kerja kita sungguh menarik, memikat dan mempesona orang lain, sehingga banyak orang tergerak untuk mendekat dan bersahabat dengan kita, sebagaimana terjadi juga dalam jemaat perdana: " mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan"(Kis 2:47). Marilah dengan rendah hati dan bantuan rahmat Allah kita senantiasa berusaha agar cara hidup dan cara bertindak kita `disukai semua orang'.

"Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku. TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya" (Mzm 118:13-15.22-24)

Jakarta, 1 Mei 2011



Romo Ignatius Sumarya, SJ

Baca selengkapnya....

"Pergilah ke seluruh dunia beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Kis 4:13-21; Mzm 118:1.14-16; Mrk 16:9-15)

"Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Mrk 16:9-15), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.



Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk", demikian sabda Yesus yang bangkit kepada para murid, kepada kita semua yang beriman kepadaNya. Injil adalah kabar baik, maka memberikan Injil berarti memberitakan atau menyebarluaskan apa-apa yang baik, menyelamatkan dan membahagiakan diri kita sendiri maupun orang lain. Kemanapun kita pergi atau dimanapun kita berada hendaknya kita sendiri senantiasa dalam keadaan baik, dan dengan demikian kita dapat memberitakan apa yang baik. Apa yang disebut baik senantiasa berlaku secara universal, maka perilaku yang baik berarti mengasihi dengan sasaran keselamatan jiwa manusia. Saling mengasihi hemat saya merupakan ajaran semua utusan Allah atau para nabi dan diteruskan oleh para pemimpin agama di seluruh dunia. Saya percaya bahwa kita semua senantiasa mendambakan apa yang baik serta berkehendak untuk mengasihi orang lain, namun karena keterbatasan dan kelemahan kita sering terjadi kesalah-fahaman, maka baiklah kita senantiasa menyikapi segala sentuhan, sapaan, perlakuan orang lain terhadap diri kita sebagai perwujudan kasih dan kemudian kita tanggapi dengan 'terima kasih'. Ingatlah dan hayati bahwa orang tidak akan mengritik atau mengejek kita jika mereka tidak mengasihi kita, maka mereka mengritik atau mengejek kita karena mereka mengasihi kita. Di atas kami katakana bahwa sasaran perbuatan baik adalah keselamatan jiwa, maka hendaknya keselamatan jiwa sungguh menjadi acuan atau pedoman hidup kita. Ada kemungkinan demi keselamatan jiwa kita harus menderita sakit tubuh atau sakit hati, karena anggota tubuh atau isi hati kita tidak baik.

· "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." (Kis 4:19-20), demikian tanggapan Petrus dan Yohanes menjawab pertanyaan para tokoh Yahudi, yang merasa terganggu oleh pewartaan Kabar Baik, yang disampaikan oleh para rasul. "Taat kepada manusia atau taat kepada Allah', itulah pilihan yang harus diambil oleh para tokoh Yahudi, dan hemat saya juga menjadi tantangan yang harus kita pilih. Sebagai orang beriman kiranya kita harus taat kepada Allah, yang telah menciptakan dan mengasihi kita tanpa syarat. Dalam dan bersama dengan Allah hendaknya kita tidak takut dan tidak gentar untuk menjadi pewarta kabar baik, berkata-kata perihal apa yang baik dan benar yang kita lihat dalam lingkungan hidup kita. Memang di sana-sini saat ini masih marak aneka kebohongan, maka selayaknya menjadi pewarta apa yang baik dan benar akan menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan. Dengan ini kami berseru dan berharap kepada para pejuang kebenaran untuk terus berjuang meskipun harus menghadapi aneka ancaman. Kami berharap juga bahwa perihal apa yang baik dan benar ini sedini mungkin dididikkan atau dibiasakan pada anak-anak di dalam keluarga dan sekolah, sekali lagi tentu saja dengan teladan konkret dari para orangtua maupun guru. Jika anak-anak memiliki kebiasaan berbuat baik sedini mungkin, maka kami percaya mereka akan tumbuh berkembang menjadi saksi dan pejuang apa yang baik dan benar di masa depan. Taat kepada Allah juga berarti taat kepada kehendak Allah, yang antara lain diterjemahkan ke dalam aneka tata tertib, maka marilah kita taati dan hayati aneka tata tertib yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing.



"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

(Mzm 118:1.14-16)

Jakarta, 30 April 2011

Romo Ignatius Sumarya, SJ

Baca selengkapnya....

"Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu maka akan kamu peroleh." (Kis 4:1-12; Mzm 118:24-27a; Yoh 21:1-14)


"Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan."(Yoh 21:1-6), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

• Cukup banyak orang hidup dan bekerja hanya mengikuti kemauan pribadi atau selera pribadi dan tidak sesuai dengan tugas pokok atau utama atau sesuai dengan aneka tata tertib yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusannya. Hal ini antara lain juga nampak di jalanan dimana para pengendara atau pejalan kaki tidak mengikuti aturan lalu lintas serta rambu-rambu yang terpampang dengan jelas. Begitulah juga yang terjadi di antara para rasul yang sedang frustrasi karena kematian Yesus alias ditinggalkan Yesus: sebelum mengkuti Yesus kesibukan atau pekerjaan mereka adalah nelayan, maka ketika ditinggalkan Yesus mereka kembali menjadi nelayan. Cukup menarik dan mengesan bahwa sebagai nelayan yang berpengalaman mereka semalaman tidak seekor pun ikan dapat diperoleh. Namun ketika mereka menebarkan jala atas perintah Yesus yang telah bangkit, akhirnya mereka memperoleh ikan banyak sekali, bahkan jala mereka hampir sobek. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan anda sekalian: marilah kita hidup dan bertindak sesuai dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing serta aneka tata tertib yang terkait dengannya, jika mendambakan kesuksesan dalam hidup dan panggilan. Kami berharap kepada mereka yang hidup dan bekerja hanya mengikuti selera pribadi untuk segera bertobat dan memperbaharui diri. Marilah kita hidup dan bekerja secara tertib, teratur dan disiplin sesuai dengan aneka tata tertib yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita
masing-masing.

"Bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu" (Kis 4:10), demikian kutipan jawaban Petrus atas pertanyaan dari tokoh-tokoh Yahudi perihal dari kuasa mana ia telah menyembuhkan orang lumpuh sehingga dapat berjalan. "In nomine Ieu" (=Dalam nama Yesus), itulah yang menjadi motto gembala atau uskup kita Mgr.A. Djajaseputra SJ (alm) dan Bapak Julius Kardinal Darmaatmaja SJ dalam menggembalakan umat Allah yang dipercayakan kepada Yang Mulia. Maka marilah kita meneladan Petrus maupun para gembala kita tersebut. "Dalam terang iman kristiani berasaskan Pancasila dan UUD 45 kami hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara", itulah isi asas aneka yayasan atau LSM Kristen atau Katolik. Dengan dan dalam asas tersebut diharapkan segenap pengurus, pengelola maupun pelaksana pelayanan yayasan atau LSM menjiwai derap langkah pelayanannya dalam iman Kristiani. Mungkin baik kalau hal ini sedini mungkin dibiasakan pada anak-anak di dalam keluarga serta kemudian diperdalam dan diperkembangkan di sekolah-sekolah dengan teladan dari para orangtua dan para guru. Keteladanan orangtua dan para guru dalam hidup tertib, teratur dan disiplin sesuai dengan tata tertib atau janji yang pernah diikrarkan sangat penting, dan merupakan cara utama dan pertama dalam pendampingan atau pembinaan anak-anak. "Dalam Nama Yesus" berarti hidup dan bertindak dengan meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus maupun melaksanakan sabda-sabda-Nya sebagaimana diwartakan melalui Kitab Suci. Maka baiklah untuk semakin mengenal dan dekat dengan Yesus kami harapkan kita semua dengan rajin setiap hari merenungkan dan meresapkan sabda-sabda-Nya, atau silahkan merenungkan dan meresapkan kutiipan dari Kitab Suci yang setiap hari kami sampaikan dalam refleksi sederhana ini.

"Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. TUHANlah Allah, Dia menerangi kita" (Mzm 118:24-27a)

Jakarta, 29 April 2011


Romo Ignatius Sumarya, SJ

Baca selengkapnya....

Oktaf Paskah

Pekan suci sudah berakhir, hari raya Paskah telah berlalu…., namun, apakah pesta telah berakhir ?? Lebih jauh ada istilah « Oktaf Paskah », apa sih oktaf Paskah itu ?

Oktaf Paskah adalah masa delapan hari setelah hari Minggu Paskah ; masa hari raya panjang selama delapan hari, sampai hari Minggu berikutnya. Suatu perayaan atau pesta yang berlangsung selama delapan hari. Dalam tradisi Gereja para baptisan baru mengalami rahmat suka cita dengan tetap mengenakan pakaian putihnya ; maka pada hari Minggu II Paskah disebut Minggu Putih atau « Dominica in Albis » ( karena hari terakhir para baptisan baru mengenakan pakaian putih).

Perayaan keagamaan oktaf ini bisa ditemukan dalam Perjanjian Lama, pada perayaan Pondok Daun di Kitab Imamat 23-24. Pada abad IV, jaman Konstantin dimasukkan ke dalam Liturgi Gereja (Katolik).

Selama Oktaf Paskah liturgi sama seperti hari raya Paskah : Gloria/Madah Kemuliaan dikumandangkan, Alleluya dinyanyikan dengan meriah, doa dan bacaan tetap menunjukkan hal yang sama, yakni peristiwa paskah / kebangkitan, Prefasi Paskah I sama seperti hari Minggu Paskah, … Jadi boleh dikatakan liturgi hari raya Paskah yang diperpanjang selama delapan hari, yang berakhir pada hari Minggu Paskah II, yang disebut juga « Dominica in Albis » (Minggu Putih) atau sekarang ini disebut hari Minggu Kerahiman Ilahi.

Menurut aturan penanggalan liturgi, pada hari-hari pekan suci, oktaf paskah tidak boleh diadakan perayaan atau peringatan santo atau santa. Termasuk Hari Raya St Yusuf, Suami SP Maria, Hari Raya Kabar Sukacita yang terkadang berada dalam Pekan Suci atau Oktaf Paskah dipindahkan ke hari di luar Pekan Suci dan Oktaf Paskah.

Baca selengkapnya....

Minggu Kerahiman Ilahi

Buku Catatan Harian St Faustina memuat setidak-tidaknya empatbelas bagian di mana Tuhan kita meminta suatu “Pesta Kerahiman Ilahi” ditetapkan secara resmi dalam Gereja.

“Pesta ini muncul dari lubuk kerahiman-Ku yang terdalam, dan diperteguh oleh kedalaman belas kasih-Ku yang paling lemah lembut (420)…. Adalah kehendak-Ku agar pesta ini dirayakan dengan khidmad pada hari Minggu pertama sesudah Paskah.… Aku menghendaki Pesta Kerahiman Ilahi menjadi tempat perlindungan dan tempat bernaung bagi segenap jiwa-jiwa, teristimewa para pendosa yang malang. Pada hari itu, lubuk belas kasih-Ku yang paling lemah-lembut akan terbuka. Aku akan mencurahkan suatu samudera rahmat atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku (699)”

Tergerak oleh permenungan akan Allah sebagai Bapa yang Maharahim, maka Bapa Suci Yohanes Paulus II menghendaki agar sejak saat ditetapkannya, Minggu Paskah II secara resmi dirayakan sebagai Minggu Kerahiman Ilahi oleh segenap Gereja semesta. Hal ini dimaklumkan beliau pada tanggal 30 April 2000, tepat pada hari kanonisasi St Faustina Kowalska.

  • PENGHORMATAN LUKISAN KERAHIMAN ILAHI

Lukisan Yesus, Allah yang Maharahim, hendaknya mendapat tempat terhormat yang istimewa pada Pesta Kerahiman Ilahi, sebagai suatu sarana pengingat yang kelihatan atas segala yang telah Yesus lakukan bagi kita melalui Sengsara, Wafat dan Kebangkitan-Nya .… dan juga, sebagai sarana pengingat akan apa yang Ia kehendaki dari kita sebagai balasannya, yaitu percaya penuh kepada-Nya dan berbelas kasih kepada sesama.

“Aku menghendaki lukisan ini diberkati secara khidmad pada hari Minggu pertama sesudah Paskah, dan Aku menghendaki lukisan ini dihormati secara umum agar setiap jiwa dapat tahu mengenainya (341).”


  • INDULGENSI KHUSUS PADA MINGGU KERAHIMAN ILAHI

Tuhan kita berjanji untuk menganugerahkan pengampunan penuh atas dosa dan penghukuman pada Pesta Kerahiman Ilahi, seperti dicatat sebanyak tiga kali dalam Buku Catatan Harian St Faustina; setiap kali dengan cara yang sedikit berbeda:

“Aku akan menganugerahkan pengampunan penuh kepada jiwa-jiwa yang menerima Sakramen Tobat dan menyambut Komuni Kudus pada Pesta Kerahiman Ilahi (1109).”

“Jiwa yang menghampiri Sumber Hidup pada hari ini akan dianugerahi pengampunan penuh atas dosa dan penghukuman (300).”

“Jiwa yang menerima Sakramen Tobat dan menyambut Komuni Kudus akan mendapatkan pengampunan penuh atas dosa dan penghukuman (699).”

Sebagai kelanjutan dari dimaklumkannya hari Minggu pertama sesudah Paskah sebagai Minggu Kerahiman Ilahi, Imam Agung di Roma, terdorong semangat yang berkobar untuk menggairahkan semaksimal mungkin praktek Devosi Kerahiman Ilahi dalam diri umat Kristiani dengan harapan mendatangkan buah-buah rohani yang berguna bagi kaum beriman, maka pada tanggal 13 Juni 2002 beliau memaklumkan bahwa Gereja memberikan indulgensi, baik indulgensi penuh maupun sebagian, kepada mereka yang mempraktekkan Devosi Kerahiman Ilahi dengan syarat-syarat seperti yang ditetapkan Gereja.

  • RAHMAT-RAHMAT LUAR BIASA

Satu hal tampak jelas: melalui janji di atas, Tuhan kita menekankan nilai tak terhingga Sakramen Tobat dan Komuni Kudus sebagai mukjizat-mukjizat belas kasih-Nya. Tuhan ingin kita menyadari bahwa karena Ekaristi adalah Tubuh, Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an-Nya Sendiri, maka Ekaristi adalah “Sumber Hidup” (300). Ekaristi adalah Yesus, Ia Sendiri, Allah yang Hidup, yang rindu mencurahkan DiriNya sebagai Belas kasih ke dalam hati kita.

Dalam penampakan-penampakan-Nya kepada St Faustina, Tuhan kita menunjukkan dengan jelas apa yang Ia tawarkan kepada kita dalam Komuni Kudus dan betapa amat melukai hati-Nya apabila kita acuh tak acuh terhadap kehadiran-Nya:

“Sukacita-Ku yang besar adalah mempersatukan DiriKu dengan jiwa-jiwa. Apabila Aku datang ke dalam hati manusia dalam Komuni Kudus, tangan-tangan-Ku penuh dengan segala macam rahmat yang ingin Aku limpahkan atas jiwa. Namun, jiwa-jiwa bahkan tak mengindahkan Aku; mereka mengacuhkan DiriKu dan menyibukkan diri dengan hal-hal lain. Oh, betapa sedih Aku sebab jiwa-jiwa tak mengenali Kasih! Mereka memperlakukan-Ku bagaikan suatu benda mati (1385)….”

“Sungguh amat menyakitkan hati-Ku apabila jiwa-jiwa religius menerima Sakramen Cinta Kasih hanya karena kebiasaan belaka, seolah mereka tak mengenali santapan ini. Aku tak mendapati baik iman maupun kasih dalam hati mereka. Aku datang ke dalam jiwa-jiwa demikian dengan keengganan besar. Akan lebih baik seandainya mereka tak menerima Aku (1258)….”

“Betapa menyakitkan Aku bahwa jiwa-jiwa begitu jarang mempersatukan dirinya dengan-Ku dalam Komuni Kudus. Aku menanti jiwa-jiwa, dan mereka acuh tak acuh terhadap-Ku. Aku ingin mencurahkan rahmat-rahmat-Ku atas mereka, tetapi mereka tak hendak menerimanya. Mereka memperlakukan-Ku bagaikan suatu benda mati, padahal Hati-Ku penuh cinta dan belas kasih. Agar engkau dapat memahami setidak-tidaknya sedikit rasa sakit-Ku, bayangkanlah seorang ibu yang paling lembut hati, yang amat mengasihi anak-anaknya, namun anak-anaknya itu menolak kasihnya. Bayangkan betapa pilu hatinya. Tak seorang pun akan mampu menghibur hatinya. Begitulah, gambaran akan kasih-Ku (1447).”

Jadi, janji Tuhan kita akan pengampunan penuh merupakan suatu peringatan sekaligus panggilan. Suatu peringatan bahwa Ia nyata hadir dan nyata hidup dalam Ekaristi, berlimpah kasih bagi kita, menanti kita datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan. Suatu panggilan bagi kita semua untuk dibasuh bersih dalam Kasih-Nya melalui Sakramen Tobat dan Komuni Kudus - tak peduli betapa berat dosa-dosa kita - dan kita memulai hidup baru kembali. Yesus menawarkan kepada kita suatu permulaan yang baru, suatu lembaran yang bersih.

Agar dapat sungguh memahami janji ini, kita perlu melihatnya dalam konteks janji-janji lain yang Tuhan Yesus tawarkan kepada kita dalam Pesta Kerahiman. Ia tidak hanya menawarkan satu rahmat saja, melainkan rahmat-rahmat yang tak terhingga:

“Pada hari itu, lubuk belas kasih-Ku yang paling lemah-lembut akan terbuka. Aku akan mencurahkan suatu samudera rahmat atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku. Jiwa yang menerima Sakramen Tobat dan menyambut Komuni Kudus akan mendapatkan pengampunan penuh atas dosa dan penghukuman. Pada hari itu seluruh pintu-pintu rahmat Ilahi dari mana rahmat-rahmat mengalir akan dibuka (699).”

Dalam “Penilaian Resmi” Sensor Teologis Kedua atas catatan-catatan St Faustina, kita dapati penjelasan terperinci mengenai limpahan rahmat istimewa ini:

“Agar Pesta Kerahiman Ilahi dapat sungguh menjadi suatu pengungsian bagi segenap jiwa-jiwa, kemurahan hati Yesus yang terdalam dibuka lebar pada hari ini guna mencurahkan ke atas jiwa-jiwa, tanpa menahan-nahan sedikit pun, segala macam dan segala tingkatan rahmat - bahkan yang belum pernah dikenal sekalipun. Kemurahan hati ini merupakan … motivasi untuk memohon kepada Kerahiman Ilahi, dengan kepercayaan penuh serta tanpa batas, segala karunia rahmat yang ingin Tuhan curahkan pada hari Minggu ini….”

Apakah yang harus kita lakukan agar memperoleh rahmat-rahmat yang ingin Tuhan curahkan atas kita? Lagi, “Penilaian Resmi” Sensor Teologis Kedua menyajikan jawabnya:

“Karena kepercayaan penuh merupakan sarana menghampiri Belas Kasih Ilahi, patut kita simpulkan bahwa makna mendalam dari harapan dan janji-janji sehubungan dengan Pesta Kerahiman Ilahi adalah sebagai berikut: Pada hari Pesta-Nya, Yesus ingin menganugerahkan kepada kita semua - teristimewa orang-orang berdosa - suatu limpahan rahmat yang luar biasa. Dan karenanya, pada hari ini Ia menanti kita datang menghampiri Kerahiman-Nya dengan kepercayaan semaksimal mungkin.”

  • BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN DIRI DENGAN PANTAS?

Salah satu cara yang terpenting, tentu saja, dengan menyambut Komuni Kudus pada hari Minggu Kerahiman Ilahi dan menerima Sakramen Tobat yang bahkan dapat dilakukan sebelum Pekan Suci; sepanjang Masa Prapaskah merupakan persiapan untuk menyambut Minggu Kerahiman Ilahi!

Tetapi, kita tidak hanya sekedar dipanggil untuk mohon belas kasih Tuhan dengan penuh kepercayaan, melainkan kita juga dipanggil untuk berbelas kasih kepada sesama. Perkataan Tuhan kita kepada St Faustina mengenai tuntutan untuk berbelas kasih kepada sesama sangat tegas dan jelas:

“Ya, hari Minggu pertama sesudah Paskah adalah Pesta Kerahiman Ilahi, namun demikian haruslah ada perbuatan-perbuatan belas kasih…. Aku menuntut dari kalian perbuatan-perbuatan belas kasih yang timbul karena kasih kepada-Ku. Hendaklah kalian menunjukkan belas kasih kepada sesama di setiap waktu dan di setiap tempat. Janganlah kalian berkecil hati atau berusaha mencari-cari alasan untuk tidak melakukannya” (742).



Novena Kerahiman Ilahi

Pada hari Jumat Agung 1937, Yesus meminta St Faustina mendoakan suatu novena khusus menjelang Pesta Kerahiman Ilahi; novena dimulai pada hari Jumat Agung hingga Sabtu sebelum Minggu Paskah II. Yesus Sendiri yang mendiktekan intensi-intensi novena untuk tiap-tiap hari. Dengan novena ini, St Faustina diminta untuk membawa kepada Hati Yesus Yang Mahakudus sekelompok jiwa-jiwa yang berbeda setiap hari dan membenamkan mereka ke dalam samudera belas kasih-Nya, mohon pada Allah Bapa - dengan mengandalkan jasa-jasa Sengsara Yesus - rahmat-rahmat bagi mereka.

Tidak seperti Novena Koronka, yang dengan jelas Tuhan kehendaki agar setiap orang mendaraskannya, Novena Kerahiman tampaknya diperuntukkan terutama bagi kepentingan pribadi St Faustina. Hal ini dapat dilihat dari perintah Tuhan, di mana Tuhan menyebutkan kata “kamu” dalam bentuk tunggal.

Namun demikian, karena St Faustina diperintahkan untuk menuliskannya, pastilah Tuhan bermaksud agar novena didoakan oleh yang lain juga. Begitu diterbitkan, novena segera menjadi sangat populer; orang banyak mendoakan novena, bukan hanya sebagai persiapan merayakan Minggu Kerahiman Ilahi, melainkan mereka mendoakannya di waktu-waktu lain juga.

Dengan mendoakan Novena kepada Kerahiman Ilahi, kita sungguh menjadikan intensi-intensi Tuhan Yesus sebagai intensi kita sendiri - sungguh suatu perwujudan nyata yang indah dari hak dan kewajiban istimewa Gereja, sebagai Mempelai Kristus, menjadi pendoa di sisi Kristus yang bertahta di atas singgasana belas kasih.

Novena kepada Kerahiman Ilahi dapat dilihat pada booklet “Devosi kepada Kerahiman Ilahi” oleh Stefan Leks; penerbit Kanisius 1993.


Sumber: 1. “The Divine Mercy Message and Devotion” by Fr Seraphim Michalenko, MIC and Vinny Flynn; published by the Archdiocesan Divine Mercy Devotion, Singapore; 2. Marians of the Immaculate Conception; www.marian.org/divinemercy; 3.The Divine Mercy; www.thedivinemercy.org; 4. “Yesus Engkaulah Andalanku - Devosi kepada Kerahiman Ilahi” oleh Stefan Leks; penerbit Kanisius 1993; 5. “Rasul Kerahiman Ilahi - Devosi kepada Kerahiman Ilahi” oleh P. Ceslaus Osiecki, SVD, "Kemah Tabor", Pos Mataloko 86461 - Flores; 6. tambahan dari berbagai sumber

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”

Baca selengkapnya....

"Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem"

Kis 3:11-26; Mzm 8:3-4.6-9; Luk 24:35-48

"Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.Kamu adalah saksi dari semuanya ini." (Luk 24:35-48), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

• Sebagai orang yang beriman kepada Yesus yang telah bangkit dari mati kita dipanggil untuk menjadi `saksi pertobatan dan pengampunan dosa' di tempat hidup dan bekerja kita masing-masing setiap hari, dimana kita memboroskan waktu dan tenaga kita. Maka pertama-tama marilah kita sadari dan hayati bahwa masing-masing dari kita telah menerima rahmat pertobatan dan kasih pengampunan dari Allah secara melimpah melalui saudara-saudari kita; jika kita dapat menghayati hal ini maka panggilan untuk menjadi saksi pertobatan dan kasih pengampunan dengan mudah dapat kita lakukan, tentu saja asal kita tidak pelit tetapi murah hati. Marilah dengan murah hati menyalurkan kasih pengampunan, yang telah kita terima secara melimpah ruah, kepada saudara-saudari kita kapanpun dan dimanapun tanpa pandang bulu. Jauhkan dan berantas aneka bentuk kebencian dan balas dendam. Kita tidak perlu takut menyalurkan kasih pengampunan, karena kasih pengampunan akan mengalahkan atau mengatasi kebencian dan balas dendam. Kami berharap saling mengasihi dan mengampuni sungguh terjadi dalam hidup keluarga atau komunitas masing-masing, sehingga dari keluarga dan komunitas kita masing-masing senantiasa terberitakan pertobatan dan kasih pengampunan.

"Bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu." (Kis 3:26), demikian kesaksian iman Petrus. Kita semua diingatkan untuk `kembali dari segala kejahatan' alias bertobat terus menerus. Bertobat berarti berubah, tentu saja berubah menjadi lebih baik, suci, dan berbudi pekerti luhur alias semakin hidup dekat dan bersama dengan Tuhan dimanapun dan kapanpun. Anggota-anggota tubuh kita terus-menerus berubah, maka karena pribadi kita tidak hanya terdiri dari anggota tubuh jasmani saja, tetapi juga spiritual atau inteleketual, yaitu hati, jiwa dan akal budi, maka diharapkan tidak hanya tubuh yang phisik saja yang berubah tetapi juga hati, jiwa dan akal budi.Ingatlah dan hayati bahwa dengan beriman kepada Yesus yang telah bangkit dari mati berarti Roh Kudus hidup dan berkuasa dalam hati dan jiwa kita masing-masing, sehingga hati dan jiwa kita semakin sesuai dengan Hati dan Jiwa Yesus Kristus, yang datang untuk menebus dosa-dosa manusia, membebaskan semua manusia dari aneka kejahatan. Marilah kita `kembali dari kejahatan' seperti "percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya" (Gal 5:19-21) Semoga kehadiran dan sepak terjang kita dimanapun dan kapanpun senantiasa menjadi penyalur berkat dan rahmat Allah bagi saudara-saudari kita, sehingga siapapun yang hidup dan bekerja bersama dengan kita senantiasa merasa terberkati atau terahmati.

"Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan" (Mzm 8:3-4.6-9)

Jakarta, 28 April 2011



Romo Ignatius Sumarya, SJ

Baca selengkapnya....

Bulan Katekese Liturgi : Tata Pertemuan

TATA PERTEMUAN

Lagu Pembuka

Tanda Salib dan Salam (TPE U, halaman 12,13; Sol=f)

Pendarasan Mazmur - satu mazmur atau lebih
Ayat mazmur dibawakan bersahut-sahutan antara kelompok A (Kiri) dan B (Kanan)

Mazmur 62 [PS 59]
Ulangan: [Pola lagu: 1... 1’ 1... 1 ]
P Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.
AB Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.

Atau: Ulangan lain: PS 814; 842.

Ayat: [Pola lagu: 1... 1* 1... 1 ] [Alternatif: 1... 6. () 1… 2 1 * 1... 7. 5. 6. ]

P Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
A sebab dari pada-Nyalah keselamatanku. Duduk

B Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
A Berapa lamakah kamu masih menyerbu manusia lemah,*
bersama-sama mencoba meruntuhkannya
B seperti menyerang dinding yang miring,*
menggempur tembok yang mau roboh?
A Rencana mereka tipuan belaka,*
mereka suka akan dusta.
B Dengan mulut, mereka memberkati,*
tetapi dalam hati, mereka mengutuki.
A Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
dan pada-Nyalah segala harapanku.
B Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
A Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*
Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.
B Percayalah kepada-Nya selalu, hai umatku, †
curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya,*
Dialah pelindung kita.
A Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*
kehampaan semata, anak-anak manusia.
B Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*
berat mereka bersama lebih ringan daripada angin.
A Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*
jangan menggantungkan diri pada perampasan.
B Apabila harta milikmu bertambah,*
janganlah hatimu melekat kepadanya.
A Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*
Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

B Kemuliaan kepada Ba-pa * Membungkuk
dan Putra dan Roh Kudus.
A Seperti pada permulaan, sekarang, se-la-lu * Tegak
dan sepanjang segala a-bad. Amin.

AB Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.

Kidung Kol 1:12-20 [PS 55]
Ulangan: [Pola lagu: 1... 1’ 1... 1 ]

P Kristuslah yang utama dari segala ciptaan; * Dialah yang kita nanti-nantikan.
AB Kristuslah yang utama dari segala ciptaan; * Dialah yang kita nanti-nantikan.

Ayat: [Pola lagu: 1... 1* 1... 1 ] [Alternatif: 1... 6. () 1… 2 1 * 1... 7. 5. 6. ]

P Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa, †
yang membuat kita layak mendapat bagian *
A dalam warisan gemilang para kudus. [ Duduk ]

B Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan *
dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Putra-Nya yang kekasih.
A Dalam Kristus kita mendapat penebusan, *
yaitu pengampunan dosa.
B Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan Yang tidak kelihatan, *
Dialah yang pertama dari segala yang diciptakan,
A Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, *
baik di angkasa maupun di bumi;
B baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan, *
singgasana, kerajaan, pemerintah, dan penguasa.
A Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan Dia dan untuk Dia, †
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.
B Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja; †
Ia yang sulung, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.
A Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhan diam dalam Kristus, †
dan dengan perantaraan Kristus, *
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
B Baik yang di bumi, maupun yang di angkasa,*
segala sesuatu pendamaian dalam darah Kristus yang tersalib.

A Kemuliaan kepada Ba-pa * Membungkuk
dan Putra dan Roh Kudus.
B Seperti pada permulaan, sekarang, se-la-lu * Tegak
dan sepanjang segala a-bad. Amin.

AB Kristuslah yang utama dari segala ciptaan; * Dialah yang kita nanti-nantikan.

Bacaan & Pendalaman
Bacaan dan pendalaman diambil dari Bagian Kedua [BAHAN KATEKESE], sesuai dengan hari pertemuan atau tema [1-31].

Nyanyian

Doa Rosario

Lagu Singkat

Di luar Masa Paskah [PS 77]

Dalam masa Paskah [PS 78]


Kidung Simeon Luk 2:29-32 [PS 79] Berdiri

Doa Penutup
Pilihan 1
P Allah, Bapa kami yang ada di surga, kami bergembira karena Kauangkat menjadi anak-anak-Mu. Kami telah Kaubebaskan dari kuasa kegelapan, dan Kaumasukkan dalam kerajaan terang. Semoga dalam mengarungi hidup yang kadang-kadang menjadi gelap ini kami tetap setia berpegang pada Kristus, Cahaya sejati, yang telah mengenyahkan kuasa kegelapan. Dialah Tuhan, pengantara kami.
U Amin.

Pilihan 2
P Tuhan, kunjungilah dan berkatilah kami malam ini. Lindungilah kami dari segala bahaya, dan jauhkanlah dari segala cobaan. Semoga damai sejahtera-Mu selalu menyertai kami. Limpahilah kami dengan rahmat-Mu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan penuh semangat untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami.
U Amin.

Penutup (Berdiri)
P Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.
U Amin.
P Dan semoga kita sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa,  Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U Amin.

Nyanyian Penutup (Berdiri)
Salah satu nyanyian Maria, lihat Puji Syukur no. 625 dan seterusnya.

Baca selengkapnya....

Pengantar Bulan Katekese Liturgi: Mengenal, Mendalami, Mencintai Ekaristi

Pengantar

Sudah 5 tahun TATA PERAYAAN EKARISTI (TPE) yang baru dipraktikkan. Tetapi, harus diakui bahwa pelaksanaan TPE baru ini masih kurang memuaskan. Dialog dan aklamasi-aklamasi pokok dalam TPE belum dilaksanakan dengan baik. Umat masih bingung mengenai tata gerak selama Perayaan Ekaristi. Para imam sendiri kurang memberi teladan dan dukungan untuk melaksanakan TPE dengan baik. Dari kekurangan-kekurangan lahiriah itu, a.l. dapat disimpulkan bahwa umat kurang mengenal, mendalami, dan mencintai Ekaristi.

Rapat Kerja Komisi Liturgi Regio Jawa Plus yang diselenggarakan pada November 2010 merekomendasikan agar kepada umat diberikan katekese yang memadai mengenai Perayaan Ekaristi. Menindaklanjuti rekomendasi ini, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta bertekat menggalakkan katekese mengenai Perayaan Ekaristi. Bulan Liturgi Nasional (BLN) 2011, yakni Mei 2011, akan dimanfaatkan untuk melaksanakan katekese mengenai Perayaan Ekaristi. Untuk itu, disusunlah katekese singkat dan sederhana ini sebagai panduan katekese selama BLN 2011. Praktis, bahan ini dipetik dari buku Paham dan Terampil Berekaristi, karya Ernest Mariyanto. Disarankan agar para pemandu memiliki dan menggunakan buku Paham dan Terampil Berekaristi sebagai bekal yang lebih kaya dan lengkap.

Bahan katekese ini disusun dalam dua bagian. Bagian pertama berisi Tata Cara Pertemuan, bagian kedua berisi Bahan Katekese, Pelaksanaan katekese BLN sendiri dikemas dalam kerangka paraliturgi Ibadat Sabda yang dipadukan dengan rosario. Jadi, pada bagian Tata Cara Pertemuan disajikan bahan-bahan Ibadat Sabda, sedangkan pada bagian Bahan Katekese disajikan tema katekese per hari, total sebanyak 31 tema. Pertanyaan-pertanyaan pendalaman pada akhir bahan katekese bersifat fakultatif; kalau ada pemandu dan waktu memungkinkan bisa dilakukan pendalaman.

Semoga bahan katekese sederhana ini sungguh memberi sumbangan kepada umat untuk semakin mengenal, mendalami, dan mencintai Ekaristi, dan dari situ diharapkan umat memetik semakin banyak buah dari Ekaristi, sehingga perayaan Ekaristi sungguh menjadi sumber dan puncak kehidupan mereka. Semoga. Amin.

Bekasi, 6 Februari 2011


Ernest Mariyanto



Catatan:

Dari Keuskupan Agung Semarang biasanya akan ada bahan yang disiapkan oleh Komisi Liturgi KAS. Dapat dilihat di www.kas.or.id.

Baca selengkapnya....

Penyejuk Imani Katolik Bulan Mei 2011

PENYEJUK IMANI KATOLIK
Minggu, antara pk. 05.30 - 06.30 INDOSIAR


Hari Minggu, 1 dan 8 Mei 2011
Tema: Seni Menghayati Kehidupan

Tayangan diawali dengan "Sayur Lodeh Kehidupan: Iman dan Salon Rias Pengantin", sebuah kisah iman dari Solo. Dilanjutkan dengan talkshow bersama Bp. Krishnamurti: "Jadilah Malaikat Kehidupan". Diperkaya dengan "Devosi di Gua Maria Klaces, Nusakambangan."
Diakhiri dengan lagu "Membangun Timor Permai" oleh VG. Aksy Sanyos Yogya.
Hadiah Kuis Pemirsa dari Penerbit Kanisius: buku "Jadilah Malaikat Kehidupan" oleh Krishnamurti

Hari Minggu, 15 dan 22 Mei 2011
Tema: Dalam Perlindungan Bunda

Untuk menyemarakkan Bulan Mei sebagai penghormatan khusus kepada Bunda Maria akan ditayangkan "Perayaan 500 Tahun Devosi kepada Tuan Ma di Larantuka" (Bag I). Kemudian pemirsa diajak menikmati sayur lodeh kehidupan: "Penjaga Gua Sendang Ratu Kenya, Danan, Wonogiri". Diperkaya dengan liputan "Karya Gereja Keuskupan Palangkaraya"
Sajian ditutup dengan lagu "Panjanglah Sungai" oleh Mahasiswa STIPas Palangkaraya.
Hadiah kuis pemirsa dari Penerbit Kanisius: buku "Berdoa Bersama Maria, Aneka Doa Rosario Baru" oleh Salvatore M. Sabato, P. OFM Conv

Hari Minggu 29 Mei dan 5 Juni 2011
Tema: Saling Berbagi Lewat Dunia Maya

Tayangan diawali dengan lagu "Jaman Kontradiksi" oleh VG. Trio I-Mail. Dilanjutkan dengan film dokumenter "Berbagi Solidaritas lewat Dunia Maya" untuk menyambut Hari Komunikasi Sosial se dunia ke 45 termasuk wawancara dengan Mgr. Piet Turang, Ketua Komsos KWI. Diperkaya dengan liputan "Perayaan 500 Tahun Devosi kepada Tuan Ma di Larantuka" (Bagian II)

Hadiah kuis pemirsa dari Penerbit Kanisius: buku "Merasul Lewat Internet" oleh Reynaldo Fulgentio Tardelly, SX

Ikuti kuis talkshow berhadiah buku ketik: kanisius (spasi) indosiar (spasi) jawaban kirim ke 081804187777 atau e-mail ke: office@savpuskat.or.id, facebook: KANISIUS Penerbit-Percetakan

Baca selengkapnya....

"Betapa lambannya hatimu sehingga kamu tidak pecaya segala sesuatu" (Kis 3:1-10; Mzm 105:1-4; Luk 24:13-35)

"Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti" (Luk 24:25-35), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

• Hidup beriman atau beragama berarti hidup dalam Kerajaan Allah, dikuasai atau dirajai oleh Allah. Kerajaan Allah adalah kerajaan hati, maka hidup di dalam Kerajaan Allah harus memiliki kecerdasan hati. Kecerdasan hati antara lain dapat diusahakan dan diperdalam dengan membaca dan merenungkan sabda-sabda Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci atau berpartisipasi dalam ibadat seperti Perayaan Ekaristi. Apa yang tertulis di dalam Kitab Suci ditulis dalam ilham Allah dan "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (2Tim 3:16). Apa yang tertulis di dalam Kitab Suci pertama-tama untuk dibacakan dan didengarkan dengan sungguh-sungguh dan khidmat, maka jika kita sungguh dapat mendengarkan sabda Tuhan kami percaya kita akan semakin memiliki hati yang cerdas dan tidak lamban. Berpartisipasi dalam Perayaan Ekaristi juga mencerdaskan hati kita, karena Perayaan Ekaristi merupakan kenangan akan wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus. Dengan sungguh-sungguh berpartisipasi dalam Perayaan Ekaristi berarti kita semakin mati dalam hal dosa dan semakin hidup dalam dan oleh Roh alias semakin dikuasai oleh Roh sehingga cara hidup dan cara bertindak kita menghasilkan buah-buah Roh, seperti "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" (Gal 5:22-23) . Semoga kita tidak bodoh atau lamban dalam hal hati, tetapi cerdas dan cekatan.

"Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (Kis 3:6), demikian kata Petrus kepada orang lumpuh yang minta bantuan atau belas kasihan, dan orang lumpuh itupun segera sembuh alias dapat berjalan. Sakit atau sehat, segera sembuh dari sakit atau lamban sembuh erat kaitannya dengan beriman atau tak beriman. Beriman berarti memper-sembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui sesama dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hati, terutama sesama atau saudara-saudari kita yang sungguh beriman seperti Petrus. Beriman juga berarti setia dan taat taat pada aneka macam tata tertib yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Jika kita sungguh beriman maka kita dapat berjalan kemana saja dengan bebas dan tanpa takut sedikitpun. Kata-kata Petrus di atas juga mengingatkan kita semua sebagai orang beriman: hendaknya jangan mengandalkan diri pada `emas dan perak' alias aneka harta benda atau kekayaan duniawi. Pengalaman menunjukkan mereka mempercayakan diri pada `emas dan perak' ketika kehilangan `emas dan perak'tersebut menjadi lumpuh, entah secara phisik, social maupun spiritual. Hendaknya kita jangan bersikap mental materialistis dalam cara hidup dan cara bertindak kita. Marilah dalam semangat iman kristiani kita hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maupun beragama. Marilah dalam dan dengan iman kita hadapi aneka macam masalah, tantangan dan hambatan, marilah kita nikmati aneka makanan dan minuman yang sehat dalam iman, meskipun tidak nikmat di lidah.

"Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!" (Mzm 105:1-4)

Jakarta, 27 April 2011


Romo Ignatius Sumarya, SJ

Baca selengkapnya....

RENUNGAN PASKAH 2011: Menjadi Kawan, Membangun Persaudaraan

I Suharyo


Atmabrata. Kata ini saya lihat tertulis pada sekeping papan sederhana, tergantung di dinding depan sebuah bangunan sederhana di daerah Cilincing, Jakarta Utara.

Atma berarti ’jiwa’, brata punya berbagai macam arti, seperti ’janji’, ’sumpah’, ’laku utama’, ’pandangan’, dan ’keteguhan hati’. Namun, bagi yang bertanggung jawab atas rumah itu, atmabrata berarti ’jiwa yang hening’.

Apa pun arti kata itu, di rumah sederhana itu berpusat bermacam pelayanan, seperti rumah pendidikan, rumah kesehatan, rumah koperasi, dan rumah pangan. Semua dalam wujud yang amat sederhana, diperuntukkan bagi warga yang lemah, miskin, dan tersingkir, dilaksanakan oleh sekian banyak relawan yang dengan tulus ingin berbagi kehidupan.

Ketika saya bertamu, di rumah itu ada berbagai kegiatan: sekelompok warga mencuci sampah plastik yang akan didaur ulang, sejumlah ibu menerima penjelasan mengenai koperasi, dan dari dalam rumah itu berembus angin berbau masakan sedap karena ada tiga wanita yang sedang memasak. Untuk siapa? Mereka memasak dan mengantarkan masakan itu ke rumah 86 warga lanjut usia di wilayah itu, yang setiap hari menantikan kedatangan pembawa berkat berupa makan siang. Sama sekali tidak ada sekat-sekat di antara sekian banyak warga yang berkumpul di rumah itu.

Di wajah mereka terbaca suatu harapan untuk kehidupan yang lebih baik, lebih bersaudara, dan kegembiraan karena dapat saling membantu. Suatu pemandangan yang menyentuh hati. Sumbernya adalah atmabrata, jiwa yang teguh, jiwa yang hening, jiwa yang menjadi sumber laku utama. Amat berbeda dibandingkan dengan hiruk-pikuk kehidupan yang pada hari-hari ini sering terdengar, seperti berita tentang korupsi, teror bom, pembangunan gedung wakil rakyat, konflik, dan tawuran antarwarga.

Pimpinan rumah dan pendukung pelayanan di Atmabrata mengatakan, baik rumah maupun berbagai pelayanan itu diselenggarakan dengan amat sederhana agar tidak ada orang yang merasa takut masuk ke dalam lingkaran pelayanan ini. Mereka tampil sebagai kawan, bukan sebagai yang mempunyai kuasa atau memiliki lebih. Dalam kacamata Kristiani, komunitas Atmabrata adalah komunitas Paskah.

Persaudaraan

Dalam salah satu kisah Paskah yang berisi kisah penampakan kepada dua murid dari Emmaus (Luk 24:13-35), Yesus yang bangkit juga ditampilkan sebagai teman yang membangun persaudaraan. Menurut kisah itu, kematian Yesus jelas membuat kedua murid dari Emmaus ini sangat kecewa. Yesus yang mereka harapkan akan mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik mati dengan cara yang amat hina, seperti penjahat. Kepada kedua murid yang kecewa dan hatinya pahit ini, Yesus yang bangkit datang dan hadir sebagai kawan, ”berjalan bersama-sama dengan mereka” (Luk 24:15). Ia tidak menebak sok tahu perasaan hati mereka, tetapi bertanya, ”Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Ketika pertanyaan itu dijawab dengan nada yang merendahkan dan memusuhi, Yesus tetap membawakan diri sebagai kawan yang amat memahami suasana hati murid-murid yang gundah dan kecewa, yang tecermin dalam muka mereka yang muram (Ayat 17). Ia bertanya merendah, Apakah itu” (Ayat 19). Menyusullah suatu muntahan kekecewaan dari lubuk hati kedua murid itu, yang hanya dapat didengarkan dan dimengerti oleh seorang kawan (Ayat 19-24).

Rupanya muntahan kekecewaan yang didengarkan dengan terbuka itu mengubah pandangan kedua murid itu terhadap Yesus. Yang semula dianggap orang asing, mencurigakan, atau bahkan mungkin mengancam diterima sebagai kawan seperjalanan. Ketika Yesus sudah diterima sebagai kawan seperjalanan, kata-kata-Nya yang keras tidak lagi ditangkap sebagai penghinaan yang menyakitkan, tetapi sabda yang membuka mata (Ayat 31) dan membuat hati berkobar-kobar (Ayat 32).

Kedua murid itu mengalami Paskah sejati: semula muka mereka muram (Ayat 17), penuh kekecewaan yang menceraiberaikan. Perjumpaan dengan Sang Kawan ini membuat hati mereka berkobar-kobar (Ayat 32), penuh pengharapan. Selanjutnya, mereka kembali berkumpul dengan kawan-kawan mereka (Ayat 33) dan terbangunlah komunitas Paskah yang baru.

Mewujud

Paskah bukan sekadar upacara, juga bukan peristiwa masa lampau saja. Lilin Paskah yang dinyalakan setiap perayaan Paskah selalu diberi tanda tahun ketika Paskah itu dirayakan. Harapannya, agar warta Paskah diwujudkan dalam realitas sosial.

Dalam berbagai kesempatan, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak umat untuk selalu hadir bersahabat, terlibat dalam usaha membangun persaudaraan dan kesejahteraan bersama di tengah-tengah realitas masyarakat yang kompleks. Surat yang ditulis oleh para uskup dalam Sidang KWI, 12 November 2010, mengajak umat untuk melihat realitas kemiskinan yang, antara lain, disebabkan oleh belum tampaknya kebijakan politik dan ekonomi yang secara kasatmata berpihak pada orang kecil. Surat yang sama mengajak umat untuk menyadari bahwa sikap intoleransi yang dirasa semakin mencemaskan dan korupsi yang semakin berbau busuk dapat merusak kehidupan bersama dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Kemiskinan, intoleransi, dan korupsi itu membuat hidup menjadi sangat kurang manusiawi. Di tengah-tengah realitas semacam itu umat Kristiani yang merayakan Paskah, baik secara pribadi maupun bersama-sama, ditantang untuk menjawab pertanyaan ini, ”Apa yang harus saya atau kita lakukan agar kehidupan bersama di lingkungan kita menjadi semakin manusiawi?” Menjawab pertanyaan ini berarti menghayati pesan Paskah. Bekerja sama menanggapi tantangan itu berarti membangun komunitas Paskah. Selamat Paskah!

I Suharyo Uskup Keuskupan Agung Jakarta

sumber : www.kompas.com

Baca selengkapnya....

Kisah Para Kudus Minggu Ini

25 April
Santo Markus, Pengarang Injil


Markus, pengarang Injil berasal dari Yerusalem. Rumah mereka biasanya digunakan sebagai pertemuan umat Kristen. Ketika Petrus dipenjarakan, banyak sekali orang Kristen berkumpul disana dan berdoa bagi keselamatan Petrus. Setelah dibebaskan malaikat, Petrus pergi menemui umat di rumah Markus. Semasa mudanya, Markus telah bertemu dengan Yesus, tetapi tidak menjadi seorang murid-Nya.

Dalam injilnya, Markus menceritakan bahwa ketika Yesus ditangkap dan di giring kehadapan mahkamah agung, seorang anak muda mengikuti-Nya dari belakang. Para serdadu hendak menangkap orang muda itu, tetapi dengan cepat pemuda itu meloloskan diri darinya. Besar kemungkinan orang muda itu adalah Markus sendiri, karena peristiwa ini hanya terdapat dalam Injil Markus saja.

Markus ini disebut juga Yohanes Markus. Ia adalah keponakan Barnabas. Ia ditobatkan dan dipermandikan oleh Petrus. Markus menemani Paulus dan Barnabas dalam beberapa perjalanan misi: perjalanan pertama ke Antiokia (Kis12:25) dan kemudian ke Siprus (Kis 13:4-5). Karena beberapa alasan, Markus kembali ke Yerusalem (Kis1 3:13). Ketika mereka mau melakukan perjalanan kedua, Barnabas mendesak agar Markus pun ikut serta, namun Paulus menolak hal itu sehingga terjadilah perpecahan antara Paulus dan Barnabas. Lalu Paulus pergi ke Asia kecil ditemani oleh Silas sedangkan Barnabas bersama Markus pergi ke Siprus (Kis 15:36-41). Dari permohonan Paulus kepada Timotius (2Tim 4:11) agar Markus mengunjunginya di penjara, dapatlah kita ketahui bahwa Paulus sangat membutuhkan Markus.

Dalam suratnya yang pertama, Petrus mengirimkan salam dari Roma, dari "anakku, Markus" (1Pet 5:13). Hal ini-diperkuat oleh tradisi purba dan nada Injil Markus-memberikan kepastian bahwa Markus juga adalah rekan atau orang yang dekat dengan Petrus. Di Roma, Markus menjadi pembantu Petrus. Ia menjadi juru bicara Petrus. Tentang hal ini dikatakan bahwa Markus dengan teliti mencatat segala sesuatu yang diingatnya tentang ucapan-ucapan Petrus kepada orang banyak.

Setelah Santo Petrus dan Paulus dibunuh oleh Kaisar Nero, Markus berangkat ke Mesir dan disana ia disebut oleh Hieronimus sebagai "bapa para pertapa di gurun pasir Mesir". Kemudian ia menjadi Uskup Aleksandria dan dibunuh karena Kristus. Jenazahnya kemudian di bawa ke Venesia dan relikiunya disimpan di Basilika Santo Markus. Tanggal lahir dan kematiannya tidak diketahui dengan pasti. Lambangnya sebagai pengarang Injil adalah singa, raja gurun pasir, yang diambil dari permulaan injilnya yang menyinggung gurun pasir.

29 April
Santa Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja


Pada abad ke-14, kota Sienna menjadi ibukota sebuah Republika yang makmur dan merdeka. Di kota inilah, Katarina lahir pada tahun 1347, keluarganya tergolong besar tapi sederhana. Demi keutuhan Gereja, Allah memilih dia menjadi pembimbing dan pelindung Gereja dalam suatu kurun waktu yang suram.

Katarina tidak bersekolah dan tidak pandai menulis. Keterampilan membaca sangat sedikit dikuasainya. Hal ini sedikit menolongnya untuk mengikuti doa ofisi di kemudian hari ketika ia masuk biara. Ketika berusia 6 tahun, ia mengalami suatu peristiwa ajaib, yang memberi tanda surgawi bahwa ia akan dipilih Allah untuk suatu tugas khusus dalam Gereja. Ia melihat Kristus di atas gereja Santo Dominikus yang sedang memberkatinya. Peristiwa ini menyebabkan perubahan besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, ia suka memencilkan diri untuk berdoa. Ibunya tidak suka melihat kelakuannya. Oleh karena itu, ia dipekerjakan di dapur dari pagi hingga malam. Ia tidak memberontak terhadap perlakuan ibunya. Sebaliknya, ia dengan taat dan rajin melakukan apa yang di suruh ibunya.

Kesabarannya dalam menaati suruhan ibunya, akhirnya membuahkan hasil yang baik. Ia mampu mengatasi segala kesulitan yang menimpanya, sambil terus berdoa kepada Tuhan. Sesudah mengalami banyak kesulitan, ia diijinkan orangtuanya untuk masuk ordo Ketiga Santo Dominikus. Di dalam biara ia tetap melaksanakan doa dan meditasi di samping karya amal dan kerasulannya. Lama-kelamaan ia menjadi pusat perhatian semua anggota biara. Kerohanian dan kepribadiannya yang menarik mengangkat dia ke atas jabatan pemimpin biara itu.

Situasi gereja pada masa itu kacau-balau. Imam-imam dan pimpinan Gereja tidak menampilkan diri secara baik. Peperangan antar negara dan antar raja-raja timbul dimana-mana. Di samping itu, Sri Paus di Avignon, Perancis yang sudah berusian 70 tahun menimbulkan percekcokan di kalangan pemimpin-pemimpin gereja. Dalam suatu penglihatan, Kristus menganjurkan kepada Katarina untuk menyurati Paus, raja-raja dan uskup serta para panglima guna memperbaiki keadaan masyarakat dan Gereja. Paus Gregorius XI memintanya pergi ke Pisa dan Florence untuk mendamaikan kedua republik itu. Katarina berhasil meyakinkan Paus untuk pulang ke Roma sebagai kota abadi dan pusat Gereja.

Semenjak masuk ke dalam Ordo ketiga Santo Dominikus, Katarina makin memperkeras puasanya. Banyak kali ia tidak makan, kecuali menerima Komuni Suci. Ia dikaruniai Stigmata / luka-luka Tuhan Yesus. Atas permohonannya, stigamata itu tidak terlihat oleh orang lain selama hidupnya. Kemudian setelah meninggal stigmata itu baru terlihat di badannya secara jelas. Katarina memiliki kharisma yang besar untuk mempengaruhi banyak orang. Ia berhasil membawa kembali banyak pendosa ke jalan Tuhan, termasuk mendamaikan raja-raja dengan Gereja. Semuanya itu dilihatnya sebagai anugerah Tuhan. Ia sendiri menganggap dirinya hanyalah alat Tuhan untuk menegakkan kemuliaan Tuhan. Pada tahun 1380 ia meninggal dunia di Roma dalam usia 33 tahun.

Baca selengkapnya....

Beatifikasi & Kanonisasi

Tradisi iman Katolik mewariskan kepada kita sejumlah besar tokoh pejuang dan pembela nilai dan paham hidup yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Itulah”Orang-Orang Kudus”. Orang-orang Kudus, terdiri dari tua-muda, rohaniawan/wati, bapa-ibu, perawan-janda, raja-rakyat jelata, cendekiawan-orang tidak berpendidikan, yang berasal dari berbagai suku bangsa, ras dan budaya.

Bunda Gereja yang kudus dibawah bimbingan Roh Kudus secara resmi menyebut dan menyatakan mereka “Orang-Orang Kudus”, baik sebagai ‘Beato-Beata’ atau ‘Santo-Santa’. Pernyataan resmi Gereja itu diawali dengan suatu proses penelitian yang panjang dan teliti, yang disebut Beatifikasi dan kanonisasi hingga akhirnya disetujui oleh Takhta Suci.

Prosedur untuk menetapkan calon santo-santa di mulai tahun 1234, di prakarsai oleh Paus Gregorius IX dan Kongregasi Ritus yang diberi wewenang untuk mengawasi keseluruh prosesnya (Kongregasi Ritus dan terbentuk mulai tahun 1588, oleh Paus Sixtus V), Prosedurnya sebagai berikut :

Apabila seorang yang telah meninggal dunia dan “dianggap martir” atau “dianggap kudus” maka biasanya Uskup Diosesan yang memprakarsai proses penyelidikan. Dimana salah satu unsur penyelidikan adalah apakah suatu permohonan khusus atau mukjizat telah terjadi melalui perantaraan calon santo-santa yang bersangkutan. Gereja juga akan menyelidiki tulisan-tulisan calon santo-santa guna melihat apakah mereka setia pada “ajaran yang murni,” pada intinya tidak didapati adanya suatu kesesatan atau suatu yang bertentangan dengan iman Katolik. Segala informasi ini dikumpulkan, dan kemudian suatu transumptum, yaitu salinan yang sebenarnya, yang disahkan dan dimeterai, diserahkan kepada Kongregasi Ritus.

Begitu transumptum telah diterima oleh Kongregasi, penyelidikan lebih lanjut dilaksanakan. Jika calon santo-santa adalah seorang martir, Kongregasi menentukan apakah ia wafat karena iman dan sungguh mempersembahkan hidupnya sebagai kurban cinta kepada Kristus dan Gereja. Dalam perkara-perkara lainnya, Kongregasi memeriksa apakah calon digerakkan oleh belas kasih yang istimewa kepada sesama dan mengamalkan keutamaan-keutamaan dalam tindakan yang menunjukkan keteladanan dan kegagahan.

Sepanjang proses penyelidikan ini, “promotor iman”, mengajukan keberatan-keberatan dan ketidakpercayaan yang harus berhasil disanggah oleh Kongregasi. Begitu seorang calon dimaklumkan sebagai hidup dengan mengamalkan keutamaan-keutamaan yang gagah berani, maka calon dimaklumkan sebagai Venerabilis.

Proses selanjutnya adalah BEATIFIKASI. Seorang martir dapat dibeatifikasi dan dimaklumkan sebagai “Beato-Beata” dengan keutamaan kemartiran itu sendiri. Di luar kemartiran, calon harus diperlengkapi dengan suatu mukjizat yang terjadi dengan perantaraannya. Dalam memastikan kebenaran mukjizat, Gereja melihat apakah Tuhan sungguh melakukan mukjizat lewat perantaraan calon Beato/Beata. Begitu dibeatifikasi, calon santa-santo boleh dihormati, tetapi terbatas pada suatu kota, keuskupan, wilayah atau kelompok religius tertentu. Selanjutnya, Paus akan mengesahkan suatu doa khusus, atau Misa atau Ofisi Ilahi yang pantas demi menghormati Beato-Beata yang bersangkutan. Setelah beatifikasi, suatu mukjizat lain masih diperlukan untuk kanonisasi dan memaklumkan secara resmi seseorang sebagai seorang santo-santa. Proses resmi untuk memaklumkan seseorang sebagai seorang santo- santa disebut KANONISASI.

Para orang-orang kudus, bukan berarti selama hidupnya tidak mempunyai cela/kesalahan. Sebagai manusia mereka memiliki juga kecenderungan berdosa, kelemahan dan kekuaragan selama masa hidupnya, ada juga orang kudus yang selama hidupnya dikenal sebagai pendosa berat, namun oleh sentuhan rahmat Allah, mereka bertobat dan memulai menata hidupnya secara baru mengikuti kehendak Allah.

Kita, dibawah bimbingan Tuhan dan Gereja-Nya, meneladani cara hidup mereka (Santo-Santa/beato-Beata), menjadikan mereka pelindung kita dan perantara doa-doa kita.

Yang terutama, dalam memilih nama Baptis atau Krisma, kita harus melihat dari Kekhasan Santo-santa tersebut, misalnya kalau diri kita ingin menjadi yang militan dalam menghayati kekristenan, pilih St. Ingatius Loyola, kalau menjadi seorang yang sangat kristis, bisa memilih nama Baptis/Krisma St. Thomas, kalau berpribadi tenang bisa pilih St. Philipus, dan sebagainya. jadi sebaiknya bukan karena disesuaikan dengan pesta/perayaan atau tanggal dari kelahiran kita. Terang doa dan dalam bimbingan Roh Kudus akan membantu dalam pemilihan nama pelindung kita baik dalam Baptis maupun Krisma.

sumber: http://www.imankatolik.or.id

Baca selengkapnya....

Beatifikasi Paus Yohanes Paulus II akan dilaksanakan tanggal 1 Mei yang akan datang, enam tahun sejak kematiannya.

VATIKAN -Beatifikasi Paus Yohanes Paulus II akan dilaksanakan enam tahun sejak kematiannya.

Seperti yang diketahui, berdasarkan norma Kanonik, pelaksanaan proses beatifikasi seharusnya menunggu lima tahun sejak kematian seorang kandidat. Namun demikian, Paus Benediktus XVI telah menguranginya dengan mempertimbangkan kekudusan Paus Yohanes Paulus II sejak masa hidupnya, pada saat dan sesudah kematiannya.

Tanggal 13 Mei 2005 Bapa Suci Benediktus XVI, beberapa minggu setelah pentahbisannya, mengumumkan keputusannya dalam bahasa latin di Katedral Santo Yohanes di Roma, dihadapan para Kolega Imam Roma, untuk mengijinkan segera pembukaan dari proses penyebab kanonik untuk Paus Yohanes Paulus II. Paus asal Polandia itulah yang pertama kalinya tanpa mendahului norma Kanonik, mengijinkan awal proses beatifikasi untuk Bunda Teresa di Kalkuta, yang meninggal tahun 1997 dan dibeatifikasi tahun 2003.

Pada tanggal 1 Mei yang akan datang, Hari Minggu kedua Paskah, Hari Raya Kerahiman Ilahi, Bapa Suci Benediktus XVI sendiri yang akan memimpin upacara ritus beatifikasi Paus Karol Wojtyla. Penutupan dari proses beatifikasi untuk Paus Wojtyla di awal tahun 2011 ini menunjukkan bahwa kerja keras telah dilakukan, dengan melakukan evaluasi atas begitu banyaknya dokumen-dokumen dan mendengarkan banyaknya kesaksian-kesaksian, untuk menganalisi masa kepausan selama hampir 27 tahun dan seluruh hidup dari seorang tokoh yang telah menandai bukan saja sejarah Gereja di abad 20.

Dalam sebuah catatan informasi dari Kongregasi bagi Penyebab Orang Kudus mengatakan: "Hari ini, 14 Januari 2011, Bapa Suci Benediktus XVI, selama audiensi yang diberikan kepada Kardinal Angelo Amato, Kepala Kongregasi bagi Penyebab Orang Kudus, telah memberikan wewenang kepada pemimpin kongregasi itu untuk mengumumkan Dekret atas Mukjizat dari Allah yang berkaitan dengan kesembuhan Suster Marie Pierre Simon dari penyakit Parkinson, berkat perantaraan Hamba Allah yang diMuliakan Yohanes Paulus II (Karol Wojtyla). Dengan demikian, keputusan ini mengakhiri proses yang mendahului ritual beatifikasi.

Peti mati Paus Yohanes Paulus II akan dipindahkan ke bawah gua Basilika Santo Petrus dan tidak akan dibuka: tidak akan ada proses exhumasi (penggalian)”, demikian P. Federico Lombardi, Juru Bicara Vatikan menyatakan di dalam konferensi pers mengenai beaitifikasi Paus Wojtyla. Jenasah Paus Yohanes Paulus II “tidak akan ditampakkan, dan akan di selungkup di dalam makam yang ditutup oleh batu marmer sederhana dengan tulisan:. Beatus Ioannes Paulus II"

http://www.pondokrenungan.com/
(dari sumber: Sala Stampa Vaticana, VIS, Il Giornale edisi 14 Januari 2011)

Oleh: Shirley Hadisandjaja Mandelli
Milano, 14 Januari 2011

Baca selengkapnya....