Social Icons

“Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia” (Kel 32:7-14; Mzm 106:19-23; Yoh 5:31-47)

“Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.”(Yoh 5:31-38), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Seorang saksi yang baik senantiasa mengatakan atau mengungkapkan kebenaran-kebenaran; ia mengatakan apa yang dilihat atau dialaminya sendiri apa adanya tanpa ditambahi atau dikurangi. Apa yang diungkapkan atau dikatakan oleh seorang saksi bertujuan untuk menyingkapkan kebenaran yang diselubungi oleh kebohongan-kebohongan. Yesus berbicara perihal kesaksian, tetapi bukan kesaksian manusia, melainkan perbuatan-perbuatan sebagai pelaksanaan kehendak Allah Bapa yang mengutusNya. Sebagai orang beriman, terutama yang beriman kepada Yesus Kristus, kita semua dipanggil untuk menjadi saksi, lebih-lebih melalui perbuatan atau perilaku bukan perkataan atau omongan. Kesaksian merupakan cara utama dan pertama dalam melaksanakan tugas pengutusan, yang tak tergantikan dengan atau oleh cara lain apapun. Sebagai suami-isteri menjadi saksi iman berarti dalam keadaan dan situasi apapun senantiasa saling mengasihi tanpa syarat; sebagai anggota lembaga hidup bakti, biarawan atau biarawati berarti tetap dan setia berbakti kepada Tuhan dalam situasi dan kondisi apapun, dan sebagai yang telah dibaptis berarti setia mengabdi Tuhan dan menolak semua godaan setan kapanpun dan dimanapun,dst… Maka baiklah kita tidak hidup dan bertindak hanya mengikuti selera atau keinginan pribadi, tetapi lebih-lebih dan terutama hidup dan bertindak sesuai dengan janji yang pernah kita ikrarkan.

· "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya” (Kel 32:7), demikian perintah atau sabda Tuhan kepada Musa, yang diutus untuk menuntun atau mendampingi bangsanya menuju tanah terjanji. Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi siapapun yang menjadi pemimpin atau atasan dalam hidup dan kerja atau perjalanan bersama.
Hidup dan pelaksanaan aneka tugas dan kewajiban bagaikan perjalanan, yaitu perjalanan menuju hidup mulia selamanya di sorga setelah dipanggil Tuhan atau meninggal dunia nanti. Di dalam perjalanan dapat terjadi aneka macam godaan atau gangguan yang menggeroti jati diri kita masing-masing, sehingga kita tidak setia pada panggilan dan tugas pengutusan, karena ‘telah rusak laku kita’. Pemimpin atau atasan perjalanan hendaknya tidak segan untuk ‘turun’, mendatangi yang dipimpin atau anggotanya guna memberi perhatian kepada mereka atau dimana perlu menegor dan memperbaiki mereka yang ‘telah rusak lakunya’, demikian pula orangtua terhadap anak-anaknya. Sebagai pemimpin atau atasan kiranya dapat menghayati motto Ki Hajar Dewantoro “ing arso asung tulodho, ing madyo ambangun karso, tut wuri handayani” (keteladanan, pemberdayaan dan motivasi). Sabda hari ini lebih-lebih mengajak kita untuk ‘ing madyo ambangun karso’ atau hadir di tengah-tengah mereka yang kita pimpin untuk memberdayakan mereka. Dengan kata lain kehadiran dan sepak terjang seorang pemimpin dimanapun dan kapanpun hendaknya memberdayakan mereka yang dipimpin, artinya yang dipimpin menjadi semakin bergairah, bersemangat dan dinamis dalam melaksanakan tugas pengutusan atau kewajibannya. Mereka yang telah rusak perilakunya hendaknya dengan rendah hati diajak untuk memperbaiki atau bertobat, dan jangan dibiarkan saja. Membiarkan atau terlambat memperbaiki mereka yang telah rusak perilakunya dapat menjadi racun dalam perjalanan bersama, artinya merusak perjalanan bersama.

“Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; mereka menukar Kemuliaan mereka dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput. Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir: perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau. Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka” (Mzm 106:19-23)


Jakarta, 7 April 2011


Romo Ign Sumarya, SJ

Seruan Tobat Dengan Pemercikan Air

Seruan tobat cara 4, yaitu dengan pemercikan air yang dapat diiringi, misalnya, dengan nyanyian Asperges Me (Percikilah aku) (PS 233/TPE hal 23-24/103) sesuai dengan Mzm 51:9. atau Vidi Aquam (Aku melihat air) untuk masa Paskah (PS 234/TPE hal 24-27/MB 104) didasarkan pada teks Yeh 47:1–2,9.

Setelah upacara pemercikan air, imam langsung memberi absolusi “Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal”. (jadi tanpa "Tuhan kasihanilah kami), dilanjutkan Madah Kemuliaan (kecuali pada masa Adven dan Prapaskah)

"Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku ia mempunyai hidup yang kekal" (Yes 49:8-15; Mzm 145:8-14; Yoh 5:17-30)

"Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga." Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup."(Yoh 5:17-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• Menjadi utusan maupun percaya kepada seorang utusan rasanya tidak mudah, orang sering kurang percaya diri sabagai yang diutus atau kurang percaya kepada seorang utusan. Sabda Yesus hari ini mengajak dan mengingatkan kita semua untuk mawas diri sejauh mana kita percaya kepada sabda-sabda-Nya dan kemudian melaksanakannya dalam hidup sehari-hari. "Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku ia mempunyai hidup yang kekal", demikian sabda Yesus. Jika sabda Tuhan sungguh tertanam di dalam hati kita masing-masing, kami percaya kita akan hidup berbahagia, damai sejahtera dan ketika dipanggil Tuhan langsung menikmati hidup kekal, berbahagia selama-lamanya di sorga. Percaya memang tidak mudah, maka baiklah saya mengingatkan sekali lagi: sedikit banyak HP (Hand Phone) telah menggerogoti kepercayaan kita kepada saudara-saudari kita, dan ketika kita kurang percaya kepada saudara-saudari kita maka akan sulit percaya kepada Tuhan. Bukankah ketika belum ada HP kita jarang mengkontak/menghubungi suami, isteri, anak-anak, pacar/tunangan, rekan, atau sahabat kita, namun ketika memiliki HP hampir setiap jam atau ada kesempatan kita menghubunginya. Pertanyaan: ketika saya menghubungi mereka melalui HP -> hal itu merupakan tanda cinta atau tanda curiga? Hemat saya merupakan tanda curiga alias kurang percaya. Percaya kepada Tuhan identik dengan percaya kepada saudara-saudari kita, yang hidup dan bekerja setiap hari bersama kita.

"Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau." (Yes 49:15), demikian sabda Tuhan melalui nabi Yesaya. Tuhan tidak pernah melupakan kita, meskipun kita sering melupakan atau mengabaikanNya. Para ibu kiranya dapat menjadi teladan dalam mengingat dan mengenangkan kebaikan atau kasih karunia Tuhan, mengingat dan mempertimbangkan pernah mengandung dan mendampingi dengan penuh kasih dan perhatian `kasih karunia Tuhan', bayi, anak manusia, yang dianugerahkan kepadanya. Maka dengan ini kami berharap kepada para ibu untuk menjadi kekuatan dalam hal mengenangkan kasih karunia atau sabda-sabda Tuhan dalam keluarganya, sehingga seluruh anggota keluarga ingat dan senantiasa mengenangkan kasih karunia atau sabda-sabda Tuhan. Dalam kenyataan dapat kita lihat bahwa yang rajin hadir dalam doa bersama di lingkungan pada umumnya adalah para ibu. Kita ingat juga sebuah lagu "Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia". Semoga para ibu atau rekan perempuan sungguh dapat menjadi sinar yang menerangi hidup bersama dimanapun dan kapanpun. Semoga kehadiran dan sepak terjang rekan-rekan perempuan atau para ibu sungguh menggairahkan dan menggembirakan kehidupan bersama dimanapun dan kapanpun.

"TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk." (Mzm 145:8-9.13b-14)

Jakarta, 6 April 2011


Romo Ign Sumarya, SJ

“Jangan berbuat dosa lagi supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." (Yeh 47:1-9.12; Mzm 46:2-3.5-6; Yoh 5:1-16)

“Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.”(Yoh 5:5-16) , demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Aneka pelayanan medis dan obat buatan manusia sering mengalami ketebatasan dalam penyembuhan pasien, dan ketika usaha manusia tersebut terbatas atau tak mampu menyembuhkan, maka ada kemungkinan orang kemudian mencari penyembuhan alternatif, sebagaimana terjadi di ‘kolam’ dekat Pintu Gerbang Anak Domba di Yerusalem, dimana orang mendambakan mujizat. Ada seseorang yang berpenyakit lumpuh mendambakan mujizat penyembuhan di kolam tersebut, namun karena keterbatasan phisiknya ia senantiasa kalah berjuang dengan orang lain, sehingga bertahun-tahun menunggu apa yang didambakan tak menjadi kenyataan. Akhirnya Yesus datang menyembuhkannya dan setelah sembuh dari kelumpuhannya kepadanya dipesan : "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”. Mungkin kita tidak lumpuh secara phisik, tetapi ada kemungkinan lumpuh secara psikologis atau spiritual, maka baiklah kita mohon rahmat penyembuhan kepada Tuhan melalui saudara-saudari kita. Jika kita telah sembuh hendaknya hidup dengan penuh syukur dan terima kasih, dan secara konkret berusaha tidak melakukan aneka perbuatan yang membuat kita sakit atau lumpuh. Sehat dan sakit erat kaitannya dengan beriman dan tidak beriman, maka jika kita menderita sakit berarti kurang beriman. Kita juga diingatkan bahwa tidak perlu takut dan gentar ketika harus melanggar tata tertib buatan manusia, asal apa yang kita lakukan lebih dari tata tertib tersebut, yaitu demi keselamatan jiwa manusia.

· “Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup”(Yeh 47:9). Kutipan ini mengingatkan kita semua akan pentingnya dan makna air dalam hidup manusia. Air memang menjadi lambang kehidupan dan kesucian atau berkat. Ingat dan hayati bahwa sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, binatang maupun tumbuhan kurang air akan mati. Air juga berfungsi penyalur tenaga listrik yang handal, entah di luar diri kita ataupun di dalam tubuh kita sendiri. Maka dengan ini kami mengingatkan kita semua untuk menjaga kelestarian sumber air tanah yang bersih dan sehat. Untuk itu antara lain menjaga lingkungan hidup tetap hijau dan rindang karena tanaman atau tumbuhan besar penahan dan penampung air hujan; jaga dan lingkungan hutan maupun pohon-pohon besar di kota-kota besar yang menjadi ‘paru-paru’ dunia atau kota. Jauhkan dan berantas aneka pemalakan atau pembabatan hutan demi tujuan komersial dari sekelompok orang yang serakah akan harta benda atau uang. Tidak menjadi sumber air dengan baik berarti tidak memperhatikan generasi mendatang alias egois. Hendaknya diusahakan adanya resapan-resapan air di lingkungan bangunan rumah atau kantor anda, maupun di halaman dan kebon anda. Salah satu usaha bersama yang baik kita lakukan antara lain ‘jangan menggunakan alat pembungkus aneka makanan atau minuman dengan plastik atau yang sejenis, sehingga sampah-sampah bersih dari plastik’. Pembiaran pemanfaatan plastik dengan serakah berarti berusaha menghancurkan lingkungan hidup berserta dengan manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya.

“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi “(Mzm 46:2-3.5-6)

Jakarta, 5 April 2011

Romo Ignatius Sumarya, SJ

"Tuhan datanglah sebelum anakku mati." (Yes 65:17-21; Mzm 30:4-6; Yoh 4:43-54)


“Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. Maka setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.” (Yoh 4:43-54), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Kepada kita diingatkan kembali bahwa orang asing atau lain lebih percaya kepada Yesus daripada saudara-saudari-Nya sendiri di Nazareth. Warta Gembira hari ini menceriterakan penyembuhan orang sakit di Kana; iman itulah yang menyembuhkan. Maka baiklah kita umat beriman mawas diri sejauh mana kita sungguh menghayati iman kita; jika kita sungguh menghayati iman kita percayalah kita pasti senantiasa akan dalam keadaan segar bugar, sehat wal’afiat dan tidak mudah jatuh sakit. Menghayati iman antara lain dengan sungguh-sungguh melaksanakan tugas pekerjaan kita masing-masing, hidup dan bertindak sesuai dengan panggilan kita serta melaksanakan sepenuhnya aneka aneka tata tertib yang terkait dengan panggilan tersebut. Marilah kita hidup teratur, tertib dan disiplin diri, entah dalam hal makan dan minum, bekerja/belajar dan istirahat, olahraga dst.. Saling mengasihi itulah keutamaan yang hendaknya juga dihayati dalam pergaulan bersama dimanapun dan kapanpun. Sementara itu jika kita dalam keadaan sakit atau kurang sehat, hendaknya dengan rendah hati menghadap Tuhan untuk mohon penyembuhan melalui dukungan dan dalam kebersamaan dengan saudara-saudari kita, meneladan pegawai istana yang mohon kepada Yesus “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati”. Dengan kata lain kita hendaknya juga murah hati untuk membantu penyembuhan orang lain yang sungguh membutuhkan.

· "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan,” (Yes 65:17-18a). Bergiranglah dan bersorak-sorailah untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan” inilah yang hendaknya kita renungkan dan hayati dalam hidup kita sehari-hari. Ciptaan Allah di bumi antara lain manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan beserta lingkungan hidupnya, maka marilah kita bergirang dan bersorak-sorai atas semuanya itu. Tentu saja pertama-tama dan terutama relasi kita dengan sesama manusia dimanapun dan kapanpun: hendaknya kita sambut dengan gembira dan gairah siapapun yang mendatangi atau menyapa kita, sebagaimana dilakukan pegawai istana menyambut kedatangan Yesus di Kana, sehingga kebersamaan hidup menjadi gembira dan dengan demikian lingkungan hidup dimana kita hidup atau berada sungguh menarik, mempesona dan memikat bagi siapapun. Hidup dalam persahabatan atau persaudaraan sejati pada dirinya bersifat missioner, berdimensi pengutusan. Maka dengan ini kami berharap pada komunitas basis, entah dalam keluarga atau komunitas, sungguh terjadi persaudaraan atau persahabatan sejati, tiada kebencian, pertentangan, permusuhan atau saling mendiamkan. Hendaknya kita senantiasa hidup baru setiap hari atau saat/jam, artinya menghadapi dan menyikapi segala sesuatu dengan semangat baru, misalnya setiap pagi berdoa seperti ini “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”(Rat 3:22-23). Kasih setia Tuhan antara lain menjadi nyata dalam kegairahan dan kegembiraan ciptaan-ciptaan Allah, entah dalam manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan.


“TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai” (Mzm 30:4-6)


Jakarta, 4 April 2011


Romo Ignatius Sumarya, SJ

Kegiatan bersama Rm. A. Mangunhardjana, SJ bulan April 2011

1. Paguyuban Bilansia
Para Ibu dan Bapak yang berusia 56 tahun ke atas, anda diundang untuk hadir dalam misa bulanan lansia (setiap Kamis, menjelang Jumat Pertama). Misa akan dimulai 7 April 2011 pukul 17.30 di Gereja.

2. Rekoleksi Paguyuban Pecinta Kitab Suci
Minggu, 10 April 2011: Tempat: Wisma Syantikara, Yogyakarta.
Tema: KEBANGKITAN KRISTUS DAN KEBANGKITAN KITA. Berangkat dari Stasiun KA Balapan pk. 06.30

3. Pertemuan Paguyuban Pamong Wilayah Lingkungan
Senin, 11 April 2011, pukul 18.30 di Gedung Paroki.
Materi: MENJADI PENGURUS LINGKUNGAN: ENJOY SAJA!!!

4. Pertemuan Paguyuban Katekis
Rabu, 13 April 2011. Pukul 18.00 Tempat: Gedung Paroki.
Materi: KEBANGKITAN ORANG MATI: APA YANG TERJADI DENGAN DIRI KITA SESUDAH MENINGGAL?

5. Pertemuan Paguyuban Putra Altar
Sabtu, 16 April 2011, pukul 14.00 di Gedung Paroki.
Materi: KEBIJAKSANAAN: APA ITU DAN BAGAIMANA PRAKTEKNYA?

Warta Paroki: 2 - 3 April 2011


BUKU PANDUAN PEKAN SUCI

Telah tersedia Buku Panduan Pekan Suci untuk Perayaan Ekaristi Minggu Palma, Kamis Putih, Ibadat Jumat Agung, Perayaan Ekaristi Malam Paskah dan Minggu Paskah dengan mengganti ongkos cetak Rp 4.000 (Empat Ribu Rupiah). Dapat diperoleh sesudah Misa Sabtu-Minggu, atau Toko Buku Purbayan (pada hari Selasa-Jumat buka jam 09.00-14.00)

JADWAL SAKRAMEN TOBAT silahkan baca:klik disini

INFORMASI KEGIATAN BERSAMA RM. MANGUNHARDJANA, SJ silahkan baca: klik disini

IBADAT JALAN SALIB


Selama Masa Prapaskah, setiap Jumat akan diadakan Ibadat Jalan Salib dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi pukul 17.00

MISA WILAYAH

Selama Masa Prapaskah, Misa Wilayah ditiadakan. Kegiatan misa di wilayah dapat diganti dengan pertemuan Prapaskah atau pertemuan lain seturut kebutuhan masing-masing wilayah/lingkungan.

PAGUYUBAN BILANSIA

Para ibu dan bapak yang berusia 56 tahun ke atas, anda diundang untuk hadir dalam misa bulanan lansia (setiap Kamis, menjelang Jumat Pertama). Misa akan dimulai 7 April 2011 pukul 15.30 di Gereja.

DONOR DARAH

Minggu, 10 April 2011 ada Donor Darah bertempat di SD Kanisius Keprabon II dimulai pukul 08.00. Saudara diundang untuk berpartisipasi.

RETRET DOA

Bagi umat yang tertarik untuk mengetahui rahasia hidup doa, anda dapat mengikuti Retret "Mutiara di balik doa" bersama Rm. Jusuf Halim, SVD pada tanggal 15-17 April 2011 di Rumah Retret St. Maria Tawangmangu. Pendaftaran Novi (7552250), Maria (721997).

AMPLOP PERSEMBAHAN PASKAH

Di Kotak Panduan Misa tersedia AMPLOP PERSEMBAHAN PASKAH, Bapak, Ibu, Saudara/i yang belum mendapat AMPLOP PERSEMBAHAN PASKAH dari Lingkungan dipersilahkan mengambil setelah diisi dikembalikan ke Gereja St Antonius Purbayan di kotak depan pintu masuk gereja sebelah kiri.

KOTAK AKSI PUASA PEMBANGUNAN

Sebagai bentuk ungkapan matiraga di kotak panduan misa tersedia Kotak APP. Bapak, Ibu, Saudara yang belum mendapat dari Lingkungan dipersilahkan mengambil setelah diisi dikembalikan ke Gereja Purbayan pada hari Jumat Agung.

REKOLEKSI DAN RETRET TAHUN 2011

1. Sabtu dan Minggu 9-10 April 2011 pukul 17.30 di Rumah Retret Panti Semedi Klaten. Tema: RUGILAH AKU, KARENA TAKUT MANUSIA. Pendamping: Romo P.J. Abdipranata, SJ. Biaya Rp 100.000,- per orang.
2. Kamis-Sabtu, 28-30 April 2011 pukul 18.30 di Rumah Retret Panti Semedi Klaten. Tema: AKU BELAJAR MEMBEDAKAN ROH-ROH. Pendamping: Romo P.J. Abdipranata, SJ. Biaya Rp 190.000,- per orang.

TUGAS PARKIR

Minggu ini 2-3 April 2011: Wilayah Kampung Sewu.
Minggu depan 9-10 April 2011: Wilayah Gandekan.

PENGUMUMAN PERKAWINAN
Akan saling menerimakan Sakramen Perkawinan:

A. Pengumuman Pertama

1. Utoro Tri Putro dengan Rafianti Dewi, keduanya dari Cikarang, Bekasi.
2. FX Suwandi Iskak dari Jakarta Barat dengan Katarina Naomi Petrina Yoesoef dari Jl Dr Rajiman Surakarta.
3. Indra Wahyu Bintoro dengan Ika Prilyani Putri.

B. Pengumuman Kedua

1. Mikale Budi Sutrisno dari Pucangsawit dengan Eleonora Yucke Adiningsih dari Setabelan.

Bagi umat yang mengetahui adanya halangan pernikahan bagi masing-masing pasangan tersebut dimohon segera memberitahu Pastor Paroki.




*ralat petugas koor: Misa I 05.30 Wilayah Sudiroprajan

BACAAN LITURGI

Senin , 4 April 2011
Yes 65: 17-21; Mzm 46: 2-3,5-6,11-12a,13b; Yoh 4: 43-54

Selasa, 5 April 2011
Yeh 47: 1-9; Mzm 46: 2-3,5-6,8-9; Yoh 5: 1-16

Rabu, 6 April 2011
Yes 49: 8-15; Mzm 145: 8-9,13cd-14,17-18; Yoh 5: 17-30

Kamis, 7 April 2011
Kel 32: 7-14; Mzm 106: 19-20,21-22,23; Yoh 5: 31-47

Jumat, 8 April 2011
Keb 2: 1a,12-22; Mzm 34: 17-18,19-20,21,23; Yoh 7: 1-2,10,25-30

Sabtu ,9 April 2011
Yer 11: 18-20; Mzm 7: 2-3,9bc-10,11-12; Yoh 7: 40-53

Minggu, 10 April 2011 HARI MINGGU PRAPASKAH V
Yeh 37: 12-14; Mzm 130: 1-2.3-4ab,4c-6,7-8; Rm 8: 8-11; Yoh 11: 1-45

Bulan April 2011:

Ujud Umum:
Melalui pewartaan Injil yang mengena, semoga kepada orang muda Gereja mampu memberikan semangat baru dan keberanian untuk memaknai hidup

Ujud Misi:
Melalui pewartaan Injil dan kesaksian hidup, semoga para misionaris dibuat mampu membawa Kristus kepada mereka yang belum mengenalnya

Ujud Gereja Indonesia:
Semoga Hari Bumi (22 April) turut menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam memelihara ibu-bumi agar tetap layak huni.

HOMILI Sabtu-Minggu, 2 - 3 April 2011 Hari Minggu Prapaskah IV (1Sam 16:1b.6-7.10-13a; Mzm 23:1-6; Ef 5:8-14; Yoh 9:1-41 [Yoh 9:1.6-9.13-17.34-38])

Aneka macam bentuk penyakit yang diderita oleh umat manusia pada umum secara umum lebih disebabkan oleh dosa-dosa atau ketidak-imanan manusia, entah dosa orang yang sedang menderita sakit sendiri atau dosa orang lain. Sebagai contoh ketika orang tuanya, khususnya sang ibu kena penyakit HIV karena pergaulan seks bebas, atau peminum minuman keras atau perokok dst.., maka ada kemungkinan anak yang dikandung dan dilahirkan dalam keadaan cacat, entah secara fisik, psikologis atau spiritual. Begitulah yang dikisahkan dalam Warta Gembira hari ini dimana ada seseorang yang buta sejak dilahirkan, hemat saya hal itu terjadi karena kekurangan atau dosa orangtuanya, khususnya ibunya yang telah mengandungnya dan melahirkannya. Ketika anak dalam keadaan cacat pada umumnya orangtua berusaha keras untuk menyembuhkannya, entah minta tolong dokter spesialis atau melalui aneka macam pengobatan alternative. Namun, hemat saya cacat phisik, psikologis atau spiritual sejak bayi kiranya sulit untuk disembuhkan, dan jika dapat sembuh hemat kami sungguh merupakan mujizat, sebagaimana dialami oleh si buta dalam warta gembira hari ini. Maka baiklah kami mengajak dan mengingatkan anda sekalian untuk lebih percaya pada penyelenggaraan Ilahi daripada usaha manusiawi.

"Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" (Yoh 9:35)

Penyembuhan si buta menimbulkan polemik atau ketegangan di antara para tokoh Yahudi maupun masyarakat pada umumnya, sehingga si buta yang telah sembuh dan dapat melihat tersebut diusir dari rumahnya. Mereka tidak percaya bahwa yang menyembuhkan si buta adalah, Yesus, Mesias, Penyelamat Dunia, yang sebenarnya kedatangan-Nya mereka dambakan. Mendengar bahwa ia diusir dari rumahnya, maka Yesus dengan belas kasihan mencari dan menemuinya, dan kepadanya Ia bersabda: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia? ". Menanggapi pertanyaan Yesus ini ia pun menjawab: "Aku percaya, Tuhan!"(Yoh 9:38). Selanjutnya Yesus bersabda: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." (Yoh 9:39).

Kita mungkin tidak buta mata phisik kita, tetapi ada kemungkinan buta mata hati atau jiwa kita, seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Maka baiklah kita mawas diri dengan rendah hati dan jujur: apakah kita buta hati dan buta jiwa alias kurang percaya kepada Penyelenggaraan Ilahi dan lebih percaya pada apa-apa yang kelihatan. Marilah kita sadari dan hayati bahwa apa-apa yang kelihatan, entah itu manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan atau aneka harta benda karya manusia, tak pernah lepas dari Penyelenggaraan Ilahi atau karya Tuhan. Marilah kita "memandang, bagaimana Allah tinggal dalam ciptaan-ciptaan-Nya: dalam unsur-unsur memberi `ada'nya; dalam tumbuh-tumbuhan, memberi daya tumbuh; dalam binatang-binatang, daya rasa; dalam manusia memberi pikiran; jadi Allah juga tinggal dalam aku, memberi aku ada, hidup berdaya rasa dan berpikiran. Bahkan dijadikan olehNya aku bait-Nya, karena aku telah diciptakan serupa dan menurut citra yang Mahaagung" (St. Ignatius Loyola: LR no 235).

Percaya kepada `Anak Manusia', Yesus Penyelamat Dunia, berarti dengan rendah hati menghayati karya Tuhan atau Roh-Nya dalam ciptaan-ciptaan-Nya. Marilah kita buka dengan rendah hati mata hati dan mata jiwa kita maupun mata akal budi untuk melihat karya Tuhan atau Penyenggaraan Ilahi dalam ciptaan-ciptaanNya. Dengan kata lain kita dipanggil untuk hidup dan bertindak dalam dan dengan kecerdasan spiritual, yang antara lain memiliki cirikhas sebagai berikut:

1. Mampu untuk fleksibel (adaptasi aktif dan spontan)- hidup dari Roh/kehendak Tuhan
2. Memiliki kesadaran diri yang tinggi – menghati diri sebagai pendosa yang dicintai dan diutus oleh Tuhan
3. Mampu menghadapi dan menggunakan penderitaan - salib –> kebodohan bagi orang Yunani, batu sandungan bagi orang Yahudi, keselamatan bagi yang percaya
4. Mampu menghadapi dan mengatasi rasa sakit - mengikuti Yesus -> menelusuri jalan salib
5. Hidup dijiwai oleh visi dan nilai-nilai – hidup dan bertindak sesuai dengan konstitusi, pedoman, asas-dasar, anggaran dasar ??
6. Enggan untuk menyakiti orang lain – hidup dalam kasih pengampunan
7. Melihat hubungan dari yang beragam (holistik) – membangun dan memperdalam persaudaraan sejati
8. Bertanya `mengapa' dan `apa jika' untuk mencari jawaban mendasar – memiliki semangat magis, ongoing formation
9. Kemampuan/kemudahan untuk `melawan perjanjian' - reformator, bertobat terus menerus


"Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu." (Ef 5:8-11)

Paulus mengingatkan orang-orang Efesus dan kita semua umat beriman bahwa "sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan" dan dengan demikian buah cara hidup dan cara bertindak kita adalah "kebaikan dan keadilan dan kebenaran'. Kita juga diingatkan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan atau aneka bentuk kejahatan. Pertama-tama dan terutama marilah kita berusaha dengan rendah hati dan dalam rahmat Tuhan senantiasa melakukan apa yang baik, benar dan adil dalam cara hidup dan cara bertindak kita dimanapun dan kapanpun. Secara konkret hal itu berarti cara hidup dan cara bertindak kita senantiasa membahagiakan dan menyelamatkan baik bagi diri kita sendiri maupun sesama kita, terutama kebahagiaan atau keselamatan jiwa.

Masa kini kiranya masih merajalela perbuatan-perbuatan kegelapan seperti "percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya" (Gal 5:19-21). Hendaknya tanpa takut dan gentar menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan yang dihayati oleh saudara-saudari kita, dan tentu saja hal itu mengandaikan kita sendiri tidak pernah melakukan perbuatan-perbuatan kegelapan. Baiklah jika kita saling membantu baik dalam hidup dan bertindak adil, benar dan baik maupun dalam menelanjangi perbuatan-perbuatan jahat. Dalam kebersamaan kita akan lebih kuat, handal dan mampu daripada sendirian. Perbuatan-perbuatan kegelapan yang kiranya perlu kita perhatikan masa kini, lebih-lebih di kalangan remaja atau muda-mudi adalah `percabulan, kemabukan dan pesta pora', antara lain terkait dengan narkoba. Dalam era maraknya warnet maupun internet secara pribadi atau di rumah maupun dengan BB, rasanya dengan mudah para remaja dan muda-mudi tergoda untuk melakukan percabulan. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan para orangtua untuk sungguh memperhatikan anak-anaknya dalam memfungsikan aneka macam sarana komunikasi modern masa kini seperti BB maupun computer untuk internetan dst..

"TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." (Mzm 23)


Jakarta, 3 April 2011


Romo Ign Sumarya, SJ

Informasi Seputar Pekan Suci 2011






PETUGAS PARKIR:

KAMIS PUTIH
Misa 1: Keprabon, Sangkrah, Kampung Baru
Misa 2: Ketelan, Kampung Sewu, Ignatius 17

JUMAT AGUNG
Ibadat 1: Ngrayapan, Kedung Lumbu
Ibadat 2: Kebalen, Kemlayan, Purwodiningratan

SABTU MALAM PASKAH
Misa 1: Timuran, Kronelan, Kepatihan
Misa 2: Sudiroprajan, Gandekan, Setabelan





KAMIS, 21 APRIL 2011
KAMIS PUTIH
Misa I: 16.30
Misa II: 19.30


SESUDAH MISA KAMIS PUTIH KE II
JADWAL TUGURAN

pk. 22.00-23.00 Wilayah Barat (Koordinator: Bp. Hendro Gunawan)
pk. 23.00-24.00 PD Antonius + PD Maria (Koordinator: Ibu Kartinah)
pk. 24.00-01.00 Wilayah Tengah (Koordinator: Bp. Yulius Meiyono)
pk. 01.00-02.00 Wilayah Timur (Koordinator: Bp. Gesang Dulngadmadi)
pk. 02.00-03.00 PD Kasih + PD MOC (Koordinator: Bp. Haryanto)
pk. 03.00-04.00 OMK (Koordinator: Sdr. Wawan)
pk. 04.00-05.00 Para Religius + Paguyuban Panggilan (Koordinator: Br. Heri)


JUMAT AGUNG
Doa Jalan Salib: 07.00
Ibadat I: 15.00
Ibadat II: 18.00

MALAM PASKAH
Misa I: 16.00
Misa II: 19.30


MINGGU PASKAH
Misa I: 07.00
Misa II: 08.30
Misa III: 18.00


BACAAN LITURGI:

16-17 APRIL 2011: HARI MINGGU PALMA Perarakan: Mat 21:1-11; Ekaristi: Yes 50:4-7, Mzm 22:8-9,17-18a,19-20,23-24, Flp 2:6-11, Passio: Mat 26:14-27:66

21 APRIL 2011 (SORE/MALAM): HARI KAMIS PUTIH Kel 12:1-8,11-14, Mzm 116:12-13,15-16bc,17-18, 1Kor 11:23-26, Yoh 13:1-15

22 APRIL 2011 JUMAT AGUNG: Yes 52:13-53:12, Mzm 31:2,6,12-13,15-16,17,25, Ibr 4:14-16, 5:7-9, Passio: Yoh 18:1-19:42

23 APRIL 2011: MALAM PASKAH: Kej 1:1-2:2, Kel 14:15-15:1, Yes 54:5-14, Rm 6:3-11, Mzm 118:1-2,16ab-17,22-23, Mat 28:1-10

24 APRIL 2011: HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN: Kis 10:34a,37-43, Mzm 118:1-2,16ab-17,22-23, Kol 3:1-4 / 1Kor 5:6b-8, Yoh 20:1-9 (Pagi), Luk 24:13-35 (Sore)



DENAH LOKASI TEMPAT DUDUK UMAT GEREJA ST. ANTONIUS PURBAYAN SURAKARTA


Klik gambar untuk memperbesar






TEMPAT DUDUK UMAT

A. di dalam gedung gereja.
B. di halaman depan gereja.
C. di halaman gedung paroki.
D. di gang sebelah selatan gereja,
E. di Aula Bawah Gd. Paroki.
F. di Aula Atas Gd. Paroki.
G. di Halaman belakang Gd. Paroki.
H. di gang sebelah utara gereja.
I. di gang sebelah selatan gedung paroki.

Kesabaran

Kesabaran itu dibuktikan oleh pengalaman dan hasil dari sebuah proses. Itu juga yg terjadi pada Stephen Covey, penulis buku Seven Habits of Highly Effective People tentang pengalamannya di kereta api bawah tanah New York.

Hari itu minggu pagi. Para penumpang duduk diam, mengantuk, membaca koran dan beberapa lagi melamun.

Namun ketenangan itu berubah saat seorang pria dan anak-anaknya naik membuat gaduh dan mengganggu seluruh gerbong.

Pria itu nampak tidak peduli dengan tingkah anak-anaknya yg sangat mengesalkan, ia bahkan tidak berbuat apa apa.

Covey menahan jengkel. Akhirnya berkata juga pada pria itu, "Pak, anak2 anda benar2 mengganggu semua orang, bisakah anda sedikit mengendalikan mereka ?"

Pria itu menjawab dengan pelan, "Oh Anda benar, maaf seharusnya saya melakukan sesuatu. Kami baru pulang dari rumah sakit. Ibu mereka meninggal sejam yang lalu. Saya tdk tau harus berpikir bagaimana. Dan saya kira mereka juga tidak tahu bagaimana harus menghadapinya"

Covey menulis lebih lanjut. "Bisakah anda membayangkan perasaan saya waktu itu? Paradigma saya bergeser. Tiba-tiba saya melihat semuanya secara berbeda, saya berpikir secara berbeda. Kekesalan saya lenyap pada hari itu. Hati saya dipenuhi kepedihan pria itu. Rasa simpati dan belas kasihan mengalir dan semua nya berubah dalam sekejap."

Kita bisa bersikap sabar dan mengasihi orang lain, bila kita mau melihat melalui kacamata yang berbeda.

Selama kita berfokus pada persoalan dan pemikiran kita sendiri, maka tdk akan pernah muncul rasa simpati dan toleransi dlm diri kita terhadap orang lain

Mari belajar mengasihi dengan tulus hati, dengan lebih memahami apa yang tengah dialami orang-orang disekitar kita.

Dengan cara itulah kita bisa lebih BERSABAR.....


Jadi sabar ya......pantang marah...... Tuhan memberkati. ***


(YW)

“Ya Allah kasihanilah aku orang berdosa ini.” (Hos 6:1-6; Mzm 51:3-4.18-21ab; Luk 18:9-14)

“Kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”(Luk 18:9-14), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Orang sombong senantiasa memamerkan kemana-mana apa yang telah ia kerjakan atau capai dalam kehidupan ini, misalnya: gelar, kedudukan, kekayaan, pangkat dst.. Yang sering melakukan hal ini pada umumnya adalah para pemimpin, direktur, manajer, dst.., padahal kesuksesan usaha atau peran mereka tak pernah lepas dari jasa dan kinerja sekian banyak orang yang membantunya seperti para pegawai, buruh atau bawahan. Sabda hari ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk senantiasa bersikap rendah hati seperti pemungut cukai, yang berdoa kepada Tuhan “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini”. Doa ini mengingatkan kami akan apa yang telah dimaklumkan oleh para Yesuit dalam Konggregasi Jendral ke 32, yang memaklumkan bahwa “Yesuit adalah pendosa yang dipanggil Tuhan untuk berpartisipasi dalam karya penyelamatan-Nya”. Marilah kita sadari dan hayati bahwa hidup dan segala sesuatu yang menyertai kita, atau kita miliki, kuasai dan nikmati sampai saat ini adalah anugerah Tuhan yang telah kita terima melalui saudara-saudari kita yang telah berbuat baik kepada kita melalui aneka cara dan bentuk. Karena semuanya adalah anugerah Tuhan, maka tidak ada alasan untuk menjadi sombong, dan jika sombong berarti tidak beriman. Kami berharap kepada mereka yang berpengaruh dalam kehidupan bersama untuk dapat menjadi teladan hidup rendah hati, sebagaimana juga diusahakan dan senantiasa dinyatakan oleh para gembala Gereja Katolik, para uskup bahwa dirinya adalah hamba yang hina dina.

· “Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran” (Hos 6:6), demikian firman Tuhan melalui nabi Hosea. Kasih setia dan pengenalan akan Allah itulah yang didambakan dari kita semua umat beriman. Masa Prapaskah juga merupakan kesempatan untuk mawas diri perihal kasih setia dan pengenalan kita akan Allah. Pertama-tama marilah kita kenali, sadari dan hayati bahwa Allah telah mengasihi kita begitu melimpah ruah tanpa batas, dan meskipun kita sering kurang atau tidak mengimani kasih-Nya Ia tetap setia mengasihi kita, maka Allah adalah yang maha kasih setia.
Kami berharap para suami-isteri atau bapak-ibu dapat menjadi teladan dalam penghayatan kasih setia satu sama lain, sebagaimana pernah saling berjanji untuk saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit sampai mati atau selama-lamanya. Suami-isteri hendaknya bekerjasama dalam mengasihi anak-anaknya, mengingat dan memperhatikan bahwa anak adalah hasil atau buah kerjasama antar suami-isteri. Kebersamaan dalam mengasihi anak akan mengesan bagi anak-anak, dan dengan demikian anak-anak akan tumbuh berkembang dalam kasih setia juga. Setia berarti tidak mengurangi sedikitpun atas apa yang telah dijanjikan. Kasih setia hendaknya juga dihayati oleh para pekerja atau pegawai, para pejabat atau pemimpin, yaitu dengan tidak melakukan korupsi sedikipun. Kata bahasa Latin ‘corruptio’ (1) secara aktif berarti hal merusak, hal membuat busuk, pembusukan, penyuapan, (2) secara pasif berarti keadaan dapat binasa, kebinasaan, kerusakan, kebusukan, kefanaan, korupsi, kemerosotan. Sedangkan kata bahasa Latin ‘corruptor’ berarti perusak, pembusuk, penggoda, pemerdaya, penyuap. Dari pengartian kata ‘corruptio’ di atas kiranya dapat dipahami arti korupsi,yaitu kemerosotan moral dengan merusak yang lain demi keuntungan diri sendiri Melakukan korupsi berarti melakukan pembusukan.

“Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu” (Mzm 51:18-21)


Jakarta, 2 April 2011

Romo Ignatius Sumarya, SJ

"Hukum manakah yang paling utama?" (Hos 14:2-10; Mzm 81:6c-8abc-11ab.14.17; Mrk 12:28b-34)


“Seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus” (Mrk 12:28-34), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Aneka macam hukum hemat saya dijiwai oleh kasih dan diundangkan agar mereka yang berada di bawah hukum tersebut hidup saling mengasihi. Yesus mengajarkan kepada kita agar kita menghayati kasih sebagai hukum utama dan pertama, yaitu saling mengasihi “dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”. Kasih yang demikian ini hemat saya telah dan pernah dihayati oleh suami-isteri yang diikat oleh dan dalam kasih, yaitu ketika sedang memadu kasih dalam hubungan seksual. Hemat saya hubungan seksual sejati merupakan perwujudan kasih sebagaimana diajarkan oleh Yesus. Symbol saling mengasihi antar suami-isteri terjadi ketika sedang saling menerimakan sakramen perkawinan atau meresmikan relasi berdua sebagai suami-isteri dengan saling mengenakan cincin pada jari manis pasangannya. Cincin yang bulat, tanpa ujung pangkal, melambangkan kasih tanpa batas alias bebas serta total. Dikenakan pada jari manis dengan harapan mereka yang mengenakannya senantiasa menghadirkan diri secara manis, menarik dan mempesona secara lahir batin. Memang hidup saling mengasihi, ketika sedang memadu kasih dalam hubungan seksual akan terasa manis semuanya.
Maka kami berharap kepada para suami dan isteri untuk dapat menjadi saksi kasih, teladan hidup saling mengasihi dengan segenap jiwa, segenap hati, segenap akal budi dan segenap kekuatan. Segenap berarti seutuhnya, total, maka jika tidak total berarti sakit, yaitu sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi/bodoh atau sakit tubuh. Bukankah mereka yang sedang menderita sakit akan merasa sulit untuk mengasihi, dan lebih tergerak mohon dikasihi. Jika kita jujur mawas diri kiranya kita masing-masing akan menyadari dan menghayati diri sebagai yang sedang sakit atau berdosa, maka baiklah dengan rendah hati kita siap sedia untuk dikasihi, artinya diperingatkan, dinasihati, dikritik dst.

· “Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ” (Hos 14:10), demikian peringatan Hosea. Kita semua dipanggil untuk menempuh dan menelusuri ‘jalan-jalan Tuhan yang lurus’. Dengan kata lain kita dipanggil untuk senantiasa setia pada panggilan, tugas pengutusan, pekerjaan atau kewajiban kita masing-masing, serta tidak menyeleweng, berselingkuh atau berkorupsi sedikitpun. Kita semua dipanggil untuk berdisiplin dalam melakukan atau melaksanakan aneka tugas, tata tertib atau aturan. “Berdisiplin adalah sikap dan perilaku yang sudah tertanam dalam diri, sesuai dengan tata tertib yang berlaku dalam suatu keteraturan secara berkesinambungan yang diarahkan pada suatu tujuan atau sasaran yang telah ditentukan” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka –Jakarta 1997, hal 10). Berlatih dan memperdalam berdisiplin hemat saya dengan membiasakan hidup dan bertindak sesuai dengan tata tertib terus-menerus. Secara phisik atau yang kelihatan rekan-rekan tentara/militer atau polisi kiranya dididik dan dibiasakan untuk berdisiplin, namun sayang hal itu tidak berkesinambungan dalam cara hidup dan bertindak, apalagi sungguh merasuk ke dalam hati dan jiwa, tentu saja tidak semuanya. Sebagai contoh: ada polisi atau tentara/militer yang terlibat dalam aneka tindak koruspi, penyelewengan atau perselingkuhan, atau melindungi aneka koruspi, penyelewengan dan perselingkuhan. Kami berharap kepada rekan-rekan umat beragama untuk terus menjadi teladan dan berjuang dalam hal berdisiplin, entah dalam menghayati ajaran agamanya maupun dalam aneka kesibukan dan pelayanan sehari-hari.

"Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan; dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!” (Mzm 81:7-9)


Jakarta, 1 April 2011

Romo Ignatius Sumarya, SJ

Tekan Tingkat Kecelakaan dengan Doa

(Warsawa 30/3/11) Gereja Katolik Polandia akan menggelar Hari Doa nasional bagi pengemudi negara itu sebagai upaya untuk menggunakan semangat Kristen dalam meredam kemarahan di jalanan.

Bersamaan dengan hari doa nasional pada hari Minggu (3/4/2011) mendatang, Gereja juga menyelenggarakan dua hari retret bagi para pengemudi. Dalam retret itu mereka dapat merefleksikan sikap mereka ketika berada di belakang kemudi.

Cara mengemudi yang agresif dan buruk berkontribusi signifikan pada tingkat kematian yang tinggi di jalan-jalan Polandia, yang merupakan salah satu yang terburuk di negara maju. Sebuah survei yang dilakukan OECD, yang merupakan afiliasi dari International Transport Forum, pada tahun 2009 menemukan ada 12 kematian di jalan-jalan Polandia untuk setiap 100.000 penduduk. Di Inggris angkanya hanya 3,9 meskipun Inggris memiliki lebih banyak mobil dan jaringan jalan yang lebih besar.


"Banyak di antara kami berperilaku seperti orang kafir ketika sedang mengemudi," kata Pastor Marian Midura, penyelenggara hari doa itu, yang memiliki dukungan dari polisi nasional. "Meski kami menggantung rosario, membawa gambar orang-orang kudus di dalam mobil, kami tetap tidak menghormati pengemudi lain."

Para pastor di negara itu juga akan mengimbau warga untuk tidak mengemudi dalam keadaan mabuk yang faktor lain yang berkontribusi terhadap angka kematian.

Penyelenggaran Hari Doa itu merupakan kontribusi terbaru Gereja Katolik bagi keselamatan warga di jalan-jalan Polandia. Menjelang hari-hari libur penting Kirsten, Gereja membuat penyataan rutin tentang pentingnya etika mengemudi yang aman. (kompas.com)

Jadwal Acara Radio Komsos KAS hari Sabtu

06.00-07.00 Angelus, Mutiara Iman, Lagu Rohani
07.00-08.00 Doa Pagi Jawa, Mimbar Agama Katolik, Lagu Liturgi
08.00-09.00 Dia Mohon Berkat Atas Pekerjaan, Cahaya Imani Katolik, Lagu Rohani Keroncong
09.00-10.00 PPI: Bapa Kami; Ajaran Katolik: Syahadat; Lagu Rohani Jawa
10.00-11.00 Doa Mohon Iman; Lagu Taize
11.00-12.00 Lagu Rohani
12.00-13.00 Angelus; Lagu Rohani
13.00-15.00 Doa untuk anak dan remaja, Tuntunan Anak Katolik, Lagu Anak
15.00-16.00 Doa Koronka; Gendhing Jawa
16.00-17.00 Doa untuk Masyarakat; Ajaran Katolik: ASG; Lagu Rohani
17.00-18.00 Doa Rosario; Lagu tentang Maria
18.00-19.00 Doa Angelus; Novena Tiga Salam Maria; Lagu Rohani
19.00-20.00 Doa ARDAS; ARDAS KAS, Suara Gembala; Lagu Rohani
20.00-21.00 Litani Santo Yusuf; Lagu Rohani
21.00-22.00 Doa waktu sakit; Inspirasi Batin Minggu
22.00-05.55 Doa Malam Jawa; Panglimbang Sabda untuk Minggu; Lagu Salam Sang maha surya; Lagu-lagu Rohani mix

Paskah, 24 April 2011

RITUS PEMBUKA

LAGU PEMBUKA

TANDA SALIB
I. Aku telah bangkit dan tetap bersama Engkau ya Bapa. Tangan-Mu, Kau tumpangkan atas diri-Ku. Kebijaksanaan-Mu sangat menakjubkan. Alleluya
I. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
I. Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Putra-Nya Yesus Kristus besertamu.
U. Dan sertamu juga.

PENGANTAR

SERUAN TOBAT

(Mzm 103)
I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.

I. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai seluruh batinku!
U. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Jangan lupa akan segala kebaikan-Nya!
I. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu dan menyembuhkan segala penyakitmu.
U. Dialah yang meluputkan hidupmu dari kematian, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.
I. Tuhan itu pengasih dan penyayang, lambat akan marah dan penuh kasih setia.
U. Ia tidak akan murka terus-menerus, tidak untuk selamanya mengobarkan amarah-Nya.
I. Ia tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak membalas sepadan dengan kesalahan kita.
U. Tetapi sebagaimana langit menjulang tinggi di atas bumi, demikianlah kasih setia Tuhan terhadap orang yang takwa.
I. Sejauh timur dari barat, sekianlah jauhlah dibuang-Nya kejahatan kita.
U. Seperti seorang bapa yang sayang anaknya, demikianlah Tuhan sayang akan orang yang bertakwa.

I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, - mengampuni dosa kita, - dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U. Amin

TUHAN KASIHANILAH KAMI

atau

I. Saudara-saudara, marilah kita menyatakan tobat kita pada awal perayaan ekaristi dengan mengenangkan peristiwa pembaptisan dengan menerima percikan air suci.

LAGU: VIDI AQUAM [TPE hal 24-27/MB 104/PS 234/MB 427/PS 592]

Aku melihat air mengalir dari bait Allah di sebelah kanan alleluya;
dan semua yang didatangi diselamatkan, dan berkata, alleluya, alleluya. [selesai]

S. Pujilah Tuhan karena Ia baik
U. karena belas kasihan-Nya kekal.
S. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U. Seperti pada permulaan, sekarang selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

(Diulang dari awal sampai "Selesai". Sesudah abslousi, langsung menyusul MADAH KEMULIAAN)
I. Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, - mengampuni dosa kita, - dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U. Amin

KEMULIAAN

DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau mengagungkan hari ini dengan membangkitkan Putra-Mu dari kematian yang mengerikan, mengurapinya dengan Roh Kudus, dan menjunjung-Nya tinggi-tinggi di atas segala makhluk. Terpujilah Engkau karena Dia sebab harapan akan hidup kekal dan masa depan yang gemilang telah dibangkitkannya pada diri kami. Diteguhkannya pula iman kami akan cinta kasih-Mu terhadap kami yang ternyata mampu mengalahkan maut serta akan tetap bertahan sepanjang masa. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan, dan pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U.Amin.

LITURGI SABDA

BACAAN I (Kis 10:34a.37-43)

"Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati."

Pembacaan dari Kisah Para Rasul
Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, "Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa. Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib. Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN PS 821
Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik, kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya."
2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!
3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

BACAAN II (Kol 3:1-4)

"Arahkanlah usahamu kepada alam hidup Kristus."

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose
Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita! Apabila Ia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL PS 959
Alleluya, Alleluya, Alleluya.
Mari kita merayakan perjamuan Paskah, sebab Yesus Kristus sudah dikurbankan.

INJIL [Yoh 20:1-9]

"Yohanes melihatnya dan percaya"

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.
I: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.

HOMILI

AKU PERCAYA

DOA UMAT

I. Marilah pada hari Paskah ini kita mengarahkan hati kepada Bapa yang telah berkenan memperbarui segala-galanya dalam Putra-Nya, Yesus Kristus yang telah bangkit.

L. Semoga Allah memperbarui masyarakat dan gereja, agar amanat cinta kasih Putra-Nya dipenuhi dalam seluruh masyarakat, dan semua orang hidup dalam cahaya-Nya.
Marilah kita mohon kepada-Nya:
U. Tuhan, semoga Putra-Mu hidup di tengah-tengah kami.

L. Semoga kami semua diberi hati yang baru dan roh yang baru, semoga segala sesuatu yang keras dan kaku diambil dari kami, sehingga semua orang mengetahui bahwa Kristus adalah Tuhan. Marilah kita mohon kepada-Nya:
U. Tuhan, semoga Putra-Mu hidup di tengah-tengah kami.

L. Semoga Allah memenuhi janj-Nya kepada kami untuk menciptakan surga baru dan dunia baru: suatu masa depan penuh keadilan dan kasih bagi semua orang dan suatu kebahagiaan yang takkan berakhir di hadapan-Nya. Marilah kita mohon kepada-Nya:
U. Tuhan, semoga Putra-Mu hidup di tengah-tengah kami.

L. Semoga kami semua menjadi bebas dari segala nafsu dan dosa yang pernah membelenggu kami di masa lalu serta hidup secara baru dengan melayani sesama manusia. Marilah kita mohon kepada-Nya:
U. Tuhan, semoga Putra-Mu hidup di tengah-tengah kami.

L. Semoga Injil selalu diwartakan sebagai kabar kegembiraan besar, dan pemberitaannya disambut sebagai anugerah Allah bagi kami dan memperbarui kami serta dunia kami. Marilah kita mohon kepada-Nya:
U. Tuhan, semoga Putra-Mu hidup di tengah-tengah kami.

L. Semoga di antara kami sendiri bangkit pula semangat yang patah karena kegagalan-kegagalan, persahabatan yang terlukai oleh kesetiaan, kegembiraan yang hilang karena pengalaman pahit serta kerukunan yang dirobek-robek oleh perpecahan. Marilah kita mohon kepada-Nya:
U. Tuhan, semoga Putra-Mu hidup di tengah-tengah kami.

I. Allah Bapa kami, jadikanlah masa kami masa kasih karunia-Mu, dan semoga kami hidup dalam terang dan kebebasan Penyelamat kami yang sudah bangkit, Yesus Kristus Tuhan kami.
U. Amin.

LITURGI EKARISTI

LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Allah Bapa kami yang mahakudus, ingatlah kiranya akan perjanjian-Mu dengan kami pada saat kami bersyukur kepada-Mu atas Yesus, Putra kesayangan-Mu, yang telah mengorbankan diri bagi kami, agar dapat menjadi rezeki kehidupan bagi seluruh dunia dan segala zaman. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami.
U. Amin

PREFASI PASKAH I
I. Tuhan sertamu
U. Dan sertamu juga
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan ALlah kita
U. Sudah layak dan sepantasnya.
I. Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa, kami memuji Dikau senantiasa. Namun teristimewa pada hari ini layaklah Engkau kami muliakan lebih meriah, sebab Kristus, Anak Domba Paskah kami, sudah dikurbankan dan kini bangkit dengan jaya. Dialah Anak Domba sejati yang menghapus dosa dunia. Dengan wafat, Ia menghancurkan kematian; dengan bangkit, Ia memulihkan kehidupan. Daris ebab itu, di seluruh muka bumi umat-Mu bersukaria merayakan kegembiraan Paskah bersama para malaikat dan segenap penghuni surga yang bermadah memuliakan keagungan-Mu sambil tak henti-hentinya bernyanyi:
KUDUS
U. Kudus, kudus, kuduslah Tuhan
Allah segala kuasa, surga dan bumi penuh kemuliaaan-Mu
Terpujilah Engkau di surga.
Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan
Terpujilah Engkau di surga.

DOA SYUKUR AGUNG I

BAPA KAMI

ANAK DOMBA ALLAH

KOMUNI

DOA SESUDAH KOMUNI
I. Marilah berdoa:
I. Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal Engkau telah membaharui umat-Mu dengan misteri Paskah ini. Lindungilah kiranya Gereja-Mu dengan kasih sayang dan setia, agar dapat mencapai kebangkitan jaya. Demi Yesus Kristus, Tuhan, dan pengantara kami.
U. Amin

RITUS PENUTUP

BERKAT & PENGUTUSAN

I. Tuhan sertamu
U. Dan sertamu juga
I. Semoga karena kebangkitan Sang Putra Tunggal, Allah menganugerahkan rahmat penebusan dan berkat kepada Saudara yang telah diangkat menjadi anak-Nya.
U. Amin.
I. Semoga Saudara ikut menikmati kebahagiaan abadi bersama dengan Kristus yang telah menebus dan membebaskan saudara.
U. Amin.
I. Saudara telah dibangkitkan lewat pembaptisan, semoga setelah mengamalkan hidup yang benar di dunia ini, Saudara disambut Kristus di tanah air surgawi.
U. Amin.
I. Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa; Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
I. Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai. alleluya, alleluya.
U. Syukur kepada Allah, alleluya, alleluya.
I. Marilah pergi! Kita diutus,
U. Amin.

LAGU SYUKUR

Kamis Putih 21 April 2011

RITUS PEMBUKA

LAGU PEMBUKA

1.Andaikan aku pahami bahasa semuanya,
Hanyalah bahasa cinta kunci setiap hati. Refr->

2.Andaikan aku lakukan yang luhur dan mulia.
Jika tanpa cinta kasih hampa dan tak berguna.

3.Andaikan semua ilmu sudahlah ku miliki.
Hanya cinta yang mengerti rahasia bahagia.

4.Andaikan aku dermakan segala harta miliki.,
Hanya cintaku yang mampu membahagiakan orang..

5.Andaikan aku curahkan daya upaya badan,
hanya cintaku yang jadi, pelipur duka, lara.

6.Cinta itu lemah lembut, sabar dan murah hati,
tidak cari keuntungan, tidak megahkan diri.

7. Kasih suka kebenaran, keadilan 'kan musnah,
hanya cintalah yang kekal tak'kan pernah binasa.

8.Segalanya 'kan terhenti semuanya 'kan musnah,
Hanya cintalah yang kekal tak 'kan pernah binasa.

Ulangan:
Ajarilah kami, Tuhan bahasa cinta kasih.

atau

Refr: (Pembuka dinyanyikan 2 kali)
Selayaknya kita berbangga dalam salib Yesus Kristus

1. Kristus telah mengosongkan diri-Nya
dan mengambil rupa seorang hamba,
dan menjadi sama dengan manusia
dan perilaku-Nya seperti manusia. Refr->

2. Dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan
diri-Nya dan taat sampai mati bahkan sampai mati di salib.

3. Itu sebabnya Allah sangat meninggikan Dia,
dan mengaruniakan kepada-Nya nama
yang mengatasi segala nama agar dalam nama Yesus
segala makhluk berlutut.


TANDA SALIB DAN SALAM
I. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U. Amin
I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus besertamu
U. Dan sertamu juga

PENGANTAR
I. Saudara-saudari terkasih, Tuhan kita Yesus Kristus telah menyatakan kasih Allah yang tanpa batas kepada kita semua. Ia rela merendahkan diri demi keselamatan kita. Dengan kasih-Nya kita dimampukan dan dianggap sebagai sahabat-sahabat-Nya. Kita pantas bahagia diundang dalam perjamuan kudus. Dalam Kristus kita bersatu, saling cinta dan membantu.

SERUAN TOBAT

I. Marilah kini kita mempersiapkan hati kita untuk perayaan kudus ini. Kita hening sejenak menundukkan kepala, membuka hati kita, menyadari segala dosa-dosa dan kekurangan kita dan mohon pengampunan dari Tuhan yang maha baik.

I+U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

I: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

TUHAN KASIHANILAH KAMI

KEMULIAAN

DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa kami yang mahapengasih dan mahapenyayang petang hari ini kami merayakan perjamuan kudus. Perjamuan cinta kasih ini dianugerahkan Kristus kepada Gereja-Nya sebagai korban baru sepanjang masa pada malam Ia menyerahkan diri-Nya. Kami mohon, semoga kami Kauperkenankan menimba cinta kasih hidup melimpah dari misteri agung ini. Dialah Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
U. Amin.

LITURGI SABDA

BACAAN I (Kel 12:1-8.11-14)

Aku tidak memalingkan wajahku dari cercaan, dan aku yakin takkan dipermalukan.

L. Pembacaan dari Kitab Keluaran:
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya. Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN PS 856

Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Inilah Darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Lakukanlah ini akan peringatan kepada-Ku.

1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan
segala kebaikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan,
dan akan menyerukan nama Tuhan.
2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan
kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
Ya Tuhan, aku hamba-Mu; aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu.
Engkau telah melepaskan belengguku.
3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu,
dan akan menyerukan nama Tuhan.
Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan
di depan seluruh umat-Nya.

BACAAN II (1Kor 11:23-26)

"Setiap kali kamu makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan"

L: Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus

Saudara-saudara, apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL PS 965
Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

INJIL (Yoh 13:1-15)
I. Tuhan sertamu
U. Dan sertamu juga
I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
U. Dimuliakanlah Tuhan

Sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
I: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U: Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

HOMILI

PEMBASUHAN KAKI
(Misdinar: menjemput para rasul; Imam: dibantu Misdinar mempersiapkan pembasuhan)

Refr. Kamulah sahabat-sahabat-Ku, bila melakukan perintah-Ku, sabda Tuhan.
1. Kini kamu, tidak kusebut hamba lagi,
melainkan teman-teman-Ku,
karena kamu sekalian telah mengetahui
semua yang Kuperbuat di antara kamu.
2. Terimalah Roh Kudus
Penghibur di dalam hatimu
Dia akan diutus Bapa kepadamu
3. Kemuliaan kepada Bapa, Putera, dan Roh Kudus
Dahulu sekarang dan kekal

DOA UMAT

I. Saudara-saudara terkasih, Yesus telah memberikan perintah baru agar kita saling melayani dan saling mencintai. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar dapat melaksanakan perintah baru itu dengan mengatakan kepada-Nya
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

L. Semoga Sri Paus, dan Uskup kami, serta semua pemimpin umat melakukan tugasnya dengan rendah hati seperti Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya. Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

L. Semoga para imam dan para calon imam meneladan kerendahan hati Kristus, Imam Agung, dalam pengabdian dan pelayanan kepada umat beriman. Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

L. Semoga para dokter, perawat, pendidik, dan semua saja yang bekerja demi kemajuan dan pembangunan bangsa kami mengabdikan diri kepada sesama dengan setia, tanpa terlalu membalas balas jasa, seperti Tuhan Yesus Kristus yang mengabdikan diri kepada sesama. Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

L. Semoga kami semua pada hari ini memperbaharui niat untuk saling mengasihi dan bekerja sama dalam keluarga kami masing-masing, sehingga nilai hidup kristiani keluarga kami terpancar pula di dalam kehidupan bermasyarakat. Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

L. Semoga saudara-saudari kami yang sudah meninggal, oleh Perayaan Ekaristi ini mendapat bagian dalam hidup kekal, yang untuknya Kristus telah menderita dan wafat. Marilah kita berdoa:
U. Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.

I. Ya Allah, Bapa mahapengasih, dengarkanlah permohonan kami, semoga kami belajar sabar dan rela berkorban bagi sesama seperti Yesus Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.

LITURGI EKARISTI

LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Allah Bapa kami yang mahakudus, ingatlah kiranya akan perjanjian-mu dengan kami pada saat kami bersyukur kepada-Mu atas Yesus, Putera kesayangan-Mu, yang telah mengorbankan diri bagi kami, agar dapat menjadi rezeki kehidupan bagi seluruh dunia dan segala zaman. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U. Amin.

PREFASI

I. Tuhan sertamu
U. Dan sertamu juga
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan.
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
U. Sudah layak dan sepantasnya.
I. Bapa yang baik, hari ini kami sangat gembira. Hati kami penuh rasa terima kasih, dan bersama Yesus kami bersuka ria dihadapan-Mu
U. Terpujilah Engkau yang menyayangi kami
I. Begitu besar kasih-Mu, sehingga dunia yang luas dan indah ini Engkau ciptakan bagi kami.
U. Terpujilah Engkau yang menyayangi kami
I. Begitu besar kasih-Mu, sehingga Putera-Mu Yesus Engkau utus mengantar kami kepada-Mu.
U. Terpujilah Engkau yang menyayangi kami.
I. Begitu besar kasih-Mu, sehingga kami Engkau satukan dengan Yesus dan Engkau angkat menjadi anak-anak dalam satu keluarga.
U. Terpujilah Engkau yang menyayangi kami.
I. Karena kasih-Mu yang begitu besar, kami bersyukur kepada-Mu, dan bersama para malaikat dan para kudus di surga kami memuji Engkau dengan gembira sambil bernyanyi:

U. Kudus, kudus, kuduslah Tuhan. Allah segala kuasa surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu. Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.

DOA SYUKUR AGUNG IX

I. Bapa, sungguh terpujilah Yesus yang Engkau utus!
Ia menjadi sahabat anak-anak dan orang miskin.
Ia sendiri datang untuk menunjukkan kepada kami, bagaimana kami dapat
mengasihi Engkau dan mengasihi satu sama lain.
Ia membersihkan hati kami dari segala kejahatan yang menghalangi persahabatan dan dari kebencian yang membuat kami tidak bahagia.
Ia menjanjikan Roh Kudus yang akan mendampingi kami setiap hari
agar kami hidup sebagai anak-anak-Mu.
5 5 6 5 4 3 . 1 3 5 4 3 2 3
U.Diberkat-i-lah yang datang dalam nama Tuhan
5 5 .6 5 4 3 .1 3 5 .4 3 2 3
Terpu- ji- lah Engkau di sur - ga.

I. Kami mohon kepada-Mu ya Allah, Bapa kami, utuslah Roh Kudus-Mu ke atas persembahan roti dan anggur ini ke atas persembahan roti dan anggur ini agar menjadi Tubuh [] dan Darah Yesus Kristus Tuhan kami.

Sebab pada malam sebelum menderita sengsara, dalam perjamuan bersama para murid-Nya, Ia menampakkan cinta kasih-Mu yang tak terhingga. Ia mengambil roti, mengucapkan syukur kepada-Mu, memecah-mecahkan roti itu dan memberikan kepada mereka seraya berkata:

TERIMALAH dan MAKANLAH: INILAH TUBUH-KU YANG DISERAHKAN BAGIMU

5 5 .6 5 4 3 . 1 3 5 4 3 2 1 2 3
U.I-ni-lah Ye-sus yang di-kur-ban-kan bagi ki- ta

(Ketika Imam memperlihatkan Hosti Suci dengan mengangkat-Nya, Umat memandang-Nya. Ketika Imam meletakkan Hosti Suci dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat)

I. Demikian pula, Ia mengambil piala berisi anggur berdoa sambil mengucap syukur kepada-Mu, dan memberikan piala kepada mereka, seraya berkata:

TERIMALAH dan MINUMLAH: INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI UNTUK MENGENANGKAN DAKU.

5 5 .6 5 4 3 . 1 3 5 4 3 2 1 2 3
U.I-ni-lah Ye-sus yang di-kur-ban-kan bagi ki- ta

(Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkat-Nya, Umat memandang-Nya. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut, Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat)

I: Agunglah misteri iman kita:
U: Tuhan Engkau telah wafat.
Tuhan, sekarang Kau hidup
Engkau Sang Juru Selamat:
Datanglah, ya Yesus Tuhan.

I. Maka ya Bapa yang penuh kasih, kami mengenangkan wafat dan kebangkitan Yesus, Penebus duia, yang menyerahkan diri bagi kami agar kami dapat bersahabat kembali dengan Dikau.
5 5 .6 5 4 3 . 1 3 5 4 3 2 3
U.Terpu- ji- lah Engkau yang me-nya-tu-kan ka-mi.

I.Kami mohon ya Tuhan Allah kami, kurniakan Roh cinta kasih kepada semua orang yang ikut serta dalam perjamuan ini. Semoga kami semua semakin bersatu di dalam Gereja bersama Bapa Suci...... Bapa Uskup kami ......., serta semua Uskup dan semua yang melayani umat-Mu.
5 5 .6 5 4 3 . 1 3 5 4 3 2 3
U.Terpu- ji- lah Engkau yang me-nya-tu-kan ka-mi.

I. Ya Bapa, berkatilah semua orang yang kami kasihi, berkatilah juga mereka yang kurang kami perhatikan. Selamatkanlah orang-orang yang sudah meninggal dan terimalah mereka di dalam rumah-Mu.
5 5 .6 5 4 3 . 1 3 5 4 3 2 3
U.Terpu- ji- lah Engkau yang me-nya-tu-kan ka-mi.

I. Ya Bapa, semoga akhirnya semua sahabat Yesus berkumpul di surga merayakan pesta abadi, bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, dan bunda kami.
5 5 .6 5 4 3 . 1 3 5 4 3 2 3
U.Terpu- ji- lah Engkau yang me-nya-tu-kan ka-mi.

I. Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.
U.Amin.

BAPA KAMI

I. Atas petunjuk penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi maka beranilah kita berdoa:

I+U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu,
datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami;
dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kemalangan dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan penyelamat kami Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

DOA DAMAI

I. Saudara-saudari, Tuhan Yesus Kristus bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan kepadamu." Maka marilah kita mohon kepada-Nya. Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun, sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin.

I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu

ANAK DOMBA ALLAH
K+U. Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami,
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, berilah kami damai.

PERSIAPAN KOMUNI
Imam berdoa dalam hati, Umat menyiapkan diri dengan doa pribadi. Kemudian Imam berseru kepada Umat, misalnya:

I. Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagalah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

KOMUNI

DOA SESUDAH KOMUNI
I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Bapa kami di surga, ingatlah akan dunia ciptaan-Mu ini yang Kautentukan sebagai tempat kediaman bagi semua orang dan peliharalah ikatan dan hubungan kami dengan Dikau, agar kami tetap hidup dengan harapan dan iman yang mantap, bahwa tiada kekuasaan ataupun kekuatan, tiada maut atau penderitaan, yang mampu mmemisahkan kami dari cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U. Amin.

PROSESI SAKRAMEN MAHAKUDUS
(Selama prosesi, sambil berdiri menghadap Sakramen Mahakudus, menyanyikan lagu-lagu penghormatan. Waktu berhenti: menghormati-Nya dengan berlutut. Begitu seterusnya sampai Sakramen ditahtakan di tempat yang disediakan.)


Setelah Sakramen Mahakudus ditahtakan dan didupai, Imam, Prodiakon, Putra Altar berlutut dan berdoa sejenak, kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:


I. Engkau telah memberi kami roti surgawi,
U. Yang mengandung segala kesegaran.
I. Marilah berdoa:
I. Ya Tuhan, Engkau telah meninggalkan kenangan akan kesengsaraan-Mu dalam sakramen yang mengagumkan ini. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati tubuh dan darah-Mu sedemikian, sehingga kami selalu dapat menikmati buah dari penebusan-Mu. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.



PA. Saudara terkasih, sesudah misa yang kedua selesai, akan dilanjutkan ibadat Tuguran, untuk menanggapi ajakan Yesus kepada ketiga murid-Nya di taman Zaitun: "Tinggallah di sini dan berjaga-jaga dengan aku." Mat 26:38)

(umat keluar gereja dengan tenang)